Alun-Alun Kidul, Cerita Ruang Bersama Milik Masyarakat Jogja

Alun - Alun Kidul Jogja - Tentunya sayang untuk menghabiskan malam di penginapan saat sedang berwisata. Terlebih lagi kita sedang berada di Yogyakarta. Kota ini punya beberapa spot yang menawarkan kenyamanan dan kerinduan dalam balutan malam. Salah satunya adalah Alun-Alun Kidul atau Alun-Alun Selatan. Kenapa disebut dengan kidul atau selatan? Hal ini karena letak Alun-Alun Kidul berada di bagian selatan Kraton Yogyakarta berbeda dengan Alun-Alun Lor yang berada di utara Keraton.

Untuk dapat mencapai Alun-Alun Kidul, kita hanya perlu menyusuri Nol Kilometer ke arah selatan melalui Jl. Wijilan. Untuk membedakan antara Alun-Alun Lor dan Alun-Alun Kidul pun kita hanya perlu melihat ke tengah lapangan. Apabila kita telah sampai di Alun-Alun Kidul, kita hanya perlu memastikan dengan melihat ke tengah lapangan untuk mencari keberadaan dua buah beringin. Kedua beringin tersebut pasti akan terlihat ketika kita sudah sampai di Alun-Alun Kidul. Apabila masih tersesat, jangan panik. Di Yogyakarta ini, segala pertanyaan dari wisatawan akan disambut dengan solusi yang disampaikan dengan ramah oleh para penduduk lokal.

alkid jogja
2 pohon beringin di tengah alun-alun menjadi ikon tersendiri untuk Alkid. Permainan untuk memasuki ruang antar 2 beringin itu menjadi permainan rakyat yang sangat populer di Jogja.

Alun-Alun Selatan yang dulunya digunakan sebagai arena untuk menguji ketangkasan Prajurit Keraton kini telah difungsikan sebagai sarana ruang publik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan. Alun-alun Kidul Yogyakarta dikenal dengan nama Alkid diyakini sebagai tempat istirahat ( palereman ) bagi para Dewa. Oleh karena itu alun-alun tersebut sekarang ini banyak digunakan orang sebagai tempat ngleremke ati atau menentramkan hati banyak orang. Saat ini Alkid adalah areal yang terbuka dan berfungsi sebagai ruang publik dan arena hiburan untuk masyarakat. Sebagai sebuah ruang publik, tentunya untuk berkunjung ke Alun-Alun Kidul atau kerap disebut sebagai Alkid ini kita tidak dikenakan biaya sama sekali untuk perihal retribusi. Kita cukup datang dengan bermodalkan pakaian yang cukup hangat sehingga mampu menangkal angin malam dan sejumlah uang untuk membeli berbagai macam jajanan yang tersedia di sana. Waktu yang paling ciamik untuk mengunjungi Alun-Alun Kidul tentunya pada sore hari menuju malam.

Aneka Rupa Sajian dan Cemilan   

Ketika matahari mulai malu-malu beranjak tertidur, para pedagang mulai beranjak untuk menata dagangan mereka di Alun-Alun Kidul. Mata kita akan menangkap sosok berbagai macam pedagang asongan seperti penjaja bakso bakar, tempura, cakwe, jagung bakar, hingga berbagai macam makanan berat disajikan di sepanjang jalan. Tentunya semua itu dijual sebagai teman kita menikmati sore maupun malam hari di Yogyakarta. Tidak lengkap sepertinya ketika bercengkrama bersama sanak saudara maupun pasangan tercinta tanpa kehadiran sosok cemilan-cemilan yang menggugah selera.

Lampion-Lampion Berjalan

Meningkatnya jumlah wisatawan di tempat wisata ini pun memancing kreativitas warga untuk menyediakan hal-hal yang baru. Tidak hanya menjual jajanan makanan semata, warga sekitar mulai menyediakan berbagai macam kendaraan yang atraktif seperti sepeda tandem, becak mini, andong mini, dan berbagai kendaraan lain yang diberi lampu hias dan disewakan dengan harga yang variatif tergantung dengan kendaraan yang anda sewa. Tentunya menarik untuk ber-selfie ria sambil mengayuh kendaraan-kendaraan yang bersinar dan memendarkan gelapnya malam. Selain untuk kita yang berusia dewasa, atraksi ini juga pasti menarik bagi anak-anak dan keponakan yang kita ajak ke tempat ini.

Ritual Laku Masangin

Tak hanya sekedar duduk-duduk dan bersepeda, Alun-Alun Utara juga menyajikan salah satu ritual yang sudah cukup populer di kalangan masyarakat maupun wisatawan. Ritual tersebut disebut dengan laku masangin. Konon, yang dapat sukses melakukan laku masangin hanyalah mereka-mereka yang berhati bersih dan permohonannya akan terkabul. Tidak mutlak mempercayai mitos tersebut, banyak orang yang mencoba melakukannya untuk sekedar memuaskan rasa penasaran yang muncul. Ritual ini sebenarnya terlihat cukup mudah, yaitu berjalan di antara dua pohon beringin yang berjejeran di lokasi wisata ini sambil menutup mata dan dianggap lolos setelah berhasil melewati kedua pohon tersebut. Jangan khawatir soal penutup mata, ada pihak-pihak yang menyewakan barang tersebut dengan murah meriah.

Yogyakarta memang tak pernah berhenti menawarkan kenyamanan dan kerinduan. Banyak spot-spot yang begitu nyaman untuk sekedar melihat senja maupun menikmati malam. Alun-Alun Kidul adalah salah satu pilihan tepat untuk menikmati keduanya, ditambah dengan bersepeda ria tentunya.

Bagi rekan - rekan yang penasaran bagaimana rasanya berwisata di Jogja, atau bagi yang ingin mengenang masa - masa waktu liburan di Jogja dan ingin kembali, rekan - rekan dapat menghubungi kami sebagai agen penyedia layanan perjalanan wisata di Jogja. Silahkan klik tombol pesan dibawah ini.

Pesan Sekarang

__

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista


Tentang Alun-alun Kidul

Waktu Operasional : Mulai pagi hari hingga malam hari, Alun-alun kidul selalu terbuka untuk semuanya.

HTM : Gratis tanpa ada loket retribusi

Fasilitas: 

Aktifitas:

Alamat : Sebelah Selatan/belakang Keraton Yogyakarta Kecamatan Keraton, Kota Yogyakarta

Telepon : -

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

dengan jarak kurang lebih 3km dari Malioboro, Anda bisa menempuh jarak selama 15 menit.

Menuju Kesana : 

Jalan menuju alun-alun kidul Jogja dari Malioboro bisa ditempuh dalam waktu 15 menit dengan menggunakan becak dengan tarif kurang lebih Rp.15.000,-. Rutenya dari jalan Maliobro lurus ke arah selatan menuju alun-alun utara yang terletak di depan Keraton Jogja. Lalu berbeloklah ke kiri (ke arah timur). Setelah dengan pertigaan pertama, berbeloklah ke kanan melewati lorong benteng keraton yang melintang di atas jalan. Setelah itu berbeloklah ke kanan sekali lagi pada perempatan gang kecil yang ke empat.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Tour Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan. Kami juga informasikan mengenai tempat rental bus di semarang dalam postingan lainnya, jika rekan - rekan butuh tempat rental bus yang rekomended.

Best Time to Visit : Sore menuju ke malam hari dan pada malam hari


What to bring : 

Do :

Don't : 

Mengagumi Mahakarya Arsitektur Masa Lampau di Candi Borobudur

Saat Bro dan Sis memutuskan untuk berkunjung ke Yogyakarta,  kurang lengkap kalau tidak mengunjungi Candi Borobudur. Bangunan warisan sejarah dunia dengan 73 stupa ini terletak di sebelah utara  Yogyakarta dengan jarak sekitar 40 kilometer dari pusat kota.

Walaupun erat dikaitkan dengan Yogyakarta, letak Candi Borobudur sendiri sebenarnya berada di Jawa Tengah. Lebih tepatnya di kawasan Kabupaten Magelang. Perjalanan ke Borobudur dari Yogyakarta tergolong mudah dan murah bagi para wisatawan.  Bro dan Sis bisa menempuhnya dengan kendaraan pribadi atau naik bis yang ada di terminal Jombor menuju Borobudur. Tarif bisnya hanya sekitar 10.000 rupiah. Tiket masuk kawasan wisata Candi Borobudur saat ini sekitar 30.000 rupiah.

Monumen Budha terbesar di dunia ini diperkirakan dibangun pada abad ke-8 hingga abad ke-9 di masa kejayaan Wangsa Syailendra. Setiap tingkatan di candi berbentuk punden berundak.  Terdiri dari 10 tingkat dan konon melambangkan tahapan-tahapan yang dilalui dalam kehidupan seorang manusia.

mahakarya arsitektur masa lampau candi borobudur
( allindonesiatourism.com )

Umat Budha mempercayai Candi Borobudur sebagai simbol alam semesta yang terbagi menjadi tiga tingkatan spiritual yaitu Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu. Dinding candi di tingkatan Kamadhatu dan Rupadhatu memiliki relief-relief yang konon menggambarkan kehidupan masyarakat jawa kuno. Sedangkan dinding Arupadhatu sendiri tidak berelief dan melambangkan kehidupan alam atas yang terbebas dari segala bentuk dan rupa.

Borobudur Adalah Sebuah Mahakarya 

Bangunan candi ini merupakan mahakarya arsitektural yang tidak hanya bernilai sejarah dan budaya semata. Namun juga mengandung keindahan yang elok dipandang mata. Konstruksi bangunan yang megah dan relief-reliefnya seakan mengajak pengunjungnya untuk mencermati setiap sudut yang dimilikinya.

Borobudur siap memanjakan Bro dan Sis yang gemar mengabadikan wujud dan momen melalui mata lensa.  Candi Borobudur merupakan salah satu bukti kecerdasan umat manusia di masa lampau. Setiap jengkal relief yang tergambarkan di dinding Kamadhatu dan Rupadhatu terpahat dengan tingkat kerapian yang tinggi.  Seolah-olah dikerjakan dengan teknologi mutakhir masa kini. Berbagai cerita tentang kehidupan manusia terukir detail tentang kisah hidup para leluhur.

mengagumi mahakarya artitektur masa lampau di candi borobudur
( id.wikipedia.org )

Evant Tahunan: Hari Raya Tri Suci Waisak dan Pelepasan Lampion Yang Memukau

Pada momen tertentu seperti Hari Raya Tri Suci Waisak dan detik-detik pergantian tahun,  Bro dan Sis dapat menyaksikan ritual pelepasan lampion yang sangat indah. Ribuan lampion diterbangkan secara serentak dan menghiasi langit dengan sinarnya.  Siapa coba yang tidak terpana menyaksikan ribuan lampion yang memancarkan sinarnya di kegelapan malam? Momentum spesial seperti ini tentunya sangat berharga dan bisa Bro dan Sis masukkan sebagai agenda romantis menikmati malam bersama.

mahakarya arsitektur lampau candi borobudur
( acyanggita.wordpress.com )

Bro dan Sis tidak perlu menunggu momen pelepasan lampion untuk menikmati romansa Borobudur. Di beberapa lokasi tertentu, sunrise maupun sunset di Candi Borobudur tampak sangat cantik dan memanjakan mata. Kombinasi antara warna biru dan jingga yang menjadi view yang memukau saat senja atau pagi menjelang.

Jadi kapan Bro dan Sis mau berkunjung ke Yogyakarta? Sempatkan dan atur waktu untuk mengunjungi salah satu peninggalan mahakarya arsitektur dunia ini ya...

__

Tentang Candi Borobudur

Author : Pradipta AkosoEditorAjeng Darmista  , Eva Zahra

Waktu Operasional : Setiap Hari, pukul 06.00–17.00 WIB

HTM DEWASA: Rp 40.000,00 (Domestik/WNA Pemegang KITAS) & $25(WNA)

HTM ANAK : Rp 20.000,00 (Domestik/WNA Pemegang KITAS) & $15(WNA)

Fasilitas: Penginapan, rumah makan, toko cenderamata, warung telekomunikasi. Juga terdapat beberapa tenaga guide yang dapat memandu dan menjelaskan mengenai informasi yang terkait dengan sejarah, budaya dan arti arsitektur dari Candi Borobudur.

Aktifitas:

Alamat : Candi Borobudur terletak di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah

Telepon : (0274) 496402

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Candi Borobudur secara administratif terletak di Desa Borobudur Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang, sekitar 45 km arah utara dari kota Jogja, dengan waktu tempuh perjalanan 1 sama 1,5 jam. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Untuk menuju ke Borobudur dari kota Yogyakarta Bro dan Sis dapat naik Trans Jogja jalur 2A menuju ke terminal Jombor tiketnya hanya Rp 3.500 per orang. Turun dari halte Jombor Bro dan Sis dapat naik bis jurusan Jombor - Borobudur dan harganya sekitar Rp 10.000 per orang.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit : 

Waktu terbaik untuk mengunjungi Borobudur adalah di pagi hari saat Borobudur baru buka atau sore hari. Selain matahari tidak terlalu menyengat, pada jam-jam tersebut kondisi Borobudur tidak terlalu ramai sehingga wisatawan bisa mengambil gambar dengan puas.

What to bring : 

Do :

Don't : 

Ullen Sentalu, Mesin Waktu Yang Membawa Kita ke Masa Jawa Kuno

Di balik gagahnya Gunung Merapi yang menyimpan pesona alam  indah, disisi lereng sebelah barat nya terdapat satu museum yang baru-baru ini dinobatkan sebagai museum terbaik di Indonesia yang bernama Museum Ullen Sentalu. Museum yang berada di Jalan Boyong, Kaliurang ini seperti mengajak kita untuk kembali ke masa lalu dengan segala kemegahannya.

Karena lokasinya yang berada di lereng Gunung Merapi serta  banyaknya pepohoan yang rimbun tidak hayal jika hawa yang sejuk dan asri sangat terasa disekitar museum ini. Keunikan lain dari bangunan museum ini adalah karena Museum Ullen Sentalu ini dibangun berdasarkan kontur tanah yang tidak rata sehingga terlihat  menarik dengan lorong-lorong  kecil yang ditata sangat apik.

Museum Yang Menyimpan Aneka Koleksi Budaya Jawa Peninggalan Mataram

Disini kita bisa melihat koleksi peninggalan dari Dinasti Mataram yaitu Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman yang berada di Yogyakarta serta Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Praja Mangkunegaran yang berada di Surakarta. Koleksi yang dapat dilihat di Museum Ullen Sentalu mulai dari lukisan, alat musik, kain batik, dan berbagai benda lainnya.  Setiap pengunjung yang datang akan ditemani oleh seorang pemandu yang berpengalaman yang akan menjelaskan setiap detail cerita dari benda koleksi yang ada di Museum Ullen Sentalu ini.  Rombongan pengunjung  museum ini hanya dibatasi dalam jumlah kecil agar setiap orang bisa lebih paham tentang apa yang mereka saksikan.

“Ulating Blencong Sejatine Tataraning Lumaku”

Nama Ullen Sentalu Sendiri merupakan kepanjangan dari sebuah kata dalam bahasa Jawa  “Ulating blencong sejatine tataraning lumaku” yang jika diartikan kedalam bahasa Indonesia artinya adalah “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Lampu blencong merupakan lampu yang biasa digunakan pada pertunjukan pertunjukan wayang kulit.

Sosok Gusti Nurul

Museum Ullen Sentalu dibagi menjadi beberapa ruangan. Ruang yang pertama adalah Ruang Seni dan Gamelan yang menyimpan seperangkat gamelan. Ruang yang selanjutnya adalah ruang yang menyimpan 4 lukisan pengangeng Dinasti Mataram. Didalam ruangan ini bisa disaksikan raja-raja yang pernah berkuasa beserta permaisurinya lengkap dengan pakaian kebesaran yang dikenakannya.

Ruang Kampung Kambang merupakan ruang berikutnya yang bisa kita kunjungi di Museum Ullen Sentalu. Didalam ruang ini kita akan di suguhi pemandangan koleksi batik, syair, dan juga album hidup dari Gusti Raden Ayu Siti Nurul Kamaril Ngasarati Kusumawardhani atau yang biasa dikenal dengan nama Gusti Nurul.

Beliau merupakan putri tunggal KGPAA Mangkunegara VII dari permaisuri GKR Timoer yang berasal dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.  Pada saat usia 15 tahun Gusti Nurul pernah diundang oleh Ratu Wilhelmina untuk menari di Belanda sebagai hadiah pernikahan untuk Putri Juliana. Yang menarik adalah tarian tersebut diiringi oleh gamelan melalui radio di Solo karena saat itu rombongan Gusti Nurul tidak membawa perangkat gamelan. Kecantikan Gusti Nurul juga pernah mempesona beberapa petinggi Indonesia kala itu seperti Sutan Sjahrir dan Presiden Soekarno yang ingin meminangnya.

Yang paling terakhir adalah Ruang Sasana Sekar Buwana dan Koridor Letja Randa yang merupakan museum yang berada di luar ruangan. Usai mengikuti tur para pengunjung akan disuguhi minuman jamu “Ratu Mas Drank” atau semacam wedang jahe yang merupakan minuman khas keraton yang berkhasiat sebagai obat  awet muda.

Wisata Kuliner Di Restoran Beukenhof

Selain bisa menikmati warisan budaya peninggalan Kerajaan Mataram disini kita bisa menikmati aneka hidangan makanan yang mempunyai cita rasa lezat di Restoran Beukenhof dengan arsitektur serba kayu  yang unik ala jaman kolonial lengkap dengan lantai atau tegel yang semakin menguatkan kesan kunonya. Selain itu masih ada hiasan-hiasan meja maupun dinding yang semakin menambah cantik suasana di restoran ini.  Makanan yang dihidangkan di Restoran Beukenhof adalah makanan-makanan Eropa.

Tunggu apalagi Ullen Sentallu merupakan perpaduan antara menjelajah mesin waktu Jawa kuno yang bisa membuat kita menghargai peninggalan budaya nenek moyang kita serta pemandangan alam yang asri yang bisa membuat pikiran lebih tenang. Mau berkunjung ke Ullen Sentalu? Coba deh gunakan jasa Paket Wisata Jogja dari kami. (*)

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista


Tripjogja™ Info Tempat Wisata di Jogja

Museum Ullen Sentalu

Waktu Operasional : Selasa – Minggu. (Tutup hari Senin). Pukul : 08.30 – 16.00 WIB
HTM Dewasa : Rp 30.000,00 (Domestik/WNA Pemegang Kitas) & Rp 50.000 (WNA)
HTM Anak-anak : Rp 15.000,00 (Domestik/WNA Pemegang Kitas) & Rp 30.000 (WNA)
Fasilitas: Pemandu Lokal dan Minuman khas Ullen Sentalu.
Aktifitas: Setiap wisatawan yang berkunjung ke Museum Ullen Sentalu akan dipandu oleh seorang pemandu berpengalaman yang menjelaskan secara rinci mengenai koleksi museum diantaranya seperangkat koleksi gamelan, lukisan tokoh-tokoh yang mewakili 4 figur Dinasti Mataram, koleksi batik, syair, hingga album hidup GRAy. Siti Nurul Kusumawardhani
Alamat : Jl. Boyong Km 25, Kaliurang Barat, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Telepon : (0274) 895161
Website : www.ullensentalu.comReview Tripadvisor
Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak tempuh dari pusat kota Jogja ke Museum Ullen Sentalu  sekitar 20 kilometer dengan estimasi waktu tempuh 30 menit. Perbedaan hasil pada saat kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti kondisi lalu-lintas dan atau jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit :   Siang hari, karena dikala cuaca Jogja sedang panas, Ullen Sentalu adalah destinasi yang tepat untuk berteduh.
What to bring :  Air Mineral
Do : Mencoba minuman dengan Ramuan Awet Muda khas para putri Kraton.
Don't : Mengambil gambar di area yang memang tidak diperkenakan untuk difoto.

6 Rekomendasi Tempat Wisata di Jogja Utara Yang Wajib Kamu Kunjungi

Gaesss, jumpa lagi dengan saya & tim Tripjogja. Lama juga yah ga update info-info tentang destinasi wisata jogja atau paket tour Jogja. Kebetulan minggu kemarin Tripjogja lagi lumayan sibuk (tsaaah…).

Ada beberapa group handling yang lagi event / tour di Jogja. Seperti grup MICE dari KPU Majalengka, Gathering Telkom Jakarta dan bersamaan juga ada rekan-rekan dari Biznet Jakarta yang lagi ngetrip ke Jogja. Alhamdulillah, rejeki ga boleh ditolak, ntar pamali 😀

Tempat Wisata di Jogja: Tengah - Utara - Selatan - Barat.

Sesuai judul dari artikel ini. Kali ini Tripjogja mau ngebahas tentang destinasi wisata jogja.  Biar gampang kita akan membaginya sesuai dengan arah mata angin ya :)))) , maksudnya kalo temen-temen bikin itinerary, artikel ini membantu agar lebih mudah menentukan destinasi mana aja yang rutenya pas. Menghindari rute yang acak adut yang akhirnya tripnya malah abis waktu dijalan.

Banyak banget lho klien-klien Tripjogja yang rekues bikin arrangement sesuai keinginan sendiri, tapi rutenya OMG! Mbelah kota, gunung dan sungai :)))).
Trip yang diharapkan seru yang menyenangkan, eh malah muter ngalor ngidul. Imbasnya ke timing perjalanan, jam makan dan worst case-nya adalah mood peserta yang drop. Nah yang gini-gini nih tugas Tripjogja sebagai Travel Advisor para calon tamu.

Baca juga : [PORTOFOLIO] Perusahaan-perusahaan besar ini memilih Tripjogja sebagai EO acara gatheringnya 

Travel Advisor di Tripjogja bertugas untuk memberikan informasi detil & obyektif setiap destinasi wisata di Jogja. Mulai dari activity, do & don’t, best time hingga rute terbaiknya.

Kami sebagai Travel Advisor di Tripjogja bertugas untuk memberikan informasi detil & obyektif setiap destinasi wisata di Jogja.

Okey kembali ke topik.

Tempat Wisata di Jogja Utara, Rekomendasinya Kemana Aja?

Yang pertama mau kita bahas adalah tempat wisata di Jogja bagian utara.

Konteks Jogja bagian Utara itu ga terbatas hanya wilayah DIY ya, ada beberapa destinasi wisata yang masuk ke area kabupaten Magelang juga, dan tetep kita masukkan sebagai destinasi yang recommended.

Tapi, ga semua tempat wisata di jogja utara akan Tripjogja rekomendasikan. Tripjogja hanya memberikan rekomendasi obyek wisata yang bener-bener memberikan experience terbaik buat kamu sebelum kamu mengunjunginya atau memutuskan untuk membeli paket wisata jogja kepada para tour operator di Jogja.

Tripjogja hanya memberikan rekomendasi obyek wisata yang bener-bener memberikan experience terbaik buat kamu

Baca juga: Kebagian Tugas Jadi Panitia Outing Kantor? Tonton Dulu Video Ini.

Btw, Kenapa sih harus Jogja Utara?

Menurut Tripjogja, di Jogja bagian utara ada beberapa destinasi wisata jogja yang wajib untuk dikunjungi.

Lalu apa aja destinasi wisata Jogja utara yang rekomended?

Lanjut baca ya 🙂

1. Lava Tour Merapi, Petualangan ala Rambo di Kaki Gunung

Kalo mau ngerasain serunya naik jeep ala Rambo, wajib coba yang satu ini. Atraksi petualangan Lava Tour Merapi mulai beken sejak letusan Merapi tahun 2010 yang meluluh-lantakkan daerah di sekitar kaki gunung. Semenjak itu banyak operator jip menawarkan paket wisata Jogja untuk keliling Gunung Merapi untuk wisata pasca erupsi. Para operator jip disini umumnya menawarkan trip lava tour dengan 4 opsi rute:

  1. Rute Short: Batu Alien, Museum Mini Sisa Hartaku, Bunker Merapi
  2. Rute Medium: Batu Alien, Museum Mini Sisa Hartaku, Bunker Merapi, Kalikuning River
  3. Rute Long: Batu Alien, Museum Mini Sisa Hartaku, Bunker Merapi, Rumah Mbah Maridjan, Kalikuning River
  4. Sunrise Trip: Sunrise di Bunker Merapi, Batu Alien, Museum Mini Sisa Hartaku, Kalikuning River
Outbound - corporate outing jogja, corporate gathering jogja, paket tour jogja, paket wisata jogja
Lava Tour Merapi adalah destinasi wajib yang harus dikunjungi dari sekian banyak tempat wisata di Jogja bagian utara. In Frame: Serunya peserta outing dari Asuransi Askrida (Cab. Lombok) saat trip ke Jogja bareng Tripjogja.

Baca juga:  Lava Tour, Petualangan ala Rambo di Kaki Gunung Merapi

Buat kamu yang demen hunting foto selfie untuk posting di sosmed, ada 2 spot baru yang bisa kamu datangi sembari nge-jeep, yaitu Stonehenge dan The Lost World Castle, untuk menuju kesana tentu ada sedikit tambahan biaya yang kita bayar ke operator jip.

2. Ullen Sentalu, Museum Terbaik di Indonesia

“Wow!” Mungkin itu 1 kata yang tepat untuk menggambarkan kesan kami ketika pertama kali berkunjung ke Museum Ullen Sentalu.

Ternyata oh ternyata, Museum Ullen Sentalu pernah dinobatkan sebagai Museum Terbaik di Indonesia oleh Tripadvisor.

Museum Ullen Sentalu
Museum Ullen Sentalu pernah menjadi Museum Terbaik di Indonesia versi Tripadvisor. In frame: Kawan-kawan dari Illuminate Research Asia yang lagi trip bareng Tripjogja.

Berbeda dengan kebanyakan museum yang cenderung membosankan, Museum Ullen Sentalu berhasil membuat para kami betah untuk mengamati koleksi sembari mendengarkan cerita dari tour guide lokalnya. Ternyata, sejarah dari Kerajaan Mataram (Jogja & Solo masa lampau) banyak cerita luar biasa yang tidak terpublikasi dengan baik diluar, dan bisa kita dapatkan ceritanya di museum ini.

Baca juga: Museum Ullen Sentalu, Mesin Waktu yang Membawa Kita Kembali ke Masa Jawa Kuno

Yang menurut kami benar-benar menarik dari Museum Ullen Sentalu adalah:

  1. Koleksi barang langka peninggalan Kerajaan Mataram Kuno.
  2. Tour Guide yang cakap menceritakan kisah-kisah “untold story” masa lampau.
  3. Suasana museum yang syahdu & adem

Pastikan Museum Ullen Sentalu masuk ke dalam bucket list-mu ya 😀

3. Little Ubud River Tubing, Petualangan Sungai, Air Jernih, Dingin dan Terasering Sawah ala Ubud

Destinasi ini terletak Desa Tampirwetan, Candimulyo, Kab. Magelang (cek lokasi Maps nya disini). Little Ubud di Magelang Menawarkan petualangan ringan di sungai menggunakan ban dalam, lebih popular dengan istilah “river tubing”.

little ubud river tubing, jeram sungai
Kebayangkan kalo kita river tubing trus ketemu jeram yang heboh gini?

Dan ternyata ga cuma river tubing doang, salah satu alasan kenapa bernama “Little Ubud” adalah karena desa Tampirwetan memiliki banyak view sawah seperti di Ubud, Bali. Jadi, setiap pengunjung yang akan tubing, pasti akan diajak untuk jalan-jalan menyusuri areal persawahan terasering sembari menuju ke titik start.

Little Ubud River Tubing, sawah terasering
Salah satu spot untuk berfoto. Paling bagus view nya kalo musim tanam padi atau sebelum panen. Ijoooo semua dengan undak-undakan terasering. Asoooy bro.

Salah satu alasan kenapa kami di Tripjogja merekomendasikan Little Ubud, karena hampir 95% traveler yang kami ajak kesana mengaku merasa SERU dengan pengalaman river tubing di Little Ubud. Dan tak jarang diantara mereka kembali lagi untuk kedua atau ketiga kalinya.

Kalo menurut Tripjogja sendiri, selain keseruan tubing & alam yang masih alami, hal istimewa di Little Ubud adalah air sungai yang jernih, dingin dan berarus deras tapi tetap aman. Memang SERU BANGET.

Little Ubud River Tubing
Gak cuma warga lokal Jogja & Jateng yang udah kesini. Ternyata Little Ubud juga udah cukup populer di temen-temen luar kota seperti Jakarta. In Frame: outing dari staff Kementrian ESDM Jakarta yang diorganisir oleh tim Tripjogja.

Baca juga: Little Ubud River Tubing, Psst! Belum Banyak yang Tahu Petualangan Disini Seru Banget. Wajib Coba!

4. Candi Borobudur, Mahakarya Peninggalan Indonesia Masa Lampau

Udah ga perlu diragukan lagi, Candi Borobudur masih menjadi daya magis bagi para wisatawan dalam & luar negeri. Meski banyak diantara kita yang udah pernah kesana, Candi Borobudur masih tetap menjadi destinasi pilihan banyak traveler.

Apalagi sekarang ini Candi Borobudur semakin berbenah dengan segala fasilitas dan event-event Internasional. Mulai dari Colour Run, Jazz Festival ataupun Mahakarya Orkestra yang semuanya pernah diadakan di kawasan Candi Borobudur.

mahakarya arsitektur lampau candi borobudur
Event Hari Raya Waisak di Candi Borobudur. Kece euy! via: acyanggita

Baca juga: Mengagumi Mahakarya Arsitektur Masa Lampau di Candi Borobudur

5. Gereja Ayam, Bangunan Eksentrik di Tengah Hutan

Siapa sangka di tengah hutan ada bangunan besar berbentuk Merpati. Meski bentuknya seperti merpati, namun bangunan ini terkenal dengan sebutan “Gereja Ayam”. Terletak di Bukit Rhema, dekat dengan kawasan Candi Borobudur, Kab. Magelang, cek lokasi Maps nya disini.

Awalnya Gereja Ayam dibangun untuk difungsikan sebagai rumah doa, namun karena keunikan arsitektur & letaknya yang di tengah hutan, maka banyak orang menjadi penasaran untuk berkunjung.

Kalo kamu lagi ngetrip ke deket-deket Borobudur, destinasi ini rekomended untuk kamu kunjungi.

corporate outing jogja, corporate gathering jogja, paket tour jogja, paket wisata jogja
Di tengah hutan ada bangunan unik ini membuat banyak traveler penasaran untuk datang. In frame: Event dari Bank Mandiri (SMC Div.) Amazing Race dengan tema "The Gereja Ayam Conquest" diorganisir oleh tim Tripjogja.

Baca juga: Foto-foto keseruan Amazing Race temen-temen Bank Mandiri Jakarta "The Gereja Ayam Conquest"

6. Rafting Sungai Elo, Rafting Seru & Aman untuk Anak - Dewasa

Ini adalah atraksi wajib kalo kamu suka petualangan atau olah raga air. Jeram di aliran sungai Elo memiliki grade II – II+. Jeram dengan grade tersebut cukup aman bahkan untuk pemula sekalipun.

Ada banyak operator rafting lokal di sepanjang perjalanan menuju Borobudur. Tips untuk memilih  operator yang baik adalah perhatikan base camp nya. Biasanya operator yang terpercaya memiliki base camp luas dan didukung oleh fasilitas yang memadai, terutama ruang tunggu & kamar bilas.

corporate outing jogja, corporate gathering jogja, paket tour jogja, paket wisata jogja
Rafting di Sungai Elo memiliki grade II-II++, aman untuk remaja - dewasa meski tanpa keahlian rafting.
In frame: peserta outing dari BPJS Palembang bersama dengan Tripjogja.

Kalo kamu bingung memilih operator yang mana, boleh kok tanya-tanya ke Travel Advisor Tripjogja, kita dengan senang hati untuk ngasih kamu rekomendasi.

Baca juga: Pacu Adrenalinmu di Rafting Elo Magelang!

Yuk Bikin Itinerary ke Tempat Wisata di Jogja Utara

Nah, buat kamu yang mau trip ke Jogja bagian utara, pastikan kunjungi destinasi-destinasi yang Tripjogja sebutin diatas tadi ya. Dijamin ada feel experience yang bagus & gak sia2 tripnya. Kalo bingung, monggo hubungi nomor WA Travel Advisor Tripjogja disini, dengan senang hati kita kasih saran-saran terbaik tentang paket wisata jogja, FREE! 😀 (ini nih yang penting, yekan? :p)

Baca juga: [REFERENSI] Pilihan Lengkap Paket Wisata Jogja 1 Hari, 2 Hari, 3 Hari, 4 Hari

Next kita bakal bahas tentang Rekomendasi Tempat Wisata di Jogja Selatan Yang Wajib Kamu Kunjungi.

Stay tune 😀
NS – Tripjogja


Foot Note: Follow akun Instagram Tripjogja disini. Temukan banyak info tentang destinasi, kuliner & event keren di Jogja.

Masangin, Melewati Dua Beringin Kembar dan Harapanmu Akan Dikabulkan

Jogja tak pernah benar benar tidur, siang dan malam Jogja punya cara untuk menghibur kita. Menghabiskan malam di Jogja tidaklah sulit, berbagai tempat hiburan selalu menawarkan kesan tersendiri. Salah satunya adalah Alun alun Kidul yang tak pernah sepi dari kunjungan para wisatawan domestik maupun mancanegara. Alun Alun kidul adalah tempat yang pas untukmu dan teman teman memahami kesederhanaan Jogja.

suasana alun alun kidul yogyakarta dengan sepeda hias yang cantik (via:maioloocom)

Di Alun Alun kidul kita bisa duduk duduk dan menikmati berbagai jajanan yang jogja banget! ada wedang ronde, roti bakar, jagung bakar, dan masih banyak lagi. Kita juga bisa keliling Alun Alun dengan sepeda hias. Yup sepeda yang bisa menampung sampai 6 orang dengan hiasan lampu warna warni bisa jadi alternatif menikmati suasana alun alun kidul. Atau mau mencoba ritual yang sudah sejak lama ada di Kota Jogja? Konon bila berhasil harapanmu akan dikabulkan gaes! Ritual ini adalah Masangin.

Alun Alun Kidul dan dua pohon beringin kembar (via: rentalmobilyogyakartacom )

Aturan Masangin sangat sederhana, pertama kita harus menutup kedua mata dengan kain atau apapun agar tidak bisa melihat. Kedua kita musti berjalan untuk melewati area di antara dua pohon beringin yang berada di tengah Alun alun Kidul. Yup gampangnya adalah berjalan diantara dua beringin dengan mata tertutup! Konon nih gaes barang siapa yang mampu melewatinya, segala keinginan akan terwujud dan dikabulkan!  Tapi ada tambahan syaratnya, hanya berlaku untuk kamu yang punya hati tulus. Katanya sih bila seseorang memiliki hati tulus dan bersih akan mampu menembus antara dua beringin tanpa berbelok, ataupun nyasar ke kanan dan kiri. Percaya gak percaya ? Mari kita coba!

Sesuai petunjuk, hal pertama yang kita lakukan adalah kita harus menutup mata dengan kain. Bila tidak membawa kain hitam kita bisa sewa kok dengan harga 3rb - 5rb. Pastikan tertutup rapat ya, dan jangan ngintip. Selanjutnya adalah mencari start poin. Start poin terletak di selatan, didekat jalan pas lurus dengan titik tengah kedua beringin yang menjadi jalur masangin. Start poin ini berupa patok ya gaes. Sudah siap? kuncinya adalah fokus dan berjalan lurus karena start poin dengan kedua beringin adalah jalur lurus. Untuk pertama kalinya nih nyoba masangin semoga bisa ya hehe. Beberapa teman memberikan aba aba ke kanan atau kekiri sembari menjaga agar tidak bertambrakan dengan peserta masangin lain.

menutupmata saat masangin (via: snap361)

Sekilas mudah, aku pun yakin bisa. Kulangkahkan kaki sesuai isi hati dan fokus pada berjalan lurus. Sayup sayup suara teman temanku yang mengarahkan, percaya gak npercaya juga dengan arahan temanku. Berjalan terus sekitar 7menitan sampai akhirnya ku sudahi melangkah. Aku buka penutup mata dan "kok ada disini?" . Aku masih berada di selatan pohon beringin dan hanya berputar putar disitu saja. Padahal aku berjalan lurus dan tidak berbelok belok, seharusnya sudah tembus di kedua beringin itu. Ya mungkin memang tak segampang yang dibayangkan. Berani coba gaes?

Ternyata Masangin sudah ada dari jaman dulu. Dulu di Alun alun Kidul ini merupakan sebuah tempat untuk para abdi dalem, prajurit beserta anak buahnya melaksanakan berbagai acara  seperti Perayaan Penyambutan Lailatul Qadar pada bulan puasa bagi kaum Muslim juga ritual topo bisu dan berkeliling benteng dilakukan pada 1 Sura atau saat ulang tahun berdirinya Keraton Jogja. Nah! masyarakat Jogja pun selalu datang dan tumpah ruah bergabung merayakan tradisi keraton Yogyakarta yang penuh makna ini. Lalu Masangin merupakan salah satu bagian dari acara tersebut gaes yang dipercaya masyarakat sebagai sarana “ngalap berkah” atau bentuk dari permohonan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar melindunggi Jogja, selalu diberikan keamanan dan kenyamanan. Masangin juga dianggap masyarakat Jogja sebagai tolak bala. Tolak bala agar bila ada kekuatan musuh yang berniat menyerang dan menggerogoti kekuasaan Keraton Jogja bisa dilumpuh dan dikalahkan.

Masangin dan suasana Alun Alun Kidul Yogyakarta (via: visitjogjacom)

Next setelah aku mencoba sekarang giliran temanku, dan sama saja dia berbelok tajam ke barat dan nyasar. Ku lihat beberapa peseta lain, ada bermacam cara untuk menembus kedua beringin, salah satunya adalah dengan berlari haha ini tidak disarankan sih terlalu berbahaya. Ya kembali ke pribadi masing masing soal percaya atau tidak tentang mitos bila melewati kedua beringin kembar di Alun Alun Kidul Keraton Yogyakarta harapan dan doanya akan dikabulkan.

Teras Malioboro: Wajah Baru Malioboro 2022, Fasilitas, Rute, Lokasi

Teras Malioboro: Wajah Baru Malioboro 2022, Fasilitas, Rute, Lokasi

teras malioboro
Wajah baru Malioboro Jogja 2022. Sumber: Tripnesia.id

Kapan terakhir kali kamu ke Malioboro? Sudah tahu perubahan terkininya dengan adanya Teras Malioboro ?

Musim pandemi yang sudah berjalan lebih dari dua tahun tak membuat Malioboro untuk terus berbenah. Sebagai salah satu tujuan wisata utama di Jogja, Malioboro membawa sesuatu yang fresh bagi wisatawan di tahun 2022 ini yaitu Teras Malioboro. 

Sekilas tentang Malioboro

teras maliboro 1
Malioboro pasca relokasi pedagang PKL. Sumber: tripnesia.id

Malioboro yang berada di Jalan Malioboro menjadi ikon wisata Jogja legendaris. Rasanya tak lengkap ke Jogja jika tidak berkunjung ke tempat ini. Kamu bisa menemui berbagai macam toko dari mulai kerajinan tangan, oleh oleh, kerajinan kulit, produk pakaian, aksesorik, perak, disepanjang perjalanan. 

Kamu dapat menemukan berbagai fasilitas di Malioboro dari mulai pusat informasi wisata, tempat ibadah, tempat parkir, pos polisi, dan tempat makan dengan harga variatif. Tersedia pula hotel dan penginapan yang bisa kamu pilih untuk ditinggali selama liburan.

Selain itu Malioboro juga terkenal dengan pedagang kaki lima, warung lesehan di malam hari, serta kumpulan seniman-seniman menghibur para pejalan kaki. Penampilan musik, pantomin, melukis, happening art, dan lain-lain bisa kamu temui di sepanjang jalan Malioboro. 

Untuk masuk ke kawasan Malioboro kamu tidak perlu membayar tiket, kecuali bagi yang mengendarai kendaraan pribadi perlu membayar biaya parkir saja. 

Teras Malioboro

Teras Malioboro 1 di bekas gedung Bioskop Indra
Teras Malioboro, wajah baru Ikon Belanja di Jogja. Sumber Tripnesia.id

Teras Malioboro menjadi wajah baru dari Malioboro di tahun 2022 ini. Berlokasi di Gedung Bekas Bioskop Indra tepat sebrang Pasar Bringharjo untuk Teras 1 dan Teras 2 berada di Bekas Gedung Kantor Dinas Pariwisata DIY sebelah utara Kantor DPRD. 

Jika kamu sebelumnya pernah ke Malioboro, tentu sudah tau dengan trotoar yang dipenuhi oleh pedagang kaki lima yang berjualan bermacam oleh-oleh dan produk UMKM. Mulai tahun ini seluruh PKL tersebut sudah direlokasi ke Teras Malioboro. 

Kamu bisa menemukan bermacam produk UMKM dari mulai souvenir, fashion, batik, asesoris dari kulit, kerang, batu, dan masih banyak lagi produk-produk khas dari Jogja di Teras Malioboro. Menempati tempat baru, tentu saja membuat Malioboro menjadi lebih fresh dengan hadirnya Teras Malioboro, spot baru yang perlu kamu datangi di kunjungan selanjutnya di Jogja!

Fasilitas terbaru di sepanjang Jalan Malioboro dan sekitarnya

fasilitas di Teras Malioboro
Selain Jalan Malioboro yang jadi ramah pejalan kaki. Teras Malioboro jadi fasilitas baru yang menyenangkan bagi pemburu kerajinan dan makanan, karena para pedagang kaki lima di Malioboro di relokasi semua kesini. Sumber: tripnesia.id

Berpindahnya seluruh PKL di Teras Malioboro membuat area trotoar untuk pejalan kaki benar-benar luas. Kamu kini bisa menemukan area pejalan kaki yang sangat nyaman dengan banyak spot tempat duduk dan tentu saja spot foto yang lebih beragam. 

Fasilitas bagi pejalan difabel juga kini tersedia di sepanjang jalan Malioboro. Selain itu spot duduk untuk menikmati pemandangan atau sekedar mengobrol juga lebih banyak. Membuat kamu semakin betah untuk berlama-lama berada di salah satu pusat keramaian di Jogja ini.

Rute dan lokasi Malioboro dari Bandara YIA dan Stasiun

bandara YIA kulonprogo
Bandara YIA Kulonprogo yang megah dan ikonik. Sumber tripnesia.id

Banyak sekali cara yang bisa ditempuh untuk menuju Teras Malioboro. Pertama tentu Kamu perlu sampai dulu di kota Jogja. Rute ke Malioboro pun cukup mudah apabila menggunakan kendaraan umum yaitu dari tugu Jogja kemudian berjalan lurus ke arah Stasiun Tugu, maka kamu sudah menemukan jalan Malioboro dengan tiang khasnya. 

Jika kamu bertolak dari kota besar seperti Surabaya, Jakarta, Bali menggunakan pesawat, kamu perlu menempuh sekitar satu jam perjalanan hingga sampai Bandara YIA. Selanjutnya kamu bisa memilih opsi naik kendaraan umum seperti taksi online, atau kereta yang akan sampai di stasiun Tugu. Lokasi Malioboro berada di Jl. Malioboro, Gedong Tengen. 

*harga dapat berubah sewaktu-waktu

Jika ke Jogja menggunakan kereta api, kamu perlu turun di Stasiun Tugu kemudian keluar dari pintu utama yang terletak di Timur. Setelah itu cukup berjalan kaki menyebrangi rel kereta api, maka kamu sudah sampai di kawasan Malioboro. 

Bagi kamu yang berada di Stasiun Lempuyangan, untuk mencapai Malioboro kamu bisa menempuh perjalanan menggunakan becak, andong, atau ojek.

Tertarik untuk segera mengunjungi Teras Malioboro yang terbaru ini?

Segera cek kalender kosongkan hari libur dan segera agendakan meluncur ke Jalan Malioboro yuk!

7 Sudut Jogja yang Pas untuk Duduk-Duduk Menikmati Malam

Malam terlalu berharga untu dilewatkan dengan tertidur ketika kita berkunjung ke Yogyakarta. Menikmati Yogyakarta tidak hanya dapat dilakukan di siang hari, malam begitu menawarkan syahdu yang menggugah hati. Lantunan suara merdu yang terkadang sumbang terlantun dari para musisi jalanan yang siap menemani kita bercakap-cakap penuh makna. Berikut ini adalah rekomendasi dari tripjogja untuk merasakan malam hari yang begitu terasa Jogja-nya.

1. Alun-Alun Kidul

via : yogyakarta[dot]panduanwisata[dot]id.

Terletak di Selatan Keraton Yogyakarta, Alun-Alun Kidul menyajikan malam dengan nuansa Jogja yang begitu kental terasa. Berpadu dengan sepeda keliling berhiaskan LED, kita dapat bercengkrama dengan ceria atau mungkin turut menyewa sepeda tersebut dan berkeliling. Selain duduk-duduk dan bercengkrama, kita juga dapat turut melalukan Laku Masangin yang dipercaya oleh masyarakat sebagai ritual berupa berjalan diantara dua buah beringin yang terdapat di Alun-Alun Kidul. Menikmati malam di dekat istana sang raja tentunya ritual wajib kala berkunjung ke Jogja.

2. Angkringan Kedaulatan Rakyat

via: www[dot]satyawinnie[dot]com

Selain Angkringan Kopi Joss, sebenarnya tempat ini juga cukup populer bagi wisatawan maupun penduduk lokal. Angkringan Kedaulatan Rakyat berlokasi di Jl. Mangkubumi. Angkringan Kedaulatan Rakyat dinamakan demikian karena memang letaknya berada tepat di depan Kantor Harian Kedaulatan Rakyat, sebuah surat kabar yang memang erat dengan Jogja. Di tempat ini kita dapat menikmati malam sembari menikmati sajian angkringan yang dipadukan dengan berbagai wedhang hangat yang menggugah selera. Tidak kalah nikmatnya, nyanyian demi nyanyian dari para musisi jalanan akan menjadi soundtrack yang menambah syahdunya malam.

3. Nol Kilometer

via: jalanjogja[dot]com

Malam hari di Nol Kilometer juga tidak kalah menawarkan suasana yang kental dengan rasa Jogja-nya. Titik yang menjadi tumpuan jarak di Yogyakarta ini menyuguhkan syahdu dengan latar bangunan-bangunan tua yang masih kental dengan ciri Belanda karena memang merupakan hasil peninggalan sejarah panjang bangsa kita. Menikmati malam di tempat ini tentunya merupakan salah satu agenda yang jangan sampai terlewatkan ketika berkunjung ke Yogyakarta.

4. Angkringan Batas Kota

via instagram – azizmufid

Angkringan Batas Kota terletak di Jl. AM Sangaji No 203, terletak persis di Batas Kota Yogyakarta dan Sleman. Melewatkan malam di tempat ini bersama dengan kawan-kawan maupun sanak saudara dapat membuat kita lupa waktu. Suasana yang begitu sederhana dan duduk lesehan di pinggir jalan terasa begitu menyenangkan karena sajian mengenyangkan dan canda-tawa yang timbul dari perbincangan.

5. Bukit Bintang

via: tulustraveler88[dot]blogspot[dot]com

Kita pasti melewati tempat ini ketika mengunjungi pantai-pantai di Gunung Kidul melewati Jl.Wonosari. Tempat ini berupa deretan warung-warung yang berfungsi sebagai gardu pandang untuk menyaksikan diorama cahaya yang berpendar dari lampu-lampu di Jogja bawah. Berkunjung ke tempat ini merupakan hal yang harus kita lakukan sepulang dari pantai-pantai di Gunungkidul. Kita dapat melepas lelah sembari menyaksikan Yogyakarta dari ketinggian. Sebuah pilihan tepat untuk kita yang hendak memburu romantisme malam. Hubungi TripJogja.co.id sebagai partner dan penyedia paket wisata jogja professional.

6. Tugu Yogyakarta

via: redenvouze[dot]besaba[dot]com

Satu tempat yang tidak boleh sampai ketinggalan adalah Tugu Yogyakarta. Sebuah landmark yang begitu erat dengan image Jogja yang menjadi penanda secara simbolis garis imajiner antara Laut Selatan, Keraton, dan Merapi. Banyak wisatawan berdatangan ke tempat ini dan bahkan harus mengantri untuk dapat berfoto dengan landmark khas Yogyakarta yang satu ini. Melewatkan malam di Tugu Yogyakarta sembari menikmati jajanan angkringan yang kini mulai merebak di sekitarnya tentunya merupakan momen yang berharga.

-

Percayalah, malam terlalu berharga untuk diacuhkan dengan berbalut selimut ketika kita sedang berada di Jogja. (*)

--

Author : Pradipta AkosoEditorAjeng Darmist

Keren! 10 Lokasi Syuting AADC 2 di Jogja ini Wajib Kamu Kunjungi Kalo ke Jogja!

Jreeeeeng!

Siapa yang tidak tau tentang kisah percintaan antara Cinta dan Rangga dalam “Ada Apa Dengan Cinta”? Film Indonesia yang bergenre romantis tersebut  14 tahun lalu pernah menjadi film yang paling laris di bioskop-bioskop Indonesia bahkan sampai juga ke beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Setelah sekian lama akhirnya kisah Cinta dan Rangga ini muncul kembali dalam “Ada Apa Dengan Cinta 2”.

Fakta yang paling menarik adalah sebagian besar tempat yang dijadikan sebagai lokasi syuting berada di Jogja  dan  sekitarnya. Tentunya pemilihan lokasi pembuatan film AADC  mempunyai banyak alasan dan pertimbangan bagi sang produser. Jogja memiliki hampir semua pemandangan indah, situs sejarah, pusat kuliner dan tempat-tempat berkesenian yang menjadi latar adegan-adegan dalam film tersebut.

Ingin mencoba tapak tilas Cinta dan Rangga, berikut adalah info tempat wisata di Jogja yang menjadi lokasi syuting  AADC2. Simak ya!

1. Pantai Parangtritis

pantai parangtritis jogja
Tampak foto Dian Sastrowardoyo dkk saat syuting AADC 2. Tips kami, jika bro & sis ke Parangtritis, datanglah diwaktu senja. Sunset view Parangtritis termasuk tercantik di Jogja. Bikin baper. (via: piknikdong[dot]com)

Pantai Parangtritis merupakan salah satu pantai yang ada di Jogja tepatnya terletak di Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul. Tidak hanya terkenal dengan kisah mistis tentang Nyi Roro Kidulnya aja, pantai ini juga pemandangan senja yang cukup eksotis. Pantainya yang cukup panjang dengan hamparan pasir hitamnya membuat pemandangannya menjadi sangat cantik. Disisi selatan pantai ini juga dibatasi dengan dinding karang yang cukup tinggi.

Baca Juga: Serunya Sandboarding di Gumuk Pasir Parangkusumo

Jika datang pada sore hari kita akan disuguhi dengan pemandangan sunset yang sangat romantis. Suasana manis di pantai ini sangat tepat menggambarkan kehangatan dan kecerian kisah persahabatan Cinta dan ketiga sahabat karibnya.

Yuk ke sini, dan ajak semua sahabatmu!

2. Candi Ratu Boko

candi ratu boko, aadc 2
Kamu jomblo? Stop baca cation ini. Adegan ini adalah saat Dian Sastro & Rangga ketika kembali akur dan mulai membicarakan masa lalu mereka yang penuh drama percintaan SMA. Ah, sudahlah... (via : cumicumi[dot]com)

Sama seperti di Pantai Parangtritis, sunset di Candi Ratu Boko juga tidak kalah eksotis. Candi Ratu Boko ini merupakan reruntuhan bekas istana kerajaan yang letaknya berada disebuah bukit. Dari tempat ini kita bisa melihat pemandangan kearah Candi Prambanan dengan jelas. Jika cuaca sedang cerah Gunung Merapi yang tampak gagah juga bisa dilihat.

Candi Ratu Boko menjadi lokasi yang indah ketika kita berkunjung di sore hari dimana matahari sudah tidak terik, komplek Candi Ratu Boko yang luas memungkinkan kita memiliki spot tersendiri untuk menikmati pemandangannya.

3. Makam Kotagede

makam raja imogiri
Disinilah tempat peristirahatan para Raja Mataram Kuno. Selain banyak orang berziarah, banyak juga pelancong yang berkunjung untuk mencari tahu cerita sejarahnya. Dengan suasana yang tenang & syahdu, lokasi ini menjadi pilihan untuk syuting AADC 2.

Kotagede dahulu merupakan pusat dari Kerajaan Mataram. Ditempat ini terdapat kompleks pemakaman yang dikhususkan untuk raja-raja Mataram. Komplek makam ini sangat unik karena dibangun dengan perpaduan antara budaya Islam dan Hindu.

Baca juga: Kerajinan perak khas Kotagede juga termasuk kedalam 6 oleh-oleh khas Jogja lho!

Salah satu unsur budaya Hindu yang menonjol adalah gerbangnya yang tampak seperti candi. Kotagede adalah sudut Jogja yang sangat kental nuansa vintage dan retro-nya. Kotagede mampu mewakili pesona masa lalu Jogja yang begitu teduh dan tenang.

4. Sate Klatak Pak Bari

U.E.N.A.K! Meski pertama merasa aneh dengan cara masak & tampilannya, sate klatak menjadi standar "enak" baru bagi para penikmat sate. Enaknya nggak santai!

Sate klatak merupakan salah satu kuliner khas yang ada di Jogja. Yang paling unik dari sate ini adalah tusuk satenya yang menggunakan jeruji besi sepeda. Bumbu yang digunakan untuk memasak sate ini pun cukup sederhana, yaitu garam dan campuran bawang merah. Sate Klatak Pak Bari ini terletak di Pasar Wonokromo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. Sate Klathak telah menjadi ikon kuliner kota Jogja, tak ada salahnya berburu kuliner dan menikmati sajian sate kambing di malam hari saat di Jogja.

5. Greenhost Hotel

hotel greenhost jogja
Hotel Greenhost memiliki desain yang unik & nggak mainstream, mungkin karena alasan inilah Greenhost dipilih jadi salah satu spot syutingnya AADC 2. (via : www.agoda[dot]com)

Greenhost Hotel terletak di Jalan Prawirotaman II Yogyakarta. Hotel ini punya desain yang cantik dan sangat ramah lingkungan. Salah satu hal yang paling unik dari hotel ini adalah adanya sebuah pipa yang berada dilingkungan hotel yang dijadikan sebagai media tanam. Go Green banget!

6. Klinik Kopi

Klinik Kopi Jogja
Perkenalkan, difoto itu adalah mas Pepenk, founder dari Klinik Kopi. Hebatnya dia adalah bisa menjawab hampir semua pertanyaan mengenai kopi mulai dari proses tanam hingga seduh. Luar biasaaaah! (via: travel.kompas[dot]com)

Sesuai dengan namanya, tempat ini bukan sekedar tempat ngopi biasa. Ditempat yang berlokasi di Jalan Kaliurang KM 7.8 Sleman ini kita bisa mengetahui semua cerita dibalik kopi yang akan kita minum. Bahkan kopi-kopi ada di Klinik Kopi ini merupakan hasil buruan langsung dari sang barista ketempat asalnya langsung.

7. Plengkung Gading

plengkung gading jogja
Plengkung Gading adalah salah satu heritage peninggalan arsitektur ala kerajaan Mataram Kuno. Bangunan dengan tipe seperti ini dapat kita temuka di beberapa sudut kota Jogja terutama yang berdekatan dengan Keraton dan Kotagede. (via : pariwisata.jogjakota.go.id)

Plengkung dahulunya merupakan gerbang menuju ke kawasan Keraton Yogyakarta. Disekitar Keraton terdapat beberapa plengkung yang masih berdiri kokoh sampai saat ini, salah satunya adalah Plengkung Gading . Plengkung yang satu ini teretak disebelah selatan Alun-alun Selatan Jogja. Pada malam hari tempat ini akan disinari lampu warna-warni  yang membuat tempat ini terihat semakin cantik.

8. Sellie Coffee

sellie coffee jogja
"Rangga, yang kamu lakukan ke saya itu jahat!", Satu kalimat ini terucap dari mbak Dian Sastro di adegan AADC 2 di Sellie Coffee ini. Daaaan, jadi viral! :)))) (via : cnnindonesia[dot]com)

“Rangga, apa yang kamu lakukan ke saya itu jahat”. Untuk yang sudah menonton film AADC2 pasti akan ingat dengan adegan tersebut. Nah di Sellie Coffee ini tempat yang dijadikan untuk mengambi adegan tersebut. Sellie Coffee terletak di  Jalan Prawirotaman II tidak teralu jauh dari Greenhost Hotel.

9. Rumah Doa Bukit  Rhema

gereja ayam magelang
Bisa dipastikan hampir semua mata tertegun ketika pertama melihat bangunan ini. Unik & berada di tengah hutan! Inilah Rumah Doa Bukit Rhema yang terkenal dengan sebutan Gereja Ayam. (via : blog.airyrooms[dot]com)

Orang lebih mengenal tempat ini dengan nama Gereja Ayam karena memang bangunan yang sempat terbengkelai ini bentuknya mirip dengan sebuah ayam raksasa. Tapi sebenarnya bentuk bangunan tersebut berbentuk seperti merpati seperti yang diinginkan oleh pemiliknya.

Tempat ini juga bukan sebuah gereja melainkan rumah doa yang bisa digunakan oleh siapa saja dengan latar belakang agama apapun. Letak bangunan unik tidak teralu jauh dari Candi Borobudur yang masuk dalam wilayah Kabupaten Magelang, Jawa  Tengah.

10. Punthuk Setumbu

punthuk setumbu sunrise
Punthuk Setumbu, spot sunrise favorit pelancong yang ingin menikmati indah matahari terbit. Selain harga yang murah, panorama lanskap disini memanjakan mata.

Masih berada disekitar kawasan Candi Borobudur  ada sebuah bukit bernama Punthuk Setumbu yang juga dijadikan sebagai lokasi syuting AADC2. Waktu paling tepat untuk mendatangi tempat ini adalah pada pagi karena dari sini kita bisa melihat sunrise cantik yang  keluar  disela Merapi dan Merbabu. Selain itu kita juga bisa melihat Borobudur dari kejauhan yang tertutup awan. Punthuk Setumbu menjadi tempat rahasia para fotografer untuk mendapatkan foto cantik candi Borobudur dan Gunung Merapi. Kebayang suasananya? Ayo kesana...!

Wah, banyak juga ya lokasi syutingnya, dan semuanya amazing banget! Kamu bisa datengin langsung tuh semua destinasi itu, bisa backpacker bareng temen-temen atau dengan memesan paket wisata jogja ke tour travel di jogja terpercaya langgananmu.

Awas jangan baper ya kalau mengunjungi tempat-tempat tersebut.

__

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista