5 Hal Seru yang Bisa Kamu Lakuin di Alkid Jogja Daripada Hanya Tidur di Hotel.

Liburan tapi cuma tiduran di hotel? Banyak orang yang kadang hanya pindah tempat tidur aja saat liburan. Padahal pasti masih ada banyak hal yang bisa kita ekspore ditempat  yang kunjungi. Walaupun pada malam hari sekalipun. Rasanya liburan bakal jadi enggak seru kalau cuma dihabiskan untuk tiduran aja. Kalau cuma tidur di rumah pun kita bisa melakukannya. Bukan Begitu?

Dari pada bosan tiduran di hotel saat liburan di Jogja, selain bisa mengunjungi Taman Lampion, kamu juga bisa melakukan 5 hal ini di Alkid

1. Genjot Odong-odong Bareng Teman Keliling Alkid

Ada yang belum tau odong-odong itu apa? Odong-odong adalah sejenis becak hias yang dirancang sedemikian rupa. Naik odong-odong paling seru jika dilakukan bersama teman-teman. Biasanya odong-odong ini bisa dinaiki oleh 4-6 orang, tergantung besar dan kecilnya odong-odong. Yang  paling menarik adalah odong-odong tersebut dihiasi dengan berbagai lampu warna-warni ditambah dengan peralatan sound system yang mupuni. Sambil mengayuh odong-odong kamu bisa memutar lagu kesukaan agar lebih semangat. Dengan naik  odong-odong kita juga bisa menguji kekompakan karena setiap orang harus ikut mengayuh agar odong-odong bisa jalan keliling Alkid.

2. Mau Romantisan Bareng Pacar? Naik Sepeda Tandem aja!

Kalau odong-odong lebih diperuntukan untuk rame-rame, ada sepeda tandem yang bisa dipilih kalau kamu liburannya hanya berdua bareng pacar atau gebetan. Sama seperti odong-odong , sepeda tandem juga dihiasi lampu kerlap-kerlip yang cantik. Boncengan berdua bareng pacar naik sepeda adalah salah satu hal paling romantis di dunia. Dijamin setelah boncengan hubungan sama pacar bakal lebih lengket lagi. Enggak percaya?

3. Kalau Bisa Melewati 2 Pohon Beringin Dengan Mata Tertutup Maka Keinginan Kita Bisa Terwujud

Ada tradisi unik bernama Masangin yang wajib dicoba saat berada di Alkid. Yang harus kita lakukan adalah mencoba melewati 2 pohon beringin kembar yang ada di Alkid dalam keadaan mata tertutup. Barang siapa yang berhasil melakukannya dipercaya bahwa semua keinginannya bakal terwujud. Terlepas dari benar atau tidaknya mitos tersebut, Masangin cukup seru untuk dilakukan. Karena banyak orang yang sudah melakukannya namun tidak  berhasil. Keyakinan saja tidak berlaku saat melakukan masangin. Karena banyak yang yakin telah melewati jalur yang benar tapi ternyata meleset cukup jauh. Penasaran mau coba?

4. Wedang Ronde Bisa Menghangatkan Malam kamu

Udara malam Jogja yang cukup dingin bisa dihangatkan dengan semangkuk wedang ronde. Warna-warni yang ada dalam semangkuk wedang ronde tidak hanya menarik, tetapi juga berkhasiat bagi kesehatan tubuh kita seperti mencegah masuk angin dan meningkatkan stamina tubuh. Liburan itu butuh stamina yang prima biar bisa tetap jalan-jalan. Kalau perut terasa lapar, ada berbagai jajanan seperti bakso dan jagung bakar yang bisa dipilih untuk mengganjal perut. Perut kenyang, genjotan odong-odongnya juga bisa semakin kencang. 😀

5. Masih Kurang Tempat Buat Selfie? Plengkung Gading Bisa Jadi Tempat Selfie yang Cantik

Masih merasa kekurangan tempat untuk berselfie ria? Tidak perlu khawatir karena tidak terlalu jauh dari Alkid ada sebuah tempat bernama Plengkung Gading yang perlu didatangi. Plengkung Gading ini sebenarnya merupakan salah satu gerbang masuk ke area Keraton Ngayogyakarta Hadiningrta pada  jaman dahulu. Masih ada beberapa gerbang lain yang ada disekeliling Keraton. Disebut Plengkung karena bentup atapnya yang melengkung, sementara kata Gading diambil dari nama daerah lokasi gerbang tersebut berada. Pada malam hari Plengkung Gading akan disorot dengan lampu yang semakin menambah cantik. Mau dapat pemandangan yang lebih cantik? Cobain naik keatasnya.

Yakin masih mau berdiam diri didalam hotel aja kalau ada kegiatan seru diluar sana?

__

Author : Nova AristiantoEditorAjeng Darmista

Omah Tembi: Menginap di Suasana Pedesaan Sambil Belajar Budaya

Ada yang pernah merasa bosan dengan suasana di hotel yang begitu-begitu saja saat traveling? Pasti banyak banget yang pernah mengalami hal ini. Banyak yang berpikiran bahwa hotel hanyalah tempat singgah atau tempat untuk tidur atau menghabiskan malam saat liburan. Padahal suasana hotel atau penginapan yang kita pilih saat liburan juga bisa berpengaruh terhadap mood atau suasana hati kita. Suasana hotel yang menyenangkan akan membuat liburan juga jadi lebih menyenangkan. Kalau bosan dengan suasana hotel di Jogja, coba menjauh sedikit dari kota dan menginap di Omah Tembi. Karena selain menawarkan penginapan dengan suasana pedesaan yang sangat kental, di tempat ini kita juga bisa belajar budaya Jawa.

Omah Tembi
Omah Tembi

Suasana Pedesaan yang Cukup Kental

Salah satu daya tarik utama dari Omah Tembi adalah letaknya yang berada ditengah kampung dengan nuansa pedesaan yang masih kental. Suasana sepi dan tenang juga bisa didapatkan jika menginap di Omah Tembi karena letaknya yang berada ditepian sawah dan jauh dari jalan raya. Omah Tembi terletak di Desa Wisata Tembi yang masuk dalam wilayah Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul. Bangunan yang ada di Omah Tembi berbentuk Limasan khas rumah Jawa dan terbuat dari kayu jati yang membuat suasana jadi lebih tenang. Hampir seluruh furniture yang digunakan di penginapan ini menggunakan kayu. Namun walaupun begitu, Omah Tembi  dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang akan menambah kenyamanan pengunjung seperti AC, LED TV, hot & cold water, dan akses internet. Yang unik adalah setiap penghuni Omah Tembi akan diberikan welcome drink berupa wedang uwuh yang merupakan minuman khas dari Imogiri yang terbuat dari berbagai rempah-rempah seperti jahe, kayu secang, kayu manis, daun cengkeh, pala, dan daun sereh.

Melihat Aktivitas Petani dari Omah Tembi

Tidak perlu jauh-jauh pergi dari hotel untuk bisa melihat aktivitas petani di sawah, cukup keluar dari kamar kita bisa menyaksikan langsung aktivitas petani yang sedang berada di sawah. Petani-petani tersebut biasanya sudah memulai aktivitas mereka sejak pagi. Waktu paling sibuk bagi para petani adalah pada saat musim tanam ataupun musim panen. Namun diantara musim tersebut biasanya  mereka datang ke sawah untuk menyiangi atau mencabut rumput liar yang tumbuh disela-sela tanaman padi. Kegiatan seperti ini merupakan sebuah pemandangan langka yang sudah tidak bisa kita lihat lagi di perkotaan. Tidak hanya sekedar melihat saja, kita pun bisa turun langsung dan ikut dalam aktivitas para petani. Jangan takut hanya karena tanah sawah yang becek.

Belajar  Membatik dan Membuat Kerajinan

Selain melihat aktivitas petani secara langsung, masih ada beberapa kegiatan menarik lain yang bisa dilakukan di Omah Tembi seperti belajar membati dan membuat kerajinan. Seperti diketahui bahwa batik merupakan salah satu warisan budaya dari Indonesia yang sudah diakui oleh UNESCO. Jadi tidak ada salahnya sebagai warga negara Indonesia  kita belajar budaya sendiri supaya tidak diambil oleh bangsa lain. Selain membatik kita juga bisa belajar membuat gerabah dan wayang.

Masih mikir ulang untuk menginap di Omah Tembi yang tenang dan asri ini? Sepertinya tidak perlu banyak berpikir lagi jika ingin menikmati suasana penginapan yang tenang dengan suasana pedesaan yang masih sangat kental ini. (*)

__

Author : Nova AristiantoEditorAjeng Darmista

INFORMASI WISATA

Harga Kamar:

Fasilitas: AC, LED TV, WiFi, Kamar mandi dalam, Restoran

LOKASI

Alamat: Jalan Parangtritis KM 8,5 Timbulharjo, Sewon, Bantul. Telepon (0274) 6463148

Website: omahtembi.com & Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 KM Jogja: Jarak Omah Tembi dari 0 KM Jogja adalah sekitar 8 km dan dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi kurang lebih selama 30 menit. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju kesana: Untuk menuju kesana bisa mengambil rute Jalan Parangtritis sampai melewati ISI dan pertigaan di Jalan Parangtritis KM 8,5. Dari pertigaan tersebut ambil arah kekanan sampai dengan rambu petunjuk yang ada.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

 

Monumen Jogja Kembali: Sudahkah Kamu Menghayati Pengorbanan dan Melanjutkan Perjuangan Para Pahlawan?

Kita hampir selalu mengenang berbagai hal dalam hidup. Dari mulai indahnya cinta pertama hingga masa-masa indah saat duduk di bangku SMA. Namun terkadang kita lupa, bahwa setiap momen menyenangkan yang tercipta dalam kehidupan kita dapat terjadi karena kita hidup sebagai bangsa yang telah merdeka. Bayangkan saja jika saat ini kita masih berada dalam masa penjajahan, tentu berbagai kenangan indah sulit untuk terbayangkan. Harus kita ingat lagi, merdeka itu bukan tercipta secara cuma-cuma. Ada tangis, darah, bahkan nyawa yang harus terbuang karenanya.

Mengenang kembali tentang pengorbanan para pahlawan tentu tidak lengkap hanya dengan membuka kembali buku-buku sejarah perjuangan. Berbagai konteks yang muncul tentang perjuangan tentunya sebisa mungkin harus dapat kita rasakan. Kita dapat pergi ke Monumen Jogja Kembali untuk melihat dengan lebih pasti bagaimana perjuangan itu terjadi. Monumen ini merupakan sebuah bangunan yang melambangkan bahwa bangsa kita adalah bangsa yang kuat ketika berhasil memukul mundur Belanda dari Yogyakarta pada tahun 1949.

Bangunan monumen yang diresmikan pada tanggal 6 Juli 1989 ini berlokasi di Dusun Jongkang, Sariharjo yang terletak 8 kilometer di utara Nol Kilometer. Monumen Jogja Kembali dapat kita kunjungi dengan rute yang tidak terlalu sulit karena kita hanya perlu menyusuri jalan di utara Tugu Yogyakarta hingga sampai di perempatan ringroad yang menjadi letak lokasi tempat ini. Selain itu kita juga dapat menggunakan trans jogja rute 2A ( dari Terminal Jombor) dan 2B (dari Malioboro) yang juga dapat menuntun kita untuk sampai ke tempat ini.

Monumen Jogja Kembali
Monumen Jogja Kembali

Mari kita meluangkan waktu untuk menengok lagi jasa para pendahulu

Bangunan monumen berbentuk gunung yang konon melambangkan kesuburan ini menyimpan berbagai bukti sejarah perjuangan. Berbagai macam diorama tentang bagaimana darah tertetes dan kemerdekaan dapat dimenangkan tergambarkan secara jelas dan begitu rapi.  Dari mulai senjata-senjata yang dipergunakan oleh para pahlawan hingga pakaian yang mereka kenakan kala memperjuangkan kemerdekaan. Selain itu diorama rekonstruksi adegan-adegan penting dalam sejarah berdirinya sebuah bangsa dapat kita saksikan di tempat ini. Berbagai barang dan simbol yang cukup lengkap untuk mengenang jasa mereka untuk Bangsa Indonesia terekam dengan rapi di lantai 1 dan lantai 2 Monumen Jogja Kembali.

Menghayati pengorbanan dan meneruskan perjuangan

Lantai 3 Monumen Jogja Kembali adalah ruang Garbha Graha, sebuah ruangan yang memiki sebuah bendera merah putih tepat di tengahnya. Ruangan ini menjadi klimaks dari kunjungan di Monumen Jogja Kembali. Setelah melihat berbagai bukti sejarah perjuangan para pendahulu, di tempat ini kita dapat mengheningkan cipta sejenak atas jasa-jasa para pahlawan dalam hidup kita di masa ini. Kita dapat melayangkan doa untuk mereka yang telah rela berkorban untuk sebuah kemerdekaan. Sebagai penutup dari doa-doa yang telah kita panjatkan, hendaknya kita dapat mengucap sebuah ikrar dalam hati untuk terus melanjutkan perjuangan mereka dengan cara yang kita punya.

--

Bersyukurlah hidup di masa ini, perjuangan bukan melulu tentang tetesan darah dan ayunan senjata. Berjuang adalah terus memanfaatkan peluang dan terus berkarya untuk kesejahteraan bangsa yang kita cinta. Merdeka!

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : 08.00-16.00 (Selasa – Minggu)

HTM : Rp 10.000

Aktivitas : Melihat diorama sejarah, mengenang jasa pahlawan, menambah pengetahuan tentang budaya jawa dan kemerdekaan Indonesia

LOKASI

Alamat : Dusun Jongkang, Sariharjo, Kec. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia

Telepon : +62 274 868225

Website :  Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

8 Kilometer

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Melewati Jl.Jogja-Magelang hingga sampai di ringroad dan berbelok ke arah timur sehingga tidak harus berbalik arah.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : Pagi hari

What to bring : Kamera dan Air Minum

Do : Berperilaku sopan dan berpakaian yang pantas, mengeheningkan cipta sejenak dan berdoa untuk para pejuang dan pahlawan yang telah gugur.

Don't : Memegang atau merusak barang-barang bukti sejarah

Sendratari Ramayana: Sajian Romantisme Rama dan Shinta Dalam 120 Menit yang Membuatmu Nyaris Tak Berkedip!

Tidak melulu tentang peninggalan sejarah dan megahnya konstruksi arsitektur, Candi Prambanan juga memiliki sebuah pagelaran megah bernama Sendratari Ramayana Prambanan yang dilangsungkan dalam periode tertentu di setiap tahunnya. Hidup di masa yang menyajikan berbagai pilihan hiburan melalui akses internet, tentu tidak ada salahnya kita menyaksikan betapa dramatisnya kisah perjalanan Rama menyelamatkan Dewi Shinta yang diculik oleh Rahwana dalam balutan tarian, musik, dan drama tanpa dialog.

Kita dapat menyaksikan Sendratari Ramayana Prambanan pada tanggal-tanggal tertentu yang telah ditentukan oleh penyelenggara. Bertempat di Candi Prambanan yang terletak sekitar 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, tentunya dengan menempuh perjalananan selama 30-an menit via Jl Jogja-Solo setimpal dengan kepuasan yang kita peroleh di sana. Untuk mendapatkan hak menyaksikan pagelaran ini, kita perlu mengeluarkan biaya antara 125.000-375.000 rupiah sesuai dengan kelas yang kita inginkan. Tidak perlu ragu tentang nominal uang yang harus dibayarkan, pengalaman dalam menyaksikan Sendratari Ramayana Prambanan tentu bernilai jauh lebih tinggi dari yang harus anda bayarkan.

Sendratari Ramayana Prambanan
Sendratari Ramayana Prambanan

Panggung Megah Beratapkan Langit Malam

Panggung untuk pagelaran ini sendiri dilangsungkan di dua venue yang berbeda sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh pengelola. Pada musim hujan, pagelaran Sendratari Ramayana Prambanan akan dilangsungkan di dalam ruangan sedangkan pada musim kemarau pagelaran ini akan dilangsungkan di luar ruang. Sangat disarankan untuk menyaksikan pagelaran ini pada musim kemarau untuk memaksimalkan pengalaman kita dalam menyaksikan dan meresapi kisah cinta Rama dan Sinta.

Beberapa menit sebelum dimulainya pertunjukan, mata kita akan dibuat terkesima oleh panggung megah berlatarkan Candi Prambanan. Sebuah adegan di luar skenario yang tentunya akan menarik minat kita untuk berfoto-foto ria sebelum pertunjukan dimulai. Tentunya jangan lupa untuk membawa jaket maupun scarf yang dapat menghangatkan tubuh untuk berjaga-jaga dari dinginnya terpapar angin malam di luar ruangan.

Rangkaian Episode Tentang Cinta dan Perjuangan

Tidak perlu menghitung tentang berapa kali kita berdecak kagum dengan apa yang kita saksikan. Selama 120 menit sejak adegan pertama dimulai, kita akan tersihir untuk menatap lekat-lekat lekuk tubuh dan tarian serta alur cerita yang begitu menyentuh pikiran hingga akhirnya tersadar saat akhirnya Rama dan Shinta kembali dipersatukan. Sendratari Ramayana Prambanan begitu magis dalam benak kita sehingga tanpa tersadar kita dapat meresapi setiap sekuens dan terbawa oleh berbagai emosi yang muncul secara bergantian.

Bersiaplah untuk menyaksikan bagaimana Hanoman yang gagah perkasa membalik keadaan secara dramatis ketika membakar Alengka saat sebelumnya Hanoman lah yang hendak dibakar. Jangan mengharapkan visual effect yang tercipta oleh teknologi, adegan bakar membakar di sini jauh lebih seru dibandingkan dengan tipuan mata semacam itu. Api yang digunakan benar-benar panas dapat menjalar sehingga hal ini tentunya dapat membuat kita sangat takjub ketika menyaksikan tentang sebuah pagelaran hasil penggabungan antara budaya tarian dan lelantun jawa dengan sejarah kisah cinta Rama dan Shinta.

Sudah cukup spoiler tentang adegan-adegan yang mungkin muncul, alangkah serunya untuk menyaksikan kisah cinta Rama dan Shinta secara langsung melalui Sendratari Ramayana Prambanan. Setidaknya luangkanlah 120 menit saja dalam seumur hidup untuk menjadi saksi megahnya Sendratari Ramayana. (*)

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Pukul 19.30-21.30

HTM : 

Event Khusus :

LOKASI

Alamat : JL.Jogja - Solo, Km.16 Boko Harjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta.

Telepon : +62 274 496408

Website : www.visitramayana.com & Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

17 Kilometer

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Menempuh perjalananan selama 30-40 menit via Jl Jogja-Solo

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : 30 menit sebelum pertunjukan dimulai.

What to bring : Jaket dan Scarf untuk menahan dinginnya malam.

Do : 

Don't : Menggunakan flash dalam kegiatan foto-foto karena akan mengganggu penonton yang lain

Kotagede: Berburu Perak dan Kisah Sejarah di Kota Tua-nya Jogja

Semarang dan Jakarta hadir dengan Kota Tua dan Kota Lama-nya terkait dengan distrik benuansa klasik. Yogyakarta pun tidak segan untuk hadir dengan Kotagede sebagai distrik wilayah yang kental akan nuansa historis. Berbeda dengan Kota Tua dan Kota Lama yang erat dengan nilai-nilai arsitektur dan lanskap bangunan peninggalan Pieter Both dkk, Kotagede hadir dengan nuansa historis penisnggalan Kerajaan Mataram.

Tidak sulit untuk dapat menjangkau kawasan ini. Kotagede dapat dijangkau dengan menggunakan TransJogja nomor 3A. Apabila hendak menggunakan kendaraan pribadi pun kita hanya perlu menuju ke arah timur Nol Kilometer untuk kemudian menuju ke arah selatan. Bagi kita yang gemar mengamati peninggalan-peninggalan sejarah, Kotagede dapat menjadi sebuah museum mini untuk merekonstruksi kehidupan masyarakat Jawa Kuno pada masa lampau di benak kita masing-masing.

Kotagede

Kotagede

Pasar Kotagede

Kita dapat memulai kunjungan di Kotagede dengan mengunjungi Pasar Legi Kotagede (Pasar Kotagede), pasar rakyat yang telah menjadi lokasi masyarakat untuk melakukan kegiatan jual beli sejak era Panembahan Senopati. Konstruksi bentuk bangunan memang tetap dipertahankan sedemikian rupa walaupun harus mengalami berbagai macam perbaikan karena faktor usia. Tentunya hal ini dilakukan untuk tetap mempertimbangkan aspek historis maupun juga aspek kelayakan penggunaan bangunan yang bagi sebagian kalangan masyarakat menjadi tonggak penghidupan untuk keluarganya.

Bagi kita yang lama tinggal di perkotaan karena tuntutan pekerjaan, berkunjung ke tempat ini dapat digunakan sebagai ajang reuni antara lidah kita dan berbagai macam jajanan tradisional. Tentunya berbagai macam snack idaman kita sewaktu kecil dapat kita temukan kembali di tempat ini. Bagi kita yang sudah memiliki buah hati, tentunya mencoba berbagai macam makanan tradisional merupakan hal yang baru dan cukup menarik bagi mereka. Tentunya mencoba nikmatnya memakan Getuk, Jenang, dan Wajik dapat menjadi pilihan alternatif untuk berbagai makanan modern yang biasa mereka konsumsi bukan?

Kompleks Makam Raja Mataram dan Masjid Tertua di Yogyakarta

Apabila perut sudah cukup terpuaskan dengan berbagai macam makanan dan minuman penawar rindu, kita pun memiliki cukup amunisi tenaga untuk berjalan-jalan melihat berbagai sudut historis Kota Tua ala Yogyakarta ini. Kita dapat melakukan ziarah ke Makam Raja Mataram yang masih berada di wilayah Kotagede. Kompleks makam raja ini dikelilingi oleh tembok megah dengan ukiran yang indah dan masih memiliki sedikit corak Kebudayaan Hindu.

Jangan sampai lupa bahwa di wilayah ini juga terdapat Masjid Agung Kotagede yang konon disebut-sebut sebagai bangunan masjid tertua di wilayah Yogyakarta. Tentunya apabila sudah tiba waktunya bagi kita untuk beribadah, tak ada salahnya untuk menjalankan kewajiban kita di salah satu masjid yang bersejarah di Yogyakarta ini. Walaupun sebagai sebuah cagar budaya yang penuh nuansa historis namun hingga saat ini Masjid Agung Kotagede masih difungsikan sebagai sebuah tempat ibadah.

Sentral Kerajinan Perak

Kita dapat menemukan banyak gerai pengrajin perak di Kotagede. Para pengrajin menyajikan hasil kreasi berupa cincin, kalung, liontin, maupun bros yang beraneka rupa sebagai pemberian untuk yang dicinta. Dengan pilihan harga yang beragam, tentunya satu-dua hasil karya para pengrajin tersebut dapat menarik minat kita untuk membeli sekedar untuk digunakan sendiri maupun sebagai pemberian. Selain nilai sejarah dan religi, Kotagede juga menyajikan nilai seni yang tinggi bagi kita yang meluangkan waktu untuk berkunjung ke sana.

--

Percayalah, Kotagede tak pernah kalah menarik dibandingkan dengan Kota Tua dan Kota Lama. (*)

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

Tentang Kotagede Yogyakarta

Aktifitas:

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Dari pusat kota berjarak 5 km dengan jarak tempuh 15 menit.

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Melewati Jl. Brigjen Katamso menuju ke arah Jl. Perintis Kemerdekaan atau dapat menggunakan TJ (Trans Jogja) nomor 3A.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit : Pagi-Sore

What to bring : Kamera, handuk kecil, casual outfit

Do : Menikmati bangunan bersejarah peninggalan Raja Mataram, berbelanja, wisata kuliner, berfoto-foto. Ramahlah kepada warga Kotagede.

Don't :Membuang sampah sembarangan.

Dieng Plateau: Tanah Nirwana yang Jatuh di Pulau Jawa

Tempat Wisata Dieng Plateau kerap kali menjadi tempat tujuan wisata yang tidak juah dari lokasinya yaitu di Wonosobo, Dieng. Mengunjungi tempat ini dapat memberikan kesan damai dengan pemandangannya yang menarik dan aduhai.

Wisata Dieng, Pesona Negeri Tempat Bersemayamnya Dewa Dewi

Gambaran tentang negeri tempat bersemayamnya dewa dewi selama ini mungkin hanya bisa kita dapatkan dalam cerita dongeng saja. Namun mimpi itu akan menjadi nyata bila kita mau menyempatakan diri untuk untuk berkunjung ke Dieng yang berada di Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara, Jawa Tengah yang bisa dijangkau dari Jogja kurang lebih selama 3 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Nama Dieng Plateau sendiri berasal dari Bahasa Sanskerta yaitu “Di” yang berarti gunung dan “Hyang” yang berarti gunung. Namun ada pendapat lain yang mengatakan bahwa kata Dieng berasal dari Bahasa Sunda dengan kata yang sama “Di”dan “Hyang” karena pada sekitar abad ke-7 Dieng pernah berada dalam pengaruh politik Kerajaan Galuh yang ada di Jawa Barat. Keindahan alam di Dieng selalu diidentikan dengan gunung atau tempat bersemayamnya para dewa dewi. Kecantikan alam tersebut masih bisa kita saksikan sampai saat ini. Tidak hanya kecantikan pemandangan alamnya saja yang menjadi alasan kita harus berkunjung kesana, tetapi juga karena sejarah dan budayanya.

Dieng Plateau - Telaga Warna
Dieng Plateau - Telaga Warna

Temukan Samudera Diatas Awan Saat Menanti Matahari Terbit dari Bukit Sikunir

Keindahan pertama yang bisa kita nikmati setelah pergantian hari adalah menyaksikan kecantikan golden sunrise yang bisa kita saksikan dari Bukit Sikunir yang terletak di Desa Sembungan, Dieng. Banyak orang yang mengatakan bahwa golden sunrise yang ada di Sikunir ini merupakan salah satu golden sunrise terbaik yang ada di Indonesia dan bahkan dunia. Yang paling menarik adalah Desa Sembungan ini merupakan desa tertinggi yang ada di Pulau Jawa karena berada pada ketinggian 2.350 mdpl.

Dari Desa Sembungan inilah awal pendakian menuju ke Bukit Sikunir bisa dilakukan. Tidak sesulit mendaki gunung yang memerlukan waktu sampai berjam-jam untuk sampai ke puncak Bukit Sikunir, karena jarak dari parkiran motor yang berada di area Telaga Cebong menuju ke puncak hanya sekitar 1,5 km dan dapat ditempuh dalam waktu 30-45 menit. Namun kelelahan saat perjalanan tersebut akan terbayar dengan keindahan matahari terbit yang akan kita saksikan nantinya. Selain menikmati cantiknya sunrise, di Bukit Sikunir kita juga bisa menikmati keindahan Telaga Cebong dari ketinggian. Telaga Cebong sendiri merupakan sebuah telaga yang merupakan bekas kawah purba yang luasnya mencapai 18 hektare. Dinamakan dengan Telaga Cebong karena bentuknya yang menyerupai cebong atau berudu jika dilihat dari atas. Selain dijadikan sebagai salah satu tempat wisata, Telaga Cebong merupakan salah satu sumber irigasi pertanian warga. Pada siang hari Telaga Cebong airnya terlihat berkilauan karena terkena sinar matahari.

Candi Arjuna: Sakralnya Candi Hindu Tertua di Pulau Jawa

Dieng Plateau merupakan rumah bagi candi Hindu tertua yang ada di Pulau Jawa yaitu Candi Arjuna yang terletak satu kompleks bersama dengan beberapa candi lain seperti Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembada. Candi Arjuna diperkirkan dibangun pada tahun 809 M berdasarkan prasasati yang pernah ditemukan disekitar tempat ini. Kompleks Candi ini sempat hilang tergenang air dan baru ditemukan kembali pada abad ke-18 orang seorang tentara Belanda yang bernama Theodorf van Elf. Namun upaya renovasi terhadap kompleks Candi Arjuna baru dilakukan oleh seorang yang berkewarganegraan Inggris bernama HC Corneullus 40 tahun setelah penemuan pertama. Candi Arjuna diperkirakan merupakan candi pertama yang dibangun dikawasan tersebut karena dilihat dari bentuknya yang masih sangat kental dengan pengaruh budaya India dibandingkan dengan candi-candi lain yang sudah mendapatkan sentuhan lokal.

Jangan Lupakan Sejarah! Yuk Berkunjung ke Museum Kailasa

Mau tau tentang sejarah Dieng Plateau? Museum Kailasa adalah tempat yang paling tepat untuk didatangi. Museum Kailasa menyimpan banyak sekali benda-benda yang ada hubungannya dengan candi-candi yang ada di kawasan Dataran Tinggi Dieng seperti arca, lingga, yoni, tungku tempat sesaji dan berbagai benda lainnya. Benda-benda tersebut disimpan di Museum Kailasa karena tidak diketahui posisinya pada saat renovasi candi dan demi alasan keamanan. Selain bisa mengetahui sejarah masa lampau di Dieng, dengan mengunjungi Museum Kailasa kita juga kehidupan masyarakat, kebudayaan, sistem kepercayaan masyarakat Dieng pada jaman dahulu.

Eksotisme Telaga Warna yang Mempesona, Wajib Wisata Dieng

Pembeda antara Telaga Warna dengan telaga lain yang ada di Dieng adalah warna air yang sering berubah-ubah. Air yang ada di Telaga Warna biasanya berwarna hijau, kuning, bahkan berwarna seperti pelangi pada saat terkena sinar matahari. Perubahan warna tersebut disebabkan karena tingginya kandungan sulfur yang ada di Telaga Warna. Perbukitan dengan pepohonan yang masih hijau semakin menambah cantik pemandangan ditempat ini. Waktu terbaik untuk mengunjungi Telaga Warna adalah pada pagi atau sore hari. Selain karena warna air yang ada di Telaga Warna terlihat lebih cantik, pada sore hari biasanya selalu ada awan tebal yang mmengurangi keindahan pemandangan.

Legenda Pangeran Kijang dan Kawah Sikidang

Dinamakan Kawah Sikidang karena kawah utama yang ada ditempat ini selalu berganti-ganti atau berpindah-pindah seperti kidang atau kijang dalam Bahasa Indonesia yang juga suka melompat-lompat saat berpindah tempat. Namun ada legenda yang oleh masyarakat dipercaya sebagai awal mula penamaan kawah ini. Dahulu kala ada seorang perempuan cantik yang bernama Shinta Dewi. Kecantikannya terkenal keseluruh penjuru kampung. Banyak pemuda yang ingin meminangnya namun selalu tidak pernah ada yang berhasil karena Shinta Dewi meminta mas kawin dalam yang sangat besar. Akhirnya kecantikan Shinta Dewi tersebut terdengar sampai ke telinga Pangeran Kidang Garung yang kaya raya.

Dengan kekayaannya, dia sanggup memenuhi mas kawin yang diminta. Namun ternyata Shinta Dewi ternyata masih meminta persyaratan lain saat melihat bahwa ternyata Pangerang Kidang Garung mempunyai perwujudan yang aneh yaitu seseorang dengan tubuh manusia namun dengan kepala kijang. Shinta Dewi mengharuskan Pangeran Kidang Garung untuk membuat sumur dalam waktu sehari semalam. Jika berhasil membuatnya, Pangeran Kidang Garung baru bisa mempersunting Shinta Dewi. Namun Shinta Dewi mencoba menggagalkan usaha Pangeran Kidang Garung dengan cara menyuruh penduduk untuk menutup lubang yang telah digali saat sang pangeran masih ada didalamnya. Namun usaha tersebut diketahui oleh Pangeran Kidang Garung yang akhirnya murka dan menyebabkan ledakan dari dalam tanah yang sampai sekarang dikenal dengan nama Kawah Sikidang.

Carica, Buahnya Para Dewa

Dieng Plateau punya buah khas yang sangat mirip dengan pepaya yang bernama carica hanya dalam ukuran yang lebih kecil. Panjang carica hanya sekitar 6-15 cm. Pohon carica tingginya hampir sama dengan pohon pepaya dengan tinggi yang mencapai 10 meter. Buah yang mempunyai rasa kecut manis ini biasa disebut sebagai buahnya para dewa. Carica sebenarnya bukan buah asli dari Dataran Tinggi Dieng. Buah ini dibawa oleh Belanda pada saat Perang Dunia ke-2. Carica biasanya diolah menjadi manisan dan dikemas dalam botol. Tidak lengkap rasanya jika ke Dieng tapi tidak membeli manisan carica ini. Satu toples manisan carica dihargai mulai dari Rp. 15.000.

Paket Wisata Dieng

Bagi rekan - rekan yang ingin berwisata di Dieng dan sekitarnya, baik sewaktu hari normal ataupun di waktu tertentu. Kami dari Trip Jogja siap melayani rekan - rekan yang membutuhkan Paket Wisata Dieng terbaik.

Untuk informasi lengkap mengenai penawaran Paket Wisata di Dieng, kamu bisa langsung kontak Tim Advisord kami untuk mendapatkan informasi yang lebih detail mengenai paketnya.

Ingin merasakan keindahan serta kecantikan negeri para dewa dalam dunia nyata? Dieng adalah tempatnya. Untuk rekan - rekan yang butuh informasi sewa bus di semarang, bisa baca artikelnya disini.

__

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista

-oOo-

Seputar Tentang Dieng

Waktu Operasional : 

HTM : 

Fasilitas: Tempat parkir, homestay, toilet, tempat makan,

Aktifitas: Melihat sunrise, menikmati pemandangan alam yang indah, belajar tentang sejarah, memotret obyek alam yang sangat cantik, melihat pembuatan manisan carica secara langsung.

Alamat : Jalan Raya Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah

Telepon : -

Website : Review TripAdvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak Dataran Tinggi Dieng dari Yogyakarta berjarak sekitar 170 km dan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih selama 4 jam tergantung dengan kondisi lalu lintas dan cuaca. Perlu diwaspadai bahwa jalan didekat Dataran Tinggi Dieng merupakan salah satu daerah rawan longsor terutama pada saat musim hujan.

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Jika menggunakan kendaraan pribadi cara termudah menuju ke Dieng daria Jogja adalah dengan melewati jalur Jogja – Magelang – Secang – Pringsurat – Wonosobo – Dieng. Atau jika ingin menggunakan bus umum dapat mengambil rute bus dari Jombor – Magelang kemudian lanjut dengan bus Magelang – Wonosobo. Yang terakhir cari angkutan dari Wonosobo menuju ke Dieng.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Tour Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit : Pada pagi sampai siang hari terutama pada musim kemarau.

What to bring : Baju hangat atau jaket tebal, topi atau kupluk, sarung tangan, syal, action cam, jas hujan atau payung.

Do : Memakai sepatu lebih nyaman daripada memakai sandal, menikmati pemandangan alam yang indah, belajar tentang sejarah Dieng pada masa lampau.

Don't : Memakai pakaian tipis karena akan terasa sangat dingin, datang pada saat musim hujan, datang pada saat liburan panjang karena Dieng macetnya bisa lebih parah dari Jakarta.

Tamansari Jogja: Mengintip Kesegaran Permandian Para Istri Raja

Tamansari Jogja - Tamansari Water Castle ini merupakan bekas tempat pemandian istri-istri raja dari Keraton Ngayogyakarta. Pernah membayangkan seperti apa bentuk tempat pemandian raja-raja dan keluarganya seperti apa? Jika penasaran, jangan lupa kunjungi Tamansari Jogja Water Castle yang berada di pusat kota Yogyakarta.

Taman Persembahan Untuk Istri-istri Sultan

Tamansari Water Castle dibangun atas perintah Pangeran Mangkubumi atau Sri Sultan Hamengkubuwono I. Taman ini dibangun sekitar 500 meter dari Keraton Ngayogyakarta di dekat sebuah umbul (mata air) yang dipersembahkan untuk istri-istrinya yang telah membantu selama peperangan. Taman yang dibangun tersebut berupa sebuah pulau dan danau buatan yang dikelilingi sebuah kebun yang dipenuhi dengan berbagai tanaman bunga. Aroma wangi akan menyeruak keseluruh taman pada saat bunga tersebut mekar. Selain itu taman ini juga dilengkapi dengan dengan kanal air yang menghubungkan Tamansari Water Castle dengan Keraton. Dahulu luas keseluruhan taman ini mencapai lebih dari 10 hektare. Namun sekarang yang tersisa hanya tinggal beberapa bagiannya saja namun masih cukup terawat dan bisa dinikmati keindahannya seperti Umbul Binangun, Pulo Kenanga, Pulo Cemeti, Gedhong Gapura Ageng, Gedhong Lopak-lopak, dan Sumur Gumuling.

Tamansari Jogja
Tamansari Jogja

Menikmati Suara Gemericik dan Kesejukan Air di Umbul Pasiraman Tamansari Water Castle

Umbul Binangun merupakan salah satu bangunan utama dari Tamansari Water Castle yang masih terjaga sampai saat ini. Ditempat inilah dahulunya Sultan dan keluarganya mandi pada hari-hari atau bulan tertentu. Ada 3 kolam besar yang masih bisa kita lihat ditempat ini yaitu Umbul Muncar, Blumbang Kuras, dan Umbul Binangun.

Umbul Muncar merupakan kolam yang terletak disisi paling utara. Kolam ini digunakan sebagai tempat mandi untuk bagi para selir dan putri sultan. Disamping kolam ini terdapat bangunan yang digunakan sebagai tempat untuk berganti baju para selir dan putri. Terletak bersebelahan dengan Umbul Muncar terdapat sebuah kolam yang bernama Blumbang Kuras, kolam ini berfungsi sebagai kolam untuk menguras atau membersihkan semua aliran air yang ada di Tamansari Water Castle ini.

Sementara itu Umbul Binangun yang hanya diperuntukan untuk tempat mandi sang permausuri ini dipisahkan oleh sebuah bangunan dengan menara yang cukup tinggi. Menara tersebut digunakan oleh sultan untuk melihat istri-istrinya yang sedang mandi. Sementara bagian bawah gedungnya digunakan sebagai tempat untuk berganti baju. Penataan pot-pot Bunga ditambah suara gemericik dan birunya air yang ada di kolam tersebut akan semakin menambah suasana menjadi semakin tenang. Bisa dibayangkan pada jaman dahulu saat tempat tersebut masih dikelilingi oleh kebun bunga, pasti suasananya lebih cantik dan indah.

Bergaya Ala Foto Model di Sumur Gumuling

Selain Umbul Pasiraman, masih ada 2 tempat lagi yang paling banyak dikenal dan didatangi orang di kompleks Tamansari Water Castle ini, yaitu Sumur Gumuling dan lorong penghubung antara Umbul Pasiraman dan Pulo Cemeti. Bagi para pecinta fotografi, tempat ini adalah obyek foto yang sangat cantik. Bahkan tidak jarang ada beberapa pasangan pengantin yang melakukan foto pre-wedding ditempat ini. Ditempat ini pun kita bisa bergaya ala model professional. Bahkan beberapa film dan band terkenal pernah menjadikan tempat ini sebagai lokasi untuk pengambilan gambar.

Tamansari Water Castle bisa menjadi sebuah oase kesejukan saat kita jalan-jalan di Yogyakarta. Tempat ini pun sangat indah untuk dijadikan sebagai obyek fotografi. Tidak ada alasan untuk tidak datang ke Tamansari Water Castle.

__

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista

-oOo-

Tentang Tamansari

Waktu Operasional : Setiap hari, pukul 08.00 – 14.00

HTM : Rp 5.000/orang. Untuk Sumur Gumuling gratis

Fasilitas: 

Aktifitas: 

Alamat : Jl. Taman, Kraton, Yogyakarta 55133

Telepon : -

Website : Review TripAdvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak Tamansari Water Castle dari O KM Jogja sekitar 2 km yang dapat ditempuh dalam waktu 10 menit. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Dari O KM Jogja bisa ditempuh dengan cara berjalan kaki dalam waktu kurang lebih selama 15 menit. Jalur yang bisa dilewati adalah 0 KM Jogja – Jl. Pangurangaka – Alun Alun Utara – Jl. Rotowijayan – Jl. Ngasem – Pasar Ngasem – Tamansari Water Castle. Atau bisa menuju ke Tamansari Water Castle dengan menggunakan becak.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Tour Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit : Pada pagi hari (belum terlalu panas dan banyak orang)

What to bring : Kamera, Kacamata, Baju santai, sunblock (bila diperlukan), Air Minum

Do : Jelajahi semua bagian dari Tamansari Water Castle, Mengambil foto dengan latar belakang Tamansari Water Castle, berkeliling kampung sekitar Tamansari Water Castlekarena kita bisa melihat Kampung Cyber, pusat kerajinan batik, dan melihat aktivitas penduduk sekitar

Don't : Buang sampah sembarangan, corat-coret tembok, memanjat dinding di Pulo Cemeti

Tugu Yogyakarta, Simbol Filosofis Semangat Perjuangan dan Alasan Untuk Terus Kembali ke Jogja

Tugu Jogja - Selain dikenal sebagai Kota Gudeg, Jogja dikenal juga sebagai Kota Pelajar. Setidaknya ada lebih dari 50 perguruan tinggi yang ada diseluruh wilayah Yogyakarta.  Setiap tahunnya banyak pelajar dari seluruh Indonesia bahkan dari luar negeri yang datang ke Jogja untuk menuntut ilmu. Begitupun sebaliknya, setiap tahun juga banyak pelajar yang meninggalkan kota ini karena telah menyelesaikan pendidikannya. Kota ini seolah-olah diisi oleh orang-orang yang berbeda setiap tahunnya. Namun keramahan orang-orangnya dan kenyamanan kota ini pasti akan membuat semua orang yang pernah tinggal di Jogja akan selalu merindukan dan ingin datang kembali ke Jogja. Sesuai dengan motonya “Jogja Berhati Nyaman”.

Tugu Yogyakarta, Paket Tour Jogja, Paket Wisata Jogja
Pelajar SMA yang merayakan kelulusan di Tugu Jogja via kompasiana(dot)com

Ikon dan Tempat Foto Wajib di Jogja

Ada  peraturan tidak tertulis yang mengatakan bahwa tidak lengkap rasanya jika datang ke Jogja tapi tidak berfoto di Tugu Pal Putih atau yang biasa dikenal dengan nama Tugu Jogja.  Namun ada sebuah mitos yang menyatakan kalau mahasiswa yang sedang kuliah di Jogja lulusnya akan lebih lama jika berani mengambil foto di Tugu Putih sebelum lulus. Setiap harinya tugu ini rame didatangi orang yang ingin mengambil foto dengan latar belakang ikon Yogyakarta tersebut.

Tugu Yogyakarta, Paket Tour Jogja, Paket Wisata Jogja
Replika tugu Golog Gilig via yukpegi(dot)com

Tugu Pal Putih dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwana I setahun setelah pembangunan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Tugu ini berada satu garis imajiner lurus antara Pantai  Selatan, Keraton , dan Gunung Merapi yang merupakan arah untuk bermeditasi bagi  Sultan Jogja. Pada awal mulanya, tugu yang  tingginya mencapai 25 meter ini disebut dengan nama Tugu Golog Gilig karena puncaknya yang bulat (golog) dan tiangnya yang berbentuk silinder (gilig). Tugu Golog Gilig mempunyai filosofis “Manunggaling Kawula Gusti” atau semangat persatuan rakyat dan penguasa untuk mengusir penjajah.

Tugu Golog Gilig tersebut sempat hancur pada saat terjadi gempa yang mengguncang Jogja pada 10 Juni 1867. Bentuknya yang seperti  sekarang ini merupakan hasil renovasi atau pembangunan kembali yang dilakukan oleh Belanda pada tahun 1889. Puncaknya yang dulu berbentuk bulat berubah menjadi kerucut. Tingginya pun sekarang hanya 15 meter. Tugu tersebut oleh Belanda kemudian disebut dengan nama De White Pal atau Tugu Pal Putih. Perubahan bentuk Tugu tersebut sebenarnya merupakan salah satu upaya Belanda untuk mengikis persatuan antara rakyat Jogja dengan rajanya. Namun upaya tersebut ternyata tidak berhasil. Persatuan rakyat Jogja dan rajanya tetap kuat dalam mengusir penjajah dari Jogja. Kini Tugu Jogja sudah dilengkapi dengan diorama yang berada disisi tenggara Tugu yang berfungsi sebagai narasi dan pelengkap informasi dan sejarah Tugu Pal Putih.

Tugu Yogyakarta dan Alasan Untuk Terus Kembali ke Jogja

Selain keramah tamahan penduduknya dan harga makanan yang murah, masih ada banyak alasan untuk selalu kembali ke Jogja tentunya. Salah satunya adalah Tugu Putih tersebut. Tugu Jogja bisa menjadi salah satu tempat untuk menghabiskan waktu malam di Jogja.  Tidak hanya sekedar berfoto saja, tetapi masih banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan ditempat ini seperti bertemu dengan traveler lain dari berbagai kota yang biasanya berkumpul di Tugu Putih ini pada malam hari. Bertemu atau berkenalan dengan orang baru artinya adalah menambah cerita dan pengalaman baru.  Atau mungkin saja juga bisa bertemu dengan saudara baru  dan calon jodoh kita. Siapa tau?

Menurut Anies Baswedan, semua sudut di Kota Jogja itu romantis. Begitu pula dengan Tugu Putih ini. Tugu Jogja akan terlihat lebih romantis pada saat senja dan malam hari karena sorotan lampunya.

Kapan ke Jogja lagi?

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista

-oOo-

Tentang Tugu Jogja

Waktu Operasional : Setiap hari, 24 Jam

Harga : GRATIS (kecuali parkir)

Fasilitas:  -

Aktifitas: Berfoto dengan latar belakang ikon Jogja, belajar sejarah pembangunan Tugu Pal Putih yang ada diorama, menikmati kopi joss atau wedang ronde yang dijual disekitar Tugu, bertemu dengan traveler dari daerah lain

Alamat : Jl. Jendral Sudirman, Yogyakarta, Indonesia

Telepon : -

Website : Review TripAdvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak Tugu Pal Putih dari Titik O KM Jogja adalah sekitar 2 km disebelah utara dan dapat ditempuh dengan cara berjalan kaki atau dengan menggunakan becak maupun andong.

Perbedaan hasil pada saat kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti kondisi lalu-lintas dan atau jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit : 

What to bring : 

Do : 

Don't : 

Hadirkan Rindu dan Nostalgia, Malioboro Jogja Selalu Punya Tempat di Hati

Tak perlu ke Singapura, Yogyakarta memiliki kawasan yang serupa Orchad Road dengan muatan lokal yang memunculkan rindu dan nostalgia. Ya, kita mengenal kawasan tersebut dengan nama Jalan Malioboro.

Berkunjung ke Yogyakarta tak akan lengkap tanpa menunjungi Malioboro Jogja. Sebuah kawasan yang menjadi lahan bagi para pedagang kecil untuk menjajakan berbagai macam barang. Terletak di posisi yang strategis, kawasan Malioboro dapat dijangkau dengan mudah karena terletak di pusat kota. Berbatasan langsung dengan kawasan Benteng Vredeburg dan Nol Kilometer, tentunya tak akan sulit untuk menemukan kawasan ini. Kawasan Malioboro terletak di selatan Stasiun Tugu, sebuah kawasan jalan satu arah yang  merupakan perpaduan antara kawasan belanja tradisional dan modern.

malioboro jogja, paket tour jogja, paket wisata jogja
Malioboro, dari jaman dulu hingga saat ini selalu identik dengan lampu jalan yang khas. Kini semakin menyenangkan dengan perlebaran area pedestrian. Sehingga para pejalan kaki bisa lebih nyaman untuk menikmati suasana di jalan Malioboro

Pusat Cinderamata dan Pernak-Pernik Murah Yang Jogja Banget

Sesampainya di Malioboro, mata kita akan menangkap banyak hal mulai dari kehadiran berbagai department store yang menjulang maupun pedagang-pedagang pinggir jalan yang menjual aneka rupa cinderamata karya pengerajin lokal. Berbagai buah tangan untuk sanak saudara mudah didapatkan di kawasan ini dari mulai batik, kaos, blangkon, wayang, gantungan kunci, serta berbagai penak pernik lain yang berciri khas Yogyakarta. Tentunya sanak saudara di rumah mengharapkan sedikit cinderamata dari kita yang usai berkunjung ke Yogyakarta bukan?

malioboro jogja, paket wisata jogja, paket tour jogja
Batik dalam berbagai kemasan produk, seperti baju, ceana, sandal, tas dll, menjadi produk seouvenir yang paling banyak dicari para pelancong dari luar kota. Selain murah, ke-otentikan batik dari Jogja menjadi hal yang disenangi.

Jalan-jalan murah tanpa biaya retribusi. Tapi tetap waspadai oknum parkir di saat musim liburan.

Tidak perlu memikirkan soal biaya retribusi, berkunjung ke Malioboro tidak dipungut biaya sama sekali. Semua yang kita saksikan di Malioboro gratis tanpa retribusi, Untuk dapat berkunjung ke tempat ini kita hanya perlu mempersiapkan sekian ribu rupiah untuk keperluan parkir. Namun berhati-hati, dalam momen liburan panjang terkadang ada beberapa oknum parkir nakal yang menaikkan harga parkir secara dadakan. Ketika berkunjung ke Malioboro, kita dituntut untuk pandai-pandai menawar harga sehingga mendapatkan harga yang paling murah. Tentunya kita harus menghemat pengeluaran sehingga budget oleh-oleh tidak membengkak. Karena sungguh menyenangkan apa bila kita berhasil memenangakan harga tawar dengan sang penjual, sungguh kepuasan tersendiri yang patut Anda rasakan.

Dalam momen liburan panjang terkadang ada beberapa oknum parkir nakal yang menaikkan harga parkir secara dadakan. Ketika berkunjung ke Malioboro, kita dituntut untuk pandai-pandai menawar harga sehingga mendapatkan harga yang paling murah.

 

Malioboro Yogyakarta
Per 2016, Malioboro sudah bebas parkir kendaraan bermotor. Semua kendaraa bermotor hanya bisa parkir di jalan kiri atau kanan jalan utama Malioboro, seperti Jl. Pajeksan, Dagen, Perwakilan, Abu Bakar Ali, atau di Jl. Senopati. Di musim liburan, waspadai oknum parkir yang sesuka hati menaikkan biaya parkir.

 

Sajian Pinggiran dan Alunan Suara Musisi Jalanan

Ini nih yang bikin Malioboro selalu ngangenin. Ketika matahari perlahan tenggelam dan hari berganti malam, para pedagang asongan pun "berganti shift" dengan para penjaja makanan. Pinggiran Jalan Malioboro akan disulap menjadi sebuah pasar jajanan camilan dan kuliner pada malam hari. Tentu saja malam hari bukan waktu yang terlalu tepat untuk berburu cinderamata karena mayoritas penjaja cinderamata beraksi di siang hari. Namun pada malam hari kita akan melewatkan waktu dengan hiburan nada dan irama yang dilantunkan oleh para musisi jalanan. Sambil duduk dan menikmati sajian kuliner, tentunya nyanyian para musisi jalanan dapat memunculkan suasana yang romantis sekaligus haru.

malioboro destinasi wajib wisata jogja
Salah satu sudut jalan Malioboro, tepat di depan Gedung Agung. Setiap malam area ini digunakan sebagai tempat ngumpul dari banyak komunitas anak muda dan seniman.

Malioboro, Titik Nol-nya Jogja. Ke Obyek Wisata Manapun Tak Terlalu Jauh.

Berkunjung ke kawasan Malioboro merupakan sebuah solusi tepat untuk kunjungan yang terbatasi oleh waktu. Hal ini dikarenakan lokasi Malioboro sangat strategis dan mudah dikombinasikan dengan berbagai pilihan objek wisata lain. Berbagai paket wisata jogja yang bertebaran di Internet dan hampir semua menawarkan Malioboro sebagai "gong" Anda saat jalan-jalan ke Jogja. Nah, kalo mau berbelanja berbagai macam jenis sandang maupun batik-batik yang murah namun berkualitas, Pasar Beringharjo jadi jawabnya. Penasaran dengan benteng peninggalan Belanda yang penuh nilai estetika? Kunjungi aja Benteng Vredeburg terletak di penghujung Jalan Malioboro. Sekedar ingin selfie yang ‘Jogja Banget’? Nol Kilometer dapat menjadi pilihan tepat. Berbagai penginapan dengan varian kelas yang berbeda pun tersedia di kawasan ini menyesuaikan budget yang anda miliki.

Berbelanja & menikmati romantisme Jogja adalah 2 tujuan utama para pelancong ke Malioboro.

Untuk kalian yang pernah meluangkan hidup di kota ini, Malioboro tentunya membawa haru tersendiri. Sedangkan untuk kalian yang pernah berkunjung ke tempat ini, Malioboro seperti magnet yang menarik kalian untuk datang kembali. Untuk kalian yang belum pernah ke tempat ini, tunggu apa lagi? Temukan pilihan paket wisata jogja  dan paket tour jogja kekinian dari Tripjogja (*)

__

Author : Pradipta AkosoEditorAjeng Darmista

Tentang Malioboro Jogja

Waktu Operasional : Mulai pagi hari hingga malam hari, malioboro selalu terbuka untuk semuanya.

HTM : Gratis tanpa ada loket retribusi

Fasilitas: Malioboro dilengkapi dengan banyak tempat duduk sehingga saat Anda lelah berjalan, Anda bisa beristirahat sejenak sembari mencicipi aneka makanan yang dijajakan sepanjang Jalan Malioboro. Saat ini Malioboro sudah melengkapi fasilitas pejalan kaki dengan Lampu Penyebrangan, sehingga pejalan kaki dapat menyebrang dengan aman di Jalan Malioboro yang selalu padat.

Aktifitas:

Alamat : Jl. Malioboro

Telepon : -

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Berbatasan langsung di sebelah Utara Nol Kilometer.

Menuju Kesana : 

Dapat dikunjungi dengan menggunakan Trans Jogja Rute 1A dan 2A

Best Time to Visit : Sore hari menuju ke malam hari untuk menghindari terik matahari.

What to bring :  Membawa topi untuk meredam panas matahari yang kadang menyengat di siang hari.

Do :

Don't : 

Menilik Keistimewaan Jogja di dalam Keraton Ngayogyakarta nan Agung

Berwisata ke Daerah Istimewa Yogyakarta tak akan lengkap jika melewatkan kunjungan ke kediaman milik sang raja yaitu Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau yang sering disebut sebagai Keraton Yogyakarta. Sampai saat ini kompleks bangunan keraton masih berfungsi sebagai tempat tinggal keluarga raja. Daerah Istimewa Yogyakarta sendiri dipimpin oleh Raja Sri Sultan Hamengkubuwana X selaku raja di lingkup adat sekaligus Gubernur dalam tataran pemerintahan. Walaupun bertajuk sebagai sebuah istana, namun Keraton Yogyakarta sendiri merupakan sebuah museum sejarah dan budaya yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Istana ini dipercaya terhubung garis lurus dengan Gunung Merapi dan Pantai Selatan dalam sebuah garis imajiner.

Keraton Yogyakarta
Keraton Yogyakarta

Berlokasi di selatan Nol Kilometer, kita dapat menempuh perjalanan yang kurang dari 1 kilometer untuk sampai di Keraton Yogyakarta. Sesampainya di Keraton, kita dapat mengamati kegiatan dari para abdi dalem Keraton. Abdi Dalem sendiri merupakan pribadi-pribadi yang memiliki tugas untuk mengabdi pada raja dan menjadi bagian dari Keraton. Bukan tentang material, mengabdi pada Keraton merupakan proses mendedikasikan hidup. Untuk dapat melakukan kunjungan wisata, kita dapat memilih untuk masuk melalui 2 jalur yaitu Tepas Keprajuritan dan Tepas Pariwisata.

Tepas Keprajuritan dan Peninggalan Kultural

Apabila masuk melalui Tepas Keprajuritan, kita akan dikenakan biaya sebesar Rp.3000,- untuk dapat menyaksikan Bangsal Pagelaran dan Siti Hinggil. Selain itu kita juga dapat menyaksikan berbagai macam peninggalan maupun aset budaya milik Keraton seperti gamelan, kereta keraton, dokumentasi Keraton dari waktu ke waktu, serta diorama busana yang dikenakan oleh perangkat keraton baik prajurit maupun para abdi dalem.

Tepas Pariwisata dan Eloknya Warisan Budaya

Untuk dapat masuk melalui Tepas Pariwisata dapat ditempuh melewati Jl. Rotowijayan yang cukup dekat untuk ditempuh dengan berjalan kaki. Masuk melalui Tepas Pariwisata (regol keben) akan dikenakan biaya sebesar Rp. 5000,-. Masuk melalui gerbang ini, kita dapat bertemu dengan kompleks Sri Manganti dan Kedhaton. Keduanya terdapat di Bangsal Kencono, Balairung Utama di kerajaan. Apabila masuk melalui Tepas Pariwisata, kita dapat menikmati sajian pagelaran budaya yang berbeda-beda setiap harinya dan dilaksanakan rutin pada pagi hari sekitar pukul 09.00. Untuk dapat menyaksikan pagelaran tersebut tentunya kita tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan karena sudah termasuk dalam biaya retribusi. Apabila sedang berwisata dengan diburu waktu, masuk melalui Tepas Pariwisata merupakan solusi untuk menikmati kunjungan ke Keraton karena menyajikan pilihan objek yang lebih variatif.

Tips Untuk Berkunjung ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Jangan sampai datang terlalu sore karena jam operasional Keraton untuk keperluan wisata hanya berkisar dari pukul 09.00-14.00. Jangan sampai lupa membawa perangkat kamera untuk dapat mengabadikan momen ketika berada di ‘istana’. Walaupun bukan sebagai raja, namun berada di istana sang rasa merupakan sebuah kehormatan tersendiri. Apabila kita hendak membawa kamera, akan dikenakan biaya yang tidak mahal yaitu sebesar Rp 1.000,-. Tentunya harga tersebut tergolong murah mengingat momen berharga yang dapat diabadikan di tempat ini. Tidak perlu risau bahwa kunjungan di siang hari akan membakar kulit, bangunan Keraton sendiri sangat teduh dengan perlindungan pepohonan yang rindang dan dapat menahan teriknya sinar matahari.

Berwisata bukan hanya tentang pemuasan kesenangan pribadi semata. Selalu ada pelajaran berupa pengetahuan maupun moral yang dapat dipetik dalam setiap jarak yang telah ditempuh. Berkunjung ke Keraton Yogyakarta, misalnya. Kita dapat mempelajari arti dedikasi melalui sikap para abdi dalem. Selain itu, tentunya kita juga dapat mengerti dan menghargai berbagai macam peninggalan sejarah serta budaya jawa.

__

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

-oOo-

Tentang Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Waktu Operasional : Buka Setiap Hari pukul 09.00-14.00 WIB

HTM : Rp. 10.000,- (Include tiket masuk Tepas Pariwisata, Tepas Keprajuritan, dan Izin Kamera)

Fasilitas: 

Aktifitas:

Alamat : Jl. Rotowijayan 1, Yogyakarta 55133

Telepon : +62 274 374500

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja: 1 Kilometer

Menuju Kesana : Keraton Yogyakarta dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari Nol Kilometer ke arah selatan.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Liburan Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit : Waktu-waktu berlangsungnya pagelaran budaya jawa.

What to bring : Kamera, Action Cam, Monopod dan berpakaian sopan.

Do : 

Don't :