Kamu yang Tinggal di Ring of Fire! Kenali Pentingnya Ilmu Kegunungapian di Museum Gunung Api Merapi

Museum Gunung Api Merapi adalah sebuah museum yang akan memberikan Anda pengalaman mempelajari peristiwa kegunungapian melalui berbagai bentuk dan rupa alat peraga. Tentu saja belajar langsung dengan mengunjungi Museum Gunung Api Merapi merupakan momen yang berharga dibandingkan harus menelan mentah-mentah isi ensiklopedia.

Ketika menapakkan kaki di Yogyakarta, tentu ada sebuah pemandangan yang umum kita temukan saat matahari sedang cerah-cerahnya. Apabila kita melayangkan pandangan ke sisi utara, maka kita akan disambut oleh sosok Gunung Merapi yang gagah nan perkasa. Bagi penduduk sekitar, Gunung Merapi yang notabene merupakan salah satu gunung berapi yang teraktif di Nusantara menyajikan pemandangan yang indah namun terkadang juga menimbulkan resah tatkala sedang berada dalam siklus letusan. Masih lekat dalam ingatan kita tentang peristiwa letusan Gunung Merapi di 2006 dan 2010 yang cukup menggemparkan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.

Museum Gunung Api Merapi
Museum Gunung Api Merapi

Bukan sekedar bersenang-senang semata, memilih museum sebagai pilihan lokasi wisata juga dapat menambah wawasan kita serta buah hati maupun para keponakan yang ikut serta dalam perjalanan. Terlebih lagi memutuskan untuk mengunjungi Museum Gunung Api Merapi, sebuah bangunan yang erat dengan pengetahuan-pengetahuan kegunungapian yang dikemas dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Bangunan 2 lantai yang berlokasi di wilayah Hargobinangun ini beroperasi secara resmi sejak tahun 2010. Hanya perlu menempuh 1 jam perjalanan (via Jalan Palagan), pengetahuan tentang kegunungapian berhasil kita dapatkan di Museum Gunung Api Merapi yang terletak sejauh 26 kilometer dari pusat kota. Sesampainya di sana, kita hanya perlu membayar tiket sebesar Rp.8000,- (tiket masuk dan tiket film) di sebelah kiri pintu masuk.

Mengajak si Kecil Belajar dengan Berwisata

Setelah masuk ke dalamnya, kita bisa mendapatkan gambaran secara langsung tentang Gunung Merapi melalui sebuah miniatur di tengah ruangan. Setelah itu dapat kita saksikan tentang berbagai informasi dan fakta tentang letusan-letusan yang terjadi di Gunung Merapi serta berbagai informasi dasar tentang vulkanologi secara sederhana. Berkunjung ke Museum Gunung Api Merapi bukanlah langkah yang sia-sia, karena selain aspek edukasi lokasi ini juga terletak berdekatan dengan Kaliurang yang juga menyimpan banyak potensi wisata di dalamnya. Tentunya, sebagai masyarakat yang tinggal dalam wilayah Ring of Fire, pengetahuan-pengetahuan tentang gunung berapi layak untuk diberikan perhatian tersendiri.

Informasi-informasi tersebut dikemas dengan menggunakan berbagai macam bukti hasil letusan Gunung Merapi maupun peraga yang dapat kita saksikan dengan mata kepala kita sendiri. Berbagai alat peraga tersebut berfungsi agar kita dapat membayangkan tentang kondisi nyata yang terjadi di lapangan pada saat detik-detik terjadinya sebuah bencana. Hal ini tentunya juga sangat menarik bagi sang buah hati melihat berbagai macam peraga yang interaktif beroperasi sehingga si kecil dapat bermain sambil belajar. Belum lagi ketika kita dihadapkan dengan tayangan Mahaguru Merapi yang menghibur dan membuat kagum namun sekaligus dapat meningkatkan pemahaman kita tentang peristiwa kegunungapian.

Ring of Fire

Tinggal di Indonesia yang notabene adalah sebuah negara kepulauan yang terletak di kawasan dengan pertemuan beberapa lempeng bumi menyebabkan wilayah negara ini rentan dengan bencana gempa bumi serta letusan gunung berapi. Karena resiko tersebut lah maka pengetahuan yang bersifat umum tentang kegunungapian harus sedikit kita perdalam sebagai bekal penanganan dan keilmuan. Tentunya rasa malas akan mudah muncul ketika kita harus kembali membuka buku-buku saat kita masih sekolah dulu.

Oleh karena itu, mengunjungi Museum Gunung Api Merapi merupakan salah satu alternatif cara untuk mempelajari berbagai aspek kegunungapian serta dampak berada di kawasan ring of fire ini dengan cara yang menyenangkan.(*)

Author : Pradipta AkosoEditorAjeng Darmista

[ms_accordion style=”simple” type=”1″ class=”” id=””]

[ms_accordion_item title=’INFORMASI WISATA’ icon=’fa-star’ status=’open’]

Waktu Operasional : Selasa – Minggu, 08.00 – 15.30

HTM : 

  • Rp 3.000 (tiket masuk saja)
  • Rp 5.000 (tiket film saja)
  • Rp 8.000 (masuk + film)

Fasilitas : Rest area, toilet, areal parkir, dan pelataran yang sangat luas, gazebo, kafetaria, serta gedung teater.

[/ms_accordion_item]

[ms_accordion_item title=’LOKASI’ icon=’fa-flag’ status=’close’]

Alamat : Jl. Boyong, Dusun Banteng, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Indonesia

Telepon : +62 274 868405

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak ke Museum Gunung Api Merapi dari pusat kota jogja kurang lebih 25km dengan jarak tempuh 45-60 menit. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Akses menuju Museum Gunung Api Merapi terbilang cukup mudah, hal ini dikarenakan Museum Gunung Merapi terletak satu jalur dengan kawasan wisata Kaliurang. Dari arah Yogyakarta, silakan Anda menyusuri Jalan Kaliurang. Kurang lebih 20 km perjalanan, Anda berbelok ke arah kiri, dan ikuti jalan menuju obyek wisata Kaliurang dari pintu masuk sebelah barat (Jalan Boyong). Tak berapa lama Anda akan menemukan gerbang masuk kawasan wisata Kaliurang. Silakan Anda belok kanan, Museum Gunung Merapi terletak persis di ujung jalan tersebut.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

[/ms_accordion_item]

[ms_accordion_item title=’REKOMENDASI TRIPJOGJA’ icon=’fa-bell’ status=’close’]

Best Time to Visit : Pada siang hari sehingga dapat melanjutkan kegiatan sore hari dengan mengunjungi Kaliurang.

What to bring : Jaket, karena udara akan cukup dingin terlebih saat memutuskan untuk mengunjungi Kaliurang.

Do : 

  • Belajar Tentang Gunung Merapi dan Gunung Api
  • Menyaksikan Film Mahaguru Merapi
  • Mencoba Sensasi Gempa Bumi di alat peraga yang ada di Museum

Don’t : 

[/ms_accordion_item]

[/ms_accordion]

OmNic

Life learner, traveling enthusiast & culinary addict.

Leave a Reply

Close Menu