Hei Selfie Hunter! Yakin Gak Mau Foto-foto di Hutan Pinus Mangunan?

Selfie sepertinya saat ini sepertinya sudah menjadi salah satu kegiatan wajib yang harus dilakukan saat mengunjungi suatu tempat. Tidak lengkap rasanya jika pulang kembali kerumah tanpa membawa oleh-oleh foto selfie tempat yang kita kunjungi. Jogja punya banyak sekali spot-spot atau tempat menarik yang bisa dijadikan sebagai tempat berselfie ria mulai dari yang merupakan ikon Kota Jogja sampai dengan Hutan Pinus Mangunan ini.

Hutan Pinus Mangunan sebenarnya adalah hutan pinus biasa seperti pada umumnya yang dipenuhi oleh pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi. Namun seperti di Jogja tempat yang biasa bisa menjadi luar biasa. Dengan sedikit kemampuan fotografi dan imajinasi yang tinggi, Hutan Pinus Mangunan ini akan menjadi tempat yang sangat cantik untuk dijadikan lokasi pemotretan. Tidak hanya untuk selfie saja, tetapi Hutan Pinus Mangunan ini sering dijadikan sebagai lokasi foto pre-wedding. Tidak sedikit yang mengatakan bahwa Hutan Pinus Mangunan ini tidak kalah cantik dengan lokasi-lokasi yang sering dijadikan sebagai lokasi syuting drama Korea.

Hutan Pinus Mangunan
Hutan Pinus Mangunan

Salah Satu Tempat Paling Instagramable di Jogja

Kehadiran sosial media seperti Twitter dan Instagram tidak bisa dipungkiri merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam penyebarluasan informasi tentang suatu tempat wisata. Seperti hal dengan Hutan Pinus Mangunan ini. Melalui Instagram tempat ini kemudian menjadi lebih terkenal dan bahkan menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi saat berada di Yogyakarta. Setiap hari terutama pada akhir pekan atau hari libur tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh banyak orang ingin befoto dengan latar belakang jajaran pohon pinus yang cantik untuk kemudian mengunggahnya ke Instagram.

Begitu banyak spot yang disediakan oleh pengelola, sehingga dapat mengekspersikan setiap momen para pengunjung untuk berselfie. Via jogjaempatroda[dot]com

Daun-daun dan buah kering pohon pinus yang jatuh ke tanah justru menjadikan pemandangan semakin cantik karena terlihat seperti permadani yang alami. Sinar matahari yang menembus melalui celah-celah batang pohon pinus akan semakin menambah dramatis foto yang akan kita hasilkan.

Pinus Adalah Lambang Cinta

Banyak yang menyebut pohon pinus sebagai salah satu lambang cinta. Pohonnya yang lurus dan tidak bercabang merupakan harapan semua pasangan yang cintanya ingin selalu lurus-lurus saja dan tidak akan pernah bercabang. Sementara daun pinus yang senantiasa hijau juga diibaratkan sebagai cinta yang diharapkan akan selalu abadi. Selain karena pemandangannya yang cantik, hal tersebutlah yang menjadi alasan kenapa banyak pasangan yang melakukan sesi foto pre-wedding di Hutan Pinus Mangunan ini dengan harapan agar cinta mereka bisa tetap lurus, tidak bercabang, dan selalu abadi.

Namun bagi yang tidak terlalu suka selfie, ada pilihan kegiatan lain yang bisa dilakukan di Hutan Pinus Mangunan ini yaitu dengan bermain ayunan hammock yang dipasang diantara pohon-pohon pinus untuk menikmati ketenangan dan segarnya udara.

Yakin ga mau foto di Hutan Pinus Mangunan?

__

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Setiap hari, 24 jam

HTM : Gratis, biaya parkir Rp 10.000 untuk mobil dan Rp 3.000 untuk motor

Fasilitas: Tempat parkir, Toilet, Mushola , Tempat makan, Gazebo, Tempat berkemah,

Aktifitas: Pemotretan, Bersantai, Escape dari Keramaian Kota.

LOKASI

Alamat : Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.

Website : Review TripAdvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak dari 0 KM Jogja: Jarak Hutan Pinus Mangunan dari O KM Jogja sekitar 26 km dan dapat ditempuh kurang lebih selama 1 jam perjalanan. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Menuju kesana: Rute yang bisa dipilih untuk menuju ke Hutan Pinus Mangunan adalah melalui Jalan Imogiri Barat atau Imogiri Timur, sampai di pertigaan setelah Pasar Imogiri ambil rute yang kearah Makam-makam Raja Imogiri. Sebelum Makam Imogiri ada pertigaan lalu ambil kearah kanan sesuai dengan petunjuk yang ada. Setelah itu ikuti jalan yang menanjak terus sampai dengan petunjuk berikutnya.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : Golden Hours, Ketika cahaya matahari bersinar dan cukup untuk menerangi foto Anda.

What to bring : Kamera, buku untuk yang suka membaca, baju santai

Do : Menikmati pemandangan alam, berfoto dengan background pohon-pohon pinus yang cantik, bersantai menikmati suasana hutan

Don't : Mencorat-coret pohon, membuang sampah sembarangan

Mengagumi Diorama Jogja Dibalik Lebatnya Hutan Pinus Puncak Becici Dlinggo

Puncak Becici Dlinggo, destinasi wisata yang masih terbilang baru ini mempunyai banyak sekali spot unik yang bisa Anda explore. Tempatnya yang sejuk dan mampu menawarkan pemandangan indah tidak boleh diewatkan begitu aja jika Anda sedang berkunjung ke Jogja.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menikmati keindahan dan keistimewaan Jogja. Mulai dari menikmati romansa dan nostalgia di Malioboro, berpetualangan lava tour ala Rambo sambil menikmati kegagahan Gunung Merapi di Kaliurang, sampai dengan menikmati kecantikan sunset di Parangtritis yang terkenal dengan kemistisannya. Selain tempat-tempat tersebut masih ada satu tempat lagi yang bisa dikunjungi untuk menikmati diorama cantik Jogja, yaitu Puncak Becici yang terletak tidak terlalu jauh dari Kebun Buah dan Hutan Pinus Mangunan tepatnya di Dusun Gunung Cilik, Desa Gunung Mutuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.

Puncak Becici Dlingo
Puncak Becici Dlingo

Dari pertigaan menuju ke Kebun Buah Mangunan kita bisa mengambil jalan lurus melewati Hutan Pinus Mangunan sampai bertemu dengan pertigaan yang terdapat papan petunjuk menuju ke Puncak Becici. Dari pertigaan tersebut belok ke kiri sampai dengan papan petunjuk berikutnya. Spanduk besar bertuliskan “Selamat Datang di Puncak Pinus Becici” akan menyambut kita sebelum kita memasuki kawasan atau area parkir Puncak Becici.

Pemandangan Khas Hutan Pinus

Memasuki kawasan Puncak Becici kita akan suguhi dengan pemandangan pepohonan pinus yang berjajar rapi dan menjulang tinggi. Ditambah dengan udara yang cukup segar dan bersih di kawasan Puncak Becici ini akan membuat siapa saja nyaman dan betah berlama-lama ditempat ini. Namun berbeda dengan Hutan Pinus Mangunan, pohon-pohon pinus yang ada di kawasan Puncak Becici terlihat disadap atau diambil getahnya untuk dijadikan sebagai bahan terpentin. Hasil dari sadapan getah pohon pinus tersebut juga menghasilkan aroma yang sangat khas.

Dikelola Oleh Masyarakat Sekitar

Puncak Becici merupakan salah satu tempat wisata baru di Jogja yang sepenuhnya dikelola oleh masyarakat yang tinggal disekitar kawasan ini. Hanya butuh waktu sekitar 10-15 menit berjalan kaki dari tempat parkir untuk bisa sampai ke Puncak Becici melewati jalan yang cukup rata dan tidak terlalu menanjak. Tanjakan hanya akan kita lalui sesaat sebelum sampai ke puncak. Jalanan menuju ke puncak saat ini tengah diperbaiki dengan menutup tanah dengan bebatuan agar lebih mudah dilalui oleh pengunjung. Selama perjalanan menuju ke puncak kita juga akan menjumpai beberapa kursi sederhana yang terbuat dari pohon pinus yang roboh yang bisa digunakan sebagai tempat beristirahat, ayunan, sampai dengan gazebo.

Persawahan Hijau Dengan Latar Belakang Merapi

Sampai di Puncak Becici kita bisa menyaksikan pemandangan terasering persawahan yang ada dibawah puncak dan perbukitan kecil yang tertutup oleh awan pada pagi hari. Jika cuaca sedang dalam keadaan cerah, Gunung Merapi juga akan menampakan kegagahannya. Sementara itu melihat kearah barat kita bisa menyaksikan Perbukitan Menoreh yang berada di wilayah Kabupaten Kulonprogo. Cara terbaik untuk menikmati semua keindahan yang ada di Puncak Becici ini adalah dengan menaiki rumah pohon yang ada ditempat ini. Dari rumah pohon ini kita bisa mendapat jangkauan pemandangan yang lebih luas.

Namun perlu diperhatikan untuk masalah keselamatannya karena ditempat ini belum ada penjaga atau petugas yang bisa mengawasi seluruh pengunjung yang ada. Selain itu pihak pengelola juga belum menyediakan alat keselamatan bagi pengunjung yang ingin naik ke panggung atau rumah pohon tersebut. Namun bagi yang punya phobia atau punya ketakutan dengan ketinggian, ditempat ini juga tersedia kursi-kursi kayu yang bisa digunakan untuk menikmati indahnya pemandangan sambil merasakan segarnya angin yang sepoi-sepoi. Sementara pada sore hari kita bisa menantikan pemandangan matahari terbenam yang cantik karena bukit ini menghadap kearah barat.

Harga Tiket Puncak Becici Dlinggo

Bagi rekan - rekan yang ingin berkunjung ke Puncak Becici, rekan rekan akan dikenakan biaya masuk untuk parkir saja. Yaitu sejumlah Rp. 10.000 untuk parkir mobil dan Rp. 3.000 untuk parkir motor.

Fasilitas di Puncak Becici Dlinggo

Adapun beberapa fasilitas yang di sediakan adalah seperti berikut:

Aktifitas di Puncak Becici Dlinggo

Adapun beberapa aktifitas yang dapat dilakukan di Puncak Becici Dlinggo adalah seperti menikmati Sunset, menikmati peandangan alam, tackking dan melihat kebuh buah.

Jarak Puncak Becici dari 0 Km Jogja

Jarak dari 0 KM Jogja: Jarak Puncak Becici dari O KM Jogja sekitar 28 km dan dapat ditempuh kurang lebih selama 1 jam perjalanan. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Rute Menuju Puncak Becici Dlinggo

Rute yang bisa dipilih untuk menuju ke Puncak Becici adalah melalui Jalan Imogiri Barat atau Imogiri Timur, sampai di pertigaan setelah Pasar Imogiri ambil rute yang kearah Makam-makam Raja Imogiri. Sebelum Makam Imogiri ada pertigaan lalu ambil kearah kanan sesuai dengan petunjuk yang ada. Setelah itu ikuti jalan yang menanjak terus sampai pertigaan menuju ke Kebun Buah Mangunan kita bisa mengambil jalan lurus melewati Hutan Pinus Mangunan sampai bertemu dengan pertigaan yang terdapat papan petunjuk menuju ke Puncak Becici. Dari pertigaan tersebut belok ke kiri sampai dengan papan petunjuk berikutnya

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Maps :

Kebun Buah Mangunan: Menanti Fajar Diatas Awan

Kebun Buah Mangunan - Merasakan sensasi berada di atas awan biasanya hanya dapat kita rasakan saat berada di puncak gunung. Namun di Kebun Buah Mangunan, tanpa harus mendaki  ke puncak gunung sekalipun kita bisa merasakan sensasi negri di atas awan. Jika sedang bertandang ke Jogja, tidak ada salahnya jika kita datang ke Kebun Buah Mangunan pada pagi hari menjelang fajar. Kebun Buah Mangunan terletak di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul yang bisa ditempuh kurang lebih selama 1 jam perjalanan dari Kota Jogja dengan menggunakan kendaraan pribadi. Namun ada yang perlu diingat sebelum pergi ke Kebun Buah Mangunan kita terlebih dahulu harus mempersiapkan kendaraan kita karena jalanan yang akan dilalui dominasi oleh jalanan kecil yang menanjak. Selama perjalanan, terutama setelah melewati pertigaan Imogiri kita akan disuguhi oleh pemandangan pepohonan dan perbukitan yang sangat cantik. Pastikan kamera dalam posisi standby karna sangat rugi jika melewatkan momentum ini.

Kebun Buah Mangunan
Kebun Buah Mangunan

Perjuangan Menuju Gardu Pandang

Sebenarnya sudah tersedia parkir baik untuk sepeda motor dan mobil didekat gardu pandang, namun jalan menuju kesana cukup kecil dan menikung dengan aspal yang tidak terlalu bagus. Jika merasa ragu kendaraan kita terutama mobil tidak mampu untuk menanjak, kita bisa memarkir kendaraan kita didekat kolam besar sebelum jalan naik menuju ke gardu pandang. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati jalan pintas yang sudah dicor sampai menuju ke gardu pandang. Hati-hati dalam melangkah, jika berkunjung subuh-subuh yang relatif masih gelap karna ada bebarapa anak tangga yang licin oleh tanah basah.

Selama perjalanan menuju ke gardu pandang kita akan disuguhi suara-suara binatang hutan seperti tonggeret yang terasa begitu menenangkan. Okestra alam ini tidak akan anda temui di kota-kota besar, tidak ada salahnya jika duduk sejenak dan menikmati alunan alam yang begitu menentramkan. Jika dirasa sudah cukup tenang, segera lanjutkan perjalanan anda menuju gardu pandang. Tenang saja, and tidak perlu khawatir akan keeahan, karena jalan yang dilalui cukup landai dan tidak begitu sulit bahkan untuk anak-anak sekalipun. Waktu yang diperlukan untuk berjalan kaki sampai di gardu pandang kurang lebih hanya sekitar 15 menit. Namun jika merasa kondisi kendaraannya cukup baik, kita bisa membawa kendaraan kita sampai tempat parkir yang berada diatas dan bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki beberapa meter saja.

Matahari Terbit Diatas Awan

Kebun Buah Mangunan berada di Pegunungan Sewu yang menyajikan pemandangan alam yang hijau. Dibawahnya juga mengalir Sungai Oya yang seolah-olah membelah perbukitan tersebut. Warna air Sungai Oya ini selalu berubah-ubah tergantung musim. Pada musim penghujan airnya akan berwarna kuning keruh, sementara pada musim kemarau air sungai tersebut akan berubah menjadi hijau tosca yang nampak seperti ular hijau raksasa yang sedang melintas. Lalu jika kita melihat leih cermat maka akan tampak dari kejauhan sebuah  Jembatan Gantung Selopamioro yang juga tak kalah hits untuk menjadi spot foto favorit di kalangan anak-anak Instagram Jogja.

Untuk bisa menyaksikan cantiknya matahari terbit beserta gumpalan awan yang menutupi perbukitan, kita harus sudah sampai di Kebun Buah Mangunan pada saat Subuh. Jika datang lebih siang awan-awan tersebut tentu saja sudah mulai menghilangkan dan kita akan terlewatkan pemandangan sunrise yang cantik tentunya. Namun tidak perlu khawatir, datang ke Kebun Buah Mangunan ini kita tetap bisa menyaksikan pemandangan yang masih tetap cantik. Selain itu udaranya yang segar juga bisa membuat siapa saja betah untuk berlama-lama ditempat ini.

Sesuai dengan namanya, ditempat ini kita juga bisa melihat berbagai jenis tanaman buah mulai dari mangga, rambutan, jambu air, jeruk, sawo, duku, manggis, matoa, kelengkeng, jambu biji, cempedak, belimbing sampai durian. Namun buah-buah tersebut hanya bisa kita jumpai pada musim-musim tertentu saja. Mungkin anda perlu mencari informasi musim panen pada buah tertentu agar bisa berkunjung ke Kebun Buah Mangunan untuk melihat sunrise dan memanen buah favorite anda.

Apabila anda ingin menikmati suasana di Kebun Buah Mangunan hingga larut malam, tenang saja disini juga tersedia penginapan yang bisa digunakan untuk bermalam. Kebun Buah Mangunan ini adalah salah satu tempat favorit mahasiswa-mahasiswa Jogja untuk mengadakan malam keakraban dan juga berkumpul komunitas. Semakin ingin mendatangi objek wisata yang cantik dan segar ini bukan?

Tidak hanya Keraton yang sarat akan budaya dan sejarah atau Pantai Indrayanti yang romantis, Jogja juga punya wisata alam yang cantik seperti Kebun Buah Mangunan ini.

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Setiap hari, pukul 05.00 – 17.00

HTM : Rp 5.000/orang

Fasilitas:  Tempat parkir, Toilet, Mushola, Penginapan, Tempat makan, Tempat bermain anak, Aula, Gazebo, Tempat berkemah, Tempat Pemancingan, Kebun binatang mini

Aktifitas: Menikmati sunrise, menikmati pemandangan alam, Trekking, melihat kebun buah

LOKASI

Alamat : Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.

Telepon:  (0274) 6460182 & 6460236

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak Kebuh Buah Mangunan dari O KM Jogja sekitar 23 km dan dapat ditempuh kurang lebih selama 1 jam perjalanan tergantung kondisi lalu lintas dan jenis kendaraan yang dipakai. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Rute yang bisa dipilih untuk menuju ke Kebun Buah Mangunan adalah melalui Jalan Imogiri Barat atau Imogiri Timur, sampai di pertigaan setelah Pasar Imogiri ambil rute yang kearah Makam-makam Raja Imogiri. Sebelum Makam Imogiri ada pertigaan lalu ambil kearah kanan sesuai dengan petunjuk yang ada. Setelah itu ikuti jalan yang menanjak terus sampai dengan petunjuk berikutnya.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Trip Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : Subuh, sebelum jam 05.00 pagi.

What to bring :  Jaket & senter (kalau datang pagi hari), Kamera.

Do : Menikmati pemandangan alam, berfoto dengan background awan yang menutupi perbukitan

Don't : Melewati atau memanjat pagar pembatas yang ada di gardu pandang, membuang sampah sembarangan.

Pantai Depok: Nikmatnya Menyantap Hidangan Laut Segar Hasil Tangkapan Sang Nelayan

Selain pesona alam, deretan pantai di selatan Yogyakarta juga menyimpan potensi kuliner yang tidak kalah menarik untuk dicoba. Pantai Depok misalnya, pantai yang berlokasi sangat dengat dengan Pantai Parangtritis ini menyajikan pesona wisata kuliner yang memikat lidah kita kala berkunjung ke sana. Berbagai macam sajian seafood yang masih segar hasil keringat dari para nelayan di sekitar sana dapat menyembuhkan rasa lapar yang sering muncul saat sedang berwisata.

Terletak di bagian selatan Daerah Istimewa Yogyakarta tepatnya di Kabupaten Bantul, Pantai Depok merupakan salah satu alternatif tujuan wisata yang dapat kita kunjungi ketika berada di Yogyakarta. Kita hanya perlu menempuh jarak sekitar 47 Kilometer dari pusat kota menuju ke arah selatan melalui Jalan Parangtritis. Hadir dengan kondisi jalan yang cukup mulus, apabila lalu lintas sedang cukup lenggang kita dapat sampai di Pantai Depok dengan menempuh 45-60 menit perjalanan. Waktu yang cukup lama bagi kita untuk membayangkan lezatnya menyantap ikan segar selama berada dalam perjalanan.

Pantai Depok
Pantai Depok

Sesampainya di Pantai Depok, mata kita akan melihat banyak kapal nelayan bertengger di pinggir pantai. Kapal-kapal inilah yang menjadi sarana dan harapan hidup para nelayan dalam berburu ikan dan hewan laut lainnya yang dapat mengobati kita dari rasa lapar. Kapal-kapal ini menjadi saksi sepak terjang dan kerja keras para nelayan yang nantinya dapat kita nikmati dengan sambal, nasi, dan lalapan.

Olahan Seafood Pantai Depok yang Masih Segar

Pantai Depok menjadi salah satu rekomendasi lokasi wisata untuk melepas lelah selepas kunjungan ke Pantai Parangtritis dan ber-sandboarding ria di Gumuk Pasir Parangkusumo. Hal ini dikarenakan keahlian para pengusaha lokal dalam meramu sajian yang menggugah selera dan dapat mengobati rasa lapar kita. Pantai Depok yang juga memiliki TPI (Tempat Pelelangan Ikan) ini dipenuhi oleh berbagai warung makan yang menyajikan olahan seafood yang masih segar dengan harga yang terjangkau.

Kita dapat memilih lokasi santap siang secara acak di tempat ini karena rata-rata pemilik warung telah diberkati dengan keterampilan memasak yang memanjakan lidah kita. Dari mulai kepiting, udang, kakap, cumi-cumi, cakalang, dan berbagai macam ikan lainnya dapat kita nikmati dalam bentuk yang sudah matang di Pantai Depok. Namun sedikit tips dari kami adalah untuk memilih lokasi yang cukup ramai sehingga kita mendapatkan siklus ikan laut yang masih segar karena saking banyaknya pelanggan. Lebih baik sedikit mengantri untuk mendapatkan kualitas bukan? Apabila kita masih merasa ragu dengan keterampilan pemilik warung dalam memasak ikan, kita juga dapat membeli ikan mentah secara langsung dari para nelayan maupun penjual ikan untuk kemudian dimasakkan di warung-warung yang tersedia.

Apabila kita terlalu lama dalam menunggu antrian makanan, kita pun dapat melihat sekitar untuk menghilangkan rasa bosan. Sebeum rasa lapar menurunkan mood anda, Pantai Depok juga menjajakan berbagai macam cemilan dan makanan ringan yang dapat kita beli sebagai penunda rasa lapar.

Jogja Air Show

Selain sajian makanan yang menggugah selera, Pantai Depok juga memiliki sebuah event yang dapat membuat kita berdecak kagum. FASI (Federasi Aero Sport Indonesia) DIY memiliki kegiatan tahunan bertajuk ‘Jogja Air Show’ yang diisi dengan pertunjukan terjun payung, paralayang, gantole, paramotor, serta aeromodelling yang sangat menakjubkan. Tidak hanya dari dalam negeri, atlet-atlet aero sport dari negara-negara lain pun turut berpartisipasi dalam kegiatan tahunan ini. Tentunya kita perlu menyiapkan kacamata hitam agar mata kita tidak terlalu lelah karena mentap langit secara langsung saat matahari sedang terik-teriknya.

Tidak hanya memuaskan jiwa dan mata, deretan pantai di Selatan Yogyakarta juga menyajikan kepuasan bagi lidah anda. Pantai Depok lah yang menjadi tuan rumahnya.(*)

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

Waktu Operasional : Setiap hari, mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB

HTM : Retribusi Kendaraan dan Perorangan (Rp.5000/kepala)

Fasilitas:  Kamar Mandi, Rumah Makan, Pasar Ikan, Mushola

Aktifitas:

Event Khusus : Jogja Air Show

Alamat : Jalan Pantai Depok, Parangtritis, Kecamatan Bantul, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta,

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak tempuh dari No Kilometer Yogyakarta ke Pantai Depok kurang lebih 28 km, Dengan Estimasi Waktu tempuh 45 - 60 menit. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Untuk sampai pada lokasi Pantai Depok, Anda bisa menggunakan jalur menuju Pantai Parangtritis dan sebelum sampai pada Pantai Parangtritis belok ke kanan menelusuri pantai. Atau dengan jalur lain yaitu sebelum Anda memasuki portal pembayaran akomodasiPantai Parangtritis, Anda belok ke kanan dan mengikuti jalan aspal langsung menuju pantai Depok.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit :

What to bring :  Tisu basah dan Hand Sanitizer

Do : Mengunjungi Pantai Parangtritis sebelum melepas lelah sambil mengisi tenaga di Pantai Depok.

Don't :

Pantai Parangtritis: Tak Hanya Mistis, Tetapi Juga Romantis

Pantai-pantai di Kabupaten Gunungkidul memang sedang hangat-hangatnya diperbincangkan belakangan ini karena keindahan panorama dan pasir putihnya yang menawan. Namun, pantai pasir hitam yang satu ini pun sebenarnya tidak kalah mempesona. Jauh sebelum pantai-pantai di Gunungkidul terekspos oleh media, Pantai Parangtritis sudah terdengar ke seluruh penjuru nusantara.

Kita dapat sampai ke Pantai Parangtritis dengan menempuh 1 jam perjalanan melalui Jl. Parangtritis. Sebagai salah satu pantai yang cukup melegenda di Yogyakarta, tidak akan sulit menemukan arahan penunjuk jalan untuk sampai ke sana. Bus jurusan Parangtritis adalah salah satu cara yang cukup mudah dan murah untuk sampai ke sana. Sesuai dengan namanya, Jalan Parangtritis memang merupakan salah satu jalur utama untuk menuju ke Pantai Parangtritis.

Pantai Parangtritis
Pantai Parangtritis

Walaupun tergolong objek wisata populer, biaya retribusi di luar biaya parkir tergolong murah untuk tiap kepala yang hendak berkunjung ke Pantai Parangtritis. Cukup mengeluarkan uang Rp 5.000,- saja, kita sudah dapat mengunjungi pantai pasir hitam ini. Berkunjung di Pantai Parangtritis pada sore hari, maka kita akan menemukan pemandangan yang megah di depan mata kita.

Senja Yang Memanjakan Mata

Masyarakat sering kali mengkaitkan Pantai Parangtritis dengan Legenda Ratu Selatan atau Ratu Kidul. Erat dikaitkan dengan hal-hal yang berbau mistis, kita mungkin kadang tidak tersadar bahwa parangtritis juga menawarkan sisi romantis.

Tampilan visual yang dapat ditangkap dengan mata itu bernama senja. Di Pantai Parangtritis, matahari dengan malu-malu bersembunyi untuk beristirahat tanpa sadar bahwa rona nya dapat menyihir para penikmatnya. Perpaduan warna-warna indah yang terlukiskan di langit tentunya merupakan momen yang sangat berharga. Tentunya, agenda menikmati senja di Pantai Parangtritis dapat dicatatkan ke agenda rencana perjalanan anda dan pasangan di momen liburan selanjutnya.

Menjajahi Bibir Pantai

Terlalu cepat sampai ke Pantai Parangtritis tentunya bukanlah sebuah bencana besar bagi agenda kita menyaksikan panorama senja di sana. Untuk menunggu matahari pulang dan bersembunyi, kita dapat mencoba menjajah bibir pantai dengan sebuah ATV. Bermodalkan uang sebesar Rp.50.000,-, kita dapat mengisi waktu dengan menjelajahi Pantai Parangtritis dengan mengendarai All Terrain Vehicle selama 15 menit. Durasi yang tidak terlalu lama, namun cukup untuk modal bercerita pada sanak saudara ketika kita pulang.

Cara Lain Menikmati Senja

Menikmati senja di Pantai Parangtritis dapat kita lakukan dengan cara yang berbeda. Beberapa kereta kuda beroda 2 yang lebih sering disebut Bendi, siap menemani anda mengagumi senja. Bayangkan saja, menyusuri bibir pantai dengan kereta kuda yang beratapkan langit-langit berwarna jingga yang seolah tersenyum dengan penuh rona. Tentunya Pantai Parangtritis menyajikan salah satu pengalaman romantis yang tak biasa.

Di balik segala mitos dan legenda masyarakat yang seolah terdengar mistis, Pantai Parangtritis menyajikan langit sore hari yang romantis. Kita layak untuk menikmati senja di sana. Tentunya tembang ‘Parangtritis’ dari Didi Kempot dapat hadir sebagai soundtrack yang tepat dalam memandangi langit senja dan mengagumi lukisan alam karya Yang Maha Kuasa.

__

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

-oOo-

Tentang Pantai Parangtritis

Waktu Operasional : -

HTM : 

KeteranganHarga
Biaya RetribusiRp. 5.000,- / orang
Parkir MotorRp. 2.000,-
Parkir MobilRp. 10.000,-
Sewa ATV (15 menit)Rp. 50.000,-
Sewa Kereta KudaRp. 20.000,- / putaran

Fasilitas: 

Aktifitas: 

Alamat : Jalan Parangtritis km 28, Parangtritis 55188,Indonesia

Telepon : +6285646629038

Website : Review TripAdvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

30 Kilometer di selatan Nol Kilometer
Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Dari 0 kilometer, kita harus menuju ke timur dan berbelok ke kanan untuk menuju Jl. Brigjen Katamso. Setelah itu terus melaju ke selatan untuk menyusuri Jl. Parangtritis hingga kemudian berbelok ke kanan menuju Jl. Pantai Parangkusumo untuk kemudian menuju ke arah kiri. Kita juga dapat mengunakan mengunakan bus jurusan Parangtritis dari Terminal Giwangan.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit : Sore Menjelang Senja

What to bring : Pakaian ganti

Do :

Don't : 

Kampung Gerabah Kasongan: Berburu Perabotan Pecah Belah

Selama ini kerajinan keramik dan gerabah yang beredar di pasaran banyak yang berasal dari China. Barang-barang  berasal dari Negeri Tirai Bambu tersebut diburu banyak orang karena harganya yang lebih miring. Tidak kalah dengan China, di Jogja ternyata juga punya pusat kerajinan keramik dan gerabah yang namanya bahkan sudah dikenal sampai ke seantero dunia yang terletak di Desa Wisata Kasongan. Tidak hanya menjadi tujuan utama para kolektor keramik dan gerabah dari dalam negeri saja, tidak sedikit orang dari mancanegara yang datang langsung ke Kasongan untuk membeli gerabah dan keramik yang punya desain yang cukup khas.

Lokasi dan Sejarah Kampung Gerabah Kasongan

Kampung Grabah Kasongan
Kampung Grabah Kasongan

Desa Wisata Kasongan masuk dalam wilayah Padukuhan Kajen, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul yang berjarak sekitar 6 km arah selatan dari pusat Kota Yogyakarta. Tempat yang sekarang menjadi lokasi Desa Wisata Kasongan ini merupakan persawahan milik penduduk. Kemudian keadaan berubah setelah ada seekor kuda milik seorang petinggi  Belanda yang mati ditempat tersebut. Karena ketakutan, penduduk yang mempunyai tanah disekitar lokasi kematian kuda tersebut kemudian melepaskan dan tidak mengakui hak tanahnya. Setelah tanah tersebut ditinggalkan, ternyata banyak penduduk dari desa lain yang datang dan mengakui tanah yang telah ditinggalkan serta memanfaatkan tanah yang ada menjadi barang pecah belah atau perabotan dapur. Kebiasaan tersebut akhirnya turun temurun dilanjutkan oleh warga Kasongan sampai saat ini.

Sentuhan Seniman Besar Yogyakarta 

Hasil kerajinan gerabah warga Kasongan mulai dikenal lebih luas sejak tahun 70an berkat sentuhan dari seniman besar Yogyakarta yaitu Dr. Raden Mas Sapto Hoedojo yang turut sentra dalam pengembangan desa wisata ini. Salah satu cara yang dilakukan oleh Sapto Hoedojo adalah dengan memberikan pembinaan terhadap masyarakat yaitu dengan memberikan berbagai sentuhan seni dan desain yang lebih menarik agar gerabah yang dihasilkan tidak terlihat terlalu monoton dan diminati oleh banyak orang.

Memasuki Desa Wisata Kasongan kita akan disambut dengan showroom atau toko-toko yang memajang berbagai gerabah dan keramik dari berbagai jenis dan ukuran yang berjajar rapi. Barang-barang yang paling banyak ditemukan adalah guci, pot, dan vas bunga dari mulai ukuran yang paling kecil sampai yang tingginya mencapai bahu orang dewasa dengan berbagai motif dan warna. Guci yang paling banyak ditemui di Kasongan adalah guci dengan finishing alami atau hanya menggunakan cat saja pada saat sentuhan terakhir. Guci tersebut merupakan guci khas Kasongan yang terlihat lebih orisinal. Namun demikian, guci-guci dengan sentuhan mewah dan kontemporer juga bisa ditemukan di Kasongan. Semua tergantung dengan selera masing-masing orang.

Selain guci, berbagai kerajinan lain yang biasa digunakan sebagai hiasan didalam rumah juga bisa kita temukan di Desa Wisata Kasongan. Salah satu hiasan rumah yang paling banyak dicari adalah patung sepasang pengantin Jawa yang biasa dikenal dengan nama “Loro Blonyo”. Patung Loro Blonyo  tersebut biasanya dihadiahkan kepada pasangan yang baru saja melangsungkan pernikahan. Patung Punokawan seperti Bagong dan Semar juga banyak diburu oleh para kolektor dan pecinta keramik. Bahkan patung Buddha sekalipun juga bisa ditemukan di Desa Wisata Kasongan ini. Untuk yang ingin melihat langsung atau bahkan mencoba pembuatan guci juga bisa dilakukan dibeberapa showroom yang ada di Kasongan. Menarik bukan?

Jika kebetulan suka dengan geramik atau keramik, Desa Wisata Kasongan adalah tempat yang harus pertama didatangi saat berada di Jogja.

__

Author : Nova AristiantoEditorAjeng Darmista

Waktu operasional: Setiap hari

HTM: Gratis

Aktivitas: Membeli barang-barang dari gerabah dan keramik, Melihat pembuatan guci, Mencoba membuat guci

Alamat: Padukuhan Kajen, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Telepon Desa Bangunjiwo

Telepon : (0274) 413340

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 KM Jogja: Jarak Desa Wisata Kasongan dari 0 KM Jogja adalah sekitar 8 km dan dapat dijangkau kurang lebih selama 20-30 menit. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju kesana: Jika menggunakan kendaraan pribadi dari O KM Jogja kita bisa mengambil rute kearah Jalan KH Ahmad Dahlan lalu belok kiri. Setalah belok kiri lurus terus melewati Jalan Suryowijyan, Jalan Sugeng Jeroni, sampai dengan Jalan Bantul. Gapura Desa Wisata Kasongan berada disebelah kanan jalan dengan tulisan yang cukup besar.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best time to visit: Pagi atau sore hari

What to bring: Topi, Kacamata, Sandal/sepatu yang nyaman untuk jalan kaki

Do: Melihat langsung pembuatan keramik, mencoba membuat keramik sendiri

Don’t: Tidak hati-hati karena bisa memecahkan barang yang dipajang

Omah Tembi: Menginap di Suasana Pedesaan Sambil Belajar Budaya

Ada yang pernah merasa bosan dengan suasana di hotel yang begitu-begitu saja saat traveling? Pasti banyak banget yang pernah mengalami hal ini. Banyak yang berpikiran bahwa hotel hanyalah tempat singgah atau tempat untuk tidur atau menghabiskan malam saat liburan. Padahal suasana hotel atau penginapan yang kita pilih saat liburan juga bisa berpengaruh terhadap mood atau suasana hati kita. Suasana hotel yang menyenangkan akan membuat liburan juga jadi lebih menyenangkan. Kalau bosan dengan suasana hotel di Jogja, coba menjauh sedikit dari kota dan menginap di Omah Tembi. Karena selain menawarkan penginapan dengan suasana pedesaan yang sangat kental, di tempat ini kita juga bisa belajar budaya Jawa.

Omah Tembi
Omah Tembi

Suasana Pedesaan yang Cukup Kental

Salah satu daya tarik utama dari Omah Tembi adalah letaknya yang berada ditengah kampung dengan nuansa pedesaan yang masih kental. Suasana sepi dan tenang juga bisa didapatkan jika menginap di Omah Tembi karena letaknya yang berada ditepian sawah dan jauh dari jalan raya. Omah Tembi terletak di Desa Wisata Tembi yang masuk dalam wilayah Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul. Bangunan yang ada di Omah Tembi berbentuk Limasan khas rumah Jawa dan terbuat dari kayu jati yang membuat suasana jadi lebih tenang. Hampir seluruh furniture yang digunakan di penginapan ini menggunakan kayu. Namun walaupun begitu, Omah Tembi  dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang akan menambah kenyamanan pengunjung seperti AC, LED TV, hot & cold water, dan akses internet. Yang unik adalah setiap penghuni Omah Tembi akan diberikan welcome drink berupa wedang uwuh yang merupakan minuman khas dari Imogiri yang terbuat dari berbagai rempah-rempah seperti jahe, kayu secang, kayu manis, daun cengkeh, pala, dan daun sereh.

Melihat Aktivitas Petani dari Omah Tembi

Tidak perlu jauh-jauh pergi dari hotel untuk bisa melihat aktivitas petani di sawah, cukup keluar dari kamar kita bisa menyaksikan langsung aktivitas petani yang sedang berada di sawah. Petani-petani tersebut biasanya sudah memulai aktivitas mereka sejak pagi. Waktu paling sibuk bagi para petani adalah pada saat musim tanam ataupun musim panen. Namun diantara musim tersebut biasanya  mereka datang ke sawah untuk menyiangi atau mencabut rumput liar yang tumbuh disela-sela tanaman padi. Kegiatan seperti ini merupakan sebuah pemandangan langka yang sudah tidak bisa kita lihat lagi di perkotaan. Tidak hanya sekedar melihat saja, kita pun bisa turun langsung dan ikut dalam aktivitas para petani. Jangan takut hanya karena tanah sawah yang becek.

Belajar  Membatik dan Membuat Kerajinan

Selain melihat aktivitas petani secara langsung, masih ada beberapa kegiatan menarik lain yang bisa dilakukan di Omah Tembi seperti belajar membati dan membuat kerajinan. Seperti diketahui bahwa batik merupakan salah satu warisan budaya dari Indonesia yang sudah diakui oleh UNESCO. Jadi tidak ada salahnya sebagai warga negara Indonesia  kita belajar budaya sendiri supaya tidak diambil oleh bangsa lain. Selain membatik kita juga bisa belajar membuat gerabah dan wayang.

Masih mikir ulang untuk menginap di Omah Tembi yang tenang dan asri ini? Sepertinya tidak perlu banyak berpikir lagi jika ingin menikmati suasana penginapan yang tenang dengan suasana pedesaan yang masih sangat kental ini. (*)

__

Author : Nova AristiantoEditorAjeng Darmista

INFORMASI WISATA

Harga Kamar:

Fasilitas: AC, LED TV, WiFi, Kamar mandi dalam, Restoran

LOKASI

Alamat: Jalan Parangtritis KM 8,5 Timbulharjo, Sewon, Bantul. Telepon (0274) 6463148

Website: omahtembi.com & Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 KM Jogja: Jarak Omah Tembi dari 0 KM Jogja adalah sekitar 8 km dan dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi kurang lebih selama 30 menit. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju kesana: Untuk menuju kesana bisa mengambil rute Jalan Parangtritis sampai melewati ISI dan pertigaan di Jalan Parangtritis KM 8,5. Dari pertigaan tersebut ambil arah kekanan sampai dengan rambu petunjuk yang ada.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

 

Serunya Bermain dan Belajar dari Atas Bukit Pohon Jati Watu Lumbung!

Berbicara tentang traveling tidak hanya sekedar tentang mengunjungi suatu tempat dan asyik berfoto selfie ria saja. Lebih dari sekedar itu kita masih bisa melakukan banyak hal lainnya yang tidak kalah menyenangkannya seperti bermain dan belajar. Berjarak sekitar 4 km dari Pantai Parangtritis, ada Kampung Edukasi Watu Lumbung yang juga wajib kita kunjungi saat berada di Yogyakarta. Karena ditempat ini kita akan belajar tentang banyak hal dan juga menikmati pemandangan alam yang sangat cantik mulai dari pemandangan pantai selatan sampai dengan pemandangan gagahnya  5 gunung yang ada disekitar Jogja seperti Merapi, Merbabu, Lawu, Sindoro, dan Sumbing  dari panggung atau rumah pohon yang ada ditempat ini jika cuaca sedang cerah.

Watu Lumbung
Watu Lumbung

Sederhana Namun Punya Fasilitas yang Lengkap

Adalah Muhammad Boy Rifai atau yang lebih akrab disapa dengan Pak Boy yang mulai membuka Kampung Edukasi Watu Lumbung ini sejak  5 Oktober 2014 lalu. Pembangunan tempat ini bertujuan sebagai tempat pembelajaran yang  meliputi berbagai aspek seperti lingkungan, pendidikan, dan budaya. Kampung Edukasi Watu Lumbung ini berada disebuah bukit yang ditumbuhi oleh pohon jati. Bangunan yang ada ditempat ini dibangun dengan menggunakan kayu dan bambu. Walaupun terlihat sangat sederhana, tetapi jangan salah Kampung Edukasi Watu Lumbung dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap mulai dari perpustakaan, kedai, homestay, sampai dengan bioskop.

Makanan dan Minuman Gratis

Ada satu hal yang sangat unik yang bisa kita temui di Kampung Edukasi Watu Lumbung ini. Untuk semua pengunjung yang betah membaca buku di perpustakaan lebih dari 25 menit, maka dia akan diberikan minuman gratis. Hal tersebut adalah salah satu cara yang dilakukan untuk memberikan edukasi kepada semua pengunjung untuk lebih gemar membaca. Selain itu bagi pengunjung yang menyumbangkan 3 buku bacaan dan bibit tanaman ke tempat ini juga akan mendapatkan makanan gratis.

Makanan yang diberikan merupakan makanan yang ditanam disekitar tempat ini  dan tergantung dari hasil panen masyarakat karena Kampung Edukasi Watu Lumbung melakukan kerjasama dan pemberdayaan masyarakat dengan cara membeli berbagai hasil bumi yang ditanam oleh masyarakat sekitar. Makanan dan minuman gratis ini juga akan diberikan kepada pengunjung yang ikut membantu menanam sayuran, memetik sayuran, maupun memasaknya.  Sementara untuk yang ingin masuk ke bioskop dan menonton film yang sedang diputar, tetapi perlu membayar juga. Untuk bisa masuk kita hanya diminta untuk membaca puisi hasil karya kita atau membaca puisi dari buku yang telah disediakan. Seru bukan?

Belajar Tentang Kesetaraan Individu

Selain belajar tentang lingkungan dan pendidikan, di Kampung Edukasi Watu Lumbung ini kita bisa belajar tentang kesetaraan setiap individu. Tidak ada perbedaan antara yang kaya dan miskin saat kita berada di tempat ini. Semua pengunjung akan mendapat apresiasi yang sama. Baik itu yang membawa buku maupun bibit tanaman. Ada kewajiban yang harus dilakukan setiap pengunjung tempat ini. Yaitu dengan melayani pengunjung lainnya seperti menyajikan makanan atau minuman. Pengalaman yang tentu bisa kita dapatkan ditempat lain. Kampung Edukasi Watu Lumbung juga menyediakan tempat yang bisa digunakan sebagai area berkemah atau outbond.

Sementara itu waktu terbaik untuk menikmati pemandangan disekitar Kampung Edukasi Watu Lumbung ini adalah menjelang sore hari saat cuaca sudah tidak terlalu panas lagi. Salah satu pemandangan khas dari tempat ini adalah pemandangan dari gardu pandang kearah Sungai Opak yang diatasnya dilintasi jembatan. Untuk menikmati pemandangan tersebut bisa ditemani dengan berbagai jajanan ndeso yang dijual didekat area ini. Menarik bukan?

__

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu operasional: Setiap hari, pukul 10.00-00.00

HTM: Gratis, Parkir motor Rp 2.000 & Parkir mobil Rp 5.000

Fasilitas: Perpustakaan, Bioskop, Penginapan, Tempat makan

Aktivitas: Menikmati pemandangan, Wisata edukasi, Wisata lingkungan

LOKASI

Alamat: Bukit Watu Lumbung, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul. Telepon 0815 7814 1403

Map :

Jarak dari 0 KM Jogja: Jarak Watu Lumbung dari 0 KM Jogja sekitar 30 km dan dapat ditempuh selama kurang lebih 1 jam perjalanan. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju kesana: Cara termudah menuju kesana adalah dengan menggunakan kendaraan pribadi dengan mengambil rute yang juga cukup mudah yaitu dari arah kota bisa mengambil rute ke Jalan Parangtritis sampai Jembatan Kretek berbelok kiri lurus sampai dengan pertigaan kecil lalu berbelok kanan. Ikuti jalan yang menanjak sampai dengan papan petunjuk.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best time to visit: Menjelang sore hari

What to bring: Buku untuk disumbangkan, bibit tanaman

Do: Belajar menanam sayuran, membaca di perpustakaan, menonton film di bioskop, berkomunikasi dengan pengunjung lain, menikmati pemandangan alam

Don’t: Membuang sampah sembarangan, menyendiri atau tidak membaur dengan pengunjung lain

Pecinta Olahraga! Berani Adu Ketangkasan Sandboarding-mu di Padang Gurun-nya Jogja?

Wisata Gumuk Pasir merupakan salah satu destinasi wisata di Jogja yang dapat kamu kunjungi ketika berwisata di Jogja. Gumuk Pasir merupakan tempat wisata uni yang ada di Jogja, mengapa? Karena tidak setiap daerah memiliki tempat wisata seperti ini. Bahkan tidak semua negara memilikinya. So, ketika kalian lagi liburan ke Jogja wajib menyempatkan diri untuk berkunjung ya.

Satu-satunya yang Ada di Asia Tenggara

Tidak perlu jauh-jauh pergi ke Timur Tengah atau Afrika untuk bisa melihat pemandangan gurun pasir. Karena tidak jauh dari Pantai Parangtritis kita juga bisa melihat “Gurun Sahara” nya Jogja yang biasa dikenal dengan nama Gumuk Pasir Parangkusumo.  Gumuk merupakan kata dalam bahasa Jawa yang jika diterjemahkan artinya adalah gundukan, sementara Parangkusumo adalah nama pantai yang letaknya paling dekat dengan lokasi Gumuk Pasir ini. Pasir yang membentuk gundukan-gundukan cantik ini berasal dari material vulkanik Gunung Merapi dan Gunung Merbabu yang terbawa oleh aliran Sungai Opak. Material tersebut terkikis oleh ombak dalam waktu yang cukup lama sehingga berubah menjadi butiran-butiran debu yang mudah diterbangkan oleh angin dan membentuk gundukan-gundukan seperti sekarang ini. Fenomena gumuk pasir merupakan satu-satunya yang ada di Asia Tenggara. Bahkan disebut-sebut fenomena seperti ini hanya ada 2 di dunia yaitu di Jogja dan Meksiko.  Gumuk Pasir Parangkusumo ini bahkan sudah didaftarkan untuk bisa masuk menjadi UNESCO World Heritage.

Gumuk Pasir Parangkusumo
Gumuk Pasir Parangkusumo

Sensasi Bermain Sandboarding di Gumuk Pasir Parangkusumo

Salah satu hal yang paling wajib dan harus dilakukan di Gumuk Pasir Parangkusumo ini adalah bermain sandboarding. Tidak perlu jauh-jauh lagi ke Australia atau Mesir untuk bisa merasakan sensasi olahraga yang satu ini. Tidak perlu perlu keahlian khusus untuk bisa mencoba sandboarding, yang diperlukan adalah kemauan dan keberanian. Sementara untuk alatnya kita bisa menyewa kepada pengelola yang ada disekitar Gumuk Pasir Parangkusumo. Alat yang digunakan untuk bermain sandboarding terbuat dari papan seperti skateboard namun tanpa roda dan dilengkapi dengan tali pengait untuk kaki. Cukup dengan membayar Rp 150.000, kita bisa menggunakan alat tersebut sepuasnya. Harga tersebut sudah termasuk helm dan alat pengaman siku agar lebih safety.

Ada beberapa gumuk atau gundukan yang bisa dipilih untuk bermain sandboarding. Untuk yang baru pertama kali melakukan olahraga ini, bisa memilih gumuk yang tingginya hanya sekitar 1-2 meter saja. Di gundukan tersebut kita bisa melakukan pemanasan terlebih dahulu dan membiasakan dengan alat yang dipakai. Jangan lupa juga untuk latihan menyeimbangkan badan saat meluncur. Jika badan tidak seimbang, maka yang ada adalah jatuh bangun mencium pasir. Tapi jangan kapok untuk terus mencoba dan berlatih. Kalau sudah merasa cukup bisa menguasai alat, bisa mencoba dengan gundukan yang tingginya mencapai 5-20 meter. Dari ketinggian tersebut kita bisa merasakan sensasi meluncur cepat diatas gundukan pasir yang begitu menegangkan dan memacu adrenalin kita.

Tempat Foto Favorit di Jogja

Tidak hanya seru untuk dijadikan sebagai tempat untuk sandboarding saja. Pemandangan yang cantik dan unik di Gumuk Pasir Parangkusumo ini juga sering dijadikan sebagai tempat untuk melakukan pemotretan. Mulai dari foto selfie, pemotretan model, sampe dengan foto pre-wedding yang mengusung konsep ala Timur Tengah. Bahkan Gumuk Pasir Parangkusumo ini juga sudah beberapa kali dijadikan lokasi syuting beberapa film dan video klip artis terkenal Indonesia. Sebut saja video klip Agnes Monica dan Film Wanita Berkalung Sorban.  Lautan pasirnya yang membentang luas akan menjadi sebuah latar belakang menarik sebuah foto. Tidak banyak orang yang akan menyangka bahwa lokasi pengambilan foto tersebut ada di Jogja. Bahkan Gumuk Pasir Parangkusumo ini juga sering dikunjungi oleh rombongan calon haji yang akan melakukan manasik dan latihan merasakan keadaan padang pasir seperti yang  ada di Mekkah nantinya.  Waktu terbaik untuk mendatangi Gumuk Pasir Parangkusumo ini adalah pada sore hari karena kita bisa mendapat bonus sunset yang cantik.

__

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Setiap hari, pukul 08.00 – 18.00

HTM : Rp 3.000/orang (Bayar TPR Pantai Parangtritis) dan  biaya parkir kendaraan.

Fasilitas: Tempat parkir, Toilet

Aktifitas:  Memacu adrenalin dengan sandboarding, Lokasi pemotretan, Menikmati Sunset

LOKASI

Alamat : Kawasan Pantai Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta

Telpon : 0896-7431-7515

Website : Review TripAdvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarang Gumuk Pasir dari 0 KM Jogja sekitar 30 km dan dapat ditempuh selama kurang lebih 1 jam perjalanan. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Cara termudah menuju kesana adalah dengan menggunakan kendaraan pribadi dengan mengambil rute yang juga cukup mudah yaitu dari arah kota bisa mengambil rute ke Jalan Parangtritis sampai dengan TPR Pantai Parangtritis kemudian ikuti petunjuk berikutnya. Jika ingin menggunakan kendaraan umus bisa naik bus Jurusan Jogja – Parangtritis dari Terminal Giwangan

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Liburan Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : Menjelang sore hari karena matahari sudah tidak terlalu panas

What to bring : Kacamata, baju santai, sunblock, air minum, kamera

Do : Mencoba sandboarding, berfoto dengan latar belakang gundukan pasir, Menikmati sunset, membuat video ala-ala Timur Tengah

Don't : Membuang sampah sembarang, Datang pada siang hari karena matahari sedang terik-teriknya, Datang pada musim hujan karena pasir tidak bisa digunakan untuk sandboarding