Alunan Harmoni Alam dan Gemericiknya Air di Sri Gethuk

Ada beberapa cara yang dipilih untuk bisa sampai ke area air terjun utama. Cara yang pertama adalah dengan menyusuri jalan setapak melewati area persawahan. Sementara cara yang kedua adalah menaiki rakit yang dibuat dari drum bekas dan dirancang sedemikian rupa dengan tempat duduk dan pegangan tangan agar penumpangnya lebih nyaman. Hanya butuh waktu kurang lebih 5 menit saja menyusuri Sungai Oya untuk sampai dibawah Air Terjun Sri Gethuk.

Selama perjalan dengan rakit tersebut kita akan disuguhi dengan pemandangan bukit-bukit karst yang mengapit Sungai Oya. Berbeda musim akan berbeda pula pemandangan yang akan kita dapatkan. Warna air Sungai Oya akan selalu berubah-ubah sesuai dengan musimnya. Pada musim hujan, air di Sungai Oya akan berwarna coklat pekat dengan arus yang lebih deras. Sementara pada musim kemarau air Sungai Oya akan berubah warna menjadi hijau tosca sehingga pemandangannya tidak kalah cantik dengan Green Canyon di Pangandaran, Jawa Barat. Biaya yang harus dikeluarkan untuk menaiki rakit ini adalah Rp 10 ribu/orang.

Air di Sri Gethuk
Air di Sri Gethuk

Gemericik Air yang Menyejukan

Air Terjun Sri Gethuk mempunyai ketinggian sekitar 50 meter. Alirannya yang cukup deras menimbulkan percikan dan suara gemericik air yang memecah kesunyian dipinggiran Sungai Oya ini. Harmoni alam yang bisa kita lihat ditempat ini begitu menenangkan jiwa. Air Terjun Sri Gethuk ini sangat cocok dikunjungi bagi yang ingin mendapatkan kedamaian. Percikan yang berasal dari puncak air terjun ini juga akan membuat udara menjadi segar. Dan tidak lengkap rasanya jika sudah sampai di Air Terjun Sri Gethuk tanpa menikmati segarnya air ditempat ini dengan cara mandi dibawah guyuran air terjun ini. Disetiap guyurannya kita seperti akan mendapat pijatan alami yang bisa membuat tubuh menjadi lebih bugar. Untuk yang bisa berenang, menceburkan diri ke Sungai Oya adalah kegiatan yang wajib dicoba juga. Namun jika tidak bisa berenang, kita bisa menggunakan pelampung yang bisa kita sewa ditempat pembelian tiket untuk naik rakit.

Lelah bermain air, kita bisa beristirahat di saung-saung sambil menikmati makanan yang dijual oleh penduduk sekitar. Namun kuliner yang paling khas di area Air Terjun Sri Gethuk ini adalah kelapa muda bakar. Jika biasanya kelapa muda yang dipetik dinikmati langsung, ditempat ini kelapa muda tersebut dibakar tersebut dibakar di bara api terlebih dahulu. Sensasi rasanya tentu saja berbeda dan sangat khas.

__

Author : Nova AristiantoEditorAjeng Darmista

[ms_accordion style=”simple” type=”1″ class=”” id=””]

[ms_accordion_item title=’INFORMASI WISATA’ icon=’fa-star’ status=’open’]

Waktu Operasional : Setiap hari, pukul 07.00 – 17.00

HTM : Rp 10.000 , naik rakit Rp 10.000

Fasilitas: Tempat parkir, Mushola, Tempat Penitipan Barang, Tempat makan

Aktifitas: Menikmati pemandangan, Mandi di Air Terjun Sri Gethuk, Naik rakit, Berenang di Sungai Oya

[/ms_accordion_item]

[ms_accordion_item title=’LOKASI’ icon=’fa-flag’ status=’close’]

Alamat : Desa Beberan ,Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul

Website : Review TripAdvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak Gua Rancang Kencono dari 0 KM Jogja sekitar 40 km dan dapat ditempuh selama kurang lebih 1-1,5 jam dengan menggunakan kendaraan pribadi. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Cara termudah kesana adalah dengan menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan sewu. Rute yang bisa dari ambil dari arah kota adalah Jalan Wonosari – Patuk – sampai dengan pertigaan lampu merah Playen. Dari lampu merah tersebut lalu ambil kanan mengikuti jalan utama sampai dengan rambu penunjuk berikutnya menuju ke Air Terjun Sri Gethuk.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

[/ms_accordion_item]

[ms_accordion_item title=’REKOMENDASI TRIPJOGJA’ icon=’fa-bell’ status=’close’]

Best Time to Visit : Pada pagi hari, musim kemarau

What to bring : kamera, waterproof (untuk hp/kamera), baju ganti, handuk, peralatan mandi, sandal gunung/jepit

Do : Berenang di Sungai Oya, Mandi dibawah Air Terjun Sri Gethuk, Menikmati suara gemericik air yang jatuh, Menaiki rakit, Mencoba kelapa muda bakar

Don’t : Berenang di Sungai Oya jika tidak bisa berenang, membuang sampah sembarangan

[/ms_accordion_item]

[/ms_accordion]

OmNic

Life learner, traveling enthusiast & culinary addict.

Leave a Reply

Close Menu