Desa Wisata

Serunya Bermain dan Belajar dari Atas Bukit Pohon Jati Watu Lumbung!

Berbicara tentang traveling tidak hanya sekedar tentang mengunjungi suatu tempat dan asyik berfoto selfie ria saja. Lebih dari sekedar itu kita masih bisa melakukan banyak hal lainnya yang tidak kalah menyenangkannya seperti bermain dan belajar. Berjarak sekitar 4 km dari Pantai Parangtritis, ada Kampung Edukasi Watu Lumbung yang juga wajib kita kunjungi saat berada di Yogyakarta. Karena ditempat ini kita akan belajar tentang banyak hal dan juga menikmati pemandangan alam yang sangat cantik mulai dari pemandangan pantai selatan sampai dengan pemandangan gagahnya  5 gunung yang ada disekitar Jogja seperti Merapi, Merbabu, Lawu, Sindoro, dan Sumbing  dari panggung atau rumah pohon yang ada ditempat ini jika cuaca sedang cerah.

Watu Lumbung, Paket Tour Jogja, Paket Wisata Jogja
Ngintip pemandangan senja yang syahdu dari Watu Lumbung, yakin gak mau? via keluarruma[dot]com

Sederhana Namun Punya Fasilitas yang Lengkap

Adalah Muhammad Boy Rifai atau yang lebih akrab disapa dengan Pak Boy yang mulai membuka Kampung Edukasi Watu Lumbung ini sejak  5 Oktober 2014 lalu. Pembangunan tempat ini bertujuan sebagai tempat pembelajaran yang  meliputi berbagai aspek seperti lingkungan, pendidikan, dan budaya. Kampung Edukasi Watu Lumbung ini berada disebuah bukit yang ditumbuhi oleh pohon jati. Bangunan yang ada ditempat ini dibangun dengan menggunakan kayu dan bambu. Walaupun terlihat sangat sederhana, tetapi jangan salah Kampung Edukasi Watu Lumbung dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap mulai dari perpustakaan, kedai, homestay, sampai dengan bioskop.

Watu Lumbung, Paket Tour Jogja, Paket Wisata Jogja
Fasiitas perpustakaan yang membuat Anda dapat membaca dengan suasana yang berbeda di atas bukit jati. Via : brilio.net

Makanan dan Minuman Gratis

Ada satu hal yang sangat unik yang bisa kita temui di Kampung Edukasi Watu Lumbung ini. Untuk semua pengunjung yang betah membaca buku di perpustakaan lebih dari 25 menit, maka dia akan diberikan minuman gratis. Hal tersebut adalah salah satu cara yang dilakukan untuk memberikan edukasi kepada semua pengunjung untuk lebih gemar membaca. Selain itu bagi pengunjung yang menyumbangkan 3 buku bacaan dan bibit tanaman ke tempat ini juga akan mendapatkan makanan gratis.

Makanan yang diberikan merupakan makanan yang ditanam disekitar tempat ini  dan tergantung dari hasil panen masyarakat karena Kampung Edukasi Watu Lumbung melakukan kerjasama dan pemberdayaan masyarakat dengan cara membeli berbagai hasil bumi yang ditanam oleh masyarakat sekitar. Makanan dan minuman gratis ini juga akan diberikan kepada pengunjung yang ikut membantu menanam sayuran, memetik sayuran, maupun memasaknya.  Sementara untuk yang ingin masuk ke bioskop dan menonton film yang sedang diputar, tetapi perlu membayar juga. Untuk bisa masuk kita hanya diminta untuk membaca puisi hasil karya kita atau membaca puisi dari buku yang telah disediakan. Seru bukan?

Watu Lumbung, Paket Tour Jogja, Paket Wisata Jogja
Masakan sederhana yang jarang Anda nikmati di Kota-kota besar via tribunnews.com

Belajar  Tentang Kesetaraan Individu

Selain belajar tentang lingkungan dan pendidikan, di Kampung Edukasi Watu Lumbung ini kita bisa belajar tentang kesetaraan setiap individu. Tidak ada perbedaan antara yang kaya dan miskin saat kita berada di tempat ini. Semua pengunjung akan mendapat apresiasi yang sama. Baik itu yang membawa buku maupun bibit tanaman. Ada kewajiban yang harus dilakukan setiap pengunjung tempat ini. Yaitu dengan melayani pengunjung lainnya seperti menyajikan makanan atau minuman. Pengalaman yang tentu bisa kita dapatkan ditempat lain. Kampung Edukasi Watu Lumbung juga menyediakan tempat yang bisa digunakan sebagai area berkemah atau outbond.

Watu Lumbung, Paket Tour Jogja, Paket Wisata Jogja
Menanam tumbuhan di perkebunan watu lumbung, seger banget. via mbolang[dot]com
Sementara itu waktu terbaik untuk menikmati pemandangan disekitar Kampung Edukasi Watu Lumbung ini adalah menjelang sore hari saat cuaca sudah tidak terlalu panas lagi. Salah satu pemandangan khas dari tempat ini adalah pemandangan dari gardu pandang kearah Sungai Opak yang diatasnya dilintasi jembatan. Untuk menikmati pemandangan tersebut bisa ditemani dengan berbagai jajanan ndeso yang dijual didekat area ini. Menarik bukan?

 

__

Author : Nova AristiantoEditorAjeng Darmista

[ms_accordion style=”simple” type=”1″ class=”” id=””]

[ms_accordion_item title=’INFORMASI WISATA’ icon=’fa-star’ status=’open’]

Waktu operasional: Setiap hari, pukul 10.00-00.00

HTM: Gratis, Parkir motor Rp 2.000 & Parkir mobil Rp 5.000

Fasilitas: Perpustakaan, Bioskop, Penginapan, Tempat makan

Aktivitas: Menikmati pemandangan, Wisata edukasi, Wisata lingkungan

[/ms_accordion_item]

[ms_accordion_item title=’LOKASI’ icon=’fa-flag’ status=’close’]

Alamat: Bukit Watu Lumbung, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul. Telepon 0815 7814 1403

Map :

Jarak dari 0 KM Jogja: Jarak Watu Lumbung dari 0 KM Jogja sekitar 30 km dan dapat ditempuh selama kurang lebih 1 jam perjalanan. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju kesana: Cara termudah menuju kesana adalah dengan menggunakan kendaraan pribadi dengan mengambil rute yang juga cukup mudah yaitu dari arah kota bisa mengambil rute ke Jalan Parangtritis sampai Jembatan Kretek berbelok kiri lurus sampai dengan pertigaan kecil lalu berbelok kanan. Ikuti jalan yang menanjak sampai dengan papan petunjuk.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

[/ms_accordion_item]

[ms_accordion_item title=’REKOMENDASI TRIPJOGJA’ icon=’fa-bell’ status=’close’]

Best time to visit: Menjelang sore hari

What to bring: Buku untuk disumbangkan, bibit tanaman

Do: Belajar menanam sayuran, membaca di perpustakaan, menonton film di bioskop, berkomunikasi dengan pengunjung lain, menikmati pemandangan alam

Don’t: Membuang sampah sembarangan, menyendiri atau tidak membaur dengan pengunjung lain

[/ms_accordion_item]

[/ms_accordion]

Write A Comment