Embung Batara Sriten, Danau di Puncak Tertinggi Gunungkidul

Weekend telah tiba, karena punya waktu libur yang cukup longgar yaitu sabtu dan minggu aku berinisiatif mengunjunggi salah satu tempat wisata di Jogja. Pertama aku membuka media sosial instagram untuk mencari refrensi tempat wisata yang cucok dan keren, seperti dugaanku Jogja punya banyak pilihan tempat wisata baru yang bagus bagus, salah satunya artikel tentang embung di Gunungkidul yang menyita perhatianku. Bukan Ngelanggeran, tapi Embung Batara Sriten namanya. Embung Batara Sriten merupakan embung tertinggi di Gunungkidul. Menarik, bagaimana membayangkan Sebuah Embung (danau buatan) di atas puncak tertinggi Gunungkidul. Akhirnya kuputuskan kesana dan mencari info tentang Embung Batara Sriten. Oiya yang pengen tau update wisata terbaru, keren, dan kece di Jogja bisa buka artikel artikel di instagram @tripjogjaID . Selain share tempat tempat wisata, @tripjogjaID juga share kuliner lezat gaes yang Jogja banget plus temen temen yang pernah ngetrip bareng @tripjogjaID.

embung batara sriten (via : blog.reservasicom)

Diresmikan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada bulan September 2014 lalu, Embung Batara Sriten menawarkan wisata yang keren. Terletak pada ketinggian 859 mdpl, di puncak Pegunungan Baturagung Utara. Embung Batara Sriten menjadi embung tertinggi di Yogyakarta dan Jawa Tengah lho katanya. Selain menjadi objek wisata Embung Batara Sriten juga dimanfaatkan sebagai sarana penampungan air untuk mengairi agrowisata manggis dan kelengkeng yang berada di sekitarannya. Mantab ya!

Oke, kita mulai perjalanan dari kota Jogja, Karena perjalanan ini berat maka PERHATIKAN HAL HAL BERIKUT :

Setelah semua dipersiapkan kita on the way . Kali ini aku ditemani tiga orang teman, Haikal, Lutfi, dan Rendy. Kurang lebih 2 jam perjalanan dari kota Jogja, rute bisa kalian akses disini ya rute Embung Batara Sriten .

papan penunjuk jalan ke Sriten (via :ayuniversecom)

Embung Batara Sriten sendiri terletak di Sriten, Pilangrejo, Nglipar, Gunungkidul, Yogyakarta. Jalan menanjak akan mulai dari belokan SMK N 1 Ngelipar. Kalau dulu sih waktu kesana jalannya masih berupa conblok, di beberapa bagian saat tanjakan ada yang rusak juga, tapi mungkin sekarang sudah lebih baik. Rasanya seru bercampur takut! Beberapa kali bahkan Lutfi harus turun dari motor Haikal karena tidak kuat nanjak dan membantu mendorongnya. Asyik sih di tengah perjalanan kita sudah bisa menyaksikan view yang luas, karena memang berada di dataran yang tinggi. Jadi seperti mengendarai motor diatas awan!

Best time to visit nya adalah saat pagi (sunrise) dan sore (sunset) . Tapi kali ini kami kesiangan jadi mungkin pulangnya nunggu sampai sunset ya biar afdol. Akhirnya setelah melewati berbagai rintangan yang cukup melelahkan sampailah kita di Embung Batara Sriten. Kesan pertama adalah bersih dan tertata rapi. Lahan parkir disini juga lumayan luas gaes. Air di Embung juga jernih memantulkan cahaya matarahi yang cukup terik. Beberapa warung yang menjajakan kopi dan bermacam snack pun sudah berjejer. Ada sekitar lima warung, kami pun beriistirahat disana sambil ngelarisi ibu penjualnya. Pesan kopi, es teh dan mengambil beberapa cemilan sembari menikmati suasana Embung Sriten yang cukup ramai siang ini.

panorama senja embung batara sriten (via : colouringindonesiacom)

Ku putar terus pandanganku ke sekeliling, beranjak sejenak dari embung perhatiaku tertuju pada langsung bukit di belakangnya. Yup namanya Puncak Mangir yang konon puncak tertinggi di Gunungkidul. Lelah sudah redup, kami bergegas untuk menuju puncak, nanjak nya gak tinggi kok Bro jadi santai aja hehe. Keren banget deh Puncak Mangir! pemandangan 360 derajat di depan mata. Terlihat Waduk Gajah Mungkur dan Rawa Jombor di kejauhan, ditambah panorama lekukan lembah dan gundukan bukit yang dihiasi rumah rumah warga, juga persawahan. Di puncak bukit Manggir ini terdapat sebuah petilasan berupa makam lho gaes. Menurut cerita penduduk setempat, konon makam tersebut merupakan petilasan dari Syech Wali Jati yang moksa (menghilang) di bukit ini. Syech Wali Jati sendiri dulunya adalah kerabat Kasultanan di masa lalu. Widih agak serem ya?

makan di puncak manggir (via : nitainwanderlandcom)

Di Puncak manggir juga merupakan sarana untuk olahraga dirgantara seperti paralayang, paramotor, dan gantole. Asyik sekali kan gaes? diatas puncak juga berdiri beberapa buah gazebo untuk berirtirahat, memandang view epicnya Jogja dan Jateng. Bila beruntung kita akan mendapati Gunung merapi dan Merbabu yang gagah di ujung mata. Dengan tiket masuk: Rp 3.000 / orang
dan parkir motor: Rp 2.000, mobil: Rp 5.000 kami rasa lebih dari pantas. Yang suka fotografi landscape rekomende banget nih!

Puncak Mangir juga bisa untuk event paralayang gaes (via : jarangpanascom)

Menghabiskan setengah hari di Sriten, Akhirnya matahari mulai sembunyi. Rona jingganya membasahi kami dan pengunjung lain yang tersisa. Menyaksikan sebagian kecil ciptaan Tuhan diantara yang besar, sudah sepantasnya kita mengerti karunia-Nya. Dengan senyum dan energi positif kami beranjak pulang, berterimakasih pada alam yang masih saja berias cantik dan membagi kisah perjalanan ini kepada mu. Bahwa semakin sering kamu mengunjunggi tempat baru, semakin sering pula kamu bersyukur atas hidupmu. Salam hangat dari Jogja ya gaes!

Embung Batara Sriten ( via: instagramcom)

10 Spot Terbaik Untuk Menikmati Sunset di Jogja

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Sunset atau matahari terbenam adalah salah satu keindahan alam yang banyak dicari orang. Sunset selalu mempunyai daya tarik sendiri pagi para pemburunya, salah satunya adalah suasana tenang yang selalu mengikutinya saat menjelang pergantian hari. Bagi para pecinta fotografi, matahari juga merupakan salah satu objek terbaik untuk bidikan lensanya.

Berikut ini adalah 10 spot terbaik untuk menikmati sunset di  Jogja.

1. Candi Ratu Boko

candi ratu boko, sunset di jogja
Pernah ada anonymous dari Amerika menyeletuk "disini salah satu spot sunset terbaik di muka bumi". Meski terdengar lebay, namun statement itu bukan tanpa dasar. Candi Ratu Boko memang terkenal akan keindahan sunset view-nya.

Bekas reruntuhan Istana Ratu Boko ini tidak hanya menawarkan keindahan pemandangannya saja. Ditempat ini kita juga bisa menikmati suasana romantis dengan balutan sunset cantik. Letak Candi Ratu Boko yang berada diatas bukit membuat suasana cukup sepi yang akan semakin menambah keromantisan.

2. Candi Ijo

Candi Ijo adalah Candi dengan elevasi tertinggi di Jogja. Kita dengan leluasa dapat menikmati diorama senja dari Candi Ijo. Jika ke Jogja, sempatkan untuk mengunjunginya ya! (via: dandhyphotowork[dot]deviantart[dot]com)

Terletak tidak jauh dari Candi Ratu Boko, masih ada Candi Ijo yang bisa dikunjungi untuk menikmati keindahan matahari terbenam di Jogja. Candi Ijo merupakan candi yang letaknya paling tinggi di Jogja. Dari tempat ini kita bisa menikmati pemandangan menuju kearah Kota Jogja maupun perbukitan didekat Gunung Api Purba Nglanggeran. Menjelang senja, matahari akan mulai meredup dan tampak seperti turun diantara tengah-tengah candi. Mau kesini? Rekues aja paket wisata jogja-nya ke Advisor Tripjogja.

3. Embung Nglanggeran

embung nglanggeran
Perhatikan foto diatas. Meski terkesan foto editan, namun dari situ kita sudah bisa menyimpulkan bahwa senja di Embung Nglanggeran itu romantis dan layak banget untuk dijadikan sebagai tempat mengatakan "maukah aku dan kamu jadi kita?" #eh (via: telusurindonesia[dot]com)

Embung Nglanggeran letaknya persis ada bawah Gunung Api Purba Nglanggeran. Embung atau waduk buatan ini dibangun sebagai penampung air yang akan digunakan untuk irigasi kebun buah yang ada disekitarnya. Pantulan dari cahaya dari sinar matahari di kolam raksasa yang berwarna kekuningan adalah salah satu daya tarik utama senja ditempat ini. Semakin malam matahari seolah akan menghilang diatas perbukitan yang berada disebrang embung.

4. Pantai Kesirat

Jangan pernah bayangkan Pantai Kesirat itu memiliki bibir pantai yang panjang dan penuh pasir putih. Enggak! Tapi cobalah sesekali datang kemari menjelang senja. Nikmati turunnya mentari perlahan ditemani suara debur ombak samudera Hindia. Pasti kamu speechless (via: piknikdong[dot]com)

Pantai Kesirat merupakan salah satu pantai yang ada di Kabupaten Gunungkidul. Namun walaupun disebut dengan nama pantai, ditempat ini kita tidak bisa menemukan hamparan pasir seperti yang bisa kita temukan di pantai pada umumnya. Pantai Kesirat merupakan sebuah tebing yang berbatasan langsung dengan dengan Samudera Hindia.

5. Bukit Parangendog

Nah ini dia. Spot yang belum banyak orang tahu kecantikan alamnya. Ibatrat kita menikmati sunset dari Pantai Parangtritis itu cantiknya seperti bunga desa, kalo dari Bukit Parang Endog cantiknya bisa seperti Raisa. (via: wisata-jogja.net)

Jika pada siang hari di Bukit Parangendog kita akan disuguhi oleh pemandangan atlet paralayang yang sedang terbang diatas lautan. Maka pada saat sore hari kita akan mendapat sajian cantiknya matahari terbenam yang seolah muncul diatas permukaan laut. Warna cahaya matahari yang berwarna kuning keemasan ditambah dengan sepoi angin laut akan membuat suasana menjadi cukup tenang.

6. Gumuk Pasir Parangkusumo

gumuk pasir parangkusumo
Bro sis, pasti banyak yang gak tau ya? Asal muasal pasir sebanyak ini adalah dari debu vulkanik Merapi yang berjarak lebih dari 40 km ke utara! Sekarang mengendap secara alami di dekat pantai dan jadilah area luas yang sunsetable banget. (via: alannobitaphotography[dot]blogspot[dot]com)

Gumuk Pasir Parangkusumo atau yang biasa disebut dengan “Gurun Saharanya” Jogja ini memang merupakan salah satu fenomena yang cukup langka didunia. Ditempat ini kita bisa merasakan sensasi seperti sedang berada di gurun dengan hamparan pasir yang luas. Pada sore hari pun tempat ini tidak kalah cantik.

7. Pantai Parangtritis

sunset di pantai parangtritis
Bicara senja, jangan pernah ragu sama Parangtritis. Pantai legendaris ini memiliki ambience sunset yang ciamik. Bibir pantai, pasir halus, ombak lautan dan tenggelamnya matahari, kurang apa coba? (via: indonesia-tourism[dot]com)

Salah satu daya tarik dari Pantai Parangtritis adalah hamparan pasir hitamnya yang membentang luas yang membuat pemandangannya menjadi sangat eksotis. Selain karena pemandangannya yang cantik, letaknya yang tidak terlalu jauh dari pusat kota menjadikan Pantai Parangtritis setiap harinya ramai dikunjungi oleh banyak orang. Tidak hanya dari Jogja saja, tetapi juga pengunjung dari luar kota.

8. Watu Lumbung

sunset di watu lumbung jogja
Terletak di sebelah utara Pantai Parangtritis. Senja di Watu Lumbung dinikmati dengan melihat indah view kali Opak dan suasana hijau di sekelilingnya. Cakep bro! (via: ayosebarkan[dot]com)

Kawasan Watu Lumbung yang terletak tidak jauh dari Pantai Parangtritis ini terkenal  sebagai salah satu kampung edukasi. Setiap pengunjung yang datang ketempat ini bisa menukarkan 3 buku bacaan dengan makanan gratis. Selain itu juga pengunjung yang mau membantu memasak atau menyajikan makanan untuk tamu lain juga bisa mendapatkan diskon untuk membeli makanan.

9. Pantai Pok Tunggal

pantai pok tunggal, sunset di pantai
Perhatikan pohon itu! Itu adalah pohon iconic yang dimiliki oleh Pantai Pok Tunggal. Sunset di Pantai Pok Tunggal terlalu sayang untuk dilewatkan (via: sarangpenyamun[dot]wordpress[dot]com)

Pok Tunggal merupakan salah satu pantai dengan pemandangan yang paling cantik di Kabupaten Gunungkidul karena memiliki hamparan pasir putih dan air lautnya yang berwarna biru. Pantai ini sering dijadikan sebagai lokasi untuk beach camp bagi para pecinta alam. Di pantai ini terdapat satu pohon yang menjadi ciri khas sekaligus obyek foto cukup menarik.

10. Puncak Becici

puncak becici, sunset
Naaaah! Ini dia. The rising star destinasi wisata di Jogja mulai tahun 2016, apalagi setelah dikunjungi oleh mantan presiden Amerika Barrack Obama. Gak cuma Hutan Pinusnya yang keren, suasana sunsetnya juga asoy geboy... (via: bentara[dot]id)

Puncak Becici merupakan sebuah bukit ditengah hutan pinus. Dari tempat ini kita bisa menikmati diorama wilayah Jogja dari ketinggian. Pemandangannya yang cantik dan udaranya yang cukup segar membuat semua pengunjung betah berlama-lama ditempat ini. Ditambah lagi dengan perjalanan menuju ke puncaknya yang terbilang cukup mudah karena jalannya yang tidak terlalu menanjak.

Jangan biarkan sore hari lewat begitu saja, ada sunset cantik yang bisa kita nikmati di sekeliling Jogja. Temukan semua tentang info tempat wisata di jogja di tripjogja.co.id (*)

__

Author : Nova AristiantoEditorAjeng Darmista[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

10 Tempat ini Bisa Kamu Datangi untuk menikmati Pemandangan Jogja dari Ketinggian

Ada cara lain yang bisa dilakukan untuk menikmati suasana Jogja dengan cara yang berbeda. Salah satunya adalah menikmati pemandangan Jogja dari ketinggian. Dengan cara ini tentu saja kita bisa menikmati suasana Jogja dari dimensi yang berbeda. Jogja memang mempunyai wilayah yang cukup lengkap mulai dari laut sampai dengan pegunungan. Hal ini lah yang membuat Jogja tidak pernah kehabisan tempat baru untuk dinikmati keindahannya.

Mai kita lihat, 10 tempat yang bisa didatangi untuk menikmati Jogja dari ketinggian.

1. Spot Riyadi

Spot Riyadi adalah tempat terbaru yang sedang hits saat ini untuk menikmati suasana Jogja dari ketinggian. Tempat ini terletak di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten  Sleman. Dikenal dengan Spot Riyadi karena tepat persis didepan rumah warga yang bernama Bapak Riyadi. Ditempat ini kita bisa melihat hamparan sawah hijau dan rumah-rumah penduduk yang terihat kecil. Dari kejauhan juga tampak Candi Prambanan. Sementara jika cuaca sedang cerah, Gunung Merapi yang gagah juga akan menampakan diri.

2. Bukit Bintang

Bagi yang pernah jalan-jalan ke Gunungkidul pasti pernah melewati tempat ini. Bukit Bintang memang berada dijalur utama dari Kota Jogja menuju ke Kabupaten Gunungkidul tepatnya masuk dalam wilayah Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul. Bukit Bintang akan menjadi sangat ramai pada malam hari karena banyak orang yang datang ketempat ini untuk menikmati kerlap-kerlip lampu yang terlihat cantik dan romantis. Tempat ini bisa menjadi salah satu tempat yang bisa datangi bersama pacar.

3. Puncak Bucu

Masih disekitar Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul ada satu puncak lagi bernama Puncak Bucu yang bisa didatangi untuk menikmati Jogja dari ketinggian. Perjalanan menuju ke Puncak Bucu kita akan melewati hutan-hutan jati dengan daun-daun yang berguguran. Waktu terbaik untuk datang ketempat ini adalah pada sore hari karena kita bisa melihat pemandangan sunset cantik . Untuk yang ingin menikmati  suasana malam yang tenang dan kerlap-kerlip lampu, tempat ini bisa menjadi tempat kemah yang cukup menyenangkan.

4. Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan sebuah gunung api purba yang kini sudah tidak aktif lagi yang  terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Dari puncak gunung ini kita bisa menikmati pemandangan sekitar yang masih hijau. Pada malam hari pun kita akan disuguhi pemandangan Jogja dengan kerlap-kerlip lampunya. Embung Nglanggeran yang tidak kalah cantik persis ada dibawah gunung api purba ini. Tidak terlalu sulit untuk bisa mencapai puncak Gunung Api Purba Nglanggeran. Hanya butuh waktu sekitar 45 menit sampai satu jam.

5. Candi Ijo

Mungkin ada yang belum tau bahwa Candi Ijo ini merupakan candi yang letaknya paling tinggi di Jogja. Candi Ijo terletak di Desa  Sambirejo,Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Letaknya yang berada pada ketinggian membuat suasana disekitar candi ini cukup sejuk dengan udara yang segar. Selain bisa menikmati pemandangan Jogja dari ketinggian, pada sore hari di Candi Ijo ini kita juga akan disuguhi pemandangan matahari terbenam yang cantik.

6. Bukit Parang Endog

Bukit Parang Endog atau yang biasa dikenal dengan nama Bukit Paralayang ini sebenarnya adalah tempat latihan dan bermain atlet paralayang Jogja. Bukit ini letaknya tidak terlalu jauh dari Pantai Parangtritis dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Atlet paralayang yang sedang terbang dengan latar belakang hamparan lautan luas  yang berwarna biru adalah pemandangan khas yang ada ditempat ini.

7. Kalibiru

Wisata alam Kalibiru yang terletak  di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo  ini merupakan salah satu tempat wisata Jogja yang paling populer di Instagram. Pemandangan rumah panggung dengan latar belakang Waduk Sermo yang cantik menjadi daya tarik utama dari tempat ini. Banyak orang yang rela antri berjam-jam demi mendapatkan foto dengan spot cantik ini.

Baca Juga : Gardu Pandang Gunung Gajah, Menikmati Lanskap Kulonprogo di Spot yang Jarang Dijamah

8. Kebun Buah Mangunan

Kebun Buah Mangunan ini biasa dikenal juga dengan nama “Negeri Diatas Awannya Jogja”. Jika kita datang pada pagi hari, kita akan disuguhi dengan pemandangan lautan awan yang menutupi kawasan disekitarnya. Namun jika kita datang pada siang hari, pemandangan cantik lain juga tetap siap menunggu kita yaitu berupa pemandangan Sungai Oya yang seolah membelah perbukitan karst yang juga tidak kalah cantik.

9. Puncak Suroloyo

Tidak hanya satu atau dua gunung aja yang bisa dilihat dari tempat ini. Di Puncak Suroloyo ini kita bisa menyaksikan kecantikan beberapa gunung sekaligus yang ada disekitar Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing, Telomoyo, dan Andong. Puncak Suroloyo terletak di Perbukitan Menoreh yang masuk dalam wilayah Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo. Perjuangan untuk bisa sampai ke puncaknya akan terbayarkan dengan pemandangan yang cantik tersebut.

10. Gunung  Kukusan

Gunung Kukusan terletak di perbatasan antara  Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sama seperti di Puncak Suroloyo, di Gunung Kukusan kita juga bisa menikmati pemandangan cantik beberapa gunung sekaligus yang seolah berjajar rapi.

Baca juga : Lepaskan Penatmu di Kebun Teh Nglinggo Kulonprogo

Penasaran kan bagaimana cantiknya pemandangan Jogja dari ketinggian? Jangan lupa kunjungi 10 tempat wisata jogja tersebut. Bagi kalian yang butuh paket wisata jogja untuk liburan bersama keluarga, sahabat, teman kantor, dan lainnya kalian bisa hubungi kami TripJogja.co.id sebagai partner perjalanan wisata kamu selama di Jogja.

7 Sudut Jogja yang Pas untuk Duduk-Duduk Menikmati Malam

Malam terlalu berharga untu dilewatkan dengan tertidur ketika kita berkunjung ke Yogyakarta. Menikmati Yogyakarta tidak hanya dapat dilakukan di siang hari, malam begitu menawarkan syahdu yang menggugah hati. Lantunan suara merdu yang terkadang sumbang terlantun dari para musisi jalanan yang siap menemani kita bercakap-cakap penuh makna. Berikut ini adalah rekomendasi dari tripjogja untuk merasakan malam hari yang begitu terasa Jogja-nya.

1. Alun-Alun Kidul

via : yogyakarta[dot]panduanwisata[dot]id.

Terletak di Selatan Keraton Yogyakarta, Alun-Alun Kidul menyajikan malam dengan nuansa Jogja yang begitu kental terasa. Berpadu dengan sepeda keliling berhiaskan LED, kita dapat bercengkrama dengan ceria atau mungkin turut menyewa sepeda tersebut dan berkeliling. Selain duduk-duduk dan bercengkrama, kita juga dapat turut melalukan Laku Masangin yang dipercaya oleh masyarakat sebagai ritual berupa berjalan diantara dua buah beringin yang terdapat di Alun-Alun Kidul. Menikmati malam di dekat istana sang raja tentunya ritual wajib kala berkunjung ke Jogja.

2. Angkringan Kedaulatan Rakyat

via: www[dot]satyawinnie[dot]com

Selain Angkringan Kopi Joss, sebenarnya tempat ini juga cukup populer bagi wisatawan maupun penduduk lokal. Angkringan Kedaulatan Rakyat berlokasi di Jl. Mangkubumi. Angkringan Kedaulatan Rakyat dinamakan demikian karena memang letaknya berada tepat di depan Kantor Harian Kedaulatan Rakyat, sebuah surat kabar yang memang erat dengan Jogja. Di tempat ini kita dapat menikmati malam sembari menikmati sajian angkringan yang dipadukan dengan berbagai wedhang hangat yang menggugah selera. Tidak kalah nikmatnya, nyanyian demi nyanyian dari para musisi jalanan akan menjadi soundtrack yang menambah syahdunya malam.

3. Nol Kilometer

via: jalanjogja[dot]com

Malam hari di Nol Kilometer juga tidak kalah menawarkan suasana yang kental dengan rasa Jogja-nya. Titik yang menjadi tumpuan jarak di Yogyakarta ini menyuguhkan syahdu dengan latar bangunan-bangunan tua yang masih kental dengan ciri Belanda karena memang merupakan hasil peninggalan sejarah panjang bangsa kita. Menikmati malam di tempat ini tentunya merupakan salah satu agenda yang jangan sampai terlewatkan ketika berkunjung ke Yogyakarta.

4. Angkringan Batas Kota

via instagram – azizmufid

Angkringan Batas Kota terletak di Jl. AM Sangaji No 203, terletak persis di Batas Kota Yogyakarta dan Sleman. Melewatkan malam di tempat ini bersama dengan kawan-kawan maupun sanak saudara dapat membuat kita lupa waktu. Suasana yang begitu sederhana dan duduk lesehan di pinggir jalan terasa begitu menyenangkan karena sajian mengenyangkan dan canda-tawa yang timbul dari perbincangan.

5. Bukit Bintang

via: tulustraveler88[dot]blogspot[dot]com

Kita pasti melewati tempat ini ketika mengunjungi pantai-pantai di Gunung Kidul melewati Jl.Wonosari. Tempat ini berupa deretan warung-warung yang berfungsi sebagai gardu pandang untuk menyaksikan diorama cahaya yang berpendar dari lampu-lampu di Jogja bawah. Berkunjung ke tempat ini merupakan hal yang harus kita lakukan sepulang dari pantai-pantai di Gunungkidul. Kita dapat melepas lelah sembari menyaksikan Yogyakarta dari ketinggian. Sebuah pilihan tepat untuk kita yang hendak memburu romantisme malam. Hubungi TripJogja.co.id sebagai partner dan penyedia paket wisata jogja professional.

6. Tugu Yogyakarta

via: redenvouze[dot]besaba[dot]com

Satu tempat yang tidak boleh sampai ketinggalan adalah Tugu Yogyakarta. Sebuah landmark yang begitu erat dengan image Jogja yang menjadi penanda secara simbolis garis imajiner antara Laut Selatan, Keraton, dan Merapi. Banyak wisatawan berdatangan ke tempat ini dan bahkan harus mengantri untuk dapat berfoto dengan landmark khas Yogyakarta yang satu ini. Melewatkan malam di Tugu Yogyakarta sembari menikmati jajanan angkringan yang kini mulai merebak di sekitarnya tentunya merupakan momen yang berharga.

-

Percayalah, malam terlalu berharga untuk diacuhkan dengan berbalut selimut ketika kita sedang berada di Jogja. (*)

--

Author : Pradipta AkosoEditorAjeng Darmist

5 Jembatan Paling Instagram-able di Jogja

Media social seperti  Instagram saat ini sepertinya sudah menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian orang. Hal ini merupakan salah satu bentuk eksistensi diri entah itu dengan cara mengunggah foto-foto hasil liburan  maupun kulineran. Bahkan ada beberapa tempat yang awalnya tidak banyak diketahui orang akhirnya menjadi sangat terkenal setelah  ada  seseorang yang mempostingnya ke media sosial.

Jogja memang istimewa. Bukan hanya tempat wisata saja yang rame dikunjungi oleh banyak orang, tapi jembatan yang notabene adalah sarana penyebrangan juga bisa menarik banyak orang untuk berkunjung karena memang punya pemandangan yang cukup cantik.

Mana aja sih jembatan-jembatan yang lagi hits tersebut? cek yuuk...

1. Jembatan Gantung  Selopamioro

via : suharyantobjm.com

Untuk yang pernah berkunjung ke Kebun  Buah Mangunan pasti pernah melihat jembatan gantung ini. Jembatan ini memang terlihat dari tempat tersebut. Jembatan Gantung Selopamioro terletak  di Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Jembatan ini meintas diatas Sungai Oya dan dikeliingi oleh perbukitan karst yang  cukup tinggi. Jembatan ini mulai terkenal setelah menjadi lokasi syuting salah satu provider telekomunikasi di Indonesia. Jembatan Gantung Selopamioro dibangun dengan konstruksi baja dan kayu yang dijadikan sebagai landasan. Hanya pejalan kaki, sepeda, dan sepeda motor saja yang bisa melewati  jembatan ini. Itupun harus antri karena jembatan ini hanya bisa dilalui oleh satu kendaraan saja setiap jalan. Pemandangan akan menjadi lebih cantik saat musim kemarau karena air Sungai Oya akan berubah menjadi hijau tosca.

2. Jembatan Gantung Bawuran

via :rdsaputro.blogspot.com

Jembatan Gantung  Bawuran yang menghubungkan Desa Bawuran dan Desa Gunungkelir di Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul  ini biasa dikenal juga dengan  nama Jembatan Perak. Jembatan ini melintas disebuah sungai yang berada ditengah persawahan. Selain bisa menikmati jembatan  ini dengan latar  belakang  pemandangan sawah kita  juga bisa melihat  aktivitas petani yang ada disekitarnya. Jembatan Gantung Bawuran ini dikenal banyak orang setelah ada yang memposting fotonya di Instagram.

3. Jembatan Plunyon

via : www.potograpero.com

Jembatan yang satu ini terletak di Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Lokasi dimana jembatan ini berada merupakan satu saksi kedahsyatan erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010 lalu. Sebagian besar   jembatan yang melintas diatas Kali Kuning ini rusak dan menyisakan sebagian bangunan jembatannya yang tetap terihat  cantik. Dulunya Jembatan  Plunyon ini merupakan salah satu lokasi foto prewed favorit di Jogja.

4. Jembatan Gantung Lemah Abang

via :mulpix.com

Sama seperti jembatan yang lainnya, Jembatan Gantung Lemah Abang ini juga digunakan sebagai sarana penyebrangan bagi warga yang tinggal di Desa Gayam Harjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman dan Desa Ngoro-oro, Kecamatan Pathuk, Kabupaten Gunungkidul. Jembatan ini berwarna kuning mirip dengan Jembatan Gantung Selopamioro. Jembatan Gantung Lemah Abang ini dibangun pada tahun 1996 dan letaknya tidak terlalu jauh dari Gunung Api Purba Nglanggeran.

5. Jembatan Sesek Mangir

via: news.lewatmana.com

Dan jembatan yang paling Instagram-able di Jogja adalah Jembatan Sesek Mangir. Jembatan sesek merupakan sebutan untuk jembatan yang dibuat  dari bambu. Jembatan Sesek Mangir ini dibuat diatas Sungai Progo dan menghubungkan Desa Mangir  yang masuk dalam wilayah Kabupaten Bantul dan Desa  Lendah yang masuk dalam wilayah Kabupaten Kulonprogo. Pada saat musim hujan jembatan ini sering rusak karena terkena terjangan arus Sungai Progo yang cukup besar.

Cantik-cantik  bukan jembatannya? Sudah  siap berselfie ria? Jangan lupa masukan kelima jembatan tersebut kedalam tempat wisata jogja yang wajib dikunjungi saat di Jogja. Butuh paket wisata jogja yang menarik? Hubungi TripJogja.co.id sebagai partner liburan kamu di Jogja.

__

Author : Nova AristiantoEditorAjeng Darmista

 

Keren! 10 Lokasi Syuting AADC 2 di Jogja ini Wajib Kamu Kunjungi Kalo ke Jogja!

Jreeeeeng!

Siapa yang tidak tau tentang kisah percintaan antara Cinta dan Rangga dalam “Ada Apa Dengan Cinta”? Film Indonesia yang bergenre romantis tersebut  14 tahun lalu pernah menjadi film yang paling laris di bioskop-bioskop Indonesia bahkan sampai juga ke beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Setelah sekian lama akhirnya kisah Cinta dan Rangga ini muncul kembali dalam “Ada Apa Dengan Cinta 2”.

Fakta yang paling menarik adalah sebagian besar tempat yang dijadikan sebagai lokasi syuting berada di Jogja  dan  sekitarnya. Tentunya pemilihan lokasi pembuatan film AADC  mempunyai banyak alasan dan pertimbangan bagi sang produser. Jogja memiliki hampir semua pemandangan indah, situs sejarah, pusat kuliner dan tempat-tempat berkesenian yang menjadi latar adegan-adegan dalam film tersebut.

Ingin mencoba tapak tilas Cinta dan Rangga, berikut adalah info tempat wisata di Jogja yang menjadi lokasi syuting  AADC2. Simak ya!

1. Pantai Parangtritis

pantai parangtritis jogja
Tampak foto Dian Sastrowardoyo dkk saat syuting AADC 2. Tips kami, jika bro & sis ke Parangtritis, datanglah diwaktu senja. Sunset view Parangtritis termasuk tercantik di Jogja. Bikin baper. (via: piknikdong[dot]com)

Pantai Parangtritis merupakan salah satu pantai yang ada di Jogja tepatnya terletak di Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul. Tidak hanya terkenal dengan kisah mistis tentang Nyi Roro Kidulnya aja, pantai ini juga pemandangan senja yang cukup eksotis. Pantainya yang cukup panjang dengan hamparan pasir hitamnya membuat pemandangannya menjadi sangat cantik. Disisi selatan pantai ini juga dibatasi dengan dinding karang yang cukup tinggi.

Baca Juga: Serunya Sandboarding di Gumuk Pasir Parangkusumo

Jika datang pada sore hari kita akan disuguhi dengan pemandangan sunset yang sangat romantis. Suasana manis di pantai ini sangat tepat menggambarkan kehangatan dan kecerian kisah persahabatan Cinta dan ketiga sahabat karibnya.

Yuk ke sini, dan ajak semua sahabatmu!

2. Candi Ratu Boko

candi ratu boko, aadc 2
Kamu jomblo? Stop baca cation ini. Adegan ini adalah saat Dian Sastro & Rangga ketika kembali akur dan mulai membicarakan masa lalu mereka yang penuh drama percintaan SMA. Ah, sudahlah... (via : cumicumi[dot]com)

Sama seperti di Pantai Parangtritis, sunset di Candi Ratu Boko juga tidak kalah eksotis. Candi Ratu Boko ini merupakan reruntuhan bekas istana kerajaan yang letaknya berada disebuah bukit. Dari tempat ini kita bisa melihat pemandangan kearah Candi Prambanan dengan jelas. Jika cuaca sedang cerah Gunung Merapi yang tampak gagah juga bisa dilihat.

Candi Ratu Boko menjadi lokasi yang indah ketika kita berkunjung di sore hari dimana matahari sudah tidak terik, komplek Candi Ratu Boko yang luas memungkinkan kita memiliki spot tersendiri untuk menikmati pemandangannya.

3. Makam Kotagede

makam raja imogiri
Disinilah tempat peristirahatan para Raja Mataram Kuno. Selain banyak orang berziarah, banyak juga pelancong yang berkunjung untuk mencari tahu cerita sejarahnya. Dengan suasana yang tenang & syahdu, lokasi ini menjadi pilihan untuk syuting AADC 2.

Kotagede dahulu merupakan pusat dari Kerajaan Mataram. Ditempat ini terdapat kompleks pemakaman yang dikhususkan untuk raja-raja Mataram. Komplek makam ini sangat unik karena dibangun dengan perpaduan antara budaya Islam dan Hindu.

Baca juga: Kerajinan perak khas Kotagede juga termasuk kedalam 6 oleh-oleh khas Jogja lho!

Salah satu unsur budaya Hindu yang menonjol adalah gerbangnya yang tampak seperti candi. Kotagede adalah sudut Jogja yang sangat kental nuansa vintage dan retro-nya. Kotagede mampu mewakili pesona masa lalu Jogja yang begitu teduh dan tenang.

4. Sate Klatak Pak Bari

U.E.N.A.K! Meski pertama merasa aneh dengan cara masak & tampilannya, sate klatak menjadi standar "enak" baru bagi para penikmat sate. Enaknya nggak santai!

Sate klatak merupakan salah satu kuliner khas yang ada di Jogja. Yang paling unik dari sate ini adalah tusuk satenya yang menggunakan jeruji besi sepeda. Bumbu yang digunakan untuk memasak sate ini pun cukup sederhana, yaitu garam dan campuran bawang merah. Sate Klatak Pak Bari ini terletak di Pasar Wonokromo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. Sate Klathak telah menjadi ikon kuliner kota Jogja, tak ada salahnya berburu kuliner dan menikmati sajian sate kambing di malam hari saat di Jogja.

5. Greenhost Hotel

hotel greenhost jogja
Hotel Greenhost memiliki desain yang unik & nggak mainstream, mungkin karena alasan inilah Greenhost dipilih jadi salah satu spot syutingnya AADC 2. (via : www.agoda[dot]com)

Greenhost Hotel terletak di Jalan Prawirotaman II Yogyakarta. Hotel ini punya desain yang cantik dan sangat ramah lingkungan. Salah satu hal yang paling unik dari hotel ini adalah adanya sebuah pipa yang berada dilingkungan hotel yang dijadikan sebagai media tanam. Go Green banget!

6. Klinik Kopi

Klinik Kopi Jogja
Perkenalkan, difoto itu adalah mas Pepenk, founder dari Klinik Kopi. Hebatnya dia adalah bisa menjawab hampir semua pertanyaan mengenai kopi mulai dari proses tanam hingga seduh. Luar biasaaaah! (via: travel.kompas[dot]com)

Sesuai dengan namanya, tempat ini bukan sekedar tempat ngopi biasa. Ditempat yang berlokasi di Jalan Kaliurang KM 7.8 Sleman ini kita bisa mengetahui semua cerita dibalik kopi yang akan kita minum. Bahkan kopi-kopi ada di Klinik Kopi ini merupakan hasil buruan langsung dari sang barista ketempat asalnya langsung.

7. Plengkung Gading

plengkung gading jogja
Plengkung Gading adalah salah satu heritage peninggalan arsitektur ala kerajaan Mataram Kuno. Bangunan dengan tipe seperti ini dapat kita temuka di beberapa sudut kota Jogja terutama yang berdekatan dengan Keraton dan Kotagede. (via : pariwisata.jogjakota.go.id)

Plengkung dahulunya merupakan gerbang menuju ke kawasan Keraton Yogyakarta. Disekitar Keraton terdapat beberapa plengkung yang masih berdiri kokoh sampai saat ini, salah satunya adalah Plengkung Gading . Plengkung yang satu ini teretak disebelah selatan Alun-alun Selatan Jogja. Pada malam hari tempat ini akan disinari lampu warna-warni  yang membuat tempat ini terihat semakin cantik.

8. Sellie Coffee

sellie coffee jogja
"Rangga, yang kamu lakukan ke saya itu jahat!", Satu kalimat ini terucap dari mbak Dian Sastro di adegan AADC 2 di Sellie Coffee ini. Daaaan, jadi viral! :)))) (via : cnnindonesia[dot]com)

“Rangga, apa yang kamu lakukan ke saya itu jahat”. Untuk yang sudah menonton film AADC2 pasti akan ingat dengan adegan tersebut. Nah di Sellie Coffee ini tempat yang dijadikan untuk mengambi adegan tersebut. Sellie Coffee terletak di  Jalan Prawirotaman II tidak teralu jauh dari Greenhost Hotel.

9. Rumah Doa Bukit  Rhema

gereja ayam magelang
Bisa dipastikan hampir semua mata tertegun ketika pertama melihat bangunan ini. Unik & berada di tengah hutan! Inilah Rumah Doa Bukit Rhema yang terkenal dengan sebutan Gereja Ayam. (via : blog.airyrooms[dot]com)

Orang lebih mengenal tempat ini dengan nama Gereja Ayam karena memang bangunan yang sempat terbengkelai ini bentuknya mirip dengan sebuah ayam raksasa. Tapi sebenarnya bentuk bangunan tersebut berbentuk seperti merpati seperti yang diinginkan oleh pemiliknya.

Tempat ini juga bukan sebuah gereja melainkan rumah doa yang bisa digunakan oleh siapa saja dengan latar belakang agama apapun. Letak bangunan unik tidak teralu jauh dari Candi Borobudur yang masuk dalam wilayah Kabupaten Magelang, Jawa  Tengah.

10. Punthuk Setumbu

punthuk setumbu sunrise
Punthuk Setumbu, spot sunrise favorit pelancong yang ingin menikmati indah matahari terbit. Selain harga yang murah, panorama lanskap disini memanjakan mata.

Masih berada disekitar kawasan Candi Borobudur  ada sebuah bukit bernama Punthuk Setumbu yang juga dijadikan sebagai lokasi syuting AADC2. Waktu paling tepat untuk mendatangi tempat ini adalah pada pagi karena dari sini kita bisa melihat sunrise cantik yang  keluar  disela Merapi dan Merbabu. Selain itu kita juga bisa melihat Borobudur dari kejauhan yang tertutup awan. Punthuk Setumbu menjadi tempat rahasia para fotografer untuk mendapatkan foto cantik candi Borobudur dan Gunung Merapi. Kebayang suasananya? Ayo kesana...!

Wah, banyak juga ya lokasi syutingnya, dan semuanya amazing banget! Kamu bisa datengin langsung tuh semua destinasi itu, bisa backpacker bareng temen-temen atau dengan memesan paket wisata jogja ke tour travel di jogja terpercaya langgananmu.

Awas jangan baper ya kalau mengunjungi tempat-tempat tersebut.

__

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista

Goa Jomblang: Sulit Memilih Kalimat Yang Pas Untuk Mendeskripsikannya

Apabila kamu merasa bahwa menyusuri goa dengan menggunakan ban pelampung seperti di Goa Pindul masih kurang memuaskan kebutuhan diri akan petualangan, mungkin kamu bisa mencoba mengunjungi Goa Jomblang. Menyusuri Goa Vertikal dan dihadapkan dengan hutan purba di dasarnya tentunya akan menggugah jiwa petualang kita. Berbeda dengan Goa Pindul, anda tidak akan dihadapkan dengan antrian yang sangat padat karena memang paket wisata di Goa Jomblang begitu eksklusif dan dibatasi pengunjungnya.

Goa Jomblang
Goa Jomblang

Untuk dapat sampai ke Goa Jomblang, kita dapat menempuh perjalanan dengan menggunakan Bus jurusan Yogyakarta-Wonosari maupun kendaraan pribadi untuk sampai ke Jl. Raya Semanu. Di lokasi tersebut, kita akan dijemput dengan tim pemandu untuk kemudian diantarkan ke area masuk Goa Jomblang. Sesampainya di sana kita akan disambut dengan minum dan snack yang memang sudah disediakan karena termasuk ke dalam paket wisata. Selain itu, kita juga akan dipersenjatai oleh para pemandu dengan berbagai perlangkapan standar keamanan untuk vertical caving. Jangan pernah sekalipun menyepelekan tentang perlengkapan keamanan yang dipasangkan pada tubuh kita sebelum melihat sendiri medan yang akan dihadapi.

Setiap penjelajah Goa Jomblang, kita wajib mengenakan coverall, sepatu boot, helm, headlamp dan SRT set yang terdiri dari seat harness, chest harness, ascender / croll, auto descender, footloop, jammer, carabiner, cowstail panjang, serta cowstail pendek.

Vertical Caving yang Memacu Adrenalin

Sebelumnya kita dapat memilih untuk memilih beberapa alternatif jalur yang dapat digunakan untuk melalukan vertical caving yang terbagi berdasarkan kedalaman yang harus ditempuh. Jalur kedalaman Entrance yang lain beragam, mulai dari 40m, 60m hingga 80m dari bibir goa hingga mencapai dasar goa.  Untuk kalian yang baru pertama kali melakukan vertical caving tentunya para pemandu yang baik hati akan menyarankan jalur VIP yaitu jalur tercepat (20 meter). Tantangan yang sebenarnya baru dimulai setelah segala alat pengaman untuk Single Rope Technique (SRT) telah terpasang dengan rapi.

Kita akan ‘diturunkan’ untuk menuju dasar goa dengan menggunakan seutas tali. Selama perjalanan turun berlangsung, secara otomatis kita akan merasakan bergantung tanpa pijakan kaki. Namun, rasa takut yang muncul pun perlahan menghilang ketika menyaksikan berbagai macam kekaguman terhadap mahakarya Tuhan yang luar biasa indah. Berbagai macam vegetasi dan lumut yang menghiasi tebing akan menampakkan eksotisme tersendiri. Tentunya sebuah pengalaman menarik untuk kita yang sehari-hari banyak menyaksikan pemandangan gedung menjulang tinggi.

Luweng Grubug dan Cahaya Surga

Sesampainya di dasar goa, kita akan merasakan sedikit lega karena akhirnya kaki dapat berpijak dengan pasti. Pemandu kemudian akan mengajak kita untuk melanjutkan perjalanan melalui lorong sepanjang 300 meter ke Luweng Grubug. Di Luweng Grubug inilah, kita dapat menemui pemandangan yang kerap disebut-sebut sebagai ‘cahaya surga’. Perjalanan menuju Luweng Grubug pun menemui akhir saat kita mulai menyaksikan pancaran cahaya matahari yang mengintip ke dalam goa dan menyinari flowstone lewat sebuah celah. Tentu saja keindahan cahaya surga tersebut masih bergantung pada cuaca, ketika hari sedang cerah-cerahnya merupakan timing yang paling tepat untuk memaksimalkan wujud cahaya surga yang kita nanti-nanti.

Ber-vertical caving ria dan membayangkan menjadi seorang Indiana Jones yang sedang berpetualang sangat menarik untuk dicoba selagi berkunjung ke Yogyakarta. Kita tentunya dapat memacu adrenalin sembari menikmati eloknya vegetasi hutan purba. (*)

--

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu operasional: Setiap hari, pukul 10.00 – 14.00

HTM: Rp 450.000,- /orang (minimal 5 orang per group)

Fasilitas:

Aktivitas:

LOKASI

Alamat: Desa Pacarejo, Kec. Semanu, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia

Telepon: +62 818-629-901 (08.00-23.00) PEMESANAN

Website: goa-jomblang.com &  Review TripAdvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak Goa Jomblang dari 0 KM Jogja sekitar 52 Kilometer dari  dan dapat ditempuh selama kurang lebih  1,5-2 jam perjalanan. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Dapat ditempuh 1,5-2 Jam dengan menggunakan mobil maupun dengan menggunakan Bus Yogyakarta-Wonosari dengan tarif  Rp 10.000,-  via Jl. Wonosari (Jl.Nasional III) hingga kemudian berbelok ke Jl. Raya Semanu

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best time to visit: Lebih baik Pagi jam 6 sudah harus sampai di lokasi untuk melihat pancaran sinar matahari yang sempurna dari dalam goa

What to bring:

Do: Menggunakan pakaian yang menyerap keringat serta nyaman digunakan, mengikuti setiap instruksi dari pemandu. Turut menjaga ekosistem dengan tidak merusak vegetasi aam di dasar Goa Jomblang.

Don’t: Membuang sampah sembarangan karena pengelola bahkan melakukan pembatasan jumlah wisatawan untuk menjaga ekosistem, turun sendirian tanpa pengawasan pemandu dan pengelola.

Goa Kiskendo: Mengamati Kondisi Dunia di Dalam Tanah

Di barat Yogyakarta tepatnya di Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Gunungkidul terdapat sebuah goa yang berpotensi memuaskan hasrat berlibur kita. Goa yang terletak sekitar 30 kilometer dari pusat kota ini dapat kita kunjungi dengan berkendara selama sekitar 1,5 jam dengan menempuh rute Jl. Godean hingga akhirnya melewati Nanggulan. Selama berada di dalam perjalanan, sesekali kita akan dihadapkan oleh pemandangan perbukitan menoreh serta hamparan sawah yang memang sudah mulai sulit ditemukan di wilayah pekotaan Yogyakarta. Untuk anda yang kebagian jatah untuk mengemudikan kendaraan, jangan terlalu terpana pada pemandangan karena medan yang akan dihadapi cukup berkelok-kelok serta kondisi kemiringan yang menanjak sehingga harus selalu berhati-hati.

Goa Kiskendo
Goa Kiskendo

Beberapa penunjuk jalan akan memandu kita untuk sampai ke lokasi goa sepanjang 600 meter  yang hendak kita kunjungi. Untuk sampai di pintu masuk Objek Wisata Goa Kiskendo sendiri kita harus menuruni puluhan anak tangga. Teduhnya suasana serta sejuknya udara yang kita hirup pun menghadirkan ketenangan batin yang sedikit mengobati rasa penasaran kita terhadap rupa Goa Kriskendo yang sebenarnya. Tembok di sebelah pintu masuk sendiri bercerita melalui sajian relief cerita legenda kuno yang menarik untuk dicermati sebelum melanjutkan perjalanan masuk.

Mengamati Kondisi Dunia di Dalam Tanah Goa Kiskendo

Berbagai rupa stalaktit dan stalagmit berusia ribuan tahun dapat dengan mudah kita saksikan di tempat ini. Kita akan melewati jalan setapak yang secara otomatis menuntun langkah rombongan kita untuk menyusuri goa ini sehingga sebenarnya tenpa kehadiran pemandu sekalipun kemungkinan tersesat sangatlah kecil. Tentunya kita pun harus merasakan tetesan-tetesan air dari stalaktit yang berada di atas kita sedikit membasahi tubuh. Sensasi yang umum kita rasakan ketika kita melakukan jelajah goa. Kita juga akan menemukan stalaktit yang berbentuk cukup unik karena menyerupai lidah yang erat dihubungkan dengan mitos yang dipercaya masyarakat tentang asal muasal Goa yang dulunya menjadi tempat tinggal raksasa. Di beberapa titik, kita harus menunduk untuk dapat lewat dengan selamat tanpa harus terbentur oleh stalaktit di bagian kepala.

Lekat dengan Mitos dan Mistis

Selain susur goa, masyarakat juga datang ke tempat ini untuk melakukan pertapaan guna memperlancar keinginan-keinginan dalam hidup. Tedapat setidaknya 3 lokasi pertapaan yang dibagi berdasarkan keinginan yang diharapkan menjadi nyata. Pertapaan Kusuma, mengacu pada sebuah tempat khusus untuk meminta kelancaran dalam karir dan pekerjaan. Pertapaan Ledher sebagai tempat bermeditasi untuk mengukuhkan keinginan seseorang dalam menjadi seniman ledher. Sedangkan Santri Tani, merupakan sebuah tempat meditasi untuk memohon hasil panen melimpah pada yang kuasa. Terlepas perihal pertapaan itu sendiri, Goa Kriskendo menjadi saksi tentang bagaimana bangsa kita pun kaya dengan ragam warisan budaya yang seharusnya dapat dilestarikan dengan baik.

Goa Kriskendo merupakan salah satu objek wisata yang dapat menggugah rasa penasaran kita terhadap kondisi di dalam bumi lengkap dengan stalaktit dan stalagmit yang memukau mata. Beririsan erat dengan perihal tentang sejarah dan budaya, Goa Kriskendo yang mengandung banyak cerita tentang mitos dan mistis akan menjadi sebuah destinasi yang luar biasa yang fantastis!(*)

--

Author : Pradipta AkosoEditorAjeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu operasional: Setiap hari mulai pukul 08.00 WIB

HTM: Rp 3.000/orang

Fasilitas: Tempat parkir

Aktivitas: Susur goa, meditasi.

LOKASI

Alamat: Dusun Sukamaya, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta

Telepon (0274) 6429662

Map :

Jarak dari 0 KM: Jarak Ga Kiskendo dari 0 KM Jogja sekitar 38 km dan dapat ditempuh selama kurang lebih 1,5 jam. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : Jika menggunakan kendaraan umum maka Anda akan berhenti di desa Niten dekat Kecamatan Girimulyo, dari tempat ini jarak yang harus ditempuh masih sekitar 8 km. Namun jika menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat akan berhenti di dekat area Goa Kiskendo,. Yang perlu diingat adalah jalan yang menanjak dan sempit maka kondisi kendaraan harus dalam kondisi yang prima dan sopir yang mengetahui medan jalan.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best time to visit: Pagi Hari

What to bring:

Do: Menyusuri goa dengan aman

Don’t: Melakukan vandalism di area Goa, Meninggalkan sampah di dalam Goa Kiskendo.

Kalibiru Jogja: Wisata Spot Foto Terbaik

Yogyakarta selalu punya spot yang ciamik untuk menghabiskan waktu sembari berwisata. Tentunya spot tersebut juga ditunjang oleh panorama yang sedap untuk dipandang mata serta berpotensi tinggi mengundang rasa iri dari teman-teman yang berada dalam jejaring sosial media kita. Kita tentunya dapat mengarahkan tujuan ke sebelah barat dan menemukan sebuah tempat dengan keindahan maksimal dan dapat membuat teman-teman iri berat. Tepatnya di Kabupaten Kulonprogo, Desa Wisata Kalibiru akan menyambut antusiasme berwisata kita kala berkunjung ke Yogyakarta.

Kita dapat menempuh perjalanan sejauh 37 kilometer yang kira-kira akan kita nikmati selama 1,5 jam untuk sampai ke lokasi ini. Menempuh perjalanan melalui Jl. Wates, kita akan berjalan menuju objek wisata yang menyimpan pemandangan yang segarkan mata. Sesampainya di sana kita diharuskan membayar sejumlah biaya retribusi untuk mendapatkan tiket beserta asuransi. Nominal yang perlu dikeluarkan tentunya jauh lebih kecil dibandingkan dengan pengalaman yang akan kita dapatkan. Kita hanya membutuhkan stamina yang cukup prima untuk menjelajahi Kalibiru beserta segala keindahannya yang memukau liburan kita. Kita akan menempuh perjalanan yang relatif berat karena rute yang akan kita tempuh cukup melelahkan namun sebanding dengan pengalaman yang akan kita dapatkan.

Nyatakan Cintamu di Sebuah Gardu

Kalibiru Jogja
Kalibiru Jogja

Usai berjalan di jalan setapak, kita akan sampai di tempat yang cukup tinggi dan tentunya menyajikan pemandangan yang indah. Lanskap yang disajikan begitu lengkap karena berisi pepohonan, Perbukitan Menoreh, Waduk Sermo, serta hamparan langit yang biru. Kita dipersilahkan untuk berfoto di sebuah gardu yang dirancang di pohon dengan membayar 15.000 rupiah saja. Spot ini begitu fantastis terlebih ketika kita datang kala senja menjelang. Sebuah momen tepat untuk menyatakan cinta ketika kita datang bersama calon tambatan hati. Tenang saja, untuk yang hadir tanpa pasangan maupun yang sudah memiliki tambatan hati, gardu ini tetap menyajikan pemandangan yang lekat di hati. Sebuah tips penting apabila kita hendak menyatakan cinta di tempat tersebut, jangan minta dia untuk menjawab saat itu juga. Berada di ketinggian bukanlah tempat yang tepat untuk merasakan kegagalan.

Menguji Nyali dan Ketangkasan

Selain spot foto, Kalibiru tentunya juga menyajikan tantangan bagi kita yang memang gemar mengadu nyali dan ketangakasan. Tersedia juga sebuah paket outbond yang terdiri dari beberapa aktivitas yang tentunya menjawab segala kerinduan kita terhadap sebuah aksi petualangan. Kita akan diajak untuk memanjat tebing untuk kemudian berjalan di atas jaring-jaring. Jangan merasa lega dulu, petualangan masih dilanjutkan dengan berjalan di atas seutas tali dan setapak jembatan kayu. Pada puncaknya, kita dapat merasakan asiknya menggunakan flying fox sambil menikmati sajian pemandangan yang begitu menawan. Rangkaian outbond yang cukup sayang untuk dilewatkan.

Tidak hanya kehidupan, berwisata ke tempat ini juga memerlukan kesabaran dan ketangkasan. Mental kita cukup diuji sejak berada di perjalanan hingga melakukan pendakian yang sederhana. Kita akan sedikit mengeluh walaupun pada akhirnya senyum lebar pun merekah di bibir kita atas segala pengalaman yang penuh berkah. Nah, apa ceritamu tentang Kalibiru?(*)

--

Author : Pradipta AkosoEditorAjeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Setiap Hari pukul 07.00-17.00

HTM : 

Aktivitas : Penginapan untuk keperluan gathering dan outbond.

Fasilitas : Berfoto di menara pandang, outbond, mengunjungi waduk sermo

Alamat : Jl. Sermo - Kalibiru, Hargowilis, Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia

Website :Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

37 Kilometer ( sekitar 1,5 jam)

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Melalui rute Jl. Wates (Jl. KH Ahmad Dahlan-Jl.RE Martadinata- Ring Road-Jl.KRT Kertodiningrat-Jl.Jembatan Clereng).

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : Sore Hari

What to bring : Sepatu yang nyaman digunakan untuk mempermudah trekking

Do : Memastikan kendaraan anda cukup mumpuni untuk menempuh rute jalan yang menanjak.

Don't : Hindari mengajak teman yang memiliki acrophobia (ketakutan khusus terhadap ketinggian)

Gunung Api Purba Nglanggeran: Sensasi Senja dan Bentang Kehijauan di Puncak

Sekitar 24 kilometer di sisi selatan Yogyakarta tepatnya di Kabupaten Gunungkidul terdapat sebuah wilayah yang begitu indah untuk sekedar melewatkan waktu maupun untuk menikmati malam hingga matahari terbit kembali. Desa wisata yang pengelolanya baru-baru ini memenangkan Culturpreneur Award ini dikenal dengan Desa Wisata Nglanggeran (Gunung Api Purba Nglanggeran). Tempat ini dapat dengan mudah ditemukan hanya dengan menyusuri Jl.Wonosari dan mengikuti petunjuk arah karena memang sudah banyak dikenal. Nuansa yang berbeda dapat dirasakan ketika menjejakkan kaki ke wilayah gunung yang jutaan tahun yang lalu merupakan sebuah gunung api aktif.

Sebelum memutuskan untuk mengunjungi tempat ini kita harus menentukan rangkaian kegiatan seperti apa yang akan kita lakukan di sini. Apakah untuk kunjungan singkat dengan sekedar menikmati senja atau mungkin berkemah sekaligus menyaksikan terbitnya matahari. Hal ini tentunya juga berhubungan dengan perbekalan yang harus kita persiapkan dari rumah. Tentunya stamina juga perlu dipersiapkan dengan baik karena kita harus berjalan mendaki sekitar 1 hingga 1,5 jam untuk sampai ke puncak. Sangat disarankan untuk mengunjungi tempat ini secara total karena selain pesona matahari di waktu sunset dan sunrise terdapat juga objek lain yang dapat dikunjungi sekaligus yaitu Embung Nglanggeran.

Gunung Api Purba Ngglanggeran
Gunung Api Purba Ngglanggeran

Panorama Indah Gunung Api Nglanggeran, Karunia Yang Kuasa

Berkemah maupun melalui kunjungan singkat, kita akan sepakat bahwa panorama langit Gunung Api Purba di sore hari maupun di waktu terbitnya matahari sangatlah memikat. Rona langit di Gunung Nglanggeran merupakan salah satu cara Yang Kuasa untuk mengungkapkan kebesaran alam ciptaan-Nya. Rasa lelah setelah berjalan mendaki sekitar 1 – 1,5 jam terbayarkan dengan lunas, bahkan dengan bonus cerita dan pengalaman untuk diceritakan pada sanak saudara. Tanpa harus merasa ragu, langkahkanlah segera kakimu ke tempat ini untuk mendapatkan pengalaman berharga yang tak ternilai harganya. Apabila memiliki waktu yang cukup luang, agendakan berkemah sebagai salah satu wahana mempererat tali persaudaraan dengan para sahabat maupun sanak saudara. Sambil menanti datangnya pagi, bersenda gurau dan bertukar cerita tentang masa depan tentunya merupakan hal yang sangat mengasyikkan. Tak kalah menariknya dengan waktu senja, sunrise dari puncak Gunung Api Purba juga sangat memanjakan mata.

Asik Menikmati Pemandangan di Sebuah Danau Buatan

Embung Nglanggeran merupakan salah satu lokasi yang masih berada satu lingkup di Gunung Api Purba dan sayang untuk dilewatkan. Tentunya berbagai momen asik dan menarik dapat direkam oleh kamera kita. Danay tang berada di kawasan yang cukup tinggi ini tentunya juga menyajikan pemandangan sekitar bumi Gunungkidul yang masih tampak asri. Dari tempat ini, kita dapat menyaksikan bagian puncak dari Gunung Api Purba menyenangkan untuk membuang kepenatan. Selain di puncak Gunung Api Purba, Embung Nglanggeran juga menyimpan pemandangan yang indah dikala senja.

--

Author : Pradipta AkosoEditorAjeng Darmista

INFORMASI WISATA

HTM :

Aktivitas :

LOKASI

Alamat : Desa Ngalanggeran Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Gunugkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia

Telepon : +62 818-0260-6050

Website : gunungapipurba.com & Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

24 kilometer (1 jam)

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Menempuh rute Jl.Wonosari-Salam-Jl.Nasional III

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : Sore hari

What to bring : Sepatu yang nyaman digunakan

Do : Bercamping sekaligus menunggu terbitnya matahari

Don't : Melakukan kunjungan di siang hari karena udara akan cukup panas.