Goa Kiskendo: Mengamati Kondisi Dunia di Dalam Tanah

Di barat Yogyakarta tepatnya di Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Gunungkidul terdapat sebuah goa yang berpotensi memuaskan hasrat berlibur kita. Goa yang terletak sekitar 30 kilometer dari pusat kota ini dapat kita kunjungi dengan berkendara selama sekitar 1,5 jam dengan menempuh rute Jl. Godean hingga akhirnya melewati Nanggulan. Selama berada di dalam perjalanan, sesekali kita akan dihadapkan oleh pemandangan perbukitan menoreh serta hamparan sawah yang memang sudah mulai sulit ditemukan di wilayah pekotaan Yogyakarta. Untuk anda yang kebagian jatah untuk mengemudikan kendaraan, jangan terlalu terpana pada pemandangan karena medan yang akan dihadapi cukup berkelok-kelok serta kondisi kemiringan yang menanjak sehingga harus selalu berhati-hati.

Goa Kiskendo
Goa Kiskendo

Beberapa penunjuk jalan akan memandu kita untuk sampai ke lokasi goa sepanjang 600 meter  yang hendak kita kunjungi. Untuk sampai di pintu masuk Objek Wisata Goa Kiskendo sendiri kita harus menuruni puluhan anak tangga. Teduhnya suasana serta sejuknya udara yang kita hirup pun menghadirkan ketenangan batin yang sedikit mengobati rasa penasaran kita terhadap rupa Goa Kriskendo yang sebenarnya. Tembok di sebelah pintu masuk sendiri bercerita melalui sajian relief cerita legenda kuno yang menarik untuk dicermati sebelum melanjutkan perjalanan masuk.

Mengamati Kondisi Dunia di Dalam Tanah Goa Kiskendo

Berbagai rupa stalaktit dan stalagmit berusia ribuan tahun dapat dengan mudah kita saksikan di tempat ini. Kita akan melewati jalan setapak yang secara otomatis menuntun langkah rombongan kita untuk menyusuri goa ini sehingga sebenarnya tenpa kehadiran pemandu sekalipun kemungkinan tersesat sangatlah kecil. Tentunya kita pun harus merasakan tetesan-tetesan air dari stalaktit yang berada di atas kita sedikit membasahi tubuh. Sensasi yang umum kita rasakan ketika kita melakukan jelajah goa. Kita juga akan menemukan stalaktit yang berbentuk cukup unik karena menyerupai lidah yang erat dihubungkan dengan mitos yang dipercaya masyarakat tentang asal muasal Goa yang dulunya menjadi tempat tinggal raksasa. Di beberapa titik, kita harus menunduk untuk dapat lewat dengan selamat tanpa harus terbentur oleh stalaktit di bagian kepala.

Lekat dengan Mitos dan Mistis

Selain susur goa, masyarakat juga datang ke tempat ini untuk melakukan pertapaan guna memperlancar keinginan-keinginan dalam hidup. Tedapat setidaknya 3 lokasi pertapaan yang dibagi berdasarkan keinginan yang diharapkan menjadi nyata. Pertapaan Kusuma, mengacu pada sebuah tempat khusus untuk meminta kelancaran dalam karir dan pekerjaan. Pertapaan Ledher sebagai tempat bermeditasi untuk mengukuhkan keinginan seseorang dalam menjadi seniman ledher. Sedangkan Santri Tani, merupakan sebuah tempat meditasi untuk memohon hasil panen melimpah pada yang kuasa. Terlepas perihal pertapaan itu sendiri, Goa Kriskendo menjadi saksi tentang bagaimana bangsa kita pun kaya dengan ragam warisan budaya yang seharusnya dapat dilestarikan dengan baik.

Goa Kriskendo merupakan salah satu objek wisata yang dapat menggugah rasa penasaran kita terhadap kondisi di dalam bumi lengkap dengan stalaktit dan stalagmit yang memukau mata. Beririsan erat dengan perihal tentang sejarah dan budaya, Goa Kriskendo yang mengandung banyak cerita tentang mitos dan mistis akan menjadi sebuah destinasi yang luar biasa yang fantastis!(*)

--

Author : Pradipta AkosoEditorAjeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu operasional: Setiap hari mulai pukul 08.00 WIB

HTM: Rp 3.000/orang

Fasilitas: Tempat parkir

Aktivitas: Susur goa, meditasi.

LOKASI

Alamat: Dusun Sukamaya, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta

Telepon (0274) 6429662

Map :

Jarak dari 0 KM: Jarak Ga Kiskendo dari 0 KM Jogja sekitar 38 km dan dapat ditempuh selama kurang lebih 1,5 jam. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : Jika menggunakan kendaraan umum maka Anda akan berhenti di desa Niten dekat Kecamatan Girimulyo, dari tempat ini jarak yang harus ditempuh masih sekitar 8 km. Namun jika menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat akan berhenti di dekat area Goa Kiskendo,. Yang perlu diingat adalah jalan yang menanjak dan sempit maka kondisi kendaraan harus dalam kondisi yang prima dan sopir yang mengetahui medan jalan.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best time to visit: Pagi Hari

What to bring:

Do: Menyusuri goa dengan aman

Don’t: Melakukan vandalism di area Goa, Meninggalkan sampah di dalam Goa Kiskendo.

Kalibiru Jogja: Wisata Spot Foto Terbaik

Yogyakarta selalu punya spot yang ciamik untuk menghabiskan waktu sembari berwisata. Tentunya spot tersebut juga ditunjang oleh panorama yang sedap untuk dipandang mata serta berpotensi tinggi mengundang rasa iri dari teman-teman yang berada dalam jejaring sosial media kita. Kita tentunya dapat mengarahkan tujuan ke sebelah barat dan menemukan sebuah tempat dengan keindahan maksimal dan dapat membuat teman-teman iri berat. Tepatnya di Kabupaten Kulonprogo, Desa Wisata Kalibiru akan menyambut antusiasme berwisata kita kala berkunjung ke Yogyakarta.

Kita dapat menempuh perjalanan sejauh 37 kilometer yang kira-kira akan kita nikmati selama 1,5 jam untuk sampai ke lokasi ini. Menempuh perjalanan melalui Jl. Wates, kita akan berjalan menuju objek wisata yang menyimpan pemandangan yang segarkan mata. Sesampainya di sana kita diharuskan membayar sejumlah biaya retribusi untuk mendapatkan tiket beserta asuransi. Nominal yang perlu dikeluarkan tentunya jauh lebih kecil dibandingkan dengan pengalaman yang akan kita dapatkan. Kita hanya membutuhkan stamina yang cukup prima untuk menjelajahi Kalibiru beserta segala keindahannya yang memukau liburan kita. Kita akan menempuh perjalanan yang relatif berat karena rute yang akan kita tempuh cukup melelahkan namun sebanding dengan pengalaman yang akan kita dapatkan.

Nyatakan Cintamu di Sebuah Gardu

Kalibiru Jogja
Kalibiru Jogja

Usai berjalan di jalan setapak, kita akan sampai di tempat yang cukup tinggi dan tentunya menyajikan pemandangan yang indah. Lanskap yang disajikan begitu lengkap karena berisi pepohonan, Perbukitan Menoreh, Waduk Sermo, serta hamparan langit yang biru. Kita dipersilahkan untuk berfoto di sebuah gardu yang dirancang di pohon dengan membayar 15.000 rupiah saja. Spot ini begitu fantastis terlebih ketika kita datang kala senja menjelang. Sebuah momen tepat untuk menyatakan cinta ketika kita datang bersama calon tambatan hati. Tenang saja, untuk yang hadir tanpa pasangan maupun yang sudah memiliki tambatan hati, gardu ini tetap menyajikan pemandangan yang lekat di hati. Sebuah tips penting apabila kita hendak menyatakan cinta di tempat tersebut, jangan minta dia untuk menjawab saat itu juga. Berada di ketinggian bukanlah tempat yang tepat untuk merasakan kegagalan.

Menguji Nyali dan Ketangkasan

Selain spot foto, Kalibiru tentunya juga menyajikan tantangan bagi kita yang memang gemar mengadu nyali dan ketangakasan. Tersedia juga sebuah paket outbond yang terdiri dari beberapa aktivitas yang tentunya menjawab segala kerinduan kita terhadap sebuah aksi petualangan. Kita akan diajak untuk memanjat tebing untuk kemudian berjalan di atas jaring-jaring. Jangan merasa lega dulu, petualangan masih dilanjutkan dengan berjalan di atas seutas tali dan setapak jembatan kayu. Pada puncaknya, kita dapat merasakan asiknya menggunakan flying fox sambil menikmati sajian pemandangan yang begitu menawan. Rangkaian outbond yang cukup sayang untuk dilewatkan.

Tidak hanya kehidupan, berwisata ke tempat ini juga memerlukan kesabaran dan ketangkasan. Mental kita cukup diuji sejak berada di perjalanan hingga melakukan pendakian yang sederhana. Kita akan sedikit mengeluh walaupun pada akhirnya senyum lebar pun merekah di bibir kita atas segala pengalaman yang penuh berkah. Nah, apa ceritamu tentang Kalibiru?(*)

--

Author : Pradipta AkosoEditorAjeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Setiap Hari pukul 07.00-17.00

HTM : 

Aktivitas : Penginapan untuk keperluan gathering dan outbond.

Fasilitas : Berfoto di menara pandang, outbond, mengunjungi waduk sermo

Alamat : Jl. Sermo - Kalibiru, Hargowilis, Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia

Website :Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

37 Kilometer ( sekitar 1,5 jam)

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Melalui rute Jl. Wates (Jl. KH Ahmad Dahlan-Jl.RE Martadinata- Ring Road-Jl.KRT Kertodiningrat-Jl.Jembatan Clereng).

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : Sore Hari

What to bring : Sepatu yang nyaman digunakan untuk mempermudah trekking

Do : Memastikan kendaraan anda cukup mumpuni untuk menempuh rute jalan yang menanjak.

Don't : Hindari mengajak teman yang memiliki acrophobia (ketakutan khusus terhadap ketinggian)

Gunung Gajah Kulonprogo: Menikmati Lanskap Kulonprogo di Spot yang Jarang Dijamah

Kulonprogo tampaknya tak akan pernah memberi celah bagi kita untuk merasa bosan dengan sajian pemandangan alam. Di wilayah ini, kita dapat memilih singgasana paling nyaman untuk menyaksikan barisan Bukit Menoreh yang memukau mata dan jernihkan pikiran. Gardu Pandang Gunung Gajah Kulonprogo menjadi salah satu opsi yang seru yang dapat mengakomodir hasrat kita untuk berwisata. Terletak di sebelah barat Desa Wisata Kalibiru, tempat ini menjanjikan pemandangan yang tak kalah menawan dibandingkan Puncak Suroloyo.

Untuk dapat sampai ke Gunung Gajah, kita dapat menggunakan rute melewati Jalan Godean dengan perjalanan sekitar 37 kilometer. Medan untuk menuju ke tempat ini cenderung tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Tempat ini dapat dikunjungi dengan bermodalkan city car biasa maupun sepeda motor walaupun akses jalannya sedikit buruk. Sesampainya di lokasi parkir, kita hanya perlu berjalan kaki sedikit mendaki untuk sampai di gardu pandang ini. Persiapkan air minum dalam tas ranselmu untuk mengobati rasa haus karena harus berjalan cukup jauh. Namun rasa lelah dirasakan tentunya tidak seberapa, karena dua gardu yang menawarkan pemandangan yang menawan siap mengobati rasa lelah dan antusiasme kita.

Gardu Pandang Gunung Gajah
Gardu Pandang Gunung Gajah

Menikmati Pemandangan Asri dengan Nuansa yang Masih Sedikit Sunyi

Gardu Pandang Gunung Gajah tergolong masih sepi dari wisatawan walaupun menghadirkan pemandangan yang menawan. Dibandingkan dengan Kalibiru, tempat ini masih kurang mendapatkan perhatian dari sebagian kalangan masyarakat. Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri dari tempat ini. Kondisi yang masih tergolong sepi membuat kita dapat menjadi diri sendiri dan menikmati waktu tanpa perlu merasa terganggu dan diganggu. Merenungi karunia tuhan dengan nuansa sunyi yang menghadirkan kenyamanan.

Memandangi Mahakarya Yang Kuasa dengan Sepuas Hati Kita

Berada di tempat ini memungkinkan kita untuk melihat berbagai objek yang ketika dipandang dari ketinggian ternyata menggandakan keindahannya. Waduk sermo tampak mengecil kala kita pandang dari tempat ini. Dikepung oleh pepohonan yang rindang membuat Waduk Sermo tampak bagaikan oase di tengah hutan yang masih hijau. Berada di ketinggian 810 mdpl memungkinkan mata kita untuk menangkap beberapa lanskap lain yang menarik untuk dipandang mata. Wilayah sekitar kulonprogo tampak dengan jelas di mata kita. Selain itu perbukitan Gunungkidul pun tampak berbaris rapi seolah melambaikan tangan pada kita untuk mampir menghampiri.

Melangkah Lebih Tinggi untuk Menikmati Pemandangan yang Lebih Epic Lagi.

Apabila masih penasaran dengan lanskap pemandangan yang dapat kita temukan dari ketinggian, kita dapat melangkahkan kaki ke puncak Gunung Gajah. Pastikan stamina kita cukup untuk sampai di sana karena perjalanan yang akan kita lakukan akan cukup melelahkan. Medan yang harus dilewati pun sedikit lebih terjal dengan tambahan berupa rumput tinggi dan ilalang yang cukup menyusahkan. Tidak disarankan untuk menapakkan kaki ke tempat ini apabila tidak memiliki stamina yang cukup. Hanya saja, puncak Gunung Gajah memang menawarkan pemandangan yang sulit untuk diabaikan. Pepohonan rapi menghiasi perjalanan kita untuk menuju puncak. Selain itu pesona yang indah karya Yang Kuasa pun telah menanti langkah kita. Kala matahari mulai lelah, pancarnya pun mulai meredup dan langit akan menunjukkan rona yang begitu indah. Pesona senja di puncak Gunung Gajah cukup sulit untuk digambarkan dengan kata-kata sehingga ada baiknya persiapkan diri dan waktu luang kita untuk berkunjung ke sana. (*)

--

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : 

HTM :

Fasilitas : Gardu Pandang

Aktivitas : Memandangi Waduk Sermo dan perbukitan Menoreh & Sunset yang menawan

LOKASI

Alamat : Jl. Sermo – Girimulyo, Donorejo, Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Indonesia

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

37 kilometer (1,5jam)

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Jl. Godean,Jl.Raya Pasar Kenteng,Jl.Watu Murah, Jl. Nanggulan Girimulyo, Jl.Sermo Girimulyo

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : Ketika hari sedang cerah hingga menikmati senja di sore hari

What to bring : Sepatu yang nyaman digunakan & Air minum

Do : Berfoto siluet dengan latar senja

Don't : Menggunakan sandal jepit karena cukup menyiksa

Kebun Teh Nglinggo: Menikmati Suasana Kebun Teh di Kulonprogo

Beranjak ke salah satu dataran tinggi yang menyajikan udara segar di barat Yogyakarta. Tempat ini menyimpan sejuta pesona dan ketenangan batin bagi kita yang ditempa oleh rutinitas sehari-harinya. Tanpa perlu banyak menunggu, Desa Wisata Nglinggo berpotensi tinggi menghadirkan pengalaman tak terlupakan untukmu.

Setidaknya kita harus mengantisipasi hawa dingin dengan mempersiapkan jaket dan beberapa perbekalan yang sekiranya diperlukan. Setidaknya kita memerlukan sekitar 2 jam untuk dapat sampai ke tempat ini. Terletak sejauh 37 kilometer di barat Nol Kilometer, kita dapat menempuh rute ke Desa Wisata Nglinggo melalui Jl. Godean. Kita akan dipertemukan dengan jalanan yang cukup sempit, menanjak, dan berkelok untuk sampai di sana.

Menikmati Teh Hangat Langsung di Kebun Teh Nglinggo

Mata kita akan dimanjakan oleh hamparan kebun teh yang begitu luas dan teduh dipandang mata. Melihat-lihat kebun teh secara langsung mungkin dapat menjadi hiburan menyenangkan untuk putra-putri kita yang terbiasa bersenang-senang melalui dunia maya. Kita dapat berjalan-jalan untuk mencari latar foto yang menarik bagi kita sekaligus memanjakan mata dan berolahraga. Kita juga dapat beristirahat sembari mencicipi teh hasil kebun yang sangat nikmat. Menikmati teh hangat di kebunnya tentunya merupakan sebuah pengalaman berharga yang jarang kita temui dalam rutinitas kehidupan kita.

Kebun Teh Nglinggo Kulonprogo
Kebun Teh Nglinggo Kulonprogo

Puncak Kendeng dan Segala Pemandangan Indah Karya Sang Pencipta

Masih kurang merasa terpuaskan dengan pemandangan dan sajian teh hangat, kita dapat melanjutkan perjalanan ke Puncak Kendeng dengan berjalan kaki. Disarankan untuk lebih dulu memahami kondisi fisik sebelum memutuskan untuk melakukan perjalanan ke tempat ini. Kita diharuskan untuk melewati jalan setapak dan melangkahkan kaki secara menanjak untuk dapat ke tempat ini. Bagi kita yang terbiasa dengan aktivitas olah fisik dan kegiatan hiking, rute untuk sampai ke tempat ini tidaklah seberapa menyiksa. Sesampainya di Puncak Kendeng, bersiaplah untuk dibuat takjub dengan pemandangan gunung-gunung dan perbukitan di Jawa Tengah apabila hari sedang cerah. Terbitnya matahari dan suasana senja di tempat ini konon juga menyajikan ketenangan batin tersendiri di mata penikmatnya.

Offroad Penuh Tantangan dengan Pengalaman Menakjubkan

Bagi kita yang menggemari olahraga ekstrem seperti offroad, Desa Wisata Nglinggo adalah salah satu dari sekian banyak wahana menarik yang dapat memuaskan jiwa petualang kita. Terdapat beberapa rute offroad yang dapat kita tempuh untuk merasakan sensasi berpetualang yang cukup ekstrem. Menempuh perjalanan ini, kita akan diajak untuk menikmati alam liar dengan menggunakan jeep. Untuk dapat menikmati pengalaman ini kita harus mengeluarkan biaya yang cukup besar namun sebanding dengan segala adrenalin dan pemandangan yang dapat ditangkap oleh mata.

Grojogan Watujonggol

Masih ada dalam kawasan yang sama, Air Terjun Watujonggol juga akan menyambut kita dengan pesona air terjun yang masih alami. Kita perlu sedikit berjalan kaki untuk sampai ke tempat ini. Perjalanan menuruni tangga setapak yang telah dirancang oleh pengelola, kita perl sedikit berhati-hati untuk sampai di lokasi yang hendak kita tuju karena jalan yang perlu kita lewati terkadang cukup licin. Tidak sampai 10 menit kita akan sampai ke sebuah air terjun yang sangat menarik untuk menyegarkan tubuh.

Berwisata ke Kebun Teh Nglinggo tampak sebagai sebuah solusi tepat untuk mengobati kerinduan kita akan alam melalui berbagai macam cara. Baik berjalan jauh, menikmati rintangan alam liar dengan jeep, maupun sekedar duduk santai menikmati waktu bersama orang-orang tercinta.

--

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Setiap hari, Pukul 09.00-17.00

HTM : Rp 3.000 HTM

Aktivitas : Berwisata ke kebun teh, Offroad, Mencicipi teh asli Nglinggo

LOKASI

Alamat : Pagerharjo, Samigaluh, Kulon Progo Regency, Special Region of Yogyakarta, Indonesia

Telepon :082242140916

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

38 kilometer (1,5jam)

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Jl Godean, Jl. Gedongan-Tempe, Sendangagung, Jl. Dekso-Samigaluh,Jl. Samigaluh-Loano, Nargosari, Pagerharjo

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : Pagi hari saat udara masih segar

What to bring : Pakaian hangat

Do : Menggunakan alas kaki yang tidak licin

Don't : Menggunakan pakaian yang terlalu tipis karena udara cukup dingin.

Rancang Kencono, Goa Purba yang Menjadi Saksi Sejarah dan Ilmu Pengetahuan

Kabupaten Gunungkidul tidak hanya terkenal dengan pantai-pantainya yang indah saja, tetapi kabupaten yang mempunyai semboyan “Handayani” ini juga menawarkan pemandangan alam indah lainya. Gunungkidul berada di jalur Pegunungan Sewu yang mempunyai bentang alam yang sangat unik, tidak hanya permukaannya saja yang berupa perbukitan karst yang cantik tetapi juga berbagai fenomena alam yang ada dibawahnya seperti sungai bawah tanah, telaga, sampai dengan gua. Dan salah satu gua cantik yang perlu dikunjungi di Gunungkidul adalah Gua Rancang Kencono yang terletak di Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Gunungkidul tidak terlalu jauh dari Air Terjun Sri Gethuk. Gua Purba ini bisa dimasuki oleh siapa saja tanpa perlu memiliki keahlian khusus karena tidak terlalu dalam dan terdapat akses yang cukup mudah untuk masuk kedalam gua ini.

Goa Rancang Kencono
Goa Rancang Kencono

Tempat Persembunyian Laskar Mataram

Gua Rancang Kencono dipercaya sudah digunakan sejak jaman purba karena di dalam gua ini pernah ditemukan tulang belulang dan artefak yang diperkirakan umurnya sudah ribuan tahun. Berdasarkan buku yang ditulis oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta yang berjudul “Mozaik Pusaka Budaya Yogyakarta” gua purba ini berada satu jalur dengan Gua Braholo yang terletak di Kecamatan Rongkop, Gunungkidul.

Nama Rancang Kencono sendiri artinya adalah merancang sesuatu yang mulia karena dahulu Gua Rancang Kencono ini sering dijadikan sebagai tempat pertemuan dan persembunyian laskar atau tentara Mataram untuk merancang dan menyusun rencana pengusiran tentara Belanda dari wilayah Kasultanan Ngayogyakarta. Didalam gua ini juga terdapat ruangan yang biasa digunakan oleh tentara Mataram untuk bersemedi.

Pohon Klumit Berusia Lebih dari 2 Abad

Salah satu hal yang paling unik dari Gua Rancang Kencono ini adalaha adanya sebuah pohon klumit yang usianya lebih dari 2 abad. Pohon dengan batang yang sangat besar ini bisa kita lihat saat berada diatas permukaan gua ini. Pohon klumit ini tumbuh diatas pelataran yang berada didepan  mulut gua dan menyeruakan keatas atap gua. Pada pagi hari siang hari sinar matahari akan menembus kedalam gua melewati celah-celah pohon tersebut yang pemandangan gua ini menjadi sedikit lebih eksotis. Begitu juga pada saat malam hari, cahaya rembulan yang menerobos masuk melalui celah gua dan melewati pohon klumit tersebut begitu terlihat dramatis.

Untuk masuk kedalam Gua Rancang Kencono cukup melewati undakan tangga yang tidak terlalu tinggi. Sesampai didasar tangga kita akan disambut oleh pohon klumit yang berdiri gagah. Dari bawah pohon ini kita bisa melihat keatas untuk mendapat pemandangan yang cantik. Setelah itu dilanjutkan dengan menuruni kembali tangga kecil untuk sampai dipelataran gua. Di pelataran ini juga lah dulu tentara Mataram berkumpul. Setelah melewati pelataran tersebut kita akan memasuki ruangan utama dari Gua Rancang Kencono yang tidak terlalu besar yang dihiasi oleh stalaktit yang sudah tidak aktif lagi. Ruangan dalam gua ini akan terasa pengap saat ada banyak orang didalamnya. Untuk menyusurinya kita harus berhati-hati dan menunduk agar kepala tidak terbentur oleh dinding gua. Selain bantuan cahaya senter juga sangat diperlukan agar kita bisa melihat pemandangan didalam gua. Konon katanya didalam gua ini terdapat lorong yang menghubungkan Gua Rancang Kencono dan Air Terjun Sri Gethuk.

Salah Tempat Camping dan Outbound Favorit Mahasiswa Jogja

Gua Rancang Kencono merupakan salah satu tempat camping dan outbound favorit mahasiswa di Jogja.Di pelataran gua yang cukup luas tersebut bisa menampung banyak orang. Di pelataran tersebut bisa dijadikan sebagai tempat melakukan berbagai permainan untuk lebih mengakrabkan semua orang yang ikut dalam kegiatan. Tapi kegiatan yang paling banyak diminati disini adalah turun kedasar gua dengan bantuan tali dari permukaan atas gua. Kegiatan ini tentu saja dengan pengawasan dari pengelola agar lebih aman. Tidak terlalu jauh dari gua ini terdapat tempat yang biasa dijadikan sebagai lokasi untuk perkemahan.

Penasaran dengan kecantikan dan cerita sejarahnya? Jangan lupa kunjungi Gua Rancang Kencono ini saat berada di Gunungkidul.

__

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Setiap hari, pukul 08.00 – 17.00

HTM : Rp 10.000/orang (Termasuk tiket ke Air Terjun Sri Gethuk)

Fasilitas: Tempat parkir, Toilet, Mushola, Pemandu

Aktifitas:  Menikmati pemandangan gua alam, Belajar Sejarah, Outbond, camping

LOKASI

Alamat : Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupatena Gunungkidul, Yogyakarta.

Telpon : +62 853 3400 5700

Website : Review TripAdvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak Gua Rancang Kencono dari 0 KM Jogja sekitar 40 km dan dapat ditempuh selama kurang lebih 1-1,5 jam dengan menggunakan kendaraan pribadi. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Cara termudah kesana adalah dengan menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan sewu. Rute yang bisa dari ambil dari arah kota adalah Jalan Wonosari – Patuk – sampai dengan pertigaan lampu merah Playen. Dari lampu merah tersebut lalu ambil kanan mengikuti jalan utama sampai dengan rambu penunjuk berikutnya menuju ke Goa Rancang Kencono.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : pada pagi atau sore hari

What to bring : kamera, senter/HP yang bisa difungsikan sebagai senter, baju santai

Do : Menikamti keindahan gua dan pohon klumit, mengetahui berbagai sejarah yang pernah terjadi di Gua Rancang Kencono

Don't : Mencorat-coret dinding gua, Membuang sampah sembarangan