Taman Pintar Jogja: Melihat Keseruan Anak-anak Belajar Sains Ditemani Dinosaurus

Kawasan Malioboro adalah salah satu magnet bagi wisatawan yang ada di Jogja. Setiap harinya tempat ini ramai dikunjungi oleh ribuan orang. Bukan hanya dari sekitar Jogja saja, bahkan dari seluruh Indonesia dan juga turis dari mancanegara. Pesona Malioboro tidak hanya karena keberadaan toko-toko batik dan souvenir khas Jogja maupun Pasar Beringharjo saja, gedung-gedung tua yang ada di kawasan ini juga menjadi daya tarik bagi para pengunjung. Jika mau berjalan terus sampai ke kawasan O KM Jogja. Kita bisa melihat beberapa gedung kuno yang masih terjaga sampai sekarang seperti Gedung Agung, Kantor Pos Besar, Gedung BNI, dan Benteng Vredeburg.  Sementara yang mengajak anak-anaknya jalan, Taman Pintar Jogja adalah tempat yang wajib didatangi. Ditempat ini kita bisa melihat keseruan anak-anak  bermain sekaligus belajar tentang sains dan teknologi.

Taman Pintar Jogja
Taman Pintar Jogja

Belajar Sambil Rekreasi

Salah satu tujuan awal didirikannya Taman Pintar ini adalah sebagai sarana pembelajaran sains bagi siswa yang mendukung kurikulum pendidikan. Dengan mengunjungi Taman Pintar ini anak-anak dan generasi muda diharapkan bisa lebih mempunyai motivasi untuk mencintai sains. Selama ini ada kesan kalau belajar sains itu sulit dan membosankan. Namun di Taman Pintar belajar sains bisa lebih menyenangkan karena menggunakan alat-alat peraga dan juga berbagai wahana permainan.  Dengan begitu anak-anak bisa lebih memperdalaman materi-materi pelajaran yang diterima di sekolah. Taman Pintar ini mulai dibuka untuk umum pada 16 Desember 2008 setelah diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Wahana di Taman Pintar Jogja

Taman Pintar terdiri dari 5 gedung yang masing-masing mempunyai wahana yang berbeda-beda. Kelima gedung tersebut adalah Gedung Memorabilia, Gedung Oval, Gedung Kotak, Gedung Planetarium, dan Gedung Paud.

Program Kreativitas

Selain wahana-wahana yang sudah cukup lengkap tersebut, di Taman Pintar anak-anak juga bisa mengikuti beberapa program kreativitas seperti membatik, membuat kreasi gerabah, melukis kaos, melukis gerabah, berlatih menjadi presenter TV, dan juga pelatihan robotik. Kegiatan tersebut tentu saja akan bisa mengasah otak anak untuk bisa menjadi lebih kreatif.

Harga Tiket Masuk Taman Pintar Jogja

Tipe TiketHarga Tiket
Tiket DewasaRp. 20.000,-
Tiket Anak - AnakRp. 12.000,-

Sudah punya rencana ke Jogja dalam waktu dekat ini bersama buah hati? Jangan lupa kunjungi Taman Pintar.

__

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu operasional: Selasa – Minggu , Pukul 08.30 – 16.00

HTM: Rp 10.000 (anak-anak), Rp 18.000 (dewasa)

Fasilitas: ATM, Perpustakaan, Toilet, Planetarium, Alat Peraga Sains, Wahana Permainan

Aktivitas: Belajar tentang sains sambil bermain

LOKASI

Alamat: Jalan Panembahan Senopati No. 1-3 Yogyakarta.

Telepon: (0274) 583 631

Website: tamanpintar.com

Website : Review TripAdvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak Taman Pintar dari 0 KM Jogja hanya sekitar 100 meter dan bisa ditempuh dengan cara berjalan kaki. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Dari Nol Kilometer berjalan ke arah timur sebelum lampu merah. berada di Utara Jalan Raya.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Tour Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan. Kamu bisa cek juga artikel tentang sewa bus semarang bagi yang ingin melakukan penyewaan bus di Semarang.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best time to visit : Pada pagi hari

What to bring : Kamera, buku catatan

Do : Belajar tentang sains dengan mencoba semua wahana yang ada, Mengunjungi semua gedung yang ada

Don’t : Membawa makanan dan minuman ke dalam gedung, merokok di semua area Taman Pintar

Berjumpa dengan Tokoh Idola di Museum De Arca, Madame Tussaud ala Yogyakarta

Tak perlu menabung berjuta-juta untuk menjajal pengalaman berfoto bersama replika tokoh idola di Madame Tussaud. Yogyakarta punya Museum De Arca yang tentu tak kalah asik dan menariknya. Terlebih lagi, dengan mengunjungi tempat ini kita juga turut mengapresiasi hasil karya Dunadi, seniman tersohor dalam negeri asal Yogyakarta. Daripada menabung sekian juta rupiah untuk mengapresiasi karya bangsa lain, tentunya mengapresiasi karya anak bangsa tak kalah menariknya. De Arca akan memenuhi ekspektasi kita melalui berbagai macam karya yang diciptakan dengan menggunakan resin sebagai bahan baku.

De Arca berlokasi di XT Square tepatnya di lantai basement Gedung Umar Kayam. XT Square sendiri terletak di Jalan Veteran, Umbulharjo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Lokasi XT Square sendiri dapat dicapai dengan mudah dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun Trans Jogja rute 2 B dan 4 B. Bangunan ini juga hanya berjarak sekitar 3,7 kilometer dari Nol Kilometer. Dengan membayar tiket masuk sejumlah Rp.50.000 kita sudah dapat ‘bertemu’ tokoh idola kita di De Arca.

Museum De Arca
Museum De Arca

Mari Berjumpa dengan Tokoh-Tokoh Kenamaan Dunia

Setiap orang pasti memiliki sesorang sosok idola yang kita kagumi karena paras, karakter, maupun keterampilan tertentu dalam dirinya. Para idola yang selama ini hanya dapat kita saksikan di majalah maupun layar kaca pun dapat kita temui di tempat ini. De Arca adalah ‘tempat nongkrong’ bagi para tokoh terkemuka dari berbagai belahan dunia ketika sedang berkunjung ke Yogyakarta. Namun hati-hati jangan tertipu dengan apa yang telah kalian saksikan dan jangan kecewa bahwa sosok idola yang kalian idam-idamkan hanya sebuah tiruan. Jangan juga kalian mengajak mereka bicara, karena sekalipun tampak seperti aslinya, mereka ternyata adalah hasil seni rekayasa.

Solusi Tepat Rekreasi Keluarga

De Arca terbagi kedalam 3 zona sesuai dengan karakteristik tokoh yang ditampilkan. Di zona tokoh nasional, kita dapat bertemu oleh replika tokoh-tokoh nasional dan pahlawan pejuang kemerdekaan. Sosok tegas Kapitan Pattimura yang selama ini kita saksikan dalam lembaran mata uang pun menjelma menjadi sosok nyata. Selain itu dapat juga kita temukan berbagai sosok nasionalis lain di zona ini. Setelah itu di zona presiden dunia kita diberikan kehormatan untuk bertemu dengan Ratu Elizabeth, BJ Habibie, hingga Presiden Obama dalam satu ruang yang sama. Buah hati yang sedari tadi bingung bahkan mungkin takut melihat replika tokoh-tokoh yang tidak mereka ketahui pun akan kembali ceria di zona tokoh dunia. Di zona ini, berkumpulah berbagai tokoh kenamaan seperti Jackie Chan dan David Beckham yang tentunya menarik bagi kita yang memiliki anak berusia remaja. Kita tidak terburu-buru kaget karena ternyata tidak hanya aktor ternama saja, Hulk, Captain America dan Thor juga hadir untuk menghibur buah hati kita yang berada dalam usia kanak-kanak.

Sekarang sudah bukan jamannya lagi memandang sosok idola melalui surat kabar dan layar kaca. Temukan ‘sosoknya’ di Museum De Arca ketika sedang berada dalam acara kunjungan ke Yogyakarta. Berwisata ke De Arca sungguh sebuah hiburan yang menarik bagi seluruh bagian keluarga. (*)

____

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Setiap Hari pukul 10.00-22.00

HTM : 

Aktivitas : Berselfie ria sampai puas bareng patung-patung lilin tokoh dunia!

LOKASI

Alamat : XT Square Gedung UmarKayam, Lantai Basement, Jalan Veteran, Umbulharjo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia

Telepon : PHONE : (+62 274) 380809 & RESERVATION : (+62 274) 7198777

Website : http://www.dearcamuseum.com/ &  Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

3,7 Kilometer

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Dari Nol Kilometer dapat melewati Jl. Sultan Agung- Jl.Batikan-Jl.Veteran untuk sampai di XT Square

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : Siang Hari karena sekalian berteduh dari panasnya matahari diluar ruangan.

What to bring : Kamera berkualitas tinggi untuk selfie dengan para tokoh terkemuka

Do : Berkunjung dengan tiket terusan ke De Mata sekaligus agar lebih efisien secara harga dan pengalaman berwisata.

Don't : Merusak properti, menyerobot antrian, mengganggu Pengunjung lain yang sedang berfoto

Kelabui Followers Instagram Anda dengan Berfoto-Foto Ria di De Mata Yuk!

De Mata Trick Eye Museum yang konon merupakan museum 3 dimensi terbesar di dunia. De Mata Trick Eye Museum ini masih berada satu kompleks dengan De Arca di XT Square jadi tidak ada salahnya untuk membeli tiket terusan untuk menggali pengalaman sekaligus menabung bank foto untuk dipamerkan ke teman-teman dan sanak saudara. Museum De Mata ini tentunya tidak kalah menarik dengan sajian berbagai frame serta latar foto yang dapat dipergunakan untuk sarana foto tipuan mata.

Menuju ke Museum De Mata dari Nol Kilometer, kita hanya perlu menyusuri Jl. Sultan Agung- Jl.Batikan-Jl.Veteran untuk sampai di XT Square. Tidak terlalu jauh tentunya, hanya sekitar 3,7 kilometer dan menempuh perjalanan selama 20 menit saja kita dapat sampai ke lokasi ini. Kendaraan umum pun dapat dengan mudah dipergunakan sebagai sarana transportasi yaitu dengan memanfaatkan Trans Jogja rute 2 B dan 4 B. XT Square sendiri merupakan salah satu lokasi yang diketahui oleh sebagian besar penduduk lokal apabila kita hendak  bertanya dalam perjalanan.

Museum De Mata
Museum De Mata

Temukan Spot-Spot Foto Terbaik di De Mata

Adegan adu pukul dengan atlet tinju tentu tidak akan terjadi di dunia nyata karena kalaupun hal tersebut terjadi pasti kita sudah berakhir di puskesmas terdekat. Berbagai hal yang mustahil terjadi di dunia nyata pun dapat menjadi kenyataan di De Mata Trick Eye.  Jika De Arca memikat dengan figur-figur populer, maka De Mata juga tak akan kalah dengan berbagai latar untuk berfoto yang tentunya sangatlah menakjubkan. Lebih dari 100 buah frame dan background tiga dimensi hadir untuk menjadi lahan kita untuk berfoto-foto ria.

Berapapun banyaknya memori dan baterai kamera tersedia seolah tak dapat menampung hasrat kita untuk ber-foto ria di tempat ini. Dari mulai foto yang sok keren, sok kuat, hingga seolah menjadi seorang astronot pun akan membuat sanak saudara yang melihat foto tersebut bergeleng-geleng. Anda hanya perlu pandai-pandai memainkan angle, fokus, serta berpose sesuai arahan untuk menciptakan sebuah tipuan mata yang mengundang gelak tawa. Tidak perlu bingung-bingung untuk mengatur pose dalam berfoto, De Mata juga menyediakan sebuah foto berukuran kecil yang dapat dijadikan sebagai panduan dalam mengambil gambar.

Tempat Wisata Nyaman Bersama Keluarga

De Mata merupakan salah satu wahana rekreasi yang menghibur serta berpotensi menjalin keakraban muncul dalam keluarga. Banyak keseruan yang akan muncul ketika menjejakkan kaki ke tempat ini. Dari mulai kita yang akan saling mengingatkan dan usulah arahan pose dalam berfoto hingga gelak tawa yang tercipta ketika melihat hasil foto yang telah di ambil. Terlebih lagi ketika kita berdiskusi dengan keluarga maupun pada teman-teman tentang caption seperti apa yang cocok dimunculkan ketika kita mengunggah foto tersebut di sosial media. Selain pamer foto dengan para followers instagram, momen-momen indah bersama orang terdekat pun dapat kita jalin dengan mengunjungi tempat ini.

Maksimalkan latar dan frame foto yang ada di Museum De Mata untuk membuat followers instagram anda mengernyitkan mata. Berjalan-jalan dan berfoto-foto di De Mata tentunya dapat menjadi sebuah kunjungan yang menghibur bersama dengan keluarga dan orang terdekat.

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Setiap Hari pukul 10.00-22.00

HTM : 

Aktivitas : Berselfie ria sampai puas!

LOKASI

Alamat : XT Square Gedung UmarKayam, Lantai Basement, Jalan Veteran, Umbulharjo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia

Telepon : PHONE : (+62 274) 380809 & RESERVATION : (+62 274) 7198777

Website : http://www.jogja.dematamuseum.com/ Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

3,7 Kilometer

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Dari Nol Kilometer dapat melewati Jl. Sultan Agung- Jl.Batikan-Jl.Veteran untuk sampai di XT Square

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : Siang Hari karena sekalian berteduh dari panasnya matahari diluar ruangan.

What to bring : Kamera berkualitas tinggi untuk menangkap momen-momen menyenangkan yang melibatkan tipuan mata.

Do : Meluangkan baterai dan memori kamera untuk kepuasan berfoto-foto

Don't : Merusak properti, menyerobot antrian, mengganggu Pengunjung lain yang sedang berfoto

Kotagede: Berburu Perak dan Kisah Sejarah di Kota Tua-nya Jogja

Semarang dan Jakarta hadir dengan Kota Tua dan Kota Lama-nya terkait dengan distrik benuansa klasik. Yogyakarta pun tidak segan untuk hadir dengan Kotagede sebagai distrik wilayah yang kental akan nuansa historis. Berbeda dengan Kota Tua dan Kota Lama yang erat dengan nilai-nilai arsitektur dan lanskap bangunan peninggalan Pieter Both dkk, Kotagede hadir dengan nuansa historis penisnggalan Kerajaan Mataram.

Tidak sulit untuk dapat menjangkau kawasan ini. Kotagede dapat dijangkau dengan menggunakan TransJogja nomor 3A. Apabila hendak menggunakan kendaraan pribadi pun kita hanya perlu menuju ke arah timur Nol Kilometer untuk kemudian menuju ke arah selatan. Bagi kita yang gemar mengamati peninggalan-peninggalan sejarah, Kotagede dapat menjadi sebuah museum mini untuk merekonstruksi kehidupan masyarakat Jawa Kuno pada masa lampau di benak kita masing-masing.

Kotagede

Kotagede

Pasar Kotagede

Kita dapat memulai kunjungan di Kotagede dengan mengunjungi Pasar Legi Kotagede (Pasar Kotagede), pasar rakyat yang telah menjadi lokasi masyarakat untuk melakukan kegiatan jual beli sejak era Panembahan Senopati. Konstruksi bentuk bangunan memang tetap dipertahankan sedemikian rupa walaupun harus mengalami berbagai macam perbaikan karena faktor usia. Tentunya hal ini dilakukan untuk tetap mempertimbangkan aspek historis maupun juga aspek kelayakan penggunaan bangunan yang bagi sebagian kalangan masyarakat menjadi tonggak penghidupan untuk keluarganya.

Bagi kita yang lama tinggal di perkotaan karena tuntutan pekerjaan, berkunjung ke tempat ini dapat digunakan sebagai ajang reuni antara lidah kita dan berbagai macam jajanan tradisional. Tentunya berbagai macam snack idaman kita sewaktu kecil dapat kita temukan kembali di tempat ini. Bagi kita yang sudah memiliki buah hati, tentunya mencoba berbagai macam makanan tradisional merupakan hal yang baru dan cukup menarik bagi mereka. Tentunya mencoba nikmatnya memakan Getuk, Jenang, dan Wajik dapat menjadi pilihan alternatif untuk berbagai makanan modern yang biasa mereka konsumsi bukan?

Kompleks Makam Raja Mataram dan Masjid Tertua di Yogyakarta

Apabila perut sudah cukup terpuaskan dengan berbagai macam makanan dan minuman penawar rindu, kita pun memiliki cukup amunisi tenaga untuk berjalan-jalan melihat berbagai sudut historis Kota Tua ala Yogyakarta ini. Kita dapat melakukan ziarah ke Makam Raja Mataram yang masih berada di wilayah Kotagede. Kompleks makam raja ini dikelilingi oleh tembok megah dengan ukiran yang indah dan masih memiliki sedikit corak Kebudayaan Hindu.

Jangan sampai lupa bahwa di wilayah ini juga terdapat Masjid Agung Kotagede yang konon disebut-sebut sebagai bangunan masjid tertua di wilayah Yogyakarta. Tentunya apabila sudah tiba waktunya bagi kita untuk beribadah, tak ada salahnya untuk menjalankan kewajiban kita di salah satu masjid yang bersejarah di Yogyakarta ini. Walaupun sebagai sebuah cagar budaya yang penuh nuansa historis namun hingga saat ini Masjid Agung Kotagede masih difungsikan sebagai sebuah tempat ibadah.

Sentral Kerajinan Perak

Kita dapat menemukan banyak gerai pengrajin perak di Kotagede. Para pengrajin menyajikan hasil kreasi berupa cincin, kalung, liontin, maupun bros yang beraneka rupa sebagai pemberian untuk yang dicinta. Dengan pilihan harga yang beragam, tentunya satu-dua hasil karya para pengrajin tersebut dapat menarik minat kita untuk membeli sekedar untuk digunakan sendiri maupun sebagai pemberian. Selain nilai sejarah dan religi, Kotagede juga menyajikan nilai seni yang tinggi bagi kita yang meluangkan waktu untuk berkunjung ke sana.

--

Percayalah, Kotagede tak pernah kalah menarik dibandingkan dengan Kota Tua dan Kota Lama. (*)

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

Tentang Kotagede Yogyakarta

Aktifitas:

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Dari pusat kota berjarak 5 km dengan jarak tempuh 15 menit.

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Melewati Jl. Brigjen Katamso menuju ke arah Jl. Perintis Kemerdekaan atau dapat menggunakan TJ (Trans Jogja) nomor 3A.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit : Pagi-Sore

What to bring : Kamera, handuk kecil, casual outfit

Do : Menikmati bangunan bersejarah peninggalan Raja Mataram, berbelanja, wisata kuliner, berfoto-foto. Ramahlah kepada warga Kotagede.

Don't :Membuang sampah sembarangan.

Tamansari Jogja: Mengintip Kesegaran Permandian Para Istri Raja

Tamansari Jogja - Tamansari Water Castle ini merupakan bekas tempat pemandian istri-istri raja dari Keraton Ngayogyakarta. Pernah membayangkan seperti apa bentuk tempat pemandian raja-raja dan keluarganya seperti apa? Jika penasaran, jangan lupa kunjungi Tamansari Jogja Water Castle yang berada di pusat kota Yogyakarta.

Taman Persembahan Untuk Istri-istri Sultan

Tamansari Water Castle dibangun atas perintah Pangeran Mangkubumi atau Sri Sultan Hamengkubuwono I. Taman ini dibangun sekitar 500 meter dari Keraton Ngayogyakarta di dekat sebuah umbul (mata air) yang dipersembahkan untuk istri-istrinya yang telah membantu selama peperangan. Taman yang dibangun tersebut berupa sebuah pulau dan danau buatan yang dikelilingi sebuah kebun yang dipenuhi dengan berbagai tanaman bunga. Aroma wangi akan menyeruak keseluruh taman pada saat bunga tersebut mekar. Selain itu taman ini juga dilengkapi dengan dengan kanal air yang menghubungkan Tamansari Water Castle dengan Keraton. Dahulu luas keseluruhan taman ini mencapai lebih dari 10 hektare. Namun sekarang yang tersisa hanya tinggal beberapa bagiannya saja namun masih cukup terawat dan bisa dinikmati keindahannya seperti Umbul Binangun, Pulo Kenanga, Pulo Cemeti, Gedhong Gapura Ageng, Gedhong Lopak-lopak, dan Sumur Gumuling.

Tamansari Jogja
Tamansari Jogja

Menikmati Suara Gemericik dan Kesejukan Air di Umbul Pasiraman Tamansari Water Castle

Umbul Binangun merupakan salah satu bangunan utama dari Tamansari Water Castle yang masih terjaga sampai saat ini. Ditempat inilah dahulunya Sultan dan keluarganya mandi pada hari-hari atau bulan tertentu. Ada 3 kolam besar yang masih bisa kita lihat ditempat ini yaitu Umbul Muncar, Blumbang Kuras, dan Umbul Binangun.

Umbul Muncar merupakan kolam yang terletak disisi paling utara. Kolam ini digunakan sebagai tempat mandi untuk bagi para selir dan putri sultan. Disamping kolam ini terdapat bangunan yang digunakan sebagai tempat untuk berganti baju para selir dan putri. Terletak bersebelahan dengan Umbul Muncar terdapat sebuah kolam yang bernama Blumbang Kuras, kolam ini berfungsi sebagai kolam untuk menguras atau membersihkan semua aliran air yang ada di Tamansari Water Castle ini.

Sementara itu Umbul Binangun yang hanya diperuntukan untuk tempat mandi sang permausuri ini dipisahkan oleh sebuah bangunan dengan menara yang cukup tinggi. Menara tersebut digunakan oleh sultan untuk melihat istri-istrinya yang sedang mandi. Sementara bagian bawah gedungnya digunakan sebagai tempat untuk berganti baju. Penataan pot-pot Bunga ditambah suara gemericik dan birunya air yang ada di kolam tersebut akan semakin menambah suasana menjadi semakin tenang. Bisa dibayangkan pada jaman dahulu saat tempat tersebut masih dikelilingi oleh kebun bunga, pasti suasananya lebih cantik dan indah.

Bergaya Ala Foto Model di Sumur Gumuling

Selain Umbul Pasiraman, masih ada 2 tempat lagi yang paling banyak dikenal dan didatangi orang di kompleks Tamansari Water Castle ini, yaitu Sumur Gumuling dan lorong penghubung antara Umbul Pasiraman dan Pulo Cemeti. Bagi para pecinta fotografi, tempat ini adalah obyek foto yang sangat cantik. Bahkan tidak jarang ada beberapa pasangan pengantin yang melakukan foto pre-wedding ditempat ini. Ditempat ini pun kita bisa bergaya ala model professional. Bahkan beberapa film dan band terkenal pernah menjadikan tempat ini sebagai lokasi untuk pengambilan gambar.

Tamansari Water Castle bisa menjadi sebuah oase kesejukan saat kita jalan-jalan di Yogyakarta. Tempat ini pun sangat indah untuk dijadikan sebagai obyek fotografi. Tidak ada alasan untuk tidak datang ke Tamansari Water Castle.

__

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista

-oOo-

Tentang Tamansari

Waktu Operasional : Setiap hari, pukul 08.00 – 14.00

HTM : Rp 5.000/orang. Untuk Sumur Gumuling gratis

Fasilitas: 

Aktifitas: 

Alamat : Jl. Taman, Kraton, Yogyakarta 55133

Telepon : -

Website : Review TripAdvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak Tamansari Water Castle dari O KM Jogja sekitar 2 km yang dapat ditempuh dalam waktu 10 menit. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Dari O KM Jogja bisa ditempuh dengan cara berjalan kaki dalam waktu kurang lebih selama 15 menit. Jalur yang bisa dilewati adalah 0 KM Jogja – Jl. Pangurangaka – Alun Alun Utara – Jl. Rotowijayan – Jl. Ngasem – Pasar Ngasem – Tamansari Water Castle. Atau bisa menuju ke Tamansari Water Castle dengan menggunakan becak.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Tour Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit : Pada pagi hari (belum terlalu panas dan banyak orang)

What to bring : Kamera, Kacamata, Baju santai, sunblock (bila diperlukan), Air Minum

Do : Jelajahi semua bagian dari Tamansari Water Castle, Mengambil foto dengan latar belakang Tamansari Water Castle, berkeliling kampung sekitar Tamansari Water Castlekarena kita bisa melihat Kampung Cyber, pusat kerajinan batik, dan melihat aktivitas penduduk sekitar

Don't : Buang sampah sembarangan, corat-coret tembok, memanjat dinding di Pulo Cemeti

Tugu Yogyakarta, Simbol Filosofis Semangat Perjuangan dan Alasan Untuk Terus Kembali ke Jogja

Tugu Jogja - Selain dikenal sebagai Kota Gudeg, Jogja dikenal juga sebagai Kota Pelajar. Setidaknya ada lebih dari 50 perguruan tinggi yang ada diseluruh wilayah Yogyakarta.  Setiap tahunnya banyak pelajar dari seluruh Indonesia bahkan dari luar negeri yang datang ke Jogja untuk menuntut ilmu. Begitupun sebaliknya, setiap tahun juga banyak pelajar yang meninggalkan kota ini karena telah menyelesaikan pendidikannya. Kota ini seolah-olah diisi oleh orang-orang yang berbeda setiap tahunnya. Namun keramahan orang-orangnya dan kenyamanan kota ini pasti akan membuat semua orang yang pernah tinggal di Jogja akan selalu merindukan dan ingin datang kembali ke Jogja. Sesuai dengan motonya “Jogja Berhati Nyaman”.

Tugu Yogyakarta, Paket Tour Jogja, Paket Wisata Jogja
Pelajar SMA yang merayakan kelulusan di Tugu Jogja via kompasiana(dot)com

Ikon dan Tempat Foto Wajib di Jogja

Ada  peraturan tidak tertulis yang mengatakan bahwa tidak lengkap rasanya jika datang ke Jogja tapi tidak berfoto di Tugu Pal Putih atau yang biasa dikenal dengan nama Tugu Jogja.  Namun ada sebuah mitos yang menyatakan kalau mahasiswa yang sedang kuliah di Jogja lulusnya akan lebih lama jika berani mengambil foto di Tugu Putih sebelum lulus. Setiap harinya tugu ini rame didatangi orang yang ingin mengambil foto dengan latar belakang ikon Yogyakarta tersebut.

Tugu Yogyakarta, Paket Tour Jogja, Paket Wisata Jogja
Replika tugu Golog Gilig via yukpegi(dot)com

Tugu Pal Putih dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwana I setahun setelah pembangunan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Tugu ini berada satu garis imajiner lurus antara Pantai  Selatan, Keraton , dan Gunung Merapi yang merupakan arah untuk bermeditasi bagi  Sultan Jogja. Pada awal mulanya, tugu yang  tingginya mencapai 25 meter ini disebut dengan nama Tugu Golog Gilig karena puncaknya yang bulat (golog) dan tiangnya yang berbentuk silinder (gilig). Tugu Golog Gilig mempunyai filosofis “Manunggaling Kawula Gusti” atau semangat persatuan rakyat dan penguasa untuk mengusir penjajah.

Tugu Golog Gilig tersebut sempat hancur pada saat terjadi gempa yang mengguncang Jogja pada 10 Juni 1867. Bentuknya yang seperti  sekarang ini merupakan hasil renovasi atau pembangunan kembali yang dilakukan oleh Belanda pada tahun 1889. Puncaknya yang dulu berbentuk bulat berubah menjadi kerucut. Tingginya pun sekarang hanya 15 meter. Tugu tersebut oleh Belanda kemudian disebut dengan nama De White Pal atau Tugu Pal Putih. Perubahan bentuk Tugu tersebut sebenarnya merupakan salah satu upaya Belanda untuk mengikis persatuan antara rakyat Jogja dengan rajanya. Namun upaya tersebut ternyata tidak berhasil. Persatuan rakyat Jogja dan rajanya tetap kuat dalam mengusir penjajah dari Jogja. Kini Tugu Jogja sudah dilengkapi dengan diorama yang berada disisi tenggara Tugu yang berfungsi sebagai narasi dan pelengkap informasi dan sejarah Tugu Pal Putih.

Tugu Yogyakarta dan Alasan Untuk Terus Kembali ke Jogja

Selain keramah tamahan penduduknya dan harga makanan yang murah, masih ada banyak alasan untuk selalu kembali ke Jogja tentunya. Salah satunya adalah Tugu Putih tersebut. Tugu Jogja bisa menjadi salah satu tempat untuk menghabiskan waktu malam di Jogja.  Tidak hanya sekedar berfoto saja, tetapi masih banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan ditempat ini seperti bertemu dengan traveler lain dari berbagai kota yang biasanya berkumpul di Tugu Putih ini pada malam hari. Bertemu atau berkenalan dengan orang baru artinya adalah menambah cerita dan pengalaman baru.  Atau mungkin saja juga bisa bertemu dengan saudara baru  dan calon jodoh kita. Siapa tau?

Menurut Anies Baswedan, semua sudut di Kota Jogja itu romantis. Begitu pula dengan Tugu Putih ini. Tugu Jogja akan terlihat lebih romantis pada saat senja dan malam hari karena sorotan lampunya.

Kapan ke Jogja lagi?

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista

-oOo-

Tentang Tugu Jogja

Waktu Operasional : Setiap hari, 24 Jam

Harga : GRATIS (kecuali parkir)

Fasilitas:  -

Aktifitas: Berfoto dengan latar belakang ikon Jogja, belajar sejarah pembangunan Tugu Pal Putih yang ada diorama, menikmati kopi joss atau wedang ronde yang dijual disekitar Tugu, bertemu dengan traveler dari daerah lain

Alamat : Jl. Jendral Sudirman, Yogyakarta, Indonesia

Telepon : -

Website : Review TripAdvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak Tugu Pal Putih dari Titik O KM Jogja adalah sekitar 2 km disebelah utara dan dapat ditempuh dengan cara berjalan kaki atau dengan menggunakan becak maupun andong.

Perbedaan hasil pada saat kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti kondisi lalu-lintas dan atau jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit : 

What to bring : 

Do : 

Don't : 

Hadirkan Rindu dan Nostalgia, Malioboro Jogja Selalu Punya Tempat di Hati

Tak perlu ke Singapura, Yogyakarta memiliki kawasan yang serupa Orchad Road dengan muatan lokal yang memunculkan rindu dan nostalgia. Ya, kita mengenal kawasan tersebut dengan nama Jalan Malioboro.

Berkunjung ke Yogyakarta tak akan lengkap tanpa menunjungi Malioboro Jogja. Sebuah kawasan yang menjadi lahan bagi para pedagang kecil untuk menjajakan berbagai macam barang. Terletak di posisi yang strategis, kawasan Malioboro dapat dijangkau dengan mudah karena terletak di pusat kota. Berbatasan langsung dengan kawasan Benteng Vredeburg dan Nol Kilometer, tentunya tak akan sulit untuk menemukan kawasan ini. Kawasan Malioboro terletak di selatan Stasiun Tugu, sebuah kawasan jalan satu arah yang  merupakan perpaduan antara kawasan belanja tradisional dan modern.

malioboro jogja, paket tour jogja, paket wisata jogja
Malioboro, dari jaman dulu hingga saat ini selalu identik dengan lampu jalan yang khas. Kini semakin menyenangkan dengan perlebaran area pedestrian. Sehingga para pejalan kaki bisa lebih nyaman untuk menikmati suasana di jalan Malioboro

Pusat Cinderamata dan Pernak-Pernik Murah Yang Jogja Banget

Sesampainya di Malioboro, mata kita akan menangkap banyak hal mulai dari kehadiran berbagai department store yang menjulang maupun pedagang-pedagang pinggir jalan yang menjual aneka rupa cinderamata karya pengerajin lokal. Berbagai buah tangan untuk sanak saudara mudah didapatkan di kawasan ini dari mulai batik, kaos, blangkon, wayang, gantungan kunci, serta berbagai penak pernik lain yang berciri khas Yogyakarta. Tentunya sanak saudara di rumah mengharapkan sedikit cinderamata dari kita yang usai berkunjung ke Yogyakarta bukan?

malioboro jogja, paket wisata jogja, paket tour jogja
Batik dalam berbagai kemasan produk, seperti baju, ceana, sandal, tas dll, menjadi produk seouvenir yang paling banyak dicari para pelancong dari luar kota. Selain murah, ke-otentikan batik dari Jogja menjadi hal yang disenangi.

Jalan-jalan murah tanpa biaya retribusi. Tapi tetap waspadai oknum parkir di saat musim liburan.

Tidak perlu memikirkan soal biaya retribusi, berkunjung ke Malioboro tidak dipungut biaya sama sekali. Semua yang kita saksikan di Malioboro gratis tanpa retribusi, Untuk dapat berkunjung ke tempat ini kita hanya perlu mempersiapkan sekian ribu rupiah untuk keperluan parkir. Namun berhati-hati, dalam momen liburan panjang terkadang ada beberapa oknum parkir nakal yang menaikkan harga parkir secara dadakan. Ketika berkunjung ke Malioboro, kita dituntut untuk pandai-pandai menawar harga sehingga mendapatkan harga yang paling murah. Tentunya kita harus menghemat pengeluaran sehingga budget oleh-oleh tidak membengkak. Karena sungguh menyenangkan apa bila kita berhasil memenangakan harga tawar dengan sang penjual, sungguh kepuasan tersendiri yang patut Anda rasakan.

Dalam momen liburan panjang terkadang ada beberapa oknum parkir nakal yang menaikkan harga parkir secara dadakan. Ketika berkunjung ke Malioboro, kita dituntut untuk pandai-pandai menawar harga sehingga mendapatkan harga yang paling murah.

 

Malioboro Yogyakarta
Per 2016, Malioboro sudah bebas parkir kendaraan bermotor. Semua kendaraa bermotor hanya bisa parkir di jalan kiri atau kanan jalan utama Malioboro, seperti Jl. Pajeksan, Dagen, Perwakilan, Abu Bakar Ali, atau di Jl. Senopati. Di musim liburan, waspadai oknum parkir yang sesuka hati menaikkan biaya parkir.

 

Sajian Pinggiran dan Alunan Suara Musisi Jalanan

Ini nih yang bikin Malioboro selalu ngangenin. Ketika matahari perlahan tenggelam dan hari berganti malam, para pedagang asongan pun "berganti shift" dengan para penjaja makanan. Pinggiran Jalan Malioboro akan disulap menjadi sebuah pasar jajanan camilan dan kuliner pada malam hari. Tentu saja malam hari bukan waktu yang terlalu tepat untuk berburu cinderamata karena mayoritas penjaja cinderamata beraksi di siang hari. Namun pada malam hari kita akan melewatkan waktu dengan hiburan nada dan irama yang dilantunkan oleh para musisi jalanan. Sambil duduk dan menikmati sajian kuliner, tentunya nyanyian para musisi jalanan dapat memunculkan suasana yang romantis sekaligus haru.

malioboro destinasi wajib wisata jogja
Salah satu sudut jalan Malioboro, tepat di depan Gedung Agung. Setiap malam area ini digunakan sebagai tempat ngumpul dari banyak komunitas anak muda dan seniman.

Malioboro, Titik Nol-nya Jogja. Ke Obyek Wisata Manapun Tak Terlalu Jauh.

Berkunjung ke kawasan Malioboro merupakan sebuah solusi tepat untuk kunjungan yang terbatasi oleh waktu. Hal ini dikarenakan lokasi Malioboro sangat strategis dan mudah dikombinasikan dengan berbagai pilihan objek wisata lain. Berbagai paket wisata jogja yang bertebaran di Internet dan hampir semua menawarkan Malioboro sebagai "gong" Anda saat jalan-jalan ke Jogja. Nah, kalo mau berbelanja berbagai macam jenis sandang maupun batik-batik yang murah namun berkualitas, Pasar Beringharjo jadi jawabnya. Penasaran dengan benteng peninggalan Belanda yang penuh nilai estetika? Kunjungi aja Benteng Vredeburg terletak di penghujung Jalan Malioboro. Sekedar ingin selfie yang ‘Jogja Banget’? Nol Kilometer dapat menjadi pilihan tepat. Berbagai penginapan dengan varian kelas yang berbeda pun tersedia di kawasan ini menyesuaikan budget yang anda miliki.

Berbelanja & menikmati romantisme Jogja adalah 2 tujuan utama para pelancong ke Malioboro.

Untuk kalian yang pernah meluangkan hidup di kota ini, Malioboro tentunya membawa haru tersendiri. Sedangkan untuk kalian yang pernah berkunjung ke tempat ini, Malioboro seperti magnet yang menarik kalian untuk datang kembali. Untuk kalian yang belum pernah ke tempat ini, tunggu apa lagi? Temukan pilihan paket wisata jogja  dan paket tour jogja kekinian dari Tripjogja (*)

__

Author : Pradipta AkosoEditorAjeng Darmista

Tentang Malioboro Jogja

Waktu Operasional : Mulai pagi hari hingga malam hari, malioboro selalu terbuka untuk semuanya.

HTM : Gratis tanpa ada loket retribusi

Fasilitas: Malioboro dilengkapi dengan banyak tempat duduk sehingga saat Anda lelah berjalan, Anda bisa beristirahat sejenak sembari mencicipi aneka makanan yang dijajakan sepanjang Jalan Malioboro. Saat ini Malioboro sudah melengkapi fasilitas pejalan kaki dengan Lampu Penyebrangan, sehingga pejalan kaki dapat menyebrang dengan aman di Jalan Malioboro yang selalu padat.

Aktifitas:

Alamat : Jl. Malioboro

Telepon : -

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Berbatasan langsung di sebelah Utara Nol Kilometer.

Menuju Kesana : 

Dapat dikunjungi dengan menggunakan Trans Jogja Rute 1A dan 2A

Best Time to Visit : Sore hari menuju ke malam hari untuk menghindari terik matahari.

What to bring :  Membawa topi untuk meredam panas matahari yang kadang menyengat di siang hari.

Do :

Don't : 

Adu Kemampuan Menawarmu di Pusat Belanja Paling Hits di Jogja Beringharjo

Kemampuan menawar memang diperlukan saat traveling, terutama jika kita ingin membeli oleh-oleh maupun barang khas di daerah yang kita kunjungi. Dengan keahlian menawar yang kita punya, kita bisa mendapatkan barang yang kita inginkan dengan harga yang sudah pasti lebih murah. Mau uji kemampuan menawar? Datang saja ke Pasar Beringharjo.

Pasar Beringharjo, Pasar Tertua di Yogyakarta

Cikal bakal pasar yang terletak diantara Jalan Malioboro dan Jalan Ahmad Yani  ini dibangun untuk melengkapi pembangunan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada tahun 1758. Sesuai dengan pola tata Kasultanan Yogyakarta yang disebut dengan catur tunggal, Keraton dibangun sebagai pusat pemerintah dilengkapi dengan Alun-alun sebagai ruang publik, Masjid Gede Kauman sebagai tempat ibadah, dan Pasar Beringharjo sebagai pusat transaksi ekonomi.

Nama Beringharjo berasal dari kata “bering” yang berarti beringin dan “harjo” yang berarti kesejahteraan. Pasar Beringharjo dibangun diatas bekas lahan hutan beringin yang diharapkan dapat memberikan kesejahteraan. Pembangunan Pasar Beringharjo yang modern mulai dilakukan pada 24 Maret 1925 oleh perusahaan beton dari Hindia Belanda. Interior Pasar Beringharjo merupakan perpaduan antara gaya khas Jawa dan kolonial.

Pasar Beringharjo Yogyakarta
Pasar Beringharjo Yogyakarta

Wisata Belanja di Pasar Beringharjo

Selain berfungsi seperti pasar pada umumnya di daerah lain, Pasar Beringharjo adalah tempat yang tepat untuk didatangi kalau ingin berburu-buru oleh-oleh khas Jogja seperti batik baik itu kain batik, pakaian jadi, sampai dengan segala aksesoris atau pernak-pernik yang berbahan dasar batik.

Batik yang dijual pun sangat lengkap. Mulai dari batik yang berbahan katun dengan harga puluhan ribu sampai dengan batik yang berbahan sutra yang harganya bisa mencapai jutaan. Semua tergantung dengan budget yang kita miliki dan jangan lupa gunakan keahlian menawar kita untuk bisa mendapatkan harga yang lebih murah. Para penjual biasanya akan memulai menawarkan dagangannya dengan harga yang lebih mahal dari harga aslinya. Namun jangan langsung terima harga tersebut, tawar separuh harga terlebih dahulu lalu naikan tawaran sedikit demi sedikit sampai akhirnya terjadi kesempatan berapa harga yang sama-sama dikehendaki. Jika tidak ada kesepakatan harga juga, ada baiknya untuk mencari pedagang lain terlebih dahulu dengan harga yang lebih cocok.

Penjual batik kain bisa dijumpai di los pasar bagian barat sebelah utara. Sementara pakaian batik, surjan, sandal, blangkon dan pernak-pernik batik lainnya seperti  bisa ditemukan diseluruh pasar bagian barat.

Berpindah menyusuri Pasar Beringharjo di lantai 2 dibagian timur, maka akan ada aroma khas yang akan segera menyeruak ke indera penciuman kita. Ya, lantai 2 sebelah timur Pasar Beringharjo memang dikhususkan untuk para pedagang rempah-rempah maupun bahan dasar jamu seperti kunyit, asem, kayu manis, maupun daun salam.

Sudah merasa segar dengan aroma rempah-rempah, wisata belanja di Pasar Beringharjo bisa dilanjutkan menuju ke lantai 3. Untuk para pecinta barang-barang kuno dan antik, tempat ini adalah tempat yang tepat untuk didatangi. Di lantai 3 ini kita bisa menemukan berbagai barang-barang kuno yang mungkin saja tidak bisa kita temukan lagi di pasar pada umumnya seperti mesin ketik, helm jadul, sampai dengan kaset-kaset album lawas yang diproduksi pada tahun 50an-90an. Barang-barang lain yang bisa didapatkan di lantai ini adalah barang-barang bekas impor seperti tas, baju, dan sepatu dengan kondisi yang masih cukup bagus. Tentu saja jika kita pintar-pintar memilahnya.

Pecel Senggol dan Dawet yang Legendaris di Pasar Beringharjo

Berkeliling Pasar Beringharjo yang cukup luas tentu saja akan membuat tubuh kita kekurangan cairan dan kelaparan. Untuk menyegarkan kembali tubuh dengan mencicipi berbagai kuliner yang bisa ditemukan disekitar area Pasar Beringharjo. Untuk menghilangkan dahaga kita bisa mencicipi dawet khas Jogja yang dijual oleh Mbah Hari. Tempat jualan Mbah Hari ini berada di pintu pertama sebelah utara pasar. Yang membedakan dawet khas Jogja dengan dawet dari daerah lain adalah adanya campuran cau (sejenis agar-agar yang dibuat dari daun cam cau) dan cendol putih yang terbuat dari tepung beras.

Sementara untuk mengobati perut yang lapar kita bisa mencoba pecel senggol yang ada persis didepan pintu utama Pasar Beringharjo. Ada alasan yang cukup unik kenapa pecel ini dinamakan dengan pecel senggol. Alasannya adalah karena tempat tempat jualan pecel yang cukup sempit dan ramenya pengunjung Pasar Beringharjo, bisa saja kita tersenggol orang yang lewat saat menyantap pecel tersebut. Tapi jangan marah kalau tersenggol orang yang lewat. Namun sayangnya kita tidak bisa mempraktekan kemampuan menawar kita ditempat, harga pecel senggol yang dijual adalah harga pas.

Tidak hanya bisa mempraktekan kemampuan menawarmu, lebih dari itu Pasar Beringharjo juga menawarkan pengalaman lain berwisata belanja dan kuliner.

Author : Nova AristiantoEditorAjeng Darmista

-oOo-

Tentang Pasar Beringharjo Jogja

Waktu Operasional : Setiap hari, pukul 06.00 – 17.00 WIB

Harga : - 

Fasilitas:  Tempat parker, ATM, Toilet

Aktifitas: Selain membeli oleh-oleh khas Jogja, di Pasar Beringharjo kita juga bisa melihat aktivitas penduduk lokal yang sedang melakukan traksaksi di dalam pasar. Untuk yang menyukai sejarah dan bangunan tua, bangunan Pasar Beringharjo bisa menjadi obyek yang menyenangkan untuk dilihat. Yang terakhir adalah wisata kuliner. Selain pecel senggol, masih banyak lagi penjual makanan tradisional lain yang ada didepan pasar mulai dari nasi gudeg sampai dengan kue-kue kering.

Alamat : Jl. Pabringan 1, Yogyakarta

Telepon : (0274) 515 871

Website : Review TripAdvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Dari Jalan Malioboro hanya 1 Kilometer menuju ke Pasar Bringharjo atau ditempuh 5 menit menggunakan becak.

Perbedaan hasil pada saat kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti kondisi lalu-lintas dan atau jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit : 

What to bring : 

Do : 

Don't : 

Menilik Keistimewaan Jogja di dalam Keraton Ngayogyakarta nan Agung

Berwisata ke Daerah Istimewa Yogyakarta tak akan lengkap jika melewatkan kunjungan ke kediaman milik sang raja yaitu Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau yang sering disebut sebagai Keraton Yogyakarta. Sampai saat ini kompleks bangunan keraton masih berfungsi sebagai tempat tinggal keluarga raja. Daerah Istimewa Yogyakarta sendiri dipimpin oleh Raja Sri Sultan Hamengkubuwana X selaku raja di lingkup adat sekaligus Gubernur dalam tataran pemerintahan. Walaupun bertajuk sebagai sebuah istana, namun Keraton Yogyakarta sendiri merupakan sebuah museum sejarah dan budaya yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Istana ini dipercaya terhubung garis lurus dengan Gunung Merapi dan Pantai Selatan dalam sebuah garis imajiner.

Keraton Yogyakarta
Keraton Yogyakarta

Berlokasi di selatan Nol Kilometer, kita dapat menempuh perjalanan yang kurang dari 1 kilometer untuk sampai di Keraton Yogyakarta. Sesampainya di Keraton, kita dapat mengamati kegiatan dari para abdi dalem Keraton. Abdi Dalem sendiri merupakan pribadi-pribadi yang memiliki tugas untuk mengabdi pada raja dan menjadi bagian dari Keraton. Bukan tentang material, mengabdi pada Keraton merupakan proses mendedikasikan hidup. Untuk dapat melakukan kunjungan wisata, kita dapat memilih untuk masuk melalui 2 jalur yaitu Tepas Keprajuritan dan Tepas Pariwisata.

Tepas Keprajuritan dan Peninggalan Kultural

Apabila masuk melalui Tepas Keprajuritan, kita akan dikenakan biaya sebesar Rp.3000,- untuk dapat menyaksikan Bangsal Pagelaran dan Siti Hinggil. Selain itu kita juga dapat menyaksikan berbagai macam peninggalan maupun aset budaya milik Keraton seperti gamelan, kereta keraton, dokumentasi Keraton dari waktu ke waktu, serta diorama busana yang dikenakan oleh perangkat keraton baik prajurit maupun para abdi dalem.

Tepas Pariwisata dan Eloknya Warisan Budaya

Untuk dapat masuk melalui Tepas Pariwisata dapat ditempuh melewati Jl. Rotowijayan yang cukup dekat untuk ditempuh dengan berjalan kaki. Masuk melalui Tepas Pariwisata (regol keben) akan dikenakan biaya sebesar Rp. 5000,-. Masuk melalui gerbang ini, kita dapat bertemu dengan kompleks Sri Manganti dan Kedhaton. Keduanya terdapat di Bangsal Kencono, Balairung Utama di kerajaan. Apabila masuk melalui Tepas Pariwisata, kita dapat menikmati sajian pagelaran budaya yang berbeda-beda setiap harinya dan dilaksanakan rutin pada pagi hari sekitar pukul 09.00. Untuk dapat menyaksikan pagelaran tersebut tentunya kita tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan karena sudah termasuk dalam biaya retribusi. Apabila sedang berwisata dengan diburu waktu, masuk melalui Tepas Pariwisata merupakan solusi untuk menikmati kunjungan ke Keraton karena menyajikan pilihan objek yang lebih variatif.

Tips Untuk Berkunjung ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Jangan sampai datang terlalu sore karena jam operasional Keraton untuk keperluan wisata hanya berkisar dari pukul 09.00-14.00. Jangan sampai lupa membawa perangkat kamera untuk dapat mengabadikan momen ketika berada di ‘istana’. Walaupun bukan sebagai raja, namun berada di istana sang rasa merupakan sebuah kehormatan tersendiri. Apabila kita hendak membawa kamera, akan dikenakan biaya yang tidak mahal yaitu sebesar Rp 1.000,-. Tentunya harga tersebut tergolong murah mengingat momen berharga yang dapat diabadikan di tempat ini. Tidak perlu risau bahwa kunjungan di siang hari akan membakar kulit, bangunan Keraton sendiri sangat teduh dengan perlindungan pepohonan yang rindang dan dapat menahan teriknya sinar matahari.

Berwisata bukan hanya tentang pemuasan kesenangan pribadi semata. Selalu ada pelajaran berupa pengetahuan maupun moral yang dapat dipetik dalam setiap jarak yang telah ditempuh. Berkunjung ke Keraton Yogyakarta, misalnya. Kita dapat mempelajari arti dedikasi melalui sikap para abdi dalem. Selain itu, tentunya kita juga dapat mengerti dan menghargai berbagai macam peninggalan sejarah serta budaya jawa.

__

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

-oOo-

Tentang Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Waktu Operasional : Buka Setiap Hari pukul 09.00-14.00 WIB

HTM : Rp. 10.000,- (Include tiket masuk Tepas Pariwisata, Tepas Keprajuritan, dan Izin Kamera)

Fasilitas: 

Aktifitas:

Alamat : Jl. Rotowijayan 1, Yogyakarta 55133

Telepon : +62 274 374500

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja: 1 Kilometer

Menuju Kesana : Keraton Yogyakarta dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari Nol Kilometer ke arah selatan.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Liburan Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit : Waktu-waktu berlangsungnya pagelaran budaya jawa.

What to bring : Kamera, Action Cam, Monopod dan berpakaian sopan.

Do : 

Don't :

Alun-Alun Kidul, Cerita Ruang Bersama Milik Masyarakat Jogja

Alun - Alun Kidul Jogja - Tentunya sayang untuk menghabiskan malam di penginapan saat sedang berwisata. Terlebih lagi kita sedang berada di Yogyakarta. Kota ini punya beberapa spot yang menawarkan kenyamanan dan kerinduan dalam balutan malam. Salah satunya adalah Alun-Alun Kidul atau Alun-Alun Selatan. Kenapa disebut dengan kidul atau selatan? Hal ini karena letak Alun-Alun Kidul berada di bagian selatan Kraton Yogyakarta berbeda dengan Alun-Alun Lor yang berada di utara Keraton.

Untuk dapat mencapai Alun-Alun Kidul, kita hanya perlu menyusuri Nol Kilometer ke arah selatan melalui Jl. Wijilan. Untuk membedakan antara Alun-Alun Lor dan Alun-Alun Kidul pun kita hanya perlu melihat ke tengah lapangan. Apabila kita telah sampai di Alun-Alun Kidul, kita hanya perlu memastikan dengan melihat ke tengah lapangan untuk mencari keberadaan dua buah beringin. Kedua beringin tersebut pasti akan terlihat ketika kita sudah sampai di Alun-Alun Kidul. Apabila masih tersesat, jangan panik. Di Yogyakarta ini, segala pertanyaan dari wisatawan akan disambut dengan solusi yang disampaikan dengan ramah oleh para penduduk lokal.

alkid jogja
2 pohon beringin di tengah alun-alun menjadi ikon tersendiri untuk Alkid. Permainan untuk memasuki ruang antar 2 beringin itu menjadi permainan rakyat yang sangat populer di Jogja.

Alun-Alun Selatan yang dulunya digunakan sebagai arena untuk menguji ketangkasan Prajurit Keraton kini telah difungsikan sebagai sarana ruang publik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan. Alun-alun Kidul Yogyakarta dikenal dengan nama Alkid diyakini sebagai tempat istirahat ( palereman ) bagi para Dewa. Oleh karena itu alun-alun tersebut sekarang ini banyak digunakan orang sebagai tempat ngleremke ati atau menentramkan hati banyak orang. Saat ini Alkid adalah areal yang terbuka dan berfungsi sebagai ruang publik dan arena hiburan untuk masyarakat. Sebagai sebuah ruang publik, tentunya untuk berkunjung ke Alun-Alun Kidul atau kerap disebut sebagai Alkid ini kita tidak dikenakan biaya sama sekali untuk perihal retribusi. Kita cukup datang dengan bermodalkan pakaian yang cukup hangat sehingga mampu menangkal angin malam dan sejumlah uang untuk membeli berbagai macam jajanan yang tersedia di sana. Waktu yang paling ciamik untuk mengunjungi Alun-Alun Kidul tentunya pada sore hari menuju malam.

Aneka Rupa Sajian dan Cemilan   

Ketika matahari mulai malu-malu beranjak tertidur, para pedagang mulai beranjak untuk menata dagangan mereka di Alun-Alun Kidul. Mata kita akan menangkap sosok berbagai macam pedagang asongan seperti penjaja bakso bakar, tempura, cakwe, jagung bakar, hingga berbagai macam makanan berat disajikan di sepanjang jalan. Tentunya semua itu dijual sebagai teman kita menikmati sore maupun malam hari di Yogyakarta. Tidak lengkap sepertinya ketika bercengkrama bersama sanak saudara maupun pasangan tercinta tanpa kehadiran sosok cemilan-cemilan yang menggugah selera.

Lampion-Lampion Berjalan

Meningkatnya jumlah wisatawan di tempat wisata ini pun memancing kreativitas warga untuk menyediakan hal-hal yang baru. Tidak hanya menjual jajanan makanan semata, warga sekitar mulai menyediakan berbagai macam kendaraan yang atraktif seperti sepeda tandem, becak mini, andong mini, dan berbagai kendaraan lain yang diberi lampu hias dan disewakan dengan harga yang variatif tergantung dengan kendaraan yang anda sewa. Tentunya menarik untuk ber-selfie ria sambil mengayuh kendaraan-kendaraan yang bersinar dan memendarkan gelapnya malam. Selain untuk kita yang berusia dewasa, atraksi ini juga pasti menarik bagi anak-anak dan keponakan yang kita ajak ke tempat ini.

Ritual Laku Masangin

Tak hanya sekedar duduk-duduk dan bersepeda, Alun-Alun Utara juga menyajikan salah satu ritual yang sudah cukup populer di kalangan masyarakat maupun wisatawan. Ritual tersebut disebut dengan laku masangin. Konon, yang dapat sukses melakukan laku masangin hanyalah mereka-mereka yang berhati bersih dan permohonannya akan terkabul. Tidak mutlak mempercayai mitos tersebut, banyak orang yang mencoba melakukannya untuk sekedar memuaskan rasa penasaran yang muncul. Ritual ini sebenarnya terlihat cukup mudah, yaitu berjalan di antara dua pohon beringin yang berjejeran di lokasi wisata ini sambil menutup mata dan dianggap lolos setelah berhasil melewati kedua pohon tersebut. Jangan khawatir soal penutup mata, ada pihak-pihak yang menyewakan barang tersebut dengan murah meriah.

Yogyakarta memang tak pernah berhenti menawarkan kenyamanan dan kerinduan. Banyak spot-spot yang begitu nyaman untuk sekedar melihat senja maupun menikmati malam. Alun-Alun Kidul adalah salah satu pilihan tepat untuk menikmati keduanya, ditambah dengan bersepeda ria tentunya.

Bagi rekan - rekan yang penasaran bagaimana rasanya berwisata di Jogja, atau bagi yang ingin mengenang masa - masa waktu liburan di Jogja dan ingin kembali, rekan - rekan dapat menghubungi kami sebagai agen penyedia layanan perjalanan wisata di Jogja. Silahkan klik tombol pesan dibawah ini.

Pesan Sekarang

__

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista


Tentang Alun-alun Kidul

Waktu Operasional : Mulai pagi hari hingga malam hari, Alun-alun kidul selalu terbuka untuk semuanya.

HTM : Gratis tanpa ada loket retribusi

Fasilitas: 

Aktifitas:

Alamat : Sebelah Selatan/belakang Keraton Yogyakarta Kecamatan Keraton, Kota Yogyakarta

Telepon : -

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

dengan jarak kurang lebih 3km dari Malioboro, Anda bisa menempuh jarak selama 15 menit.

Menuju Kesana : 

Jalan menuju alun-alun kidul Jogja dari Malioboro bisa ditempuh dalam waktu 15 menit dengan menggunakan becak dengan tarif kurang lebih Rp.15.000,-. Rutenya dari jalan Maliobro lurus ke arah selatan menuju alun-alun utara yang terletak di depan Keraton Jogja. Lalu berbeloklah ke kiri (ke arah timur). Setelah dengan pertigaan pertama, berbeloklah ke kanan melewati lorong benteng keraton yang melintang di atas jalan. Setelah itu berbeloklah ke kanan sekali lagi pada perempatan gang kecil yang ke empat.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Tour Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan. Kami juga informasikan mengenai tempat rental bus di semarang dalam postingan lainnya, jika rekan - rekan butuh tempat rental bus yang rekomended.

Best Time to Visit : Sore menuju ke malam hari dan pada malam hari


What to bring : 

Do :

Don't :