Menikmati Indahnya Panorama Senja di Istana Ratu Boko

Senja selalu punya cara untuk memanjakan mata dan mengajak kita mengucap syukur pada Yang Kuasa. Kita boleh saja berdebat tentang cara terbaik dalam menikmati senja, tapi kita pasti akan selalu sepakat bahwa Candi Ratu Boko adalah salah satu lokasi terbaik untuk menikmatinya. Berbeda dengan situs purbakala lain seperti Candi Prambanan dan Candi Borobudur yang dulu dipergunakan sebagai tempat ibadah, Candi Ratu Boko merupakan bangunan profan yang secara fungsi tidak berkaitan dengan kegiatan keagamaan. Situs purbakala yang terletak berdekatan dengan Candi Prambanan ini konon merupakan perwujudan sebuah istana dari Ratu Baka, ayah dari Roro Jonggrang.

Candi Ratu Boko
Candi Ratu Boko

Terletak di puncak bukit dengan ketinggian 196 meter di atas permukaan laut, Istana yang secara keseluruhan memiliki luas sebesar 25ha ini terletak 17 kilometer dari Nol Kilometer sebagai pusat Kota Yogyakarta. Bangunan ini terletak di Kecamatan Prambanan dan dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan dengan waktu tempuh sekitar 40 menit menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas. Selain sebagai sebuah situs peninggalan sejarah, bangunan yang diperkirakan dibangun pada sekitar abad ke-8 ini juga menjadi panggung yang indah untuk menyaksikan terbenamnya matahari. Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp.25.000,- dan sedikit berjalan kaki mendaki anak tangga setinggi 40 meter, sajian langit yang mempesona akan mencerahkan pikiran kita untuk kembali beraktivitas esok hari. Cukup jauh bagi kita yang memang jarang melakukan aktivitas fisik, namum kita tidak perlu takut merasa haus karena dengan membayar retribusi kita sudah mendapatkan jatah air mineral untuk menyegarkan tenggorokan.

Kompleks Istana yang Megah dan Bernilai Arsitektur

Candi Ratu Boko merupakan salah satu tempat wisata jogja yang wajib dikunjungi. Mata kita akan dimanjakan oleh hamparan rumput hijau yang asri serta gerbang-gerbang dan bangunan peninggalan sejarah yang konon memiliki fungsinya masing-masing. Dari mulai gerbang kerajaan, pendopo, hingga keputren yang konon pada masanya dipergunakan sebagai pemandian keluarga kerajaan. Dapatlah kita membayangkan bahwa tentunya istana semegah ini pernah dipimpin oleh raja yang hebat pada masa jayanya dulu. Berbagai lanskap pemandangan yang kita temui tentunya cukup dapat memukau mata sembari kita membuang waktu menunggu datangnya momen yang telah kita tunggu-tunggu. Tentu saja apa lagi kalau bukan lukisan cahaya yang tertoreh di langit karena terbenamnya sang mentari.

Menanti Sang Mentari Tertidur Sembari Mengucap Syukur

Kita juga dapat memanfaatkan momen penantian terbenamnya matahari dengan bercakap-cakap santai dengan keluarga maupun orang tercinta. Duduk di atas rumput, berbincang-bincang, dan mungkin menikmati kudapan-kudapan yang telah kita persiapkan sebelumnya. Jangan lupa berkeliling terlebih dahulu untuk sekedar memilih dan memperkirakan spot yang kiranya memungkinkan kita untuk mengambil panorama senja dengan maksimal. Perlahan, mata kita akan dimanjakan oleh panorama terbenamnya matahari yang akrab disebut sebagai senja. Rona langit berwarna jingga yang bercampur dengan siluet bangunan istana dan pepohonan tentunya akan melekat di benak kita sore itu. Kita pun kemudian tersadar bahwa padatnya rutinitas dan beban pikiran ternyata membuat lupa akan indahnya sore hari saat senja datang menghampiri. Sore itu di Candi Ratu Boko pikiran kita pun telah diingatkan kembali dan kita mulai menanti datangnya senja esok hari.

____

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Jam masuk 06:00 - 17:00

HTM : Rp. 25.000 (dewasa) & Rp. 10.000 (anak)

Fasilitas : Kamar mandi, rumah makan

Aktivitas : Sunset view

LOKASI

Alamat : Dukuh Dawung, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman, Yogyakarta

Website :  Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

17 km dari pusat kota Jogja

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Dapat menggunakan rute Jl. Jogja-Solo pertigaan Prambanan ke selatan menuju Jl.Piyungan lalu mengikuti penunjuk jalan menuju Candi Boko.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : Sore hari sebelum loket tutup mendekati waktu terbenamnya matahari.

What to bring : Cemilan untuk menunggu terbenamnya matahari

Do : Mengaggumi keindahan Candi Ratu Boko dan berburu sunset yang indah.

Don't : Membuang sampah sembarangan & Vandalism

Sendratari Ramayana: Sajian Romantisme Rama dan Shinta Dalam 120 Menit yang Membuatmu Nyaris Tak Berkedip!

Tidak melulu tentang peninggalan sejarah dan megahnya konstruksi arsitektur, Candi Prambanan juga memiliki sebuah pagelaran megah bernama Sendratari Ramayana Prambanan yang dilangsungkan dalam periode tertentu di setiap tahunnya. Hidup di masa yang menyajikan berbagai pilihan hiburan melalui akses internet, tentu tidak ada salahnya kita menyaksikan betapa dramatisnya kisah perjalanan Rama menyelamatkan Dewi Shinta yang diculik oleh Rahwana dalam balutan tarian, musik, dan drama tanpa dialog.

Kita dapat menyaksikan Sendratari Ramayana Prambanan pada tanggal-tanggal tertentu yang telah ditentukan oleh penyelenggara. Bertempat di Candi Prambanan yang terletak sekitar 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, tentunya dengan menempuh perjalananan selama 30-an menit via Jl Jogja-Solo setimpal dengan kepuasan yang kita peroleh di sana. Untuk mendapatkan hak menyaksikan pagelaran ini, kita perlu mengeluarkan biaya antara 125.000-375.000 rupiah sesuai dengan kelas yang kita inginkan. Tidak perlu ragu tentang nominal uang yang harus dibayarkan, pengalaman dalam menyaksikan Sendratari Ramayana Prambanan tentu bernilai jauh lebih tinggi dari yang harus anda bayarkan.

Sendratari Ramayana Prambanan
Sendratari Ramayana Prambanan

Panggung Megah Beratapkan Langit Malam

Panggung untuk pagelaran ini sendiri dilangsungkan di dua venue yang berbeda sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh pengelola. Pada musim hujan, pagelaran Sendratari Ramayana Prambanan akan dilangsungkan di dalam ruangan sedangkan pada musim kemarau pagelaran ini akan dilangsungkan di luar ruang. Sangat disarankan untuk menyaksikan pagelaran ini pada musim kemarau untuk memaksimalkan pengalaman kita dalam menyaksikan dan meresapi kisah cinta Rama dan Sinta.

Beberapa menit sebelum dimulainya pertunjukan, mata kita akan dibuat terkesima oleh panggung megah berlatarkan Candi Prambanan. Sebuah adegan di luar skenario yang tentunya akan menarik minat kita untuk berfoto-foto ria sebelum pertunjukan dimulai. Tentunya jangan lupa untuk membawa jaket maupun scarf yang dapat menghangatkan tubuh untuk berjaga-jaga dari dinginnya terpapar angin malam di luar ruangan.

Rangkaian Episode Tentang Cinta dan Perjuangan

Tidak perlu menghitung tentang berapa kali kita berdecak kagum dengan apa yang kita saksikan. Selama 120 menit sejak adegan pertama dimulai, kita akan tersihir untuk menatap lekat-lekat lekuk tubuh dan tarian serta alur cerita yang begitu menyentuh pikiran hingga akhirnya tersadar saat akhirnya Rama dan Shinta kembali dipersatukan. Sendratari Ramayana Prambanan begitu magis dalam benak kita sehingga tanpa tersadar kita dapat meresapi setiap sekuens dan terbawa oleh berbagai emosi yang muncul secara bergantian.

Bersiaplah untuk menyaksikan bagaimana Hanoman yang gagah perkasa membalik keadaan secara dramatis ketika membakar Alengka saat sebelumnya Hanoman lah yang hendak dibakar. Jangan mengharapkan visual effect yang tercipta oleh teknologi, adegan bakar membakar di sini jauh lebih seru dibandingkan dengan tipuan mata semacam itu. Api yang digunakan benar-benar panas dapat menjalar sehingga hal ini tentunya dapat membuat kita sangat takjub ketika menyaksikan tentang sebuah pagelaran hasil penggabungan antara budaya tarian dan lelantun jawa dengan sejarah kisah cinta Rama dan Shinta.

Sudah cukup spoiler tentang adegan-adegan yang mungkin muncul, alangkah serunya untuk menyaksikan kisah cinta Rama dan Shinta secara langsung melalui Sendratari Ramayana Prambanan. Setidaknya luangkanlah 120 menit saja dalam seumur hidup untuk menjadi saksi megahnya Sendratari Ramayana. (*)

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Pukul 19.30-21.30

HTM : 

Event Khusus :

LOKASI

Alamat : JL.Jogja - Solo, Km.16 Boko Harjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta.

Telepon : +62 274 496408

Website : www.visitramayana.com & Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

17 Kilometer

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Menempuh perjalananan selama 30-40 menit via Jl Jogja-Solo

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : 30 menit sebelum pertunjukan dimulai.

What to bring : Jaket dan Scarf untuk menahan dinginnya malam.

Do : 

Don't : Menggunakan flash dalam kegiatan foto-foto karena akan mengganggu penonton yang lain

Dieng Plateau: Tanah Nirwana yang Jatuh di Pulau Jawa

Tempat Wisata Dieng Plateau kerap kali menjadi tempat tujuan wisata yang tidak juah dari lokasinya yaitu di Wonosobo, Dieng. Mengunjungi tempat ini dapat memberikan kesan damai dengan pemandangannya yang menarik dan aduhai.

Wisata Dieng, Pesona Negeri Tempat Bersemayamnya Dewa Dewi

Gambaran tentang negeri tempat bersemayamnya dewa dewi selama ini mungkin hanya bisa kita dapatkan dalam cerita dongeng saja. Namun mimpi itu akan menjadi nyata bila kita mau menyempatakan diri untuk untuk berkunjung ke Dieng yang berada di Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara, Jawa Tengah yang bisa dijangkau dari Jogja kurang lebih selama 3 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Nama Dieng Plateau sendiri berasal dari Bahasa Sanskerta yaitu “Di” yang berarti gunung dan “Hyang” yang berarti gunung. Namun ada pendapat lain yang mengatakan bahwa kata Dieng berasal dari Bahasa Sunda dengan kata yang sama “Di”dan “Hyang” karena pada sekitar abad ke-7 Dieng pernah berada dalam pengaruh politik Kerajaan Galuh yang ada di Jawa Barat. Keindahan alam di Dieng selalu diidentikan dengan gunung atau tempat bersemayamnya para dewa dewi. Kecantikan alam tersebut masih bisa kita saksikan sampai saat ini. Tidak hanya kecantikan pemandangan alamnya saja yang menjadi alasan kita harus berkunjung kesana, tetapi juga karena sejarah dan budayanya.

Dieng Plateau - Telaga Warna
Dieng Plateau - Telaga Warna

Temukan Samudera Diatas Awan Saat Menanti Matahari Terbit dari Bukit Sikunir

Keindahan pertama yang bisa kita nikmati setelah pergantian hari adalah menyaksikan kecantikan golden sunrise yang bisa kita saksikan dari Bukit Sikunir yang terletak di Desa Sembungan, Dieng. Banyak orang yang mengatakan bahwa golden sunrise yang ada di Sikunir ini merupakan salah satu golden sunrise terbaik yang ada di Indonesia dan bahkan dunia. Yang paling menarik adalah Desa Sembungan ini merupakan desa tertinggi yang ada di Pulau Jawa karena berada pada ketinggian 2.350 mdpl.

Dari Desa Sembungan inilah awal pendakian menuju ke Bukit Sikunir bisa dilakukan. Tidak sesulit mendaki gunung yang memerlukan waktu sampai berjam-jam untuk sampai ke puncak Bukit Sikunir, karena jarak dari parkiran motor yang berada di area Telaga Cebong menuju ke puncak hanya sekitar 1,5 km dan dapat ditempuh dalam waktu 30-45 menit. Namun kelelahan saat perjalanan tersebut akan terbayar dengan keindahan matahari terbit yang akan kita saksikan nantinya. Selain menikmati cantiknya sunrise, di Bukit Sikunir kita juga bisa menikmati keindahan Telaga Cebong dari ketinggian. Telaga Cebong sendiri merupakan sebuah telaga yang merupakan bekas kawah purba yang luasnya mencapai 18 hektare. Dinamakan dengan Telaga Cebong karena bentuknya yang menyerupai cebong atau berudu jika dilihat dari atas. Selain dijadikan sebagai salah satu tempat wisata, Telaga Cebong merupakan salah satu sumber irigasi pertanian warga. Pada siang hari Telaga Cebong airnya terlihat berkilauan karena terkena sinar matahari.

Candi Arjuna: Sakralnya Candi Hindu Tertua di Pulau Jawa

Dieng Plateau merupakan rumah bagi candi Hindu tertua yang ada di Pulau Jawa yaitu Candi Arjuna yang terletak satu kompleks bersama dengan beberapa candi lain seperti Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembada. Candi Arjuna diperkirkan dibangun pada tahun 809 M berdasarkan prasasati yang pernah ditemukan disekitar tempat ini. Kompleks Candi ini sempat hilang tergenang air dan baru ditemukan kembali pada abad ke-18 orang seorang tentara Belanda yang bernama Theodorf van Elf. Namun upaya renovasi terhadap kompleks Candi Arjuna baru dilakukan oleh seorang yang berkewarganegraan Inggris bernama HC Corneullus 40 tahun setelah penemuan pertama. Candi Arjuna diperkirakan merupakan candi pertama yang dibangun dikawasan tersebut karena dilihat dari bentuknya yang masih sangat kental dengan pengaruh budaya India dibandingkan dengan candi-candi lain yang sudah mendapatkan sentuhan lokal.

Jangan Lupakan Sejarah! Yuk Berkunjung ke Museum Kailasa

Mau tau tentang sejarah Dieng Plateau? Museum Kailasa adalah tempat yang paling tepat untuk didatangi. Museum Kailasa menyimpan banyak sekali benda-benda yang ada hubungannya dengan candi-candi yang ada di kawasan Dataran Tinggi Dieng seperti arca, lingga, yoni, tungku tempat sesaji dan berbagai benda lainnya. Benda-benda tersebut disimpan di Museum Kailasa karena tidak diketahui posisinya pada saat renovasi candi dan demi alasan keamanan. Selain bisa mengetahui sejarah masa lampau di Dieng, dengan mengunjungi Museum Kailasa kita juga kehidupan masyarakat, kebudayaan, sistem kepercayaan masyarakat Dieng pada jaman dahulu.

Eksotisme Telaga Warna yang Mempesona, Wajib Wisata Dieng

Pembeda antara Telaga Warna dengan telaga lain yang ada di Dieng adalah warna air yang sering berubah-ubah. Air yang ada di Telaga Warna biasanya berwarna hijau, kuning, bahkan berwarna seperti pelangi pada saat terkena sinar matahari. Perubahan warna tersebut disebabkan karena tingginya kandungan sulfur yang ada di Telaga Warna. Perbukitan dengan pepohonan yang masih hijau semakin menambah cantik pemandangan ditempat ini. Waktu terbaik untuk mengunjungi Telaga Warna adalah pada pagi atau sore hari. Selain karena warna air yang ada di Telaga Warna terlihat lebih cantik, pada sore hari biasanya selalu ada awan tebal yang mmengurangi keindahan pemandangan.

Legenda Pangeran Kijang dan Kawah Sikidang

Dinamakan Kawah Sikidang karena kawah utama yang ada ditempat ini selalu berganti-ganti atau berpindah-pindah seperti kidang atau kijang dalam Bahasa Indonesia yang juga suka melompat-lompat saat berpindah tempat. Namun ada legenda yang oleh masyarakat dipercaya sebagai awal mula penamaan kawah ini. Dahulu kala ada seorang perempuan cantik yang bernama Shinta Dewi. Kecantikannya terkenal keseluruh penjuru kampung. Banyak pemuda yang ingin meminangnya namun selalu tidak pernah ada yang berhasil karena Shinta Dewi meminta mas kawin dalam yang sangat besar. Akhirnya kecantikan Shinta Dewi tersebut terdengar sampai ke telinga Pangeran Kidang Garung yang kaya raya.

Dengan kekayaannya, dia sanggup memenuhi mas kawin yang diminta. Namun ternyata Shinta Dewi ternyata masih meminta persyaratan lain saat melihat bahwa ternyata Pangerang Kidang Garung mempunyai perwujudan yang aneh yaitu seseorang dengan tubuh manusia namun dengan kepala kijang. Shinta Dewi mengharuskan Pangeran Kidang Garung untuk membuat sumur dalam waktu sehari semalam. Jika berhasil membuatnya, Pangeran Kidang Garung baru bisa mempersunting Shinta Dewi. Namun Shinta Dewi mencoba menggagalkan usaha Pangeran Kidang Garung dengan cara menyuruh penduduk untuk menutup lubang yang telah digali saat sang pangeran masih ada didalamnya. Namun usaha tersebut diketahui oleh Pangeran Kidang Garung yang akhirnya murka dan menyebabkan ledakan dari dalam tanah yang sampai sekarang dikenal dengan nama Kawah Sikidang.

Carica, Buahnya Para Dewa

Dieng Plateau punya buah khas yang sangat mirip dengan pepaya yang bernama carica hanya dalam ukuran yang lebih kecil. Panjang carica hanya sekitar 6-15 cm. Pohon carica tingginya hampir sama dengan pohon pepaya dengan tinggi yang mencapai 10 meter. Buah yang mempunyai rasa kecut manis ini biasa disebut sebagai buahnya para dewa. Carica sebenarnya bukan buah asli dari Dataran Tinggi Dieng. Buah ini dibawa oleh Belanda pada saat Perang Dunia ke-2. Carica biasanya diolah menjadi manisan dan dikemas dalam botol. Tidak lengkap rasanya jika ke Dieng tapi tidak membeli manisan carica ini. Satu toples manisan carica dihargai mulai dari Rp. 15.000.

Paket Wisata Dieng

Bagi rekan - rekan yang ingin berwisata di Dieng dan sekitarnya, baik sewaktu hari normal ataupun di waktu tertentu. Kami dari Trip Jogja siap melayani rekan - rekan yang membutuhkan Paket Wisata Dieng terbaik.

Untuk informasi lengkap mengenai penawaran Paket Wisata di Dieng, kamu bisa langsung kontak Tim Advisord kami untuk mendapatkan informasi yang lebih detail mengenai paketnya.

Ingin merasakan keindahan serta kecantikan negeri para dewa dalam dunia nyata? Dieng adalah tempatnya. Untuk rekan - rekan yang butuh informasi sewa bus di semarang, bisa baca artikelnya disini.

__

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista

-oOo-

Seputar Tentang Dieng

Waktu Operasional : 

HTM : 

Fasilitas: Tempat parkir, homestay, toilet, tempat makan,

Aktifitas: Melihat sunrise, menikmati pemandangan alam yang indah, belajar tentang sejarah, memotret obyek alam yang sangat cantik, melihat pembuatan manisan carica secara langsung.

Alamat : Jalan Raya Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah

Telepon : -

Website : Review TripAdvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak Dataran Tinggi Dieng dari Yogyakarta berjarak sekitar 170 km dan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih selama 4 jam tergantung dengan kondisi lalu lintas dan cuaca. Perlu diwaspadai bahwa jalan didekat Dataran Tinggi Dieng merupakan salah satu daerah rawan longsor terutama pada saat musim hujan.

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Jika menggunakan kendaraan pribadi cara termudah menuju ke Dieng daria Jogja adalah dengan melewati jalur Jogja – Magelang – Secang – Pringsurat – Wonosobo – Dieng. Atau jika ingin menggunakan bus umum dapat mengambil rute bus dari Jombor – Magelang kemudian lanjut dengan bus Magelang – Wonosobo. Yang terakhir cari angkutan dari Wonosobo menuju ke Dieng.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Tour Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit : Pada pagi sampai siang hari terutama pada musim kemarau.

What to bring : Baju hangat atau jaket tebal, topi atau kupluk, sarung tangan, syal, action cam, jas hujan atau payung.

Do : Memakai sepatu lebih nyaman daripada memakai sandal, menikmati pemandangan alam yang indah, belajar tentang sejarah Dieng pada masa lampau.

Don't : Memakai pakaian tipis karena akan terasa sangat dingin, datang pada saat musim hujan, datang pada saat liburan panjang karena Dieng macetnya bisa lebih parah dari Jakarta.

Candi Prambanan: Candi Hindu Tercantik di Indonesia!

Candi Prambanan terletak di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.  Candi Hindu ini adalah salah satu mahakarya peninggalan masa lampau Indonesia yang juga masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

MasBro dan MbakBro sudah tahukah bila Candi Prambanan merupakan kompleks candi Hindu terbesar yang ada di Indonesia? Bahkan bisa jadi merupakan salah satu kompleks candi tercantik yang ada di Asia Tenggara. Banyak yang menganggap bahwa Candi Prambanan sangat mirip dengan kompleks Angkor Wat yang ada di Kamboja.

 

Yuk Nikmati Kemegahan Prambanan, Candi Hindu Tercantik di Indonesia!
( sk.wikipedia.org )

Prambanan Adalah Candi Persembahan Untuk Dewa Siwa

Nama asli dari komplek Candi Prambanan ini adalah “Siwagrha”. Berdasarkan prasasti yang pernah ditemukan disekitar area kompleks candi ini. “Siwagrha” merupakan kata dalam Bahasa Sansekerta yang artinya adalah Rumah Siwa. Di kompleks Candi Prambanan ini terdapat 3 candi  utama yang dipersembahkan untuk 3 dewa atau Trimurti dalam ajaran agama Hindu yaitu Brahma yang merupakan dewa pencipta, Wisnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa yang merupakan dewa pemusnah.

Semua candi utama tersebut  menghadap kearah timur dan dilengkapi dengan candi pendamping yang menghadap ke barat yang disebut Nandini untuk Candi Siwa, Angsa untuk Candi Brahma, dan Garuda untuk Candi Wisnu. Selain candi-candi tersebut masih ada lagi 2 candi apit, 4 candi kelir, 4 candi sudut, dan 224 candi lain yang berada di halaman.

Namun Dewa Siwa lebih diutamakan di kompleks Candi Prambanan ini. MasBro dan MbakBro bisa melihatnya dari adanya arca Siwa Mahadewa setinggi 3 meter yang bisa kita lihat di “garbagrha” atau ruang utama yang ada di Candi Siwa. Tinggi candi ini mencapai 47 meter dan menjadi candi paling tinggi dan paling besar di kompleks Candi Prambanan.

nikmati kemegahan prambanan candi hindu tercantik di indonesia
( liputan6.com )

Prambanan Dibangun Untuk Menandingi  Kemegahan Candi Borobudur

Candi Prambanan dibangun pada sekitar tahun 850 oleh Rakai Pikatan dari Kerajaan Medang untuk menandingi kemegahan Candi Borobudur dan juga Candi Sewu yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Candi Prambanan. Baik Rakai Pikatan yang membangun Candi Prambanan dan Raja Samaratungga yang membangun Candi Borobudur berasal dari keluarga yang bersaudara namun berbeda keyakina.

Rakai Pikatan berasal dari Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu sementara Samaratungga berasal dari Wangsa Syailendra yang menganut agama Budha.  Candi cantik ini pernah ditelantarkan pada sekitar tahun 930-an  karena perpindahan pusat kerajaan ke wilayah Jawa Timur pada masa Mpu Sendok akibat letusan Gunung Merapi. Candi Prambanan kemudian ditemukan kembali oleh seorang warga Belanda bernama CA Lons pada tahun 1733. Candi Prambanan juga memiliki relief pada dinding-dinding candinya yang bercerita tentang Ramayana.

Relief Ramayana dan Pertunjukan Sendratari Ramayana di Candi Prambanan

Pada Candi Prambanan ini juga terpahat relief kisah Agama Hindu yang diambil dari Kitab Epos Ramayana dan Khrisnayana. Reliefnya terpahat pada dinding bagian dalam dari pagar langkan yang mengitari 3 candi utama. Kisahnya berawal dari relief yang ada pada Candi Siwa yang dibaca dari arah kanan ke kiri searah jarum jam. Kemudian kisah tersebut berlanjut dengan relief yang ada pada dinding pagar langkan Candi Brahma.

Rentetan cerita Ramayana yang terpahat pada relief ini bercerita tentang misi penyelamatan Dewi Sinta, permaisuri dari Prabu Rama Wijaya yang diculik oleh Rahwana dari kerajaan Alengka. Demi membebaskan Dewi Sinta, Prabu Ramawijaya mengerahkan pasukan kera yang dipimpin oleh dewa kera putih yang bernama Hanoman.

kemegahan sendratari ramayana di candi prambanan
( citizen6.liputan6.com - mulyono sri hutomo )

Kisah epos kepahlawanan ini diabadikan dalam bentuk pertunjukan Sendratari Ramayana. Tarian kolosal yang melibatkan ratusan penari dan dihelat di panggung terbuka di kompleks Candi Prambanan. MasBro dan MbakBro harus meluangkan waktu untuk menikmati pertunjukan megah ini. Karena setiap bulan hanya diadakan saat bulan purnama bersinar. Momen yang tak terlupakan.

Ok, daripada hanya membayangkan, MasBro dan MbakBro bisa mulai merencanakan kapan akan traveling dan berwisata ke Candi Prambanan ini. Dijamin tak cukup hanya datang sekali...

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista  , Eva Zahra

-oOo-

Tentang Wisata Prambanan

Waktu Operasional : Setiap hari, pukul 06.00 – 17.00 WIB

HTM : Rp 40.000 (Untuk domestic & WNA Pemegang KITAS), Rp 20.000 (Untuk anak-anak)

Fasilitas: 

Aktifitas: 

Alamat : Jl. Jogja-Solo Km. 16, Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Indonesia

Telepon : (0274) 496 402

Website : borobudurpark.com & Review TripAdvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Candi Prambanan berjarak sekitar 17 km dari O KM Jogja arah tenggara dan dapat ditempuh kurang lebih selama 30-45 menit perjalanan.

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Jika menggunakan kendaraan pribadi, kita bisa mengambil jalur dari arah O KM kearah Jalan Solo atau kearah Klaten dan Solo. Ikuti jalan utama sampai dengan bertemu gapura perbatasan Jawa Tengah Dan Yogyakarta. Dari gapura tersebut tinggal maju dikit sampai lampu merah lalu berbelok kiri. Pintu masuk atau tempat parkir Candi Prambanan berada di kiri jalan. Sementara jika menggunakan kendaraan umum bisa menggunakan Bus Transjogja jalur 1A dari Halte Malioboro dan turun di Halte Pasar Prambanan. Perjalanan menuju ke Candi Prambanan bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki kurang lebih selama 10 menit.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit : Pada pagi atau sore hari karena tidak terlalu panas

What to bring : Kamera, kacamata, topi atau payung, air minum

Do :

Don't : 

Mengagumi Mahakarya Arsitektur Masa Lampau di Candi Borobudur

Saat Bro dan Sis memutuskan untuk berkunjung ke Yogyakarta,  kurang lengkap kalau tidak mengunjungi Candi Borobudur. Bangunan warisan sejarah dunia dengan 73 stupa ini terletak di sebelah utara  Yogyakarta dengan jarak sekitar 40 kilometer dari pusat kota.

Walaupun erat dikaitkan dengan Yogyakarta, letak Candi Borobudur sendiri sebenarnya berada di Jawa Tengah. Lebih tepatnya di kawasan Kabupaten Magelang. Perjalanan ke Borobudur dari Yogyakarta tergolong mudah dan murah bagi para wisatawan.  Bro dan Sis bisa menempuhnya dengan kendaraan pribadi atau naik bis yang ada di terminal Jombor menuju Borobudur. Tarif bisnya hanya sekitar 10.000 rupiah. Tiket masuk kawasan wisata Candi Borobudur saat ini sekitar 30.000 rupiah.

Monumen Budha terbesar di dunia ini diperkirakan dibangun pada abad ke-8 hingga abad ke-9 di masa kejayaan Wangsa Syailendra. Setiap tingkatan di candi berbentuk punden berundak.  Terdiri dari 10 tingkat dan konon melambangkan tahapan-tahapan yang dilalui dalam kehidupan seorang manusia.

mahakarya arsitektur masa lampau candi borobudur
( allindonesiatourism.com )

Umat Budha mempercayai Candi Borobudur sebagai simbol alam semesta yang terbagi menjadi tiga tingkatan spiritual yaitu Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu. Dinding candi di tingkatan Kamadhatu dan Rupadhatu memiliki relief-relief yang konon menggambarkan kehidupan masyarakat jawa kuno. Sedangkan dinding Arupadhatu sendiri tidak berelief dan melambangkan kehidupan alam atas yang terbebas dari segala bentuk dan rupa.

Borobudur Adalah Sebuah Mahakarya 

Bangunan candi ini merupakan mahakarya arsitektural yang tidak hanya bernilai sejarah dan budaya semata. Namun juga mengandung keindahan yang elok dipandang mata. Konstruksi bangunan yang megah dan relief-reliefnya seakan mengajak pengunjungnya untuk mencermati setiap sudut yang dimilikinya.

Borobudur siap memanjakan Bro dan Sis yang gemar mengabadikan wujud dan momen melalui mata lensa.  Candi Borobudur merupakan salah satu bukti kecerdasan umat manusia di masa lampau. Setiap jengkal relief yang tergambarkan di dinding Kamadhatu dan Rupadhatu terpahat dengan tingkat kerapian yang tinggi.  Seolah-olah dikerjakan dengan teknologi mutakhir masa kini. Berbagai cerita tentang kehidupan manusia terukir detail tentang kisah hidup para leluhur.

mengagumi mahakarya artitektur masa lampau di candi borobudur
( id.wikipedia.org )

Evant Tahunan: Hari Raya Tri Suci Waisak dan Pelepasan Lampion Yang Memukau

Pada momen tertentu seperti Hari Raya Tri Suci Waisak dan detik-detik pergantian tahun,  Bro dan Sis dapat menyaksikan ritual pelepasan lampion yang sangat indah. Ribuan lampion diterbangkan secara serentak dan menghiasi langit dengan sinarnya.  Siapa coba yang tidak terpana menyaksikan ribuan lampion yang memancarkan sinarnya di kegelapan malam? Momentum spesial seperti ini tentunya sangat berharga dan bisa Bro dan Sis masukkan sebagai agenda romantis menikmati malam bersama.

mahakarya arsitektur lampau candi borobudur
( acyanggita.wordpress.com )

Bro dan Sis tidak perlu menunggu momen pelepasan lampion untuk menikmati romansa Borobudur. Di beberapa lokasi tertentu, sunrise maupun sunset di Candi Borobudur tampak sangat cantik dan memanjakan mata. Kombinasi antara warna biru dan jingga yang menjadi view yang memukau saat senja atau pagi menjelang.

Jadi kapan Bro dan Sis mau berkunjung ke Yogyakarta? Sempatkan dan atur waktu untuk mengunjungi salah satu peninggalan mahakarya arsitektur dunia ini ya...

__

Tentang Candi Borobudur

Author : Pradipta AkosoEditorAjeng Darmista  , Eva Zahra

Waktu Operasional : Setiap Hari, pukul 06.00–17.00 WIB

HTM DEWASA: Rp 40.000,00 (Domestik/WNA Pemegang KITAS) & $25(WNA)

HTM ANAK : Rp 20.000,00 (Domestik/WNA Pemegang KITAS) & $15(WNA)

Fasilitas: Penginapan, rumah makan, toko cenderamata, warung telekomunikasi. Juga terdapat beberapa tenaga guide yang dapat memandu dan menjelaskan mengenai informasi yang terkait dengan sejarah, budaya dan arti arsitektur dari Candi Borobudur.

Aktifitas:

Alamat : Candi Borobudur terletak di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah

Telepon : (0274) 496402

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Candi Borobudur secara administratif terletak di Desa Borobudur Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang, sekitar 45 km arah utara dari kota Jogja, dengan waktu tempuh perjalanan 1 sama 1,5 jam. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Untuk menuju ke Borobudur dari kota Yogyakarta Bro dan Sis dapat naik Trans Jogja jalur 2A menuju ke terminal Jombor tiketnya hanya Rp 3.500 per orang. Turun dari halte Jombor Bro dan Sis dapat naik bis jurusan Jombor - Borobudur dan harganya sekitar Rp 10.000 per orang.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit : 

Waktu terbaik untuk mengunjungi Borobudur adalah di pagi hari saat Borobudur baru buka atau sore hari. Selain matahari tidak terlalu menyengat, pada jam-jam tersebut kondisi Borobudur tidak terlalu ramai sehingga wisatawan bisa mengambil gambar dengan puas.

What to bring : 

Do :

Don't : 

6 Rekomendasi Tempat Wisata di Jogja Utara Yang Wajib Kamu Kunjungi

Gaesss, jumpa lagi dengan saya & tim Tripjogja. Lama juga yah ga update info-info tentang destinasi wisata jogja atau paket tour Jogja. Kebetulan minggu kemarin Tripjogja lagi lumayan sibuk (tsaaah…).

Ada beberapa group handling yang lagi event / tour di Jogja. Seperti grup MICE dari KPU Majalengka, Gathering Telkom Jakarta dan bersamaan juga ada rekan-rekan dari Biznet Jakarta yang lagi ngetrip ke Jogja. Alhamdulillah, rejeki ga boleh ditolak, ntar pamali 😀

Tempat Wisata di Jogja: Tengah - Utara - Selatan - Barat.

Sesuai judul dari artikel ini. Kali ini Tripjogja mau ngebahas tentang destinasi wisata jogja.  Biar gampang kita akan membaginya sesuai dengan arah mata angin ya :)))) , maksudnya kalo temen-temen bikin itinerary, artikel ini membantu agar lebih mudah menentukan destinasi mana aja yang rutenya pas. Menghindari rute yang acak adut yang akhirnya tripnya malah abis waktu dijalan.

Banyak banget lho klien-klien Tripjogja yang rekues bikin arrangement sesuai keinginan sendiri, tapi rutenya OMG! Mbelah kota, gunung dan sungai :)))).
Trip yang diharapkan seru yang menyenangkan, eh malah muter ngalor ngidul. Imbasnya ke timing perjalanan, jam makan dan worst case-nya adalah mood peserta yang drop. Nah yang gini-gini nih tugas Tripjogja sebagai Travel Advisor para calon tamu.

Baca juga : [PORTOFOLIO] Perusahaan-perusahaan besar ini memilih Tripjogja sebagai EO acara gatheringnya 

Travel Advisor di Tripjogja bertugas untuk memberikan informasi detil & obyektif setiap destinasi wisata di Jogja. Mulai dari activity, do & don’t, best time hingga rute terbaiknya.

Kami sebagai Travel Advisor di Tripjogja bertugas untuk memberikan informasi detil & obyektif setiap destinasi wisata di Jogja.

Okey kembali ke topik.

Tempat Wisata di Jogja Utara, Rekomendasinya Kemana Aja?

Yang pertama mau kita bahas adalah tempat wisata di Jogja bagian utara.

Konteks Jogja bagian Utara itu ga terbatas hanya wilayah DIY ya, ada beberapa destinasi wisata yang masuk ke area kabupaten Magelang juga, dan tetep kita masukkan sebagai destinasi yang recommended.

Tapi, ga semua tempat wisata di jogja utara akan Tripjogja rekomendasikan. Tripjogja hanya memberikan rekomendasi obyek wisata yang bener-bener memberikan experience terbaik buat kamu sebelum kamu mengunjunginya atau memutuskan untuk membeli paket wisata jogja kepada para tour operator di Jogja.

Tripjogja hanya memberikan rekomendasi obyek wisata yang bener-bener memberikan experience terbaik buat kamu

Baca juga: Kebagian Tugas Jadi Panitia Outing Kantor? Tonton Dulu Video Ini.

Btw, Kenapa sih harus Jogja Utara?

Menurut Tripjogja, di Jogja bagian utara ada beberapa destinasi wisata jogja yang wajib untuk dikunjungi.

Lalu apa aja destinasi wisata Jogja utara yang rekomended?

Lanjut baca ya 🙂

1. Lava Tour Merapi, Petualangan ala Rambo di Kaki Gunung

Kalo mau ngerasain serunya naik jeep ala Rambo, wajib coba yang satu ini. Atraksi petualangan Lava Tour Merapi mulai beken sejak letusan Merapi tahun 2010 yang meluluh-lantakkan daerah di sekitar kaki gunung. Semenjak itu banyak operator jip menawarkan paket wisata Jogja untuk keliling Gunung Merapi untuk wisata pasca erupsi. Para operator jip disini umumnya menawarkan trip lava tour dengan 4 opsi rute:

  1. Rute Short: Batu Alien, Museum Mini Sisa Hartaku, Bunker Merapi
  2. Rute Medium: Batu Alien, Museum Mini Sisa Hartaku, Bunker Merapi, Kalikuning River
  3. Rute Long: Batu Alien, Museum Mini Sisa Hartaku, Bunker Merapi, Rumah Mbah Maridjan, Kalikuning River
  4. Sunrise Trip: Sunrise di Bunker Merapi, Batu Alien, Museum Mini Sisa Hartaku, Kalikuning River
Outbound - corporate outing jogja, corporate gathering jogja, paket tour jogja, paket wisata jogja
Lava Tour Merapi adalah destinasi wajib yang harus dikunjungi dari sekian banyak tempat wisata di Jogja bagian utara. In Frame: Serunya peserta outing dari Asuransi Askrida (Cab. Lombok) saat trip ke Jogja bareng Tripjogja.

Baca juga:  Lava Tour, Petualangan ala Rambo di Kaki Gunung Merapi

Buat kamu yang demen hunting foto selfie untuk posting di sosmed, ada 2 spot baru yang bisa kamu datangi sembari nge-jeep, yaitu Stonehenge dan The Lost World Castle, untuk menuju kesana tentu ada sedikit tambahan biaya yang kita bayar ke operator jip.

2. Ullen Sentalu, Museum Terbaik di Indonesia

“Wow!” Mungkin itu 1 kata yang tepat untuk menggambarkan kesan kami ketika pertama kali berkunjung ke Museum Ullen Sentalu.

Ternyata oh ternyata, Museum Ullen Sentalu pernah dinobatkan sebagai Museum Terbaik di Indonesia oleh Tripadvisor.

Museum Ullen Sentalu
Museum Ullen Sentalu pernah menjadi Museum Terbaik di Indonesia versi Tripadvisor. In frame: Kawan-kawan dari Illuminate Research Asia yang lagi trip bareng Tripjogja.

Berbeda dengan kebanyakan museum yang cenderung membosankan, Museum Ullen Sentalu berhasil membuat para kami betah untuk mengamati koleksi sembari mendengarkan cerita dari tour guide lokalnya. Ternyata, sejarah dari Kerajaan Mataram (Jogja & Solo masa lampau) banyak cerita luar biasa yang tidak terpublikasi dengan baik diluar, dan bisa kita dapatkan ceritanya di museum ini.

Baca juga: Museum Ullen Sentalu, Mesin Waktu yang Membawa Kita Kembali ke Masa Jawa Kuno

Yang menurut kami benar-benar menarik dari Museum Ullen Sentalu adalah:

  1. Koleksi barang langka peninggalan Kerajaan Mataram Kuno.
  2. Tour Guide yang cakap menceritakan kisah-kisah “untold story” masa lampau.
  3. Suasana museum yang syahdu & adem

Pastikan Museum Ullen Sentalu masuk ke dalam bucket list-mu ya 😀

3. Little Ubud River Tubing, Petualangan Sungai, Air Jernih, Dingin dan Terasering Sawah ala Ubud

Destinasi ini terletak Desa Tampirwetan, Candimulyo, Kab. Magelang (cek lokasi Maps nya disini). Little Ubud di Magelang Menawarkan petualangan ringan di sungai menggunakan ban dalam, lebih popular dengan istilah “river tubing”.

little ubud river tubing, jeram sungai
Kebayangkan kalo kita river tubing trus ketemu jeram yang heboh gini?

Dan ternyata ga cuma river tubing doang, salah satu alasan kenapa bernama “Little Ubud” adalah karena desa Tampirwetan memiliki banyak view sawah seperti di Ubud, Bali. Jadi, setiap pengunjung yang akan tubing, pasti akan diajak untuk jalan-jalan menyusuri areal persawahan terasering sembari menuju ke titik start.

Little Ubud River Tubing, sawah terasering
Salah satu spot untuk berfoto. Paling bagus view nya kalo musim tanam padi atau sebelum panen. Ijoooo semua dengan undak-undakan terasering. Asoooy bro.

Salah satu alasan kenapa kami di Tripjogja merekomendasikan Little Ubud, karena hampir 95% traveler yang kami ajak kesana mengaku merasa SERU dengan pengalaman river tubing di Little Ubud. Dan tak jarang diantara mereka kembali lagi untuk kedua atau ketiga kalinya.

Kalo menurut Tripjogja sendiri, selain keseruan tubing & alam yang masih alami, hal istimewa di Little Ubud adalah air sungai yang jernih, dingin dan berarus deras tapi tetap aman. Memang SERU BANGET.

Little Ubud River Tubing
Gak cuma warga lokal Jogja & Jateng yang udah kesini. Ternyata Little Ubud juga udah cukup populer di temen-temen luar kota seperti Jakarta. In Frame: outing dari staff Kementrian ESDM Jakarta yang diorganisir oleh tim Tripjogja.

Baca juga: Little Ubud River Tubing, Psst! Belum Banyak yang Tahu Petualangan Disini Seru Banget. Wajib Coba!

4. Candi Borobudur, Mahakarya Peninggalan Indonesia Masa Lampau

Udah ga perlu diragukan lagi, Candi Borobudur masih menjadi daya magis bagi para wisatawan dalam & luar negeri. Meski banyak diantara kita yang udah pernah kesana, Candi Borobudur masih tetap menjadi destinasi pilihan banyak traveler.

Apalagi sekarang ini Candi Borobudur semakin berbenah dengan segala fasilitas dan event-event Internasional. Mulai dari Colour Run, Jazz Festival ataupun Mahakarya Orkestra yang semuanya pernah diadakan di kawasan Candi Borobudur.

mahakarya arsitektur lampau candi borobudur
Event Hari Raya Waisak di Candi Borobudur. Kece euy! via: acyanggita

Baca juga: Mengagumi Mahakarya Arsitektur Masa Lampau di Candi Borobudur

5. Gereja Ayam, Bangunan Eksentrik di Tengah Hutan

Siapa sangka di tengah hutan ada bangunan besar berbentuk Merpati. Meski bentuknya seperti merpati, namun bangunan ini terkenal dengan sebutan “Gereja Ayam”. Terletak di Bukit Rhema, dekat dengan kawasan Candi Borobudur, Kab. Magelang, cek lokasi Maps nya disini.

Awalnya Gereja Ayam dibangun untuk difungsikan sebagai rumah doa, namun karena keunikan arsitektur & letaknya yang di tengah hutan, maka banyak orang menjadi penasaran untuk berkunjung.

Kalo kamu lagi ngetrip ke deket-deket Borobudur, destinasi ini rekomended untuk kamu kunjungi.

corporate outing jogja, corporate gathering jogja, paket tour jogja, paket wisata jogja
Di tengah hutan ada bangunan unik ini membuat banyak traveler penasaran untuk datang. In frame: Event dari Bank Mandiri (SMC Div.) Amazing Race dengan tema "The Gereja Ayam Conquest" diorganisir oleh tim Tripjogja.

Baca juga: Foto-foto keseruan Amazing Race temen-temen Bank Mandiri Jakarta "The Gereja Ayam Conquest"

6. Rafting Sungai Elo, Rafting Seru & Aman untuk Anak - Dewasa

Ini adalah atraksi wajib kalo kamu suka petualangan atau olah raga air. Jeram di aliran sungai Elo memiliki grade II – II+. Jeram dengan grade tersebut cukup aman bahkan untuk pemula sekalipun.

Ada banyak operator rafting lokal di sepanjang perjalanan menuju Borobudur. Tips untuk memilih  operator yang baik adalah perhatikan base camp nya. Biasanya operator yang terpercaya memiliki base camp luas dan didukung oleh fasilitas yang memadai, terutama ruang tunggu & kamar bilas.

corporate outing jogja, corporate gathering jogja, paket tour jogja, paket wisata jogja
Rafting di Sungai Elo memiliki grade II-II++, aman untuk remaja - dewasa meski tanpa keahlian rafting.
In frame: peserta outing dari BPJS Palembang bersama dengan Tripjogja.

Kalo kamu bingung memilih operator yang mana, boleh kok tanya-tanya ke Travel Advisor Tripjogja, kita dengan senang hati untuk ngasih kamu rekomendasi.

Baca juga: Pacu Adrenalinmu di Rafting Elo Magelang!

Yuk Bikin Itinerary ke Tempat Wisata di Jogja Utara

Nah, buat kamu yang mau trip ke Jogja bagian utara, pastikan kunjungi destinasi-destinasi yang Tripjogja sebutin diatas tadi ya. Dijamin ada feel experience yang bagus & gak sia2 tripnya. Kalo bingung, monggo hubungi nomor WA Travel Advisor Tripjogja disini, dengan senang hati kita kasih saran-saran terbaik tentang paket wisata jogja, FREE! 😀 (ini nih yang penting, yekan? :p)

Baca juga: [REFERENSI] Pilihan Lengkap Paket Wisata Jogja 1 Hari, 2 Hari, 3 Hari, 4 Hari

Next kita bakal bahas tentang Rekomendasi Tempat Wisata di Jogja Selatan Yang Wajib Kamu Kunjungi.

Stay tune 😀
NS – Tripjogja


Foot Note: Follow akun Instagram Tripjogja disini. Temukan banyak info tentang destinasi, kuliner & event keren di Jogja.

Tentang Candi Ijo, Senja , dan Jogja Dari Ketinggian

Pernahkah kita berfikir bagaimana kita hidup, bagaimana kita berkomunikasi dengan orang lain, berdampingan di tengah ketidak seragaman? Istilah " Kadang Hidup itu Kidding " ada benarnya . Jogja dengan ribuan pendatang yang ada, dengan segala kepentingan diri masing-masing tetap berusaha menjadi kota ramah tamah. Hidup di Jogja bukan tanpa masalah. Pekerjaan, study, asmara, hingga ekspetasi yang jauh dari realita kerap terjadi. Sadarkah ? bahwa semua harusnya seimbang, mungkin yang kita rasakan sama. Jenuh dengan rutinitas. Saat itu aku menyadari, waktunya menyeimbangkan diri. Sekedar bercanda dengan senja atau melihat wajah Jogja yang ternyata masih bisa tersenyum manja. Mungkin tempat satu ini juga cocok untukmu!

Candi Ijo dengan panorama sunset via eksotisjogjacom

Yup, bila beberapa hal menganggu pikiran aku biasa untuk lari. Bukan menghindarinya tapi menenangkan diri untuk menghadapinya. Setuju? Setuju ya hehe, dan salah satu tempatnya adalah Candi Ijo. Candi Ijo adalah sebuah candi dengan letak tertinggi di Jogja. Kalau kebanyakan orang ke candi Ijo dengan tujuan wisata candi (sejarah) dan sunset romantisnya, aku punya alasan lebih dari itu. Karena di Candi Ijo aku bisa melihat banyak hal indah, seperti senyum dua sejoli yang dimabuk cinta, mereka kadang melakukan hal hal romantis abis bak di ftv, mengusap pipi pasangan dan menyanyikan lagu fourtwenty hehe . Di bagian lain, segerombolan laki laki atau perempuan yang duduk melingkar, begitu khusyuk dengan obrolannya. Mereka pasti sedang menikmati hubungan pertemanan yang sama hangatnya dengan kopiku pagi tadi. Kadang pula ku jumpai laki laki  30an tahun yang mengendong anak kecil, ia nampak mengajak bicara sang anak soal tempat ini, di ikuti perempuan yang berusaha mengabadikan moment itu dengan kamera poket miliknya. Kebahagian tak bisa mereka sembunyikan dari wajahnya, dan melihatnya cukup buatku tersenyum sendiri.

Habagia yang sederhana, menikmati senja berdua

Oiya, Candi Ijo ini  adalah sebuah kompleks percandian bercorak Hindu , lokasinya berada 4 kilometer arah tenggara dari Candi Ratu Boko atau kalau dari kota Jogja sendiri kira-kira 18 kilometer di sebelah timur . Candi Ijo perkirakan dibangun antara kurun abad ke-10 sampai dengan ke-11 Masehi pada saat zaman Kerajaan Medang periode Mataram. Candi Ijo gampang sekali ditemukan. Tapi kalau masih binggung, karena aku lagi baik hati, nih tak kasih tau hehe akses disini ya rute ke Candi Ijo

Perjalanan ke Candi Ijo dapat kamu tempuh kurang lebih satu jam dari pusat kota, panorama sunset yang manis jadi daya tarik utama disini, terlebih biaya masuk yang murah banget, Rp 5000 . Dulu bahkan gratis! hanya mengisi paraf sebagai bukti kunjungan di buku tamu, eh itu juga termasuk salah satu alasan sering melewatkan senja Jogja disini sih hehe . Waktu tepat kesana adalah sore hari di jam 16.00 - 18.00 dan panorama sunsetnya mungkin salah satu terbaik di Jogja!

Sunset Jogja yang manis

Aku lebih suka datang sendiri kesini (Candi Ijo) ya sekedar melepas lelah menikmati keramaian yang berkualitas. Melewatkan gelapnya Jogja, menyaksikan lampu lampu Jogja yang akan tampak cantik dari ketinggian. Dari sini aku melihat Jogja yang masih menyimpan parasnya, cantik dan pas! Tidak kurang tidak lebih, sederhana dalam menyikapi kami yang ada di dalamnya. Sebenarnya moment di Candi Ijo akan terasa lebih lengkap nih jika kamu bawa beberapa teman ngobrol dan cemilan, lalu duduk duduk santai di spot sunset, kamu bisa lihat beberapa pesawat terbang membelah senja, karena letak Candi Ijo sendiri berdekatan dengan bandara. Udah di bayangin kayak di film film belum ? hehe ya kurang lebih seperti itu frame adegan nya.

Yang ku tau hidup itu tentang dua hal yang saling menyeimbangkan, gelap terang, siang malam, baik buruk, hitam putih, bekerja dan beristirahat

Sunset dan lampu kota jogja dari candi ijo (via : danisetiawankucom)

Hari mulai mengelap, lampu lampu kota nampak tambah mempesona tapi kita harus bergegas pulang karena jam kunjung Candi Ijo sudah habis. Tentang Candi Ijo, Senja, dan Jogja memang jadi satu paket mengistirahatkan diri yang patut kamu coba. Karena berlibur tak harus mahal, tak harus jauh juga, dan jika kamu tertarik aku bisa anterin kok, bay the way aku juga udah belajar lagu fourtwenty ??? Hehe... Salam dari Tripjogja, penyedia paket wisata jogja dan paket tour jogja.

10 Spot Terbaik Untuk Menikmati Sunset di Jogja

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Sunset atau matahari terbenam adalah salah satu keindahan alam yang banyak dicari orang. Sunset selalu mempunyai daya tarik sendiri pagi para pemburunya, salah satunya adalah suasana tenang yang selalu mengikutinya saat menjelang pergantian hari. Bagi para pecinta fotografi, matahari juga merupakan salah satu objek terbaik untuk bidikan lensanya.

Berikut ini adalah 10 spot terbaik untuk menikmati sunset di  Jogja.

1. Candi Ratu Boko

candi ratu boko, sunset di jogja
Pernah ada anonymous dari Amerika menyeletuk "disini salah satu spot sunset terbaik di muka bumi". Meski terdengar lebay, namun statement itu bukan tanpa dasar. Candi Ratu Boko memang terkenal akan keindahan sunset view-nya.

Bekas reruntuhan Istana Ratu Boko ini tidak hanya menawarkan keindahan pemandangannya saja. Ditempat ini kita juga bisa menikmati suasana romantis dengan balutan sunset cantik. Letak Candi Ratu Boko yang berada diatas bukit membuat suasana cukup sepi yang akan semakin menambah keromantisan.

2. Candi Ijo

Candi Ijo adalah Candi dengan elevasi tertinggi di Jogja. Kita dengan leluasa dapat menikmati diorama senja dari Candi Ijo. Jika ke Jogja, sempatkan untuk mengunjunginya ya! (via: dandhyphotowork[dot]deviantart[dot]com)

Terletak tidak jauh dari Candi Ratu Boko, masih ada Candi Ijo yang bisa dikunjungi untuk menikmati keindahan matahari terbenam di Jogja. Candi Ijo merupakan candi yang letaknya paling tinggi di Jogja. Dari tempat ini kita bisa menikmati pemandangan menuju kearah Kota Jogja maupun perbukitan didekat Gunung Api Purba Nglanggeran. Menjelang senja, matahari akan mulai meredup dan tampak seperti turun diantara tengah-tengah candi. Mau kesini? Rekues aja paket wisata jogja-nya ke Advisor Tripjogja.

3. Embung Nglanggeran

embung nglanggeran
Perhatikan foto diatas. Meski terkesan foto editan, namun dari situ kita sudah bisa menyimpulkan bahwa senja di Embung Nglanggeran itu romantis dan layak banget untuk dijadikan sebagai tempat mengatakan "maukah aku dan kamu jadi kita?" #eh (via: telusurindonesia[dot]com)

Embung Nglanggeran letaknya persis ada bawah Gunung Api Purba Nglanggeran. Embung atau waduk buatan ini dibangun sebagai penampung air yang akan digunakan untuk irigasi kebun buah yang ada disekitarnya. Pantulan dari cahaya dari sinar matahari di kolam raksasa yang berwarna kekuningan adalah salah satu daya tarik utama senja ditempat ini. Semakin malam matahari seolah akan menghilang diatas perbukitan yang berada disebrang embung.

4. Pantai Kesirat

Jangan pernah bayangkan Pantai Kesirat itu memiliki bibir pantai yang panjang dan penuh pasir putih. Enggak! Tapi cobalah sesekali datang kemari menjelang senja. Nikmati turunnya mentari perlahan ditemani suara debur ombak samudera Hindia. Pasti kamu speechless (via: piknikdong[dot]com)

Pantai Kesirat merupakan salah satu pantai yang ada di Kabupaten Gunungkidul. Namun walaupun disebut dengan nama pantai, ditempat ini kita tidak bisa menemukan hamparan pasir seperti yang bisa kita temukan di pantai pada umumnya. Pantai Kesirat merupakan sebuah tebing yang berbatasan langsung dengan dengan Samudera Hindia.

5. Bukit Parangendog

Nah ini dia. Spot yang belum banyak orang tahu kecantikan alamnya. Ibatrat kita menikmati sunset dari Pantai Parangtritis itu cantiknya seperti bunga desa, kalo dari Bukit Parang Endog cantiknya bisa seperti Raisa. (via: wisata-jogja.net)

Jika pada siang hari di Bukit Parangendog kita akan disuguhi oleh pemandangan atlet paralayang yang sedang terbang diatas lautan. Maka pada saat sore hari kita akan mendapat sajian cantiknya matahari terbenam yang seolah muncul diatas permukaan laut. Warna cahaya matahari yang berwarna kuning keemasan ditambah dengan sepoi angin laut akan membuat suasana menjadi cukup tenang.

6. Gumuk Pasir Parangkusumo

gumuk pasir parangkusumo
Bro sis, pasti banyak yang gak tau ya? Asal muasal pasir sebanyak ini adalah dari debu vulkanik Merapi yang berjarak lebih dari 40 km ke utara! Sekarang mengendap secara alami di dekat pantai dan jadilah area luas yang sunsetable banget. (via: alannobitaphotography[dot]blogspot[dot]com)

Gumuk Pasir Parangkusumo atau yang biasa disebut dengan “Gurun Saharanya” Jogja ini memang merupakan salah satu fenomena yang cukup langka didunia. Ditempat ini kita bisa merasakan sensasi seperti sedang berada di gurun dengan hamparan pasir yang luas. Pada sore hari pun tempat ini tidak kalah cantik.

7. Pantai Parangtritis

sunset di pantai parangtritis
Bicara senja, jangan pernah ragu sama Parangtritis. Pantai legendaris ini memiliki ambience sunset yang ciamik. Bibir pantai, pasir halus, ombak lautan dan tenggelamnya matahari, kurang apa coba? (via: indonesia-tourism[dot]com)

Salah satu daya tarik dari Pantai Parangtritis adalah hamparan pasir hitamnya yang membentang luas yang membuat pemandangannya menjadi sangat eksotis. Selain karena pemandangannya yang cantik, letaknya yang tidak terlalu jauh dari pusat kota menjadikan Pantai Parangtritis setiap harinya ramai dikunjungi oleh banyak orang. Tidak hanya dari Jogja saja, tetapi juga pengunjung dari luar kota.

8. Watu Lumbung

sunset di watu lumbung jogja
Terletak di sebelah utara Pantai Parangtritis. Senja di Watu Lumbung dinikmati dengan melihat indah view kali Opak dan suasana hijau di sekelilingnya. Cakep bro! (via: ayosebarkan[dot]com)

Kawasan Watu Lumbung yang terletak tidak jauh dari Pantai Parangtritis ini terkenal  sebagai salah satu kampung edukasi. Setiap pengunjung yang datang ketempat ini bisa menukarkan 3 buku bacaan dengan makanan gratis. Selain itu juga pengunjung yang mau membantu memasak atau menyajikan makanan untuk tamu lain juga bisa mendapatkan diskon untuk membeli makanan.

9. Pantai Pok Tunggal

pantai pok tunggal, sunset di pantai
Perhatikan pohon itu! Itu adalah pohon iconic yang dimiliki oleh Pantai Pok Tunggal. Sunset di Pantai Pok Tunggal terlalu sayang untuk dilewatkan (via: sarangpenyamun[dot]wordpress[dot]com)

Pok Tunggal merupakan salah satu pantai dengan pemandangan yang paling cantik di Kabupaten Gunungkidul karena memiliki hamparan pasir putih dan air lautnya yang berwarna biru. Pantai ini sering dijadikan sebagai lokasi untuk beach camp bagi para pecinta alam. Di pantai ini terdapat satu pohon yang menjadi ciri khas sekaligus obyek foto cukup menarik.

10. Puncak Becici

puncak becici, sunset
Naaaah! Ini dia. The rising star destinasi wisata di Jogja mulai tahun 2016, apalagi setelah dikunjungi oleh mantan presiden Amerika Barrack Obama. Gak cuma Hutan Pinusnya yang keren, suasana sunsetnya juga asoy geboy... (via: bentara[dot]id)

Puncak Becici merupakan sebuah bukit ditengah hutan pinus. Dari tempat ini kita bisa menikmati diorama wilayah Jogja dari ketinggian. Pemandangannya yang cantik dan udaranya yang cukup segar membuat semua pengunjung betah berlama-lama ditempat ini. Ditambah lagi dengan perjalanan menuju ke puncaknya yang terbilang cukup mudah karena jalannya yang tidak terlalu menanjak.

Jangan biarkan sore hari lewat begitu saja, ada sunset cantik yang bisa kita nikmati di sekeliling Jogja. Temukan semua tentang info tempat wisata di jogja di tripjogja.co.id (*)

__

Author : Nova AristiantoEditorAjeng Darmista[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

10 Tempat ini Bisa Kamu Datangi untuk menikmati Pemandangan Jogja dari Ketinggian

Ada cara lain yang bisa dilakukan untuk menikmati suasana Jogja dengan cara yang berbeda. Salah satunya adalah menikmati pemandangan Jogja dari ketinggian. Dengan cara ini tentu saja kita bisa menikmati suasana Jogja dari dimensi yang berbeda. Jogja memang mempunyai wilayah yang cukup lengkap mulai dari laut sampai dengan pegunungan. Hal ini lah yang membuat Jogja tidak pernah kehabisan tempat baru untuk dinikmati keindahannya.

Mai kita lihat, 10 tempat yang bisa didatangi untuk menikmati Jogja dari ketinggian.

1. Spot Riyadi

Spot Riyadi adalah tempat terbaru yang sedang hits saat ini untuk menikmati suasana Jogja dari ketinggian. Tempat ini terletak di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten  Sleman. Dikenal dengan Spot Riyadi karena tepat persis didepan rumah warga yang bernama Bapak Riyadi. Ditempat ini kita bisa melihat hamparan sawah hijau dan rumah-rumah penduduk yang terihat kecil. Dari kejauhan juga tampak Candi Prambanan. Sementara jika cuaca sedang cerah, Gunung Merapi yang gagah juga akan menampakan diri.

2. Bukit Bintang

Bagi yang pernah jalan-jalan ke Gunungkidul pasti pernah melewati tempat ini. Bukit Bintang memang berada dijalur utama dari Kota Jogja menuju ke Kabupaten Gunungkidul tepatnya masuk dalam wilayah Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul. Bukit Bintang akan menjadi sangat ramai pada malam hari karena banyak orang yang datang ketempat ini untuk menikmati kerlap-kerlip lampu yang terlihat cantik dan romantis. Tempat ini bisa menjadi salah satu tempat yang bisa datangi bersama pacar.

3. Puncak Bucu

Masih disekitar Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul ada satu puncak lagi bernama Puncak Bucu yang bisa didatangi untuk menikmati Jogja dari ketinggian. Perjalanan menuju ke Puncak Bucu kita akan melewati hutan-hutan jati dengan daun-daun yang berguguran. Waktu terbaik untuk datang ketempat ini adalah pada sore hari karena kita bisa melihat pemandangan sunset cantik . Untuk yang ingin menikmati  suasana malam yang tenang dan kerlap-kerlip lampu, tempat ini bisa menjadi tempat kemah yang cukup menyenangkan.

4. Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan sebuah gunung api purba yang kini sudah tidak aktif lagi yang  terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Dari puncak gunung ini kita bisa menikmati pemandangan sekitar yang masih hijau. Pada malam hari pun kita akan disuguhi pemandangan Jogja dengan kerlap-kerlip lampunya. Embung Nglanggeran yang tidak kalah cantik persis ada dibawah gunung api purba ini. Tidak terlalu sulit untuk bisa mencapai puncak Gunung Api Purba Nglanggeran. Hanya butuh waktu sekitar 45 menit sampai satu jam.

5. Candi Ijo

Mungkin ada yang belum tau bahwa Candi Ijo ini merupakan candi yang letaknya paling tinggi di Jogja. Candi Ijo terletak di Desa  Sambirejo,Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Letaknya yang berada pada ketinggian membuat suasana disekitar candi ini cukup sejuk dengan udara yang segar. Selain bisa menikmati pemandangan Jogja dari ketinggian, pada sore hari di Candi Ijo ini kita juga akan disuguhi pemandangan matahari terbenam yang cantik.

6. Bukit Parang Endog

Bukit Parang Endog atau yang biasa dikenal dengan nama Bukit Paralayang ini sebenarnya adalah tempat latihan dan bermain atlet paralayang Jogja. Bukit ini letaknya tidak terlalu jauh dari Pantai Parangtritis dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Atlet paralayang yang sedang terbang dengan latar belakang hamparan lautan luas  yang berwarna biru adalah pemandangan khas yang ada ditempat ini.

7. Kalibiru

Wisata alam Kalibiru yang terletak  di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo  ini merupakan salah satu tempat wisata Jogja yang paling populer di Instagram. Pemandangan rumah panggung dengan latar belakang Waduk Sermo yang cantik menjadi daya tarik utama dari tempat ini. Banyak orang yang rela antri berjam-jam demi mendapatkan foto dengan spot cantik ini.

Baca Juga : Gardu Pandang Gunung Gajah, Menikmati Lanskap Kulonprogo di Spot yang Jarang Dijamah

8. Kebun Buah Mangunan

Kebun Buah Mangunan ini biasa dikenal juga dengan nama “Negeri Diatas Awannya Jogja”. Jika kita datang pada pagi hari, kita akan disuguhi dengan pemandangan lautan awan yang menutupi kawasan disekitarnya. Namun jika kita datang pada siang hari, pemandangan cantik lain juga tetap siap menunggu kita yaitu berupa pemandangan Sungai Oya yang seolah membelah perbukitan karst yang juga tidak kalah cantik.

9. Puncak Suroloyo

Tidak hanya satu atau dua gunung aja yang bisa dilihat dari tempat ini. Di Puncak Suroloyo ini kita bisa menyaksikan kecantikan beberapa gunung sekaligus yang ada disekitar Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing, Telomoyo, dan Andong. Puncak Suroloyo terletak di Perbukitan Menoreh yang masuk dalam wilayah Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo. Perjuangan untuk bisa sampai ke puncaknya akan terbayarkan dengan pemandangan yang cantik tersebut.

10. Gunung  Kukusan

Gunung Kukusan terletak di perbatasan antara  Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sama seperti di Puncak Suroloyo, di Gunung Kukusan kita juga bisa menikmati pemandangan cantik beberapa gunung sekaligus yang seolah berjajar rapi.

Baca juga : Lepaskan Penatmu di Kebun Teh Nglinggo Kulonprogo

Penasaran kan bagaimana cantiknya pemandangan Jogja dari ketinggian? Jangan lupa kunjungi 10 tempat wisata jogja tersebut. Bagi kalian yang butuh paket wisata jogja untuk liburan bersama keluarga, sahabat, teman kantor, dan lainnya kalian bisa hubungi kami TripJogja.co.id sebagai partner perjalanan wisata kamu selama di Jogja.

Keren! 10 Lokasi Syuting AADC 2 di Jogja ini Wajib Kamu Kunjungi Kalo ke Jogja!

Jreeeeeng!

Siapa yang tidak tau tentang kisah percintaan antara Cinta dan Rangga dalam “Ada Apa Dengan Cinta”? Film Indonesia yang bergenre romantis tersebut  14 tahun lalu pernah menjadi film yang paling laris di bioskop-bioskop Indonesia bahkan sampai juga ke beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Setelah sekian lama akhirnya kisah Cinta dan Rangga ini muncul kembali dalam “Ada Apa Dengan Cinta 2”.

Fakta yang paling menarik adalah sebagian besar tempat yang dijadikan sebagai lokasi syuting berada di Jogja  dan  sekitarnya. Tentunya pemilihan lokasi pembuatan film AADC  mempunyai banyak alasan dan pertimbangan bagi sang produser. Jogja memiliki hampir semua pemandangan indah, situs sejarah, pusat kuliner dan tempat-tempat berkesenian yang menjadi latar adegan-adegan dalam film tersebut.

Ingin mencoba tapak tilas Cinta dan Rangga, berikut adalah info tempat wisata di Jogja yang menjadi lokasi syuting  AADC2. Simak ya!

1. Pantai Parangtritis

pantai parangtritis jogja
Tampak foto Dian Sastrowardoyo dkk saat syuting AADC 2. Tips kami, jika bro & sis ke Parangtritis, datanglah diwaktu senja. Sunset view Parangtritis termasuk tercantik di Jogja. Bikin baper. (via: piknikdong[dot]com)

Pantai Parangtritis merupakan salah satu pantai yang ada di Jogja tepatnya terletak di Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul. Tidak hanya terkenal dengan kisah mistis tentang Nyi Roro Kidulnya aja, pantai ini juga pemandangan senja yang cukup eksotis. Pantainya yang cukup panjang dengan hamparan pasir hitamnya membuat pemandangannya menjadi sangat cantik. Disisi selatan pantai ini juga dibatasi dengan dinding karang yang cukup tinggi.

Baca Juga: Serunya Sandboarding di Gumuk Pasir Parangkusumo

Jika datang pada sore hari kita akan disuguhi dengan pemandangan sunset yang sangat romantis. Suasana manis di pantai ini sangat tepat menggambarkan kehangatan dan kecerian kisah persahabatan Cinta dan ketiga sahabat karibnya.

Yuk ke sini, dan ajak semua sahabatmu!

2. Candi Ratu Boko

candi ratu boko, aadc 2
Kamu jomblo? Stop baca cation ini. Adegan ini adalah saat Dian Sastro & Rangga ketika kembali akur dan mulai membicarakan masa lalu mereka yang penuh drama percintaan SMA. Ah, sudahlah... (via : cumicumi[dot]com)

Sama seperti di Pantai Parangtritis, sunset di Candi Ratu Boko juga tidak kalah eksotis. Candi Ratu Boko ini merupakan reruntuhan bekas istana kerajaan yang letaknya berada disebuah bukit. Dari tempat ini kita bisa melihat pemandangan kearah Candi Prambanan dengan jelas. Jika cuaca sedang cerah Gunung Merapi yang tampak gagah juga bisa dilihat.

Candi Ratu Boko menjadi lokasi yang indah ketika kita berkunjung di sore hari dimana matahari sudah tidak terik, komplek Candi Ratu Boko yang luas memungkinkan kita memiliki spot tersendiri untuk menikmati pemandangannya.

3. Makam Kotagede

makam raja imogiri
Disinilah tempat peristirahatan para Raja Mataram Kuno. Selain banyak orang berziarah, banyak juga pelancong yang berkunjung untuk mencari tahu cerita sejarahnya. Dengan suasana yang tenang & syahdu, lokasi ini menjadi pilihan untuk syuting AADC 2.

Kotagede dahulu merupakan pusat dari Kerajaan Mataram. Ditempat ini terdapat kompleks pemakaman yang dikhususkan untuk raja-raja Mataram. Komplek makam ini sangat unik karena dibangun dengan perpaduan antara budaya Islam dan Hindu.

Baca juga: Kerajinan perak khas Kotagede juga termasuk kedalam 6 oleh-oleh khas Jogja lho!

Salah satu unsur budaya Hindu yang menonjol adalah gerbangnya yang tampak seperti candi. Kotagede adalah sudut Jogja yang sangat kental nuansa vintage dan retro-nya. Kotagede mampu mewakili pesona masa lalu Jogja yang begitu teduh dan tenang.

4. Sate Klatak Pak Bari

U.E.N.A.K! Meski pertama merasa aneh dengan cara masak & tampilannya, sate klatak menjadi standar "enak" baru bagi para penikmat sate. Enaknya nggak santai!

Sate klatak merupakan salah satu kuliner khas yang ada di Jogja. Yang paling unik dari sate ini adalah tusuk satenya yang menggunakan jeruji besi sepeda. Bumbu yang digunakan untuk memasak sate ini pun cukup sederhana, yaitu garam dan campuran bawang merah. Sate Klatak Pak Bari ini terletak di Pasar Wonokromo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. Sate Klathak telah menjadi ikon kuliner kota Jogja, tak ada salahnya berburu kuliner dan menikmati sajian sate kambing di malam hari saat di Jogja.

5. Greenhost Hotel

hotel greenhost jogja
Hotel Greenhost memiliki desain yang unik & nggak mainstream, mungkin karena alasan inilah Greenhost dipilih jadi salah satu spot syutingnya AADC 2. (via : www.agoda[dot]com)

Greenhost Hotel terletak di Jalan Prawirotaman II Yogyakarta. Hotel ini punya desain yang cantik dan sangat ramah lingkungan. Salah satu hal yang paling unik dari hotel ini adalah adanya sebuah pipa yang berada dilingkungan hotel yang dijadikan sebagai media tanam. Go Green banget!

6. Klinik Kopi

Klinik Kopi Jogja
Perkenalkan, difoto itu adalah mas Pepenk, founder dari Klinik Kopi. Hebatnya dia adalah bisa menjawab hampir semua pertanyaan mengenai kopi mulai dari proses tanam hingga seduh. Luar biasaaaah! (via: travel.kompas[dot]com)

Sesuai dengan namanya, tempat ini bukan sekedar tempat ngopi biasa. Ditempat yang berlokasi di Jalan Kaliurang KM 7.8 Sleman ini kita bisa mengetahui semua cerita dibalik kopi yang akan kita minum. Bahkan kopi-kopi ada di Klinik Kopi ini merupakan hasil buruan langsung dari sang barista ketempat asalnya langsung.

7. Plengkung Gading

plengkung gading jogja
Plengkung Gading adalah salah satu heritage peninggalan arsitektur ala kerajaan Mataram Kuno. Bangunan dengan tipe seperti ini dapat kita temuka di beberapa sudut kota Jogja terutama yang berdekatan dengan Keraton dan Kotagede. (via : pariwisata.jogjakota.go.id)

Plengkung dahulunya merupakan gerbang menuju ke kawasan Keraton Yogyakarta. Disekitar Keraton terdapat beberapa plengkung yang masih berdiri kokoh sampai saat ini, salah satunya adalah Plengkung Gading . Plengkung yang satu ini teretak disebelah selatan Alun-alun Selatan Jogja. Pada malam hari tempat ini akan disinari lampu warna-warni  yang membuat tempat ini terihat semakin cantik.

8. Sellie Coffee

sellie coffee jogja
"Rangga, yang kamu lakukan ke saya itu jahat!", Satu kalimat ini terucap dari mbak Dian Sastro di adegan AADC 2 di Sellie Coffee ini. Daaaan, jadi viral! :)))) (via : cnnindonesia[dot]com)

“Rangga, apa yang kamu lakukan ke saya itu jahat”. Untuk yang sudah menonton film AADC2 pasti akan ingat dengan adegan tersebut. Nah di Sellie Coffee ini tempat yang dijadikan untuk mengambi adegan tersebut. Sellie Coffee terletak di  Jalan Prawirotaman II tidak teralu jauh dari Greenhost Hotel.

9. Rumah Doa Bukit  Rhema

gereja ayam magelang
Bisa dipastikan hampir semua mata tertegun ketika pertama melihat bangunan ini. Unik & berada di tengah hutan! Inilah Rumah Doa Bukit Rhema yang terkenal dengan sebutan Gereja Ayam. (via : blog.airyrooms[dot]com)

Orang lebih mengenal tempat ini dengan nama Gereja Ayam karena memang bangunan yang sempat terbengkelai ini bentuknya mirip dengan sebuah ayam raksasa. Tapi sebenarnya bentuk bangunan tersebut berbentuk seperti merpati seperti yang diinginkan oleh pemiliknya.

Tempat ini juga bukan sebuah gereja melainkan rumah doa yang bisa digunakan oleh siapa saja dengan latar belakang agama apapun. Letak bangunan unik tidak teralu jauh dari Candi Borobudur yang masuk dalam wilayah Kabupaten Magelang, Jawa  Tengah.

10. Punthuk Setumbu

punthuk setumbu sunrise
Punthuk Setumbu, spot sunrise favorit pelancong yang ingin menikmati indah matahari terbit. Selain harga yang murah, panorama lanskap disini memanjakan mata.

Masih berada disekitar kawasan Candi Borobudur  ada sebuah bukit bernama Punthuk Setumbu yang juga dijadikan sebagai lokasi syuting AADC2. Waktu paling tepat untuk mendatangi tempat ini adalah pada pagi karena dari sini kita bisa melihat sunrise cantik yang  keluar  disela Merapi dan Merbabu. Selain itu kita juga bisa melihat Borobudur dari kejauhan yang tertutup awan. Punthuk Setumbu menjadi tempat rahasia para fotografer untuk mendapatkan foto cantik candi Borobudur dan Gunung Merapi. Kebayang suasananya? Ayo kesana...!

Wah, banyak juga ya lokasi syutingnya, dan semuanya amazing banget! Kamu bisa datengin langsung tuh semua destinasi itu, bisa backpacker bareng temen-temen atau dengan memesan paket wisata jogja ke tour travel di jogja terpercaya langgananmu.

Awas jangan baper ya kalau mengunjungi tempat-tempat tersebut.

__

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista