Tugu Yogyakarta, Simbol Filosofis Semangat Perjuangan dan Alasan Untuk Terus Kembali ke Jogja

Tugu Jogja – Selain dikenal sebagai Kota Gudeg, Jogja dikenal juga sebagai Kota Pelajar. Setidaknya ada lebih dari 50 perguruan tinggi yang ada diseluruh wilayah Yogyakarta.  Setiap tahunnya banyak pelajar dari seluruh Indonesia bahkan dari luar negeri yang datang ke Jogja untuk menuntut ilmu. Begitupun sebaliknya, setiap tahun juga banyak pelajar yang meninggalkan kota ini karena telah menyelesaikan pendidikannya. Kota ini seolah-olah diisi oleh orang-orang yang berbeda setiap tahunnya. Namun keramahan orang-orangnya dan kenyamanan kota ini pasti akan membuat semua orang yang pernah tinggal di Jogja akan selalu merindukan dan ingin datang kembali ke Jogja. Sesuai dengan motonya “Jogja Berhati Nyaman”.

Tugu Yogyakarta, Paket Tour Jogja, Paket Wisata Jogja
Pelajar SMA yang merayakan kelulusan di Tugu Jogja via kompasiana(dot)com

Ikon dan Tempat Foto Wajib di Jogja

Ada  peraturan tidak tertulis yang mengatakan bahwa tidak lengkap rasanya jika datang ke Jogja tapi tidak berfoto di Tugu Pal Putih atau yang biasa dikenal dengan nama Tugu Jogja.  Namun ada sebuah mitos yang menyatakan kalau mahasiswa yang sedang kuliah di Jogja lulusnya akan lebih lama jika berani mengambil foto di Tugu Putih sebelum lulus. Setiap harinya tugu ini rame didatangi orang yang ingin mengambil foto dengan latar belakang ikon Yogyakarta tersebut.

Tugu Yogyakarta, Paket Tour Jogja, Paket Wisata Jogja
Replika tugu Golog Gilig via yukpegi(dot)com

Tugu Pal Putih dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwana I setahun setelah pembangunan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Tugu ini berada satu garis imajiner lurus antara Pantai  Selatan, Keraton , dan Gunung Merapi yang merupakan arah untuk bermeditasi bagi  Sultan Jogja. Pada awal mulanya, tugu yang  tingginya mencapai 25 meter ini disebut dengan nama Tugu Golog Gilig karena puncaknya yang bulat (golog) dan tiangnya yang berbentuk silinder (gilig). Tugu Golog Gilig mempunyai filosofis “Manunggaling Kawula Gusti” atau semangat persatuan rakyat dan penguasa untuk mengusir penjajah.

Tugu Golog Gilig tersebut sempat hancur pada saat terjadi gempa yang mengguncang Jogja pada 10 Juni 1867. Bentuknya yang seperti  sekarang ini merupakan hasil renovasi atau pembangunan kembali yang dilakukan oleh Belanda pada tahun 1889. Puncaknya yang dulu berbentuk bulat berubah menjadi kerucut. Tingginya pun sekarang hanya 15 meter. Tugu tersebut oleh Belanda kemudian disebut dengan nama De White Pal atau Tugu Pal Putih. Perubahan bentuk Tugu tersebut sebenarnya merupakan salah satu upaya Belanda untuk mengikis persatuan antara rakyat Jogja dengan rajanya. Namun upaya tersebut ternyata tidak berhasil. Persatuan rakyat Jogja dan rajanya tetap kuat dalam mengusir penjajah dari Jogja. Kini Tugu Jogja sudah dilengkapi dengan diorama yang berada disisi tenggara Tugu yang berfungsi sebagai narasi dan pelengkap informasi dan sejarah Tugu Pal Putih.

Tugu Yogyakarta dan Alasan Untuk Terus Kembali ke Jogja

Selain keramah tamahan penduduknya dan harga makanan yang murah, masih ada banyak alasan untuk selalu kembali ke Jogja tentunya. Salah satunya adalah Tugu Putih tersebut. Tugu Jogja bisa menjadi salah satu tempat untuk menghabiskan waktu malam di Jogja.  Tidak hanya sekedar berfoto saja, tetapi masih banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan ditempat ini seperti bertemu dengan traveler lain dari berbagai kota yang biasanya berkumpul di Tugu Putih ini pada malam hari. Bertemu atau berkenalan dengan orang baru artinya adalah menambah cerita dan pengalaman baru.  Atau mungkin saja juga bisa bertemu dengan saudara baru  dan calon jodoh kita. Siapa tau?

Menurut Anies Baswedan, semua sudut di Kota Jogja itu romantis. Begitu pula dengan Tugu Putih ini. Tugu Jogja akan terlihat lebih romantis pada saat senja dan malam hari karena sorotan lampunya.

Kapan ke Jogja lagi?

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista

-oOo-

Tentang Tugu Jogja

Waktu Operasional : Setiap hari, 24 Jam

Harga : GRATIS (kecuali parkir)

Fasilitas:  –

Aktifitas: Berfoto dengan latar belakang ikon Jogja, belajar sejarah pembangunan Tugu Pal Putih yang ada diorama, menikmati kopi joss atau wedang ronde yang dijual disekitar Tugu, bertemu dengan traveler dari daerah lain

Alamat : Jl. Jendral Sudirman, Yogyakarta, Indonesia

Telepon : –

Website : Review TripAdvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak Tugu Pal Putih dari Titik O KM Jogja adalah sekitar 2 km disebelah utara dan dapat ditempuh dengan cara berjalan kaki atau dengan menggunakan becak maupun andong.

Perbedaan hasil pada saat kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti kondisi lalu-lintas dan atau jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit : 

  • Jika ingin mengambil foto dengan latar belakang Tugu yang tidak terlalu rame, datang lah pada saat dini hari. Namun jika ingin mengambil foto Tugu Putih yang cantik, datanglah pada saat sore hari menjelang matahari terbenam. Ambil foto dari arah timur menuju kearah barat.

What to bring : 

  • Action cam, tongsis

Do : 

  • Berfoto dengan latar belakang Tugu.
  • Minum kopi joss, minum wedang ronde.
  • Berhati-hati dengan kendaraan yang lewat saat mengambil foto.

Don’t : 

  • Melewati pagar pembatas Tugu
  • Menginjak-injak Tugu
  • Mencorat-coret Tugu
  • Meninggalkan sampah dalam bentuk apapun.
⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇

Hubungi Advisor Tripjogja

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Chat via Whatsapp

TRIPJOGJA™​ Office
Tambak Mas Kav. 94, Jl. Godean Km. 1, Yogyakarta – INDONESIA

OmNic

Life learner, traveling enthusiast & culinary addict.

Leave a Reply

Close Menu