Pecinta Olahraga! Berani Adu Ketangkasan Sandboarding-mu di Padang Gurun-nya Jogja?

Wisata Gumuk Pasir merupakan salah satu destinasi wisata di Jogja yang dapat kamu kunjungi ketika berwisata di Jogja. Gumuk Pasir merupakan tempat wisata uni yang ada di Jogja, mengapa? Karena tidak setiap daerah memiliki tempat wisata seperti ini. Bahkan tidak semua negara memilikinya. So, ketika kalian lagi liburan ke Jogja wajib menyempatkan diri untuk berkunjung ya.

Satu-satunya yang Ada di Asia Tenggara

Tidak perlu jauh-jauh pergi ke Timur Tengah atau Afrika untuk bisa melihat pemandangan gurun pasir. Karena tidak jauh dari Pantai Parangtritis kita juga bisa melihat “Gurun Sahara” nya Jogja yang biasa dikenal dengan nama Gumuk Pasir Parangkusumo.  Gumuk merupakan kata dalam bahasa Jawa yang jika diterjemahkan artinya adalah gundukan, sementara Parangkusumo adalah nama pantai yang letaknya paling dekat dengan lokasi Gumuk Pasir ini. Pasir yang membentuk gundukan-gundukan cantik ini berasal dari material vulkanik Gunung Merapi dan Gunung Merbabu yang terbawa oleh aliran Sungai Opak. Material tersebut terkikis oleh ombak dalam waktu yang cukup lama sehingga berubah menjadi butiran-butiran debu yang mudah diterbangkan oleh angin dan membentuk gundukan-gundukan seperti sekarang ini. Fenomena gumuk pasir merupakan satu-satunya yang ada di Asia Tenggara. Bahkan disebut-sebut fenomena seperti ini hanya ada 2 di dunia yaitu di Jogja dan Meksiko.  Gumuk Pasir Parangkusumo ini bahkan sudah didaftarkan untuk bisa masuk menjadi UNESCO World Heritage.

Gumuk Pasir Parangkusumo
Gumuk Pasir Parangkusumo

Sensasi Bermain Sandboarding di Gumuk Pasir Parangkusumo

Salah satu hal yang paling wajib dan harus dilakukan di Gumuk Pasir Parangkusumo ini adalah bermain sandboarding. Tidak perlu jauh-jauh lagi ke Australia atau Mesir untuk bisa merasakan sensasi olahraga yang satu ini. Tidak perlu perlu keahlian khusus untuk bisa mencoba sandboarding, yang diperlukan adalah kemauan dan keberanian. Sementara untuk alatnya kita bisa menyewa kepada pengelola yang ada disekitar Gumuk Pasir Parangkusumo. Alat yang digunakan untuk bermain sandboarding terbuat dari papan seperti skateboard namun tanpa roda dan dilengkapi dengan tali pengait untuk kaki. Cukup dengan membayar Rp 150.000, kita bisa menggunakan alat tersebut sepuasnya. Harga tersebut sudah termasuk helm dan alat pengaman siku agar lebih safety.

Ada beberapa gumuk atau gundukan yang bisa dipilih untuk bermain sandboarding. Untuk yang baru pertama kali melakukan olahraga ini, bisa memilih gumuk yang tingginya hanya sekitar 1-2 meter saja. Di gundukan tersebut kita bisa melakukan pemanasan terlebih dahulu dan membiasakan dengan alat yang dipakai. Jangan lupa juga untuk latihan menyeimbangkan badan saat meluncur. Jika badan tidak seimbang, maka yang ada adalah jatuh bangun mencium pasir. Tapi jangan kapok untuk terus mencoba dan berlatih. Kalau sudah merasa cukup bisa menguasai alat, bisa mencoba dengan gundukan yang tingginya mencapai 5-20 meter. Dari ketinggian tersebut kita bisa merasakan sensasi meluncur cepat diatas gundukan pasir yang begitu menegangkan dan memacu adrenalin kita.

Tempat Foto Favorit di Jogja

Tidak hanya seru untuk dijadikan sebagai tempat untuk sandboarding saja. Pemandangan yang cantik dan unik di Gumuk Pasir Parangkusumo ini juga sering dijadikan sebagai tempat untuk melakukan pemotretan. Mulai dari foto selfie, pemotretan model, sampe dengan foto pre-wedding yang mengusung konsep ala Timur Tengah. Bahkan Gumuk Pasir Parangkusumo ini juga sudah beberapa kali dijadikan lokasi syuting beberapa film dan video klip artis terkenal Indonesia. Sebut saja video klip Agnes Monica dan Film Wanita Berkalung Sorban.  Lautan pasirnya yang membentang luas akan menjadi sebuah latar belakang menarik sebuah foto. Tidak banyak orang yang akan menyangka bahwa lokasi pengambilan foto tersebut ada di Jogja. Bahkan Gumuk Pasir Parangkusumo ini juga sering dikunjungi oleh rombongan calon haji yang akan melakukan manasik dan latihan merasakan keadaan padang pasir seperti yang  ada di Mekkah nantinya.  Waktu terbaik untuk mendatangi Gumuk Pasir Parangkusumo ini adalah pada sore hari karena kita bisa mendapat bonus sunset yang cantik.

__

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Setiap hari, pukul 08.00 – 18.00

HTM : Rp 3.000/orang (Bayar TPR Pantai Parangtritis) dan  biaya parkir kendaraan.

Fasilitas: Tempat parkir, Toilet

Aktifitas:  Memacu adrenalin dengan sandboarding, Lokasi pemotretan, Menikmati Sunset

LOKASI

Alamat : Kawasan Pantai Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta

Telpon : 0896-7431-7515

Website : Review TripAdvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarang Gumuk Pasir dari 0 KM Jogja sekitar 30 km dan dapat ditempuh selama kurang lebih 1 jam perjalanan. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Cara termudah menuju kesana adalah dengan menggunakan kendaraan pribadi dengan mengambil rute yang juga cukup mudah yaitu dari arah kota bisa mengambil rute ke Jalan Parangtritis sampai dengan TPR Pantai Parangtritis kemudian ikuti petunjuk berikutnya. Jika ingin menggunakan kendaraan umus bisa naik bus Jurusan Jogja – Parangtritis dari Terminal Giwangan

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Liburan Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : Menjelang sore hari karena matahari sudah tidak terlalu panas

What to bring : Kacamata, baju santai, sunblock, air minum, kamera

Do : Mencoba sandboarding, berfoto dengan latar belakang gundukan pasir, Menikmati sunset, membuat video ala-ala Timur Tengah

Don't : Membuang sampah sembarang, Datang pada siang hari karena matahari sedang terik-teriknya, Datang pada musim hujan karena pasir tidak bisa digunakan untuk sandboarding

Rancang Kencono, Goa Purba yang Menjadi Saksi Sejarah dan Ilmu Pengetahuan

Kabupaten Gunungkidul tidak hanya terkenal dengan pantai-pantainya yang indah saja, tetapi kabupaten yang mempunyai semboyan “Handayani” ini juga menawarkan pemandangan alam indah lainya. Gunungkidul berada di jalur Pegunungan Sewu yang mempunyai bentang alam yang sangat unik, tidak hanya permukaannya saja yang berupa perbukitan karst yang cantik tetapi juga berbagai fenomena alam yang ada dibawahnya seperti sungai bawah tanah, telaga, sampai dengan gua. Dan salah satu gua cantik yang perlu dikunjungi di Gunungkidul adalah Gua Rancang Kencono yang terletak di Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Gunungkidul tidak terlalu jauh dari Air Terjun Sri Gethuk. Gua Purba ini bisa dimasuki oleh siapa saja tanpa perlu memiliki keahlian khusus karena tidak terlalu dalam dan terdapat akses yang cukup mudah untuk masuk kedalam gua ini.

Goa Rancang Kencono
Goa Rancang Kencono

Tempat Persembunyian Laskar Mataram

Gua Rancang Kencono dipercaya sudah digunakan sejak jaman purba karena di dalam gua ini pernah ditemukan tulang belulang dan artefak yang diperkirakan umurnya sudah ribuan tahun. Berdasarkan buku yang ditulis oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta yang berjudul “Mozaik Pusaka Budaya Yogyakarta” gua purba ini berada satu jalur dengan Gua Braholo yang terletak di Kecamatan Rongkop, Gunungkidul.

Nama Rancang Kencono sendiri artinya adalah merancang sesuatu yang mulia karena dahulu Gua Rancang Kencono ini sering dijadikan sebagai tempat pertemuan dan persembunyian laskar atau tentara Mataram untuk merancang dan menyusun rencana pengusiran tentara Belanda dari wilayah Kasultanan Ngayogyakarta. Didalam gua ini juga terdapat ruangan yang biasa digunakan oleh tentara Mataram untuk bersemedi.

Pohon Klumit Berusia Lebih dari 2 Abad

Salah satu hal yang paling unik dari Gua Rancang Kencono ini adalaha adanya sebuah pohon klumit yang usianya lebih dari 2 abad. Pohon dengan batang yang sangat besar ini bisa kita lihat saat berada diatas permukaan gua ini. Pohon klumit ini tumbuh diatas pelataran yang berada didepan  mulut gua dan menyeruakan keatas atap gua. Pada pagi hari siang hari sinar matahari akan menembus kedalam gua melewati celah-celah pohon tersebut yang pemandangan gua ini menjadi sedikit lebih eksotis. Begitu juga pada saat malam hari, cahaya rembulan yang menerobos masuk melalui celah gua dan melewati pohon klumit tersebut begitu terlihat dramatis.

Untuk masuk kedalam Gua Rancang Kencono cukup melewati undakan tangga yang tidak terlalu tinggi. Sesampai didasar tangga kita akan disambut oleh pohon klumit yang berdiri gagah. Dari bawah pohon ini kita bisa melihat keatas untuk mendapat pemandangan yang cantik. Setelah itu dilanjutkan dengan menuruni kembali tangga kecil untuk sampai dipelataran gua. Di pelataran ini juga lah dulu tentara Mataram berkumpul. Setelah melewati pelataran tersebut kita akan memasuki ruangan utama dari Gua Rancang Kencono yang tidak terlalu besar yang dihiasi oleh stalaktit yang sudah tidak aktif lagi. Ruangan dalam gua ini akan terasa pengap saat ada banyak orang didalamnya. Untuk menyusurinya kita harus berhati-hati dan menunduk agar kepala tidak terbentur oleh dinding gua. Selain bantuan cahaya senter juga sangat diperlukan agar kita bisa melihat pemandangan didalam gua. Konon katanya didalam gua ini terdapat lorong yang menghubungkan Gua Rancang Kencono dan Air Terjun Sri Gethuk.

Salah Tempat Camping dan Outbound Favorit Mahasiswa Jogja

Gua Rancang Kencono merupakan salah satu tempat camping dan outbound favorit mahasiswa di Jogja.Di pelataran gua yang cukup luas tersebut bisa menampung banyak orang. Di pelataran tersebut bisa dijadikan sebagai tempat melakukan berbagai permainan untuk lebih mengakrabkan semua orang yang ikut dalam kegiatan. Tapi kegiatan yang paling banyak diminati disini adalah turun kedasar gua dengan bantuan tali dari permukaan atas gua. Kegiatan ini tentu saja dengan pengawasan dari pengelola agar lebih aman. Tidak terlalu jauh dari gua ini terdapat tempat yang biasa dijadikan sebagai lokasi untuk perkemahan.

Penasaran dengan kecantikan dan cerita sejarahnya? Jangan lupa kunjungi Gua Rancang Kencono ini saat berada di Gunungkidul.

__

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Setiap hari, pukul 08.00 – 17.00

HTM : Rp 10.000/orang (Termasuk tiket ke Air Terjun Sri Gethuk)

Fasilitas: Tempat parkir, Toilet, Mushola, Pemandu

Aktifitas:  Menikmati pemandangan gua alam, Belajar Sejarah, Outbond, camping

LOKASI

Alamat : Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupatena Gunungkidul, Yogyakarta.

Telpon : +62 853 3400 5700

Website : Review TripAdvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak Gua Rancang Kencono dari 0 KM Jogja sekitar 40 km dan dapat ditempuh selama kurang lebih 1-1,5 jam dengan menggunakan kendaraan pribadi. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Cara termudah kesana adalah dengan menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan sewu. Rute yang bisa dari ambil dari arah kota adalah Jalan Wonosari – Patuk – sampai dengan pertigaan lampu merah Playen. Dari lampu merah tersebut lalu ambil kanan mengikuti jalan utama sampai dengan rambu penunjuk berikutnya menuju ke Goa Rancang Kencono.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : pada pagi atau sore hari

What to bring : kamera, senter/HP yang bisa difungsikan sebagai senter, baju santai

Do : Menikamti keindahan gua dan pohon klumit, mengetahui berbagai sejarah yang pernah terjadi di Gua Rancang Kencono

Don't : Mencorat-coret dinding gua, Membuang sampah sembarangan

Berjumpa dengan Tokoh Idola di Museum De Arca, Madame Tussaud ala Yogyakarta

Tak perlu menabung berjuta-juta untuk menjajal pengalaman berfoto bersama replika tokoh idola di Madame Tussaud. Yogyakarta punya Museum De Arca yang tentu tak kalah asik dan menariknya. Terlebih lagi, dengan mengunjungi tempat ini kita juga turut mengapresiasi hasil karya Dunadi, seniman tersohor dalam negeri asal Yogyakarta. Daripada menabung sekian juta rupiah untuk mengapresiasi karya bangsa lain, tentunya mengapresiasi karya anak bangsa tak kalah menariknya. De Arca akan memenuhi ekspektasi kita melalui berbagai macam karya yang diciptakan dengan menggunakan resin sebagai bahan baku.

De Arca berlokasi di XT Square tepatnya di lantai basement Gedung Umar Kayam. XT Square sendiri terletak di Jalan Veteran, Umbulharjo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Lokasi XT Square sendiri dapat dicapai dengan mudah dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun Trans Jogja rute 2 B dan 4 B. Bangunan ini juga hanya berjarak sekitar 3,7 kilometer dari Nol Kilometer. Dengan membayar tiket masuk sejumlah Rp.50.000 kita sudah dapat ‘bertemu’ tokoh idola kita di De Arca.

Museum De Arca
Museum De Arca

Mari Berjumpa dengan Tokoh-Tokoh Kenamaan Dunia

Setiap orang pasti memiliki sesorang sosok idola yang kita kagumi karena paras, karakter, maupun keterampilan tertentu dalam dirinya. Para idola yang selama ini hanya dapat kita saksikan di majalah maupun layar kaca pun dapat kita temui di tempat ini. De Arca adalah ‘tempat nongkrong’ bagi para tokoh terkemuka dari berbagai belahan dunia ketika sedang berkunjung ke Yogyakarta. Namun hati-hati jangan tertipu dengan apa yang telah kalian saksikan dan jangan kecewa bahwa sosok idola yang kalian idam-idamkan hanya sebuah tiruan. Jangan juga kalian mengajak mereka bicara, karena sekalipun tampak seperti aslinya, mereka ternyata adalah hasil seni rekayasa.

Solusi Tepat Rekreasi Keluarga

De Arca terbagi kedalam 3 zona sesuai dengan karakteristik tokoh yang ditampilkan. Di zona tokoh nasional, kita dapat bertemu oleh replika tokoh-tokoh nasional dan pahlawan pejuang kemerdekaan. Sosok tegas Kapitan Pattimura yang selama ini kita saksikan dalam lembaran mata uang pun menjelma menjadi sosok nyata. Selain itu dapat juga kita temukan berbagai sosok nasionalis lain di zona ini. Setelah itu di zona presiden dunia kita diberikan kehormatan untuk bertemu dengan Ratu Elizabeth, BJ Habibie, hingga Presiden Obama dalam satu ruang yang sama. Buah hati yang sedari tadi bingung bahkan mungkin takut melihat replika tokoh-tokoh yang tidak mereka ketahui pun akan kembali ceria di zona tokoh dunia. Di zona ini, berkumpulah berbagai tokoh kenamaan seperti Jackie Chan dan David Beckham yang tentunya menarik bagi kita yang memiliki anak berusia remaja. Kita tidak terburu-buru kaget karena ternyata tidak hanya aktor ternama saja, Hulk, Captain America dan Thor juga hadir untuk menghibur buah hati kita yang berada dalam usia kanak-kanak.

Sekarang sudah bukan jamannya lagi memandang sosok idola melalui surat kabar dan layar kaca. Temukan ‘sosoknya’ di Museum De Arca ketika sedang berada dalam acara kunjungan ke Yogyakarta. Berwisata ke De Arca sungguh sebuah hiburan yang menarik bagi seluruh bagian keluarga. (*)

____

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Setiap Hari pukul 10.00-22.00

HTM : 

Aktivitas : Berselfie ria sampai puas bareng patung-patung lilin tokoh dunia!

LOKASI

Alamat : XT Square Gedung UmarKayam, Lantai Basement, Jalan Veteran, Umbulharjo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia

Telepon : PHONE : (+62 274) 380809 & RESERVATION : (+62 274) 7198777

Website : http://www.dearcamuseum.com/ &  Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

3,7 Kilometer

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Dari Nol Kilometer dapat melewati Jl. Sultan Agung- Jl.Batikan-Jl.Veteran untuk sampai di XT Square

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : Siang Hari karena sekalian berteduh dari panasnya matahari diluar ruangan.

What to bring : Kamera berkualitas tinggi untuk selfie dengan para tokoh terkemuka

Do : Berkunjung dengan tiket terusan ke De Mata sekaligus agar lebih efisien secara harga dan pengalaman berwisata.

Don't : Merusak properti, menyerobot antrian, mengganggu Pengunjung lain yang sedang berfoto

Kelabui Followers Instagram Anda dengan Berfoto-Foto Ria di De Mata Yuk!

De Mata Trick Eye Museum yang konon merupakan museum 3 dimensi terbesar di dunia. De Mata Trick Eye Museum ini masih berada satu kompleks dengan De Arca di XT Square jadi tidak ada salahnya untuk membeli tiket terusan untuk menggali pengalaman sekaligus menabung bank foto untuk dipamerkan ke teman-teman dan sanak saudara. Museum De Mata ini tentunya tidak kalah menarik dengan sajian berbagai frame serta latar foto yang dapat dipergunakan untuk sarana foto tipuan mata.

Menuju ke Museum De Mata dari Nol Kilometer, kita hanya perlu menyusuri Jl. Sultan Agung- Jl.Batikan-Jl.Veteran untuk sampai di XT Square. Tidak terlalu jauh tentunya, hanya sekitar 3,7 kilometer dan menempuh perjalanan selama 20 menit saja kita dapat sampai ke lokasi ini. Kendaraan umum pun dapat dengan mudah dipergunakan sebagai sarana transportasi yaitu dengan memanfaatkan Trans Jogja rute 2 B dan 4 B. XT Square sendiri merupakan salah satu lokasi yang diketahui oleh sebagian besar penduduk lokal apabila kita hendak  bertanya dalam perjalanan.

Museum De Mata
Museum De Mata

Temukan Spot-Spot Foto Terbaik di De Mata

Adegan adu pukul dengan atlet tinju tentu tidak akan terjadi di dunia nyata karena kalaupun hal tersebut terjadi pasti kita sudah berakhir di puskesmas terdekat. Berbagai hal yang mustahil terjadi di dunia nyata pun dapat menjadi kenyataan di De Mata Trick Eye.  Jika De Arca memikat dengan figur-figur populer, maka De Mata juga tak akan kalah dengan berbagai latar untuk berfoto yang tentunya sangatlah menakjubkan. Lebih dari 100 buah frame dan background tiga dimensi hadir untuk menjadi lahan kita untuk berfoto-foto ria.

Berapapun banyaknya memori dan baterai kamera tersedia seolah tak dapat menampung hasrat kita untuk ber-foto ria di tempat ini. Dari mulai foto yang sok keren, sok kuat, hingga seolah menjadi seorang astronot pun akan membuat sanak saudara yang melihat foto tersebut bergeleng-geleng. Anda hanya perlu pandai-pandai memainkan angle, fokus, serta berpose sesuai arahan untuk menciptakan sebuah tipuan mata yang mengundang gelak tawa. Tidak perlu bingung-bingung untuk mengatur pose dalam berfoto, De Mata juga menyediakan sebuah foto berukuran kecil yang dapat dijadikan sebagai panduan dalam mengambil gambar.

Tempat Wisata Nyaman Bersama Keluarga

De Mata merupakan salah satu wahana rekreasi yang menghibur serta berpotensi menjalin keakraban muncul dalam keluarga. Banyak keseruan yang akan muncul ketika menjejakkan kaki ke tempat ini. Dari mulai kita yang akan saling mengingatkan dan usulah arahan pose dalam berfoto hingga gelak tawa yang tercipta ketika melihat hasil foto yang telah di ambil. Terlebih lagi ketika kita berdiskusi dengan keluarga maupun pada teman-teman tentang caption seperti apa yang cocok dimunculkan ketika kita mengunggah foto tersebut di sosial media. Selain pamer foto dengan para followers instagram, momen-momen indah bersama orang terdekat pun dapat kita jalin dengan mengunjungi tempat ini.

Maksimalkan latar dan frame foto yang ada di Museum De Mata untuk membuat followers instagram anda mengernyitkan mata. Berjalan-jalan dan berfoto-foto di De Mata tentunya dapat menjadi sebuah kunjungan yang menghibur bersama dengan keluarga dan orang terdekat.

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Setiap Hari pukul 10.00-22.00

HTM : 

Aktivitas : Berselfie ria sampai puas!

LOKASI

Alamat : XT Square Gedung UmarKayam, Lantai Basement, Jalan Veteran, Umbulharjo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia

Telepon : PHONE : (+62 274) 380809 & RESERVATION : (+62 274) 7198777

Website : http://www.jogja.dematamuseum.com/ Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

3,7 Kilometer

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Dari Nol Kilometer dapat melewati Jl. Sultan Agung- Jl.Batikan-Jl.Veteran untuk sampai di XT Square

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : Siang Hari karena sekalian berteduh dari panasnya matahari diluar ruangan.

What to bring : Kamera berkualitas tinggi untuk menangkap momen-momen menyenangkan yang melibatkan tipuan mata.

Do : Meluangkan baterai dan memori kamera untuk kepuasan berfoto-foto

Don't : Merusak properti, menyerobot antrian, mengganggu Pengunjung lain yang sedang berfoto

Alunan Harmoni Alam dan Gemericiknya Air di Sri Gethuk

Ada beberapa cara yang dipilih untuk bisa sampai ke area air terjun utama. Cara yang pertama adalah dengan menyusuri jalan setapak melewati area persawahan. Sementara cara yang kedua adalah menaiki rakit yang dibuat dari drum bekas dan dirancang sedemikian rupa dengan tempat duduk dan pegangan tangan agar penumpangnya lebih nyaman. Hanya butuh waktu kurang lebih 5 menit saja menyusuri Sungai Oya untuk sampai dibawah Air Terjun Sri Gethuk.

Selama perjalan dengan rakit tersebut kita akan disuguhi dengan pemandangan bukit-bukit karst yang mengapit Sungai Oya. Berbeda musim akan berbeda pula pemandangan yang akan kita dapatkan. Warna air Sungai Oya akan selalu berubah-ubah sesuai dengan musimnya. Pada musim hujan, air di Sungai Oya akan berwarna coklat pekat dengan arus yang lebih deras. Sementara pada musim kemarau air Sungai Oya akan berubah warna menjadi hijau tosca sehingga pemandangannya tidak kalah cantik dengan Green Canyon di Pangandaran, Jawa Barat. Biaya yang harus dikeluarkan untuk menaiki rakit ini adalah Rp 10 ribu/orang.

Air di Sri Gethuk
Air di Sri Gethuk

Gemericik Air yang Menyejukan

Air Terjun Sri Gethuk mempunyai ketinggian sekitar 50 meter. Alirannya yang cukup deras menimbulkan percikan dan suara gemericik air yang memecah kesunyian dipinggiran Sungai Oya ini. Harmoni alam yang bisa kita lihat ditempat ini begitu menenangkan jiwa. Air Terjun Sri Gethuk ini sangat cocok dikunjungi bagi yang ingin mendapatkan kedamaian. Percikan yang berasal dari puncak air terjun ini juga akan membuat udara menjadi segar. Dan tidak lengkap rasanya jika sudah sampai di Air Terjun Sri Gethuk tanpa menikmati segarnya air ditempat ini dengan cara mandi dibawah guyuran air terjun ini. Disetiap guyurannya kita seperti akan mendapat pijatan alami yang bisa membuat tubuh menjadi lebih bugar. Untuk yang bisa berenang, menceburkan diri ke Sungai Oya adalah kegiatan yang wajib dicoba juga. Namun jika tidak bisa berenang, kita bisa menggunakan pelampung yang bisa kita sewa ditempat pembelian tiket untuk naik rakit.

Lelah bermain air, kita bisa beristirahat di saung-saung sambil menikmati makanan yang dijual oleh penduduk sekitar. Namun kuliner yang paling khas di area Air Terjun Sri Gethuk ini adalah kelapa muda bakar. Jika biasanya kelapa muda yang dipetik dinikmati langsung, ditempat ini kelapa muda tersebut dibakar tersebut dibakar di bara api terlebih dahulu. Sensasi rasanya tentu saja berbeda dan sangat khas.

__

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Setiap hari, pukul 07.00 – 17.00

HTM : Rp 10.000 , naik rakit Rp 10.000

Fasilitas: Tempat parkir, Mushola, Tempat Penitipan Barang, Tempat makan

Aktifitas: Menikmati pemandangan, Mandi di Air Terjun Sri Gethuk, Naik rakit, Berenang di Sungai Oya

LOKASI

Alamat : Desa Beberan ,Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul

Website : Review TripAdvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak Gua Rancang Kencono dari 0 KM Jogja sekitar 40 km dan dapat ditempuh selama kurang lebih 1-1,5 jam dengan menggunakan kendaraan pribadi. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Cara termudah kesana adalah dengan menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan sewu. Rute yang bisa dari ambil dari arah kota adalah Jalan Wonosari – Patuk – sampai dengan pertigaan lampu merah Playen. Dari lampu merah tersebut lalu ambil kanan mengikuti jalan utama sampai dengan rambu penunjuk berikutnya menuju ke Air Terjun Sri Gethuk.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : Pada pagi hari, musim kemarau

What to bring : kamera, waterproof (untuk hp/kamera), baju ganti, handuk, peralatan mandi, sandal gunung/jepit

Do : Berenang di Sungai Oya, Mandi dibawah Air Terjun Sri Gethuk, Menikmati suara gemericik air yang jatuh, Menaiki rakit, Mencoba kelapa muda bakar

Don't : Berenang di Sungai Oya jika tidak bisa berenang, membuang sampah sembarangan

Menikmati Indahnya Panorama Senja di Istana Ratu Boko

Senja selalu punya cara untuk memanjakan mata dan mengajak kita mengucap syukur pada Yang Kuasa. Kita boleh saja berdebat tentang cara terbaik dalam menikmati senja, tapi kita pasti akan selalu sepakat bahwa Candi Ratu Boko adalah salah satu lokasi terbaik untuk menikmatinya. Berbeda dengan situs purbakala lain seperti Candi Prambanan dan Candi Borobudur yang dulu dipergunakan sebagai tempat ibadah, Candi Ratu Boko merupakan bangunan profan yang secara fungsi tidak berkaitan dengan kegiatan keagamaan. Situs purbakala yang terletak berdekatan dengan Candi Prambanan ini konon merupakan perwujudan sebuah istana dari Ratu Baka, ayah dari Roro Jonggrang.

Candi Ratu Boko
Candi Ratu Boko

Terletak di puncak bukit dengan ketinggian 196 meter di atas permukaan laut, Istana yang secara keseluruhan memiliki luas sebesar 25ha ini terletak 17 kilometer dari Nol Kilometer sebagai pusat Kota Yogyakarta. Bangunan ini terletak di Kecamatan Prambanan dan dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan dengan waktu tempuh sekitar 40 menit menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas. Selain sebagai sebuah situs peninggalan sejarah, bangunan yang diperkirakan dibangun pada sekitar abad ke-8 ini juga menjadi panggung yang indah untuk menyaksikan terbenamnya matahari. Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp.25.000,- dan sedikit berjalan kaki mendaki anak tangga setinggi 40 meter, sajian langit yang mempesona akan mencerahkan pikiran kita untuk kembali beraktivitas esok hari. Cukup jauh bagi kita yang memang jarang melakukan aktivitas fisik, namum kita tidak perlu takut merasa haus karena dengan membayar retribusi kita sudah mendapatkan jatah air mineral untuk menyegarkan tenggorokan.

Kompleks Istana yang Megah dan Bernilai Arsitektur

Candi Ratu Boko merupakan salah satu tempat wisata jogja yang wajib dikunjungi. Mata kita akan dimanjakan oleh hamparan rumput hijau yang asri serta gerbang-gerbang dan bangunan peninggalan sejarah yang konon memiliki fungsinya masing-masing. Dari mulai gerbang kerajaan, pendopo, hingga keputren yang konon pada masanya dipergunakan sebagai pemandian keluarga kerajaan. Dapatlah kita membayangkan bahwa tentunya istana semegah ini pernah dipimpin oleh raja yang hebat pada masa jayanya dulu. Berbagai lanskap pemandangan yang kita temui tentunya cukup dapat memukau mata sembari kita membuang waktu menunggu datangnya momen yang telah kita tunggu-tunggu. Tentu saja apa lagi kalau bukan lukisan cahaya yang tertoreh di langit karena terbenamnya sang mentari.

Menanti Sang Mentari Tertidur Sembari Mengucap Syukur

Kita juga dapat memanfaatkan momen penantian terbenamnya matahari dengan bercakap-cakap santai dengan keluarga maupun orang tercinta. Duduk di atas rumput, berbincang-bincang, dan mungkin menikmati kudapan-kudapan yang telah kita persiapkan sebelumnya. Jangan lupa berkeliling terlebih dahulu untuk sekedar memilih dan memperkirakan spot yang kiranya memungkinkan kita untuk mengambil panorama senja dengan maksimal. Perlahan, mata kita akan dimanjakan oleh panorama terbenamnya matahari yang akrab disebut sebagai senja. Rona langit berwarna jingga yang bercampur dengan siluet bangunan istana dan pepohonan tentunya akan melekat di benak kita sore itu. Kita pun kemudian tersadar bahwa padatnya rutinitas dan beban pikiran ternyata membuat lupa akan indahnya sore hari saat senja datang menghampiri. Sore itu di Candi Ratu Boko pikiran kita pun telah diingatkan kembali dan kita mulai menanti datangnya senja esok hari.

____

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Jam masuk 06:00 - 17:00

HTM : Rp. 25.000 (dewasa) & Rp. 10.000 (anak)

Fasilitas : Kamar mandi, rumah makan

Aktivitas : Sunset view

LOKASI

Alamat : Dukuh Dawung, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman, Yogyakarta

Website :  Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

17 km dari pusat kota Jogja

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Dapat menggunakan rute Jl. Jogja-Solo pertigaan Prambanan ke selatan menuju Jl.Piyungan lalu mengikuti penunjuk jalan menuju Candi Boko.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : Sore hari sebelum loket tutup mendekati waktu terbenamnya matahari.

What to bring : Cemilan untuk menunggu terbenamnya matahari

Do : Mengaggumi keindahan Candi Ratu Boko dan berburu sunset yang indah.

Don't : Membuang sampah sembarangan & Vandalism

Monumen Jogja Kembali: Sudahkah Kamu Menghayati Pengorbanan dan Melanjutkan Perjuangan Para Pahlawan?

Kita hampir selalu mengenang berbagai hal dalam hidup. Dari mulai indahnya cinta pertama hingga masa-masa indah saat duduk di bangku SMA. Namun terkadang kita lupa, bahwa setiap momen menyenangkan yang tercipta dalam kehidupan kita dapat terjadi karena kita hidup sebagai bangsa yang telah merdeka. Bayangkan saja jika saat ini kita masih berada dalam masa penjajahan, tentu berbagai kenangan indah sulit untuk terbayangkan. Harus kita ingat lagi, merdeka itu bukan tercipta secara cuma-cuma. Ada tangis, darah, bahkan nyawa yang harus terbuang karenanya.

Mengenang kembali tentang pengorbanan para pahlawan tentu tidak lengkap hanya dengan membuka kembali buku-buku sejarah perjuangan. Berbagai konteks yang muncul tentang perjuangan tentunya sebisa mungkin harus dapat kita rasakan. Kita dapat pergi ke Monumen Jogja Kembali untuk melihat dengan lebih pasti bagaimana perjuangan itu terjadi. Monumen ini merupakan sebuah bangunan yang melambangkan bahwa bangsa kita adalah bangsa yang kuat ketika berhasil memukul mundur Belanda dari Yogyakarta pada tahun 1949.

Bangunan monumen yang diresmikan pada tanggal 6 Juli 1989 ini berlokasi di Dusun Jongkang, Sariharjo yang terletak 8 kilometer di utara Nol Kilometer. Monumen Jogja Kembali dapat kita kunjungi dengan rute yang tidak terlalu sulit karena kita hanya perlu menyusuri jalan di utara Tugu Yogyakarta hingga sampai di perempatan ringroad yang menjadi letak lokasi tempat ini. Selain itu kita juga dapat menggunakan trans jogja rute 2A ( dari Terminal Jombor) dan 2B (dari Malioboro) yang juga dapat menuntun kita untuk sampai ke tempat ini.

Monumen Jogja Kembali
Monumen Jogja Kembali

Mari kita meluangkan waktu untuk menengok lagi jasa para pendahulu

Bangunan monumen berbentuk gunung yang konon melambangkan kesuburan ini menyimpan berbagai bukti sejarah perjuangan. Berbagai macam diorama tentang bagaimana darah tertetes dan kemerdekaan dapat dimenangkan tergambarkan secara jelas dan begitu rapi.  Dari mulai senjata-senjata yang dipergunakan oleh para pahlawan hingga pakaian yang mereka kenakan kala memperjuangkan kemerdekaan. Selain itu diorama rekonstruksi adegan-adegan penting dalam sejarah berdirinya sebuah bangsa dapat kita saksikan di tempat ini. Berbagai barang dan simbol yang cukup lengkap untuk mengenang jasa mereka untuk Bangsa Indonesia terekam dengan rapi di lantai 1 dan lantai 2 Monumen Jogja Kembali.

Menghayati pengorbanan dan meneruskan perjuangan

Lantai 3 Monumen Jogja Kembali adalah ruang Garbha Graha, sebuah ruangan yang memiki sebuah bendera merah putih tepat di tengahnya. Ruangan ini menjadi klimaks dari kunjungan di Monumen Jogja Kembali. Setelah melihat berbagai bukti sejarah perjuangan para pendahulu, di tempat ini kita dapat mengheningkan cipta sejenak atas jasa-jasa para pahlawan dalam hidup kita di masa ini. Kita dapat melayangkan doa untuk mereka yang telah rela berkorban untuk sebuah kemerdekaan. Sebagai penutup dari doa-doa yang telah kita panjatkan, hendaknya kita dapat mengucap sebuah ikrar dalam hati untuk terus melanjutkan perjuangan mereka dengan cara yang kita punya.

--

Bersyukurlah hidup di masa ini, perjuangan bukan melulu tentang tetesan darah dan ayunan senjata. Berjuang adalah terus memanfaatkan peluang dan terus berkarya untuk kesejahteraan bangsa yang kita cinta. Merdeka!

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : 08.00-16.00 (Selasa – Minggu)

HTM : Rp 10.000

Aktivitas : Melihat diorama sejarah, mengenang jasa pahlawan, menambah pengetahuan tentang budaya jawa dan kemerdekaan Indonesia

LOKASI

Alamat : Dusun Jongkang, Sariharjo, Kec. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia

Telepon : +62 274 868225

Website :  Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

8 Kilometer

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Melewati Jl.Jogja-Magelang hingga sampai di ringroad dan berbelok ke arah timur sehingga tidak harus berbalik arah.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : Pagi hari

What to bring : Kamera dan Air Minum

Do : Berperilaku sopan dan berpakaian yang pantas, mengeheningkan cipta sejenak dan berdoa untuk para pejuang dan pahlawan yang telah gugur.

Don't : Memegang atau merusak barang-barang bukti sejarah

Hei Selfie Hunter! Yakin Gak Mau Foto-foto di Hutan Pinus Mangunan?

Selfie sepertinya saat ini sepertinya sudah menjadi salah satu kegiatan wajib yang harus dilakukan saat mengunjungi suatu tempat. Tidak lengkap rasanya jika pulang kembali kerumah tanpa membawa oleh-oleh foto selfie tempat yang kita kunjungi. Jogja punya banyak sekali spot-spot atau tempat menarik yang bisa dijadikan sebagai tempat berselfie ria mulai dari yang merupakan ikon Kota Jogja sampai dengan Hutan Pinus Mangunan ini.

Hutan Pinus Mangunan sebenarnya adalah hutan pinus biasa seperti pada umumnya yang dipenuhi oleh pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi. Namun seperti di Jogja tempat yang biasa bisa menjadi luar biasa. Dengan sedikit kemampuan fotografi dan imajinasi yang tinggi, Hutan Pinus Mangunan ini akan menjadi tempat yang sangat cantik untuk dijadikan lokasi pemotretan. Tidak hanya untuk selfie saja, tetapi Hutan Pinus Mangunan ini sering dijadikan sebagai lokasi foto pre-wedding. Tidak sedikit yang mengatakan bahwa Hutan Pinus Mangunan ini tidak kalah cantik dengan lokasi-lokasi yang sering dijadikan sebagai lokasi syuting drama Korea.

Hutan Pinus Mangunan
Hutan Pinus Mangunan

Salah Satu Tempat Paling Instagramable di Jogja

Kehadiran sosial media seperti Twitter dan Instagram tidak bisa dipungkiri merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam penyebarluasan informasi tentang suatu tempat wisata. Seperti hal dengan Hutan Pinus Mangunan ini. Melalui Instagram tempat ini kemudian menjadi lebih terkenal dan bahkan menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi saat berada di Yogyakarta. Setiap hari terutama pada akhir pekan atau hari libur tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh banyak orang ingin befoto dengan latar belakang jajaran pohon pinus yang cantik untuk kemudian mengunggahnya ke Instagram.

Begitu banyak spot yang disediakan oleh pengelola, sehingga dapat mengekspersikan setiap momen para pengunjung untuk berselfie. Via jogjaempatroda[dot]com

Daun-daun dan buah kering pohon pinus yang jatuh ke tanah justru menjadikan pemandangan semakin cantik karena terlihat seperti permadani yang alami. Sinar matahari yang menembus melalui celah-celah batang pohon pinus akan semakin menambah dramatis foto yang akan kita hasilkan.

Pinus Adalah Lambang Cinta

Banyak yang menyebut pohon pinus sebagai salah satu lambang cinta. Pohonnya yang lurus dan tidak bercabang merupakan harapan semua pasangan yang cintanya ingin selalu lurus-lurus saja dan tidak akan pernah bercabang. Sementara daun pinus yang senantiasa hijau juga diibaratkan sebagai cinta yang diharapkan akan selalu abadi. Selain karena pemandangannya yang cantik, hal tersebutlah yang menjadi alasan kenapa banyak pasangan yang melakukan sesi foto pre-wedding di Hutan Pinus Mangunan ini dengan harapan agar cinta mereka bisa tetap lurus, tidak bercabang, dan selalu abadi.

Namun bagi yang tidak terlalu suka selfie, ada pilihan kegiatan lain yang bisa dilakukan di Hutan Pinus Mangunan ini yaitu dengan bermain ayunan hammock yang dipasang diantara pohon-pohon pinus untuk menikmati ketenangan dan segarnya udara.

Yakin ga mau foto di Hutan Pinus Mangunan?

__

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Setiap hari, 24 jam

HTM : Gratis, biaya parkir Rp 10.000 untuk mobil dan Rp 3.000 untuk motor

Fasilitas: Tempat parkir, Toilet, Mushola , Tempat makan, Gazebo, Tempat berkemah,

Aktifitas: Pemotretan, Bersantai, Escape dari Keramaian Kota.

LOKASI

Alamat : Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.

Website : Review TripAdvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak dari 0 KM Jogja: Jarak Hutan Pinus Mangunan dari O KM Jogja sekitar 26 km dan dapat ditempuh kurang lebih selama 1 jam perjalanan. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Menuju kesana: Rute yang bisa dipilih untuk menuju ke Hutan Pinus Mangunan adalah melalui Jalan Imogiri Barat atau Imogiri Timur, sampai di pertigaan setelah Pasar Imogiri ambil rute yang kearah Makam-makam Raja Imogiri. Sebelum Makam Imogiri ada pertigaan lalu ambil kearah kanan sesuai dengan petunjuk yang ada. Setelah itu ikuti jalan yang menanjak terus sampai dengan petunjuk berikutnya.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : Golden Hours, Ketika cahaya matahari bersinar dan cukup untuk menerangi foto Anda.

What to bring : Kamera, buku untuk yang suka membaca, baju santai

Do : Menikmati pemandangan alam, berfoto dengan background pohon-pohon pinus yang cantik, bersantai menikmati suasana hutan

Don't : Mencorat-coret pohon, membuang sampah sembarangan

Mengagumi Diorama Jogja Dibalik Lebatnya Hutan Pinus Puncak Becici Dlinggo

Puncak Becici Dlinggo, destinasi wisata yang masih terbilang baru ini mempunyai banyak sekali spot unik yang bisa Anda explore. Tempatnya yang sejuk dan mampu menawarkan pemandangan indah tidak boleh diewatkan begitu aja jika Anda sedang berkunjung ke Jogja.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menikmati keindahan dan keistimewaan Jogja. Mulai dari menikmati romansa dan nostalgia di Malioboro, berpetualangan lava tour ala Rambo sambil menikmati kegagahan Gunung Merapi di Kaliurang, sampai dengan menikmati kecantikan sunset di Parangtritis yang terkenal dengan kemistisannya. Selain tempat-tempat tersebut masih ada satu tempat lagi yang bisa dikunjungi untuk menikmati diorama cantik Jogja, yaitu Puncak Becici yang terletak tidak terlalu jauh dari Kebun Buah dan Hutan Pinus Mangunan tepatnya di Dusun Gunung Cilik, Desa Gunung Mutuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.

Puncak Becici Dlingo
Puncak Becici Dlingo

Dari pertigaan menuju ke Kebun Buah Mangunan kita bisa mengambil jalan lurus melewati Hutan Pinus Mangunan sampai bertemu dengan pertigaan yang terdapat papan petunjuk menuju ke Puncak Becici. Dari pertigaan tersebut belok ke kiri sampai dengan papan petunjuk berikutnya. Spanduk besar bertuliskan “Selamat Datang di Puncak Pinus Becici” akan menyambut kita sebelum kita memasuki kawasan atau area parkir Puncak Becici.

Pemandangan Khas Hutan Pinus

Memasuki kawasan Puncak Becici kita akan suguhi dengan pemandangan pepohonan pinus yang berjajar rapi dan menjulang tinggi. Ditambah dengan udara yang cukup segar dan bersih di kawasan Puncak Becici ini akan membuat siapa saja nyaman dan betah berlama-lama ditempat ini. Namun berbeda dengan Hutan Pinus Mangunan, pohon-pohon pinus yang ada di kawasan Puncak Becici terlihat disadap atau diambil getahnya untuk dijadikan sebagai bahan terpentin. Hasil dari sadapan getah pohon pinus tersebut juga menghasilkan aroma yang sangat khas.

Dikelola Oleh Masyarakat Sekitar

Puncak Becici merupakan salah satu tempat wisata baru di Jogja yang sepenuhnya dikelola oleh masyarakat yang tinggal disekitar kawasan ini. Hanya butuh waktu sekitar 10-15 menit berjalan kaki dari tempat parkir untuk bisa sampai ke Puncak Becici melewati jalan yang cukup rata dan tidak terlalu menanjak. Tanjakan hanya akan kita lalui sesaat sebelum sampai ke puncak. Jalanan menuju ke puncak saat ini tengah diperbaiki dengan menutup tanah dengan bebatuan agar lebih mudah dilalui oleh pengunjung. Selama perjalanan menuju ke puncak kita juga akan menjumpai beberapa kursi sederhana yang terbuat dari pohon pinus yang roboh yang bisa digunakan sebagai tempat beristirahat, ayunan, sampai dengan gazebo.

Persawahan Hijau Dengan Latar Belakang Merapi

Sampai di Puncak Becici kita bisa menyaksikan pemandangan terasering persawahan yang ada dibawah puncak dan perbukitan kecil yang tertutup oleh awan pada pagi hari. Jika cuaca sedang dalam keadaan cerah, Gunung Merapi juga akan menampakan kegagahannya. Sementara itu melihat kearah barat kita bisa menyaksikan Perbukitan Menoreh yang berada di wilayah Kabupaten Kulonprogo. Cara terbaik untuk menikmati semua keindahan yang ada di Puncak Becici ini adalah dengan menaiki rumah pohon yang ada ditempat ini. Dari rumah pohon ini kita bisa mendapat jangkauan pemandangan yang lebih luas.

Namun perlu diperhatikan untuk masalah keselamatannya karena ditempat ini belum ada penjaga atau petugas yang bisa mengawasi seluruh pengunjung yang ada. Selain itu pihak pengelola juga belum menyediakan alat keselamatan bagi pengunjung yang ingin naik ke panggung atau rumah pohon tersebut. Namun bagi yang punya phobia atau punya ketakutan dengan ketinggian, ditempat ini juga tersedia kursi-kursi kayu yang bisa digunakan untuk menikmati indahnya pemandangan sambil merasakan segarnya angin yang sepoi-sepoi. Sementara pada sore hari kita bisa menantikan pemandangan matahari terbenam yang cantik karena bukit ini menghadap kearah barat.

Harga Tiket Puncak Becici Dlinggo

Bagi rekan - rekan yang ingin berkunjung ke Puncak Becici, rekan rekan akan dikenakan biaya masuk untuk parkir saja. Yaitu sejumlah Rp. 10.000 untuk parkir mobil dan Rp. 3.000 untuk parkir motor.

Fasilitas di Puncak Becici Dlinggo

Adapun beberapa fasilitas yang di sediakan adalah seperti berikut:

Aktifitas di Puncak Becici Dlinggo

Adapun beberapa aktifitas yang dapat dilakukan di Puncak Becici Dlinggo adalah seperti menikmati Sunset, menikmati peandangan alam, tackking dan melihat kebuh buah.

Jarak Puncak Becici dari 0 Km Jogja

Jarak dari 0 KM Jogja: Jarak Puncak Becici dari O KM Jogja sekitar 28 km dan dapat ditempuh kurang lebih selama 1 jam perjalanan. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Rute Menuju Puncak Becici Dlinggo

Rute yang bisa dipilih untuk menuju ke Puncak Becici adalah melalui Jalan Imogiri Barat atau Imogiri Timur, sampai di pertigaan setelah Pasar Imogiri ambil rute yang kearah Makam-makam Raja Imogiri. Sebelum Makam Imogiri ada pertigaan lalu ambil kearah kanan sesuai dengan petunjuk yang ada. Setelah itu ikuti jalan yang menanjak terus sampai pertigaan menuju ke Kebun Buah Mangunan kita bisa mengambil jalan lurus melewati Hutan Pinus Mangunan sampai bertemu dengan pertigaan yang terdapat papan petunjuk menuju ke Puncak Becici. Dari pertigaan tersebut belok ke kiri sampai dengan papan petunjuk berikutnya

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Maps :

Kamu yang Tinggal di Ring of Fire! Kenali Pentingnya Ilmu Kegunungapian di Museum Gunung Api Merapi

Museum Gunung Api Merapi adalah sebuah museum yang akan memberikan Anda pengalaman mempelajari peristiwa kegunungapian melalui berbagai bentuk dan rupa alat peraga. Tentu saja belajar langsung dengan mengunjungi Museum Gunung Api Merapi merupakan momen yang berharga dibandingkan harus menelan mentah-mentah isi ensiklopedia.

Ketika menapakkan kaki di Yogyakarta, tentu ada sebuah pemandangan yang umum kita temukan saat matahari sedang cerah-cerahnya. Apabila kita melayangkan pandangan ke sisi utara, maka kita akan disambut oleh sosok Gunung Merapi yang gagah nan perkasa. Bagi penduduk sekitar, Gunung Merapi yang notabene merupakan salah satu gunung berapi yang teraktif di Nusantara menyajikan pemandangan yang indah namun terkadang juga menimbulkan resah tatkala sedang berada dalam siklus letusan. Masih lekat dalam ingatan kita tentang peristiwa letusan Gunung Merapi di 2006 dan 2010 yang cukup menggemparkan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.

Museum Gunung Api Merapi
Museum Gunung Api Merapi

Bukan sekedar bersenang-senang semata, memilih museum sebagai pilihan lokasi wisata juga dapat menambah wawasan kita serta buah hati maupun para keponakan yang ikut serta dalam perjalanan. Terlebih lagi memutuskan untuk mengunjungi Museum Gunung Api Merapi, sebuah bangunan yang erat dengan pengetahuan-pengetahuan kegunungapian yang dikemas dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Bangunan 2 lantai yang berlokasi di wilayah Hargobinangun ini beroperasi secara resmi sejak tahun 2010. Hanya perlu menempuh 1 jam perjalanan (via Jalan Palagan), pengetahuan tentang kegunungapian berhasil kita dapatkan di Museum Gunung Api Merapi yang terletak sejauh 26 kilometer dari pusat kota. Sesampainya di sana, kita hanya perlu membayar tiket sebesar Rp.8000,- (tiket masuk dan tiket film) di sebelah kiri pintu masuk.

Mengajak si Kecil Belajar dengan Berwisata

Setelah masuk ke dalamnya, kita bisa mendapatkan gambaran secara langsung tentang Gunung Merapi melalui sebuah miniatur di tengah ruangan. Setelah itu dapat kita saksikan tentang berbagai informasi dan fakta tentang letusan-letusan yang terjadi di Gunung Merapi serta berbagai informasi dasar tentang vulkanologi secara sederhana. Berkunjung ke Museum Gunung Api Merapi bukanlah langkah yang sia-sia, karena selain aspek edukasi lokasi ini juga terletak berdekatan dengan Kaliurang yang juga menyimpan banyak potensi wisata di dalamnya. Tentunya, sebagai masyarakat yang tinggal dalam wilayah Ring of Fire, pengetahuan-pengetahuan tentang gunung berapi layak untuk diberikan perhatian tersendiri.

Informasi-informasi tersebut dikemas dengan menggunakan berbagai macam bukti hasil letusan Gunung Merapi maupun peraga yang dapat kita saksikan dengan mata kepala kita sendiri. Berbagai alat peraga tersebut berfungsi agar kita dapat membayangkan tentang kondisi nyata yang terjadi di lapangan pada saat detik-detik terjadinya sebuah bencana. Hal ini tentunya juga sangat menarik bagi sang buah hati melihat berbagai macam peraga yang interaktif beroperasi sehingga si kecil dapat bermain sambil belajar. Belum lagi ketika kita dihadapkan dengan tayangan Mahaguru Merapi yang menghibur dan membuat kagum namun sekaligus dapat meningkatkan pemahaman kita tentang peristiwa kegunungapian.

Ring of Fire

Tinggal di Indonesia yang notabene adalah sebuah negara kepulauan yang terletak di kawasan dengan pertemuan beberapa lempeng bumi menyebabkan wilayah negara ini rentan dengan bencana gempa bumi serta letusan gunung berapi. Karena resiko tersebut lah maka pengetahuan yang bersifat umum tentang kegunungapian harus sedikit kita perdalam sebagai bekal penanganan dan keilmuan. Tentunya rasa malas akan mudah muncul ketika kita harus kembali membuka buku-buku saat kita masih sekolah dulu.

Oleh karena itu, mengunjungi Museum Gunung Api Merapi merupakan salah satu alternatif cara untuk mempelajari berbagai aspek kegunungapian serta dampak berada di kawasan ring of fire ini dengan cara yang menyenangkan.(*)

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Selasa - Minggu, 08.00 – 15.30

HTM : 

Fasilitas : Rest area, toilet, areal parkir, dan pelataran yang sangat luas, gazebo, kafetaria, serta gedung teater.

LOKASI

Alamat : Jl. Boyong, Dusun Banteng, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Indonesia

Telepon : +62 274 868405

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak ke Museum Gunung Api Merapi dari pusat kota jogja kurang lebih 25km dengan jarak tempuh 45-60 menit. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Akses menuju Museum Gunung Api Merapi terbilang cukup mudah, hal ini dikarenakan Museum Gunung Merapi terletak satu jalur dengan kawasan wisata Kaliurang. Dari arah Yogyakarta, silakan Anda menyusuri Jalan Kaliurang. Kurang lebih 20 km perjalanan, Anda berbelok ke arah kiri, dan ikuti jalan menuju obyek wisata Kaliurang dari pintu masuk sebelah barat (Jalan Boyong). Tak berapa lama Anda akan menemukan gerbang masuk kawasan wisata Kaliurang. Silakan Anda belok kanan, Museum Gunung Merapi terletak persis di ujung jalan tersebut.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : Pada siang hari sehingga dapat melanjutkan kegiatan sore hari dengan mengunjungi Kaliurang.

What to bring : Jaket, karena udara akan cukup dingin terlebih saat memutuskan untuk mengunjungi Kaliurang.

Do :