Ad
Ad
Ad
Travel Tips

Yuk Blusukan di Jogja Untuk Berburu Kuliner Maknyus

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Kata blusukan mulai populer dan digunakan banyak orang setelah Presiden Jokowi menggunakan kata tersebut saat dia meninjau suatu tempat. Kata blusukan sendiri berasal dari Bahasa Jawa yang dengan kata dasar “blusuk” yang artinya masuk. Jadi blusukan bisa diartikan masuk ke suatu tempat untuk mengetahui sesuatu yang mungkin saja belum diketahui banyak orang.

Bukan cuma Presiden Jokowi aja yang bisa blusukan. Di Jogja kita juga bisa blusukan masuk ke pelosok-pelosok kampung untuk mencari kuliner yang maknyus dan pastinya akan membuat perut kita kenyang. Walaupun harus menempuh jarak yang cukup jauh, tapi perjalanan tersebut akan terbayarkan dengan kuliner lezat yang akan kita nikmati.

Berikut ini adalah kuliner maknyus tersembunyi yang wajib di datangi di Jogja.

1. Ayam Goreng Mbah Cemplung, ayam gorengan rumahan yang melegenda

Kuliner Blusukan Jogja
Ayam goreng mbah cemplung, via : www.telusurindonesia.com

Ditengah menjamurnya warung-warung yang menjual ayam goreng crispy dan ayam goreng ala-ala restoran fast food, Ayam Goreng Mbah Cemplung yang sudah ada sejak tahun 1980-an ini tetap setiap dengan resep ala ayam goreng rumahannya. Ayam ditempat ini nampak seperti ayam goreng rumahan pada umumnya, namun perbedaan baru dirasakan saat kita mulai menggigitnya. Bumbunya yang cukup gurih meresap sempurna sampai kedalam dagingnya. Cara memasaknya pun sangat pas. Tidak terlalu garing tapi seluruh dagingnya tetap matang. Kelezatan ayam goreng tersebut akan lebih terasa nikmati jika ditemani dengan sepiring nasi putih hangat dan juga tempe garit yang hanya dibumbui dengan garam dan bawang. Terlihat sederhana namun tetap lezat. Ayam Goreng Mbah Cemplung ini berlokasi di Desa Sembungan, Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul berada didekat PG Madukismo.

Warung ini buka dari jam 08.00-18.00 wib, tapi kadang sebelum jam tutup pun ayam goreng yang disajikan sudah terjual habis.

Harganya satu porsi Ayam Goreng ini untuk perpotong Rp. 11.000,- s.d 17.000,- untuk perekornya  Rp. 70.000,- s.d Rp. 95.000,- tergantung besar kecilnya ayam. (harga sewaktu-waktu berubah)

2. Bakmi Mbah Mo, bakmi dari pelosok kampung yang juara

Kuliner Blusukan Jogja
Bakmi mbah mo, Via: www.kabarkuliner.com

Letaknya warungnya memang jauh di kampung, tapi kelezatan bakminya sudah kondang sampai luar Jogja. Bakmi Mbah Mo ini terletak di Kampung Code yang terletak sekitar 3 km dari pusat Kota Bantul. Setiap harinya tempat ini ramai dikunjungi banyak orang yang tidak hanya berasal dari Jogja saja, bahkan ada yang sengaja datang dari luar kota kesini untuk ikut mencicipi kelezatan bakmi Jawanya. Salah satu rahasia kelezatan dari Bakmi Mbah Mo ini adalah penggunaan bahan-bahan dan bumbunya, ayam kampung dan telur bebek salah satunya yang membuat kuah bakminya terlihat kental seperti santan. Jam Buka Bakmi Mbah Mo mulai dari jam 17.00-23.00 WIB. Bakmi Godog, Bakmi Goreng, dan Bakmi Nyemek yang disajikan di warung bakmi ini sangat beragam, antara Rp. 12.000 – Rp. 20.000 per porsi.

3. Bakmi Mbah Gito, makan bakmi di dalam “kandang sapi”

Bakmi mbah gito, via: travel.kompas.com

Eits, ditempat ini kita enggak akan makan didalam kandang sapi beneran kok. Tapi memang kayu-kayu yang digunakan adalah kayu bekas kandang sapi yang ditata sedemikian rupa sehingga terlihat cantik. Hampir semua bahan dan ornament yang digunakan di warung ini adalah kayu mulai dari meja, kursi, dan tiangnya. Selain itu ada tambahan hiasan kelir wayang  sampai dengan bekas bajak sawah dari kayu yang semakin menambah cantik. Yang menarik adalah semua pegawai disini memakai baju tradisional Jawa. Kalau masalah rasa, Bakmi Mbah Gito ini tidak perlu diragukan lagi. Bakmi “kandang sapi” ini bisa ditemukan di Jalan Nyi Ageng Nis, Rejowinangun, Kota Gede. Harganya juga sangat bevariatif, mulai dari Rp 18.000,- sampai Rp 30.000,-.

4. Sabar menunggu di Sambel Welut Pak Sabar

via: jejakkakirani.blogspot.com

Bukan karena nama pemilik warungnya Pak Sabar makanya kita harus sabar menunggu menu makananannya datang. Tapi karena proses memasaknya yang cukup memang waktu karena pak sabar menggunakan bahan-bahan yang masih segar. Warung yang berada di Jalan Imogiri Barat KM 4, Dokaran, Tamanan, Bantul ini menyediakan berbagai menu spesial dari belut dan juga kuthuk (ikan gabus). Dan yang paling banyak diminati orang adalah sambel welutnya. Dalam satu porsi sambe welut tersebut kita bisa menikmati belut dengan balutan sambal yang terasa cukup pedas dan campuran kol, tomat, dan sawi lengkap dengan kuahnya. Satu kilogram sambal belut harganya Rp100 ribu, untuk menu osengnya harga Rp100 ribu per kilogram, untuk harga ikan gabus goreng, harga yang ditawarkan adalah Rp 90.000 per kilogram. Sementara oseng-oseng ikan gabus adalah Rp 100.000 per kilogram. Kemudian Wader goreng adalah Rp 60.000 per kilogram.

5. Menikmati suasana tempo dulu di Kopi Klothok

Kuliner Blusukan Jogja
kopi klothok pakem, via: kopiklotokpakem.blogspot.co.id

Menuju kearah utara Jogja, tepatnya di daerah Pakem ada sebuah tempat bernama Warung Kopi Klothok yang harus didatangi. Warung ini menawarkan suasana rumah tempo dulu dengan ornamen yang saat ini sudah jarang  ditemukan di kota. Bukan hanya suasana tempo dulunya yang bisa kita nikmati ditempat ini. Berbagai makanan dan minuman yang dijual pun adalah makanan-makanan khas Jogja tempo dulu seperti kopi klothok, nasi ketel, sambal dadak, sayur lodeh tempe lombok ijo, sayur lodeh kluwih, sayur lodeh terong, dan jadah goreng. Letaknya yang berada di dekat lereng Merapi membuat suasana sejuk disekitar tempat ini. Untuk harga jangan khawatir karna varian menu disini sangat murah dan terjangkau, mulai dari Rp. 1.000,- sampai RP 10.000-an.

6. Entok Slenget Kang Tanir yang bikin meleleh

Kuliner Blusukan Jogja
entok senget kang tani, via: jajanjogja.com

Untuk yang suka dengan makanan super pedas, Entok Slenget Kang Tanir yang ada di Randu Songo, Donokerto, Turi, Sleman ini wajib banget dicoba. Kelezatan dan rasa pedas entok slenget ini sudah pasti akan membuat siapa saja yang menikmatinya meleleh. Rasa pedasnya berasal dari sambal yang digunakan untuk memasak daging entoknya yang meresap sampai ke dalam.Belum lagi kuahnya yang tak kalah pedas akan membuat kita semakin meleleh. Entong slenget ini disajikan bersama potongan kol dan mentimun yang berguna untuk sedikit menetralisir rasa pedasnya. Untuk harga cukup murah dengan Rp 16.000 itu untuk satu porsi entok slenget, belum dengan nasi dan minum. Nyam!

7. Memesan langsung mangut lele di dapurnya Mbah Marto

Kuliner Blusukan Jogja
mangut lele mbah marto, via: www.yogya-backpacker.com

Dan kuliner blusukan terakhir yang wajib dicoba adalah Mangut Lele Mbah Marto yang berada tidak jauh dari Kampus  ISI Yogykarta di daerah Sewon, Bantul. Dahulunya Mbah Marton berjualan dengan cara berkeliling kampung. Tapi sekarangMbah Marto menjual dagangannya di rumahnya. Yang paling unik adalah pembeli bisa langsung memesannya didalam dapur Mbah Marto. Sebagian ruangan di rumahnya juga bisa digunakan sebagai tempat untuk menikmati kelezatan makanan ndeso ini.  Jadi berasa seperti makan di rumah sendiri. Harga seporsi mangut lele di warung Mbah Marto cukup murah, Rp 15.000. Harga yang sama juga berlaku untuk menu lain, berongkos, gudeg, dan nasi ayam. Adapun minumannya, es teh dan es jeruk, dijual dengan harga Rp 2,000 per gelas. (harga dapat berubah)

Sudah siap blusukan mencari kuliner maknyus di Jogja?

 

__

Author : Nova AristiantoEditorAjeng Darmista

Tulis Komentar