Hadirkan Rindu dan Nostalgia, Malioboro Jogja Selalu Punya Tempat di Hati

Tak perlu ke Singapura, Yogyakarta memiliki kawasan yang serupa Orchad Road dengan muatan lokal yang memunculkan rindu dan nostalgia. Ya, kita mengenal kawasan tersebut dengan nama Jalan Malioboro.

Berkunjung ke Yogyakarta tak akan lengkap tanpa menunjungi Malioboro Jogja. Sebuah kawasan yang menjadi lahan bagi para pedagang kecil untuk menjajakan berbagai macam barang. Terletak di posisi yang strategis, kawasan Malioboro dapat dijangkau dengan mudah karena terletak di pusat kota. Berbatasan langsung dengan kawasan Benteng Vredeburg dan Nol Kilometer, tentunya tak akan sulit untuk menemukan kawasan ini. Kawasan Malioboro terletak di selatan Stasiun Tugu, sebuah kawasan jalan satu arah yang  merupakan perpaduan antara kawasan belanja tradisional dan modern.

malioboro jogja, paket tour jogja, paket wisata jogja
Malioboro, dari jaman dulu hingga saat ini selalu identik dengan lampu jalan yang khas. Kini semakin menyenangkan dengan perlebaran area pedestrian. Sehingga para pejalan kaki bisa lebih nyaman untuk menikmati suasana di jalan Malioboro

Pusat Cinderamata dan Pernak-Pernik Murah Yang Jogja Banget

Sesampainya di Malioboro, mata kita akan menangkap banyak hal mulai dari kehadiran berbagai department store yang menjulang maupun pedagang-pedagang pinggir jalan yang menjual aneka rupa cinderamata karya pengerajin lokal. Berbagai buah tangan untuk sanak saudara mudah didapatkan di kawasan ini dari mulai batik, kaos, blangkon, wayang, gantungan kunci, serta berbagai penak pernik lain yang berciri khas Yogyakarta. Tentunya sanak saudara di rumah mengharapkan sedikit cinderamata dari kita yang usai berkunjung ke Yogyakarta bukan?

malioboro jogja, paket wisata jogja, paket tour jogja
Batik dalam berbagai kemasan produk, seperti baju, ceana, sandal, tas dll, menjadi produk seouvenir yang paling banyak dicari para pelancong dari luar kota. Selain murah, ke-otentikan batik dari Jogja menjadi hal yang disenangi.

Jalan-jalan murah tanpa biaya retribusi. Tapi tetap waspadai oknum parkir di saat musim liburan.

Tidak perlu memikirkan soal biaya retribusi, berkunjung ke Malioboro tidak dipungut biaya sama sekali. Semua yang kita saksikan di Malioboro gratis tanpa retribusi, Untuk dapat berkunjung ke tempat ini kita hanya perlu mempersiapkan sekian ribu rupiah untuk keperluan parkir. Namun berhati-hati, dalam momen liburan panjang terkadang ada beberapa oknum parkir nakal yang menaikkan harga parkir secara dadakan. Ketika berkunjung ke Malioboro, kita dituntut untuk pandai-pandai menawar harga sehingga mendapatkan harga yang paling murah. Tentunya kita harus menghemat pengeluaran sehingga budget oleh-oleh tidak membengkak. Karena sungguh menyenangkan apa bila kita berhasil memenangakan harga tawar dengan sang penjual, sungguh kepuasan tersendiri yang patut Anda rasakan.

Dalam momen liburan panjang terkadang ada beberapa oknum parkir nakal yang menaikkan harga parkir secara dadakan. Ketika berkunjung ke Malioboro, kita dituntut untuk pandai-pandai menawar harga sehingga mendapatkan harga yang paling murah.

 

Malioboro Yogyakarta
Per 2016, Malioboro sudah bebas parkir kendaraan bermotor. Semua kendaraa bermotor hanya bisa parkir di jalan kiri atau kanan jalan utama Malioboro, seperti Jl. Pajeksan, Dagen, Perwakilan, Abu Bakar Ali, atau di Jl. Senopati. Di musim liburan, waspadai oknum parkir yang sesuka hati menaikkan biaya parkir.

 

Sajian Pinggiran dan Alunan Suara Musisi Jalanan

Ini nih yang bikin Malioboro selalu ngangenin. Ketika matahari perlahan tenggelam dan hari berganti malam, para pedagang asongan pun "berganti shift" dengan para penjaja makanan. Pinggiran Jalan Malioboro akan disulap menjadi sebuah pasar jajanan camilan dan kuliner pada malam hari. Tentu saja malam hari bukan waktu yang terlalu tepat untuk berburu cinderamata karena mayoritas penjaja cinderamata beraksi di siang hari. Namun pada malam hari kita akan melewatkan waktu dengan hiburan nada dan irama yang dilantunkan oleh para musisi jalanan. Sambil duduk dan menikmati sajian kuliner, tentunya nyanyian para musisi jalanan dapat memunculkan suasana yang romantis sekaligus haru.

malioboro destinasi wajib wisata jogja
Salah satu sudut jalan Malioboro, tepat di depan Gedung Agung. Setiap malam area ini digunakan sebagai tempat ngumpul dari banyak komunitas anak muda dan seniman.

Malioboro, Titik Nol-nya Jogja. Ke Obyek Wisata Manapun Tak Terlalu Jauh.

Berkunjung ke kawasan Malioboro merupakan sebuah solusi tepat untuk kunjungan yang terbatasi oleh waktu. Hal ini dikarenakan lokasi Malioboro sangat strategis dan mudah dikombinasikan dengan berbagai pilihan objek wisata lain. Berbagai paket wisata jogja yang bertebaran di Internet dan hampir semua menawarkan Malioboro sebagai "gong" Anda saat jalan-jalan ke Jogja. Nah, kalo mau berbelanja berbagai macam jenis sandang maupun batik-batik yang murah namun berkualitas, Pasar Beringharjo jadi jawabnya. Penasaran dengan benteng peninggalan Belanda yang penuh nilai estetika? Kunjungi aja Benteng Vredeburg terletak di penghujung Jalan Malioboro. Sekedar ingin selfie yang ‘Jogja Banget’? Nol Kilometer dapat menjadi pilihan tepat. Berbagai penginapan dengan varian kelas yang berbeda pun tersedia di kawasan ini menyesuaikan budget yang anda miliki.

Berbelanja & menikmati romantisme Jogja adalah 2 tujuan utama para pelancong ke Malioboro.

Untuk kalian yang pernah meluangkan hidup di kota ini, Malioboro tentunya membawa haru tersendiri. Sedangkan untuk kalian yang pernah berkunjung ke tempat ini, Malioboro seperti magnet yang menarik kalian untuk datang kembali. Untuk kalian yang belum pernah ke tempat ini, tunggu apa lagi? Temukan pilihan paket wisata jogja  dan paket tour jogja kekinian dari Tripjogja (*)

__

Author : Pradipta AkosoEditorAjeng Darmista

Tentang Malioboro Jogja

Waktu Operasional : Mulai pagi hari hingga malam hari, malioboro selalu terbuka untuk semuanya.

HTM : Gratis tanpa ada loket retribusi

Fasilitas: Malioboro dilengkapi dengan banyak tempat duduk sehingga saat Anda lelah berjalan, Anda bisa beristirahat sejenak sembari mencicipi aneka makanan yang dijajakan sepanjang Jalan Malioboro. Saat ini Malioboro sudah melengkapi fasilitas pejalan kaki dengan Lampu Penyebrangan, sehingga pejalan kaki dapat menyebrang dengan aman di Jalan Malioboro yang selalu padat.

Aktifitas:

Alamat : Jl. Malioboro

Telepon : -

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Berbatasan langsung di sebelah Utara Nol Kilometer.

Menuju Kesana : 

Dapat dikunjungi dengan menggunakan Trans Jogja Rute 1A dan 2A

Best Time to Visit : Sore hari menuju ke malam hari untuk menghindari terik matahari.

What to bring :  Membawa topi untuk meredam panas matahari yang kadang menyengat di siang hari.

Do :

Don't : 

Alun-Alun Kidul, Cerita Ruang Bersama Milik Masyarakat Jogja

Alun - Alun Kidul Jogja - Tentunya sayang untuk menghabiskan malam di penginapan saat sedang berwisata. Terlebih lagi kita sedang berada di Yogyakarta. Kota ini punya beberapa spot yang menawarkan kenyamanan dan kerinduan dalam balutan malam. Salah satunya adalah Alun-Alun Kidul atau Alun-Alun Selatan. Kenapa disebut dengan kidul atau selatan? Hal ini karena letak Alun-Alun Kidul berada di bagian selatan Kraton Yogyakarta berbeda dengan Alun-Alun Lor yang berada di utara Keraton.

Untuk dapat mencapai Alun-Alun Kidul, kita hanya perlu menyusuri Nol Kilometer ke arah selatan melalui Jl. Wijilan. Untuk membedakan antara Alun-Alun Lor dan Alun-Alun Kidul pun kita hanya perlu melihat ke tengah lapangan. Apabila kita telah sampai di Alun-Alun Kidul, kita hanya perlu memastikan dengan melihat ke tengah lapangan untuk mencari keberadaan dua buah beringin. Kedua beringin tersebut pasti akan terlihat ketika kita sudah sampai di Alun-Alun Kidul. Apabila masih tersesat, jangan panik. Di Yogyakarta ini, segala pertanyaan dari wisatawan akan disambut dengan solusi yang disampaikan dengan ramah oleh para penduduk lokal.

alkid jogja
2 pohon beringin di tengah alun-alun menjadi ikon tersendiri untuk Alkid. Permainan untuk memasuki ruang antar 2 beringin itu menjadi permainan rakyat yang sangat populer di Jogja.

Alun-Alun Selatan yang dulunya digunakan sebagai arena untuk menguji ketangkasan Prajurit Keraton kini telah difungsikan sebagai sarana ruang publik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan. Alun-alun Kidul Yogyakarta dikenal dengan nama Alkid diyakini sebagai tempat istirahat ( palereman ) bagi para Dewa. Oleh karena itu alun-alun tersebut sekarang ini banyak digunakan orang sebagai tempat ngleremke ati atau menentramkan hati banyak orang. Saat ini Alkid adalah areal yang terbuka dan berfungsi sebagai ruang publik dan arena hiburan untuk masyarakat. Sebagai sebuah ruang publik, tentunya untuk berkunjung ke Alun-Alun Kidul atau kerap disebut sebagai Alkid ini kita tidak dikenakan biaya sama sekali untuk perihal retribusi. Kita cukup datang dengan bermodalkan pakaian yang cukup hangat sehingga mampu menangkal angin malam dan sejumlah uang untuk membeli berbagai macam jajanan yang tersedia di sana. Waktu yang paling ciamik untuk mengunjungi Alun-Alun Kidul tentunya pada sore hari menuju malam.

Aneka Rupa Sajian dan Cemilan   

Ketika matahari mulai malu-malu beranjak tertidur, para pedagang mulai beranjak untuk menata dagangan mereka di Alun-Alun Kidul. Mata kita akan menangkap sosok berbagai macam pedagang asongan seperti penjaja bakso bakar, tempura, cakwe, jagung bakar, hingga berbagai macam makanan berat disajikan di sepanjang jalan. Tentunya semua itu dijual sebagai teman kita menikmati sore maupun malam hari di Yogyakarta. Tidak lengkap sepertinya ketika bercengkrama bersama sanak saudara maupun pasangan tercinta tanpa kehadiran sosok cemilan-cemilan yang menggugah selera.

Lampion-Lampion Berjalan

Meningkatnya jumlah wisatawan di tempat wisata ini pun memancing kreativitas warga untuk menyediakan hal-hal yang baru. Tidak hanya menjual jajanan makanan semata, warga sekitar mulai menyediakan berbagai macam kendaraan yang atraktif seperti sepeda tandem, becak mini, andong mini, dan berbagai kendaraan lain yang diberi lampu hias dan disewakan dengan harga yang variatif tergantung dengan kendaraan yang anda sewa. Tentunya menarik untuk ber-selfie ria sambil mengayuh kendaraan-kendaraan yang bersinar dan memendarkan gelapnya malam. Selain untuk kita yang berusia dewasa, atraksi ini juga pasti menarik bagi anak-anak dan keponakan yang kita ajak ke tempat ini.

Ritual Laku Masangin

Tak hanya sekedar duduk-duduk dan bersepeda, Alun-Alun Utara juga menyajikan salah satu ritual yang sudah cukup populer di kalangan masyarakat maupun wisatawan. Ritual tersebut disebut dengan laku masangin. Konon, yang dapat sukses melakukan laku masangin hanyalah mereka-mereka yang berhati bersih dan permohonannya akan terkabul. Tidak mutlak mempercayai mitos tersebut, banyak orang yang mencoba melakukannya untuk sekedar memuaskan rasa penasaran yang muncul. Ritual ini sebenarnya terlihat cukup mudah, yaitu berjalan di antara dua pohon beringin yang berjejeran di lokasi wisata ini sambil menutup mata dan dianggap lolos setelah berhasil melewati kedua pohon tersebut. Jangan khawatir soal penutup mata, ada pihak-pihak yang menyewakan barang tersebut dengan murah meriah.

Yogyakarta memang tak pernah berhenti menawarkan kenyamanan dan kerinduan. Banyak spot-spot yang begitu nyaman untuk sekedar melihat senja maupun menikmati malam. Alun-Alun Kidul adalah salah satu pilihan tepat untuk menikmati keduanya, ditambah dengan bersepeda ria tentunya.

Bagi rekan - rekan yang penasaran bagaimana rasanya berwisata di Jogja, atau bagi yang ingin mengenang masa - masa waktu liburan di Jogja dan ingin kembali, rekan - rekan dapat menghubungi kami sebagai agen penyedia layanan perjalanan wisata di Jogja. Silahkan klik tombol pesan dibawah ini.

Pesan Sekarang

__

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista


Tentang Alun-alun Kidul

Waktu Operasional : Mulai pagi hari hingga malam hari, Alun-alun kidul selalu terbuka untuk semuanya.

HTM : Gratis tanpa ada loket retribusi

Fasilitas: 

Aktifitas:

Alamat : Sebelah Selatan/belakang Keraton Yogyakarta Kecamatan Keraton, Kota Yogyakarta

Telepon : -

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

dengan jarak kurang lebih 3km dari Malioboro, Anda bisa menempuh jarak selama 15 menit.

Menuju Kesana : 

Jalan menuju alun-alun kidul Jogja dari Malioboro bisa ditempuh dalam waktu 15 menit dengan menggunakan becak dengan tarif kurang lebih Rp.15.000,-. Rutenya dari jalan Maliobro lurus ke arah selatan menuju alun-alun utara yang terletak di depan Keraton Jogja. Lalu berbeloklah ke kiri (ke arah timur). Setelah dengan pertigaan pertama, berbeloklah ke kanan melewati lorong benteng keraton yang melintang di atas jalan. Setelah itu berbeloklah ke kanan sekali lagi pada perempatan gang kecil yang ke empat.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Tour Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan. Kami juga informasikan mengenai tempat rental bus di semarang dalam postingan lainnya, jika rekan - rekan butuh tempat rental bus yang rekomended.

Best Time to Visit : Sore menuju ke malam hari dan pada malam hari


What to bring : 

Do :

Don't : 

Berburu Narasi Kopi di Klinik Kopi Jogja

Sekiranya tidak berlebihan apabila kita mengatakan Yogyakarta adalah rumah bagi mereka yang memiliki candu pada kafein. Kota ini menawarkan berbagai tempat dengan berbagai rentang harga yang siap melatari proses kita dalam menikmati secangkir kopi. Setiap tempat pun menawarkan ciri nya tersendiri baik melalui rasa, cara pengolahan, maupun suasana yang muncul kala menikmati tiap cangkirnya.

via: travel[dot]kompas[dot]com

 Dari sekian banyak tempat yang menawarkan jerat dan daya pikatnya, kota ini masih menyimpan sebuah senjata rahasia untuk melewatkan waktu sembari menikmati secangkir kopi. Yup! Klinik Kopi lah namanya. Berkunjung ke tempat ini, kita tidak hanya akan terpuaskan oleh berbagai rupa kenikmatan dan ketenangan. Tempat ini juga menawarkan narasi-narasi tentang kopi yang begitu kita gemari.

Dahulu, Klinik Kopi berlokasi di Jl. Gejayan namun kini lokasinya terletak di Jl. Kaliurang Km 7,5 Gg. Madukoro tepatnya berbelok ke arah kanan setelah melewati gardu PLN. Klinik Kopi sendiri menyajikan suasana yang tenang dengan tempat duduk lesehan yang menyajikan kenyamanan dan kesederhanaan. Kopi yang ditawarkan dengan harga Rp.15.000 ini tentnunya akan menghadirkan sensasi baru bagi kalian untuk lebih mengenal kopi.

Mengenal Kopi Dengan Lebih Intim

www[dot]gogirlmagz[dot]com

Walaupun terbiasa dengan kopi sachet maupun olahan kopi dengan gula, kita tidak perlu takut akan di-bully ketika menjejakkan kaki ke tempat ini tanpa kenal terlebih dahulu pada sosok kopi yang masih murni. Berkunjung ke tempat ini, kita juga akan mendapatkan berbagai macam informasi yang berkaitan dengan kopi secara langsung dan penuh keramahan. Mas Pepeng akan dengan senang hati bercerita tentang berbagai macam hal yang tidak kita ketahui sebelumnya tentang kopi. Memperluas wawasan tentunya dapat kita lakukan dengan bertukar pikiran dengan orang-orang baru yang kita temui dalam sebuah perjalanan. Menyimak narasi tentang skena kopi nusantara di tempat ini bisa jadi salah satu caranya.

Baca juga : 10 Spot Terbaik Untuk Menikmati Sunset di Jogja

tamasyarasa[dot]wordpress[dot]com

Sebaik-Baiknya Kopi Adalah yang Disajikan Tanpa Kehadiran Gula

Rangkaian narasi tentang kopi tersebut kemudian akan mengantarkan kita pada sebuah pilihan tentang jenis kopi yang nantinya akan kita nikmati. Selain berbagai wawasan dan cerita tentang kopi, di tempat ini, kita akan diperkenalkan pada kesucian kopi tanpa kehadiran gula yang manis namun dipercaya sebagai aktor utama perusak rasa. Klinik Kopi tidak menyediakan gula untuk sekedar kita campurkan pada kopi yang kita minta. Hal ini dikarenakan niat Mas Pepeng untuk menyajikan kopi yang masih murni. Jenis kopi yang kita pilih di tempat ini hanya akan menyajikan pahit atau sedikit asam untuk menjaga rasa dari kopi itu sendiri. Berkunjung ke tempat ini, kita akan belajar untuk memaknai rasa kopi yang sejati bahwa pahit dan sedikit asam ternyata menyembunyikan manis yang perlahan-lahan akan kita nikmati. Tidak terasa beberapa topik obrolan pun telah terlewati dan kita yang tadinya mencari kehadiran gula pun akhirnya sadar bahwa cangkir yang kita pesan telah habis juga.

klinikkopi[dot]wordpress[dot]com

Salah Satu Lokasi Napak Tilas Rangga Dan Cinta Dalam Ada Apa Dengan Cinta 2

Berkunjung ke tempat ini, kita juga akan menghirup udara yang sama dengan yang dirasakan oleh Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2. Klinik Kopi inilah yang menjadi latar tempat sebelum Rangga dan Cinta berkunjung ke Punthuk Setumbu untuk memburu terbitnya sang mentari. Mungkin dahsyat dan nikmatnya kopi di Klinik Kopi inilah yang menjadikan Rangga dan Cinta kuat untuk tidak mengistirahatkan mata hingga pagi hari. Bagi kalian yang mau mengunjuki tempat yang menjadi saksi Rangga dan Cinta kalian bisa pesan kepada kami sebagai penyedia Paket Wisata Jogja.

Marilah kita memburu kopi dan narasi tentangnya di Klinik Kopi untuk mencoba merasakan kenikmatan kopi yang sejati.(*)

--

Author : Pradipta AkosoEditorAjeng Darmista

Kopi Merapi yang Tak Pernah Ingkar Janji

Banyak pilihan yang menarik bagi kita penikmat kopi untuk menjelajahi Jogja. Dari mulai kedai-kedai kopi yang menawarkan gengsi hingga kopi tubruk pinggiran jalan dapat kita temui di kota ini. Ketika berkunjung ke Jogja, kita dapat meluangkan waktu kita untuk berkunjung ke Warung Kopi Merapi. Asal mula penamaan Warung Kopi Merapi mungkin karena tempat ini terletak di kaki Gunung Merapi. Tempat ini siap untuk membumbui pahit dan nikmatnya kopi dengan suasana berbeda.

Arahkan Kemudi ke Utara Yogyakarta

via: gudeg[dot]net

Kita harus menempuh perjalanan yang cukup panjang untuk dapat sampai ke tempat ini. Warung Kopi Merapi terletak di Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman. Rute yang harus kita tempuh adalah dengan menyusuri Jl.Kaliurang. Apabila kita sudah sampai di dekat Panti Nugroho ( sekitar Jl.Kaliurang Km 17) kita dapat berbelok ke arah kanan di pertigaan.

Tepat setelah mata kita menemukan pom bensin di kanan jalan, kita dapat berbelok ke arah kiri di pertigaan hingga menemukan penanda ‘Desa Wisata Petung’ yang turut menandai kita untuk kemudian berbelok ke arah kanan. Portal penjagaan dan jalanan yang berbatu dan berpasir merupakan pertanda bahwa kita sudah hampir sampai, karena tidak jauh dari sana di sebelah kanan jalan kita akan temukan Warung Kopi Merapi yang menyuguhkan suasana manis dalam mengecap pahitnya kopi. Tentu bangunan ini akan dengan mudah kita temukan karena Warung Kopi Merapi merupakan satu-satunya bangunan di tanah yang terhampar luas tersebut.

Seduhan Kopi Asli Merapi di Lerengnya

via: news[dot]neocorporations[dot]com

Sesampainya di Warung Kopi Merapi kita dapat memesan sajian berupa olahan Kopi Merapi sebagai menu utama yang disajikan hangat serta jajalan camilan yang menjadi perpaduan kenikmatan yang menentramkan. Soal harga, kopi yang ditawarkan membuat kita tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam karena harganya hanya Rp 5.000 untuk kopi robusta dan Rp 7.000 untuk kopi Arabica tergantung mana yang sesuai dengan selera kita. Soal citarasa kopi, tentu kita tidak perlu meragukan kualitas dari tanaman yang ditanam di tanah vulkanik yang subur dengan dipadukan pupuk organik. Pahitnya kopi tentunya siap menemani perbincangan dan senda gurau bersama sahabat, pasangan, maupun keluarga.

Baca juga : Petualangan Seru Ala Rambo di Kaki Gunung Merapi

Apabila kita takut untuk merasa rindu dengan rasa nikmat yang muncul di lidah ketika mengecap sajian hangat kala berkunjung ke tempat ini, kita juga dapat membeli kopi yang masih berwujud biji maupun bubuk dengan banderol harga yang cukup terjangkau. Kopi Robusta dalam keadaan biji kering dibanderol Rp 60.000 sedangkan dalam kondisi bubuk Rp 100.000 - Rp 160.000 per kilogramnya. Untuk Kopi Arabica, warung ini menawarkan harga sebesar Rp 100.000 dalam keadaan biji kering serta Rp 200.000 untuk produk bubuk kemasan. Sejumlah harga yang cukup terjangkau tentunya apabila ditinjau dari citarasa yang khas dan kenikmatan kopi yang ditawarkan dalam tiap teguknya.

Mengobati Rindu Kepada Sunyi

via: ngopidijogja[dot]blogspot[dot]com

Selain menyuguhkan kenikmatan dan ketentraman dalam secangkir kopi, Warung Kopi Merapi juga menawarkan ketentraman suasana dan keindahan panorama. Menjalani hidup di hiruk pikuk perkotaan kadang membuat pikiran tidak karuan. Ada waktu dimana kita memerlukan tempat yang menawarkan ketenangan untuk sejenak merenungi kehidupan. Menjejakkan kaki ke tempat ini akan mengobati rindu kita kepada sunyi, yang kian hari mulai jarang kita temui. Hadir dengan lokasi yang jauh dari perkotaan dan keramaian, bangunan kedai yang sederhana tentunya akan menentramkan hati kita dalam suasana kesederhanaan.

Menikmati destinasi wisata jogja dan wisata kuliner jogja memang harus memilih penyedia paket wisata jogja yang tepat, jangan sampai salah pilih. Karena ketika salah pilih maka akan menyesal di kemudian hari. Untuk penyedia paket wisata jogja yang sudah malang melintang dalam menghandle perjalanan wisata di Jogja hanya TripJogja.co.id.(*)

--

Author : Pradipta AkosoEditorAjeng Darmista

7 Sudut Jogja yang Pas untuk Duduk-Duduk Menikmati Malam

Malam terlalu berharga untu dilewatkan dengan tertidur ketika kita berkunjung ke Yogyakarta. Menikmati Yogyakarta tidak hanya dapat dilakukan di siang hari, malam begitu menawarkan syahdu yang menggugah hati. Lantunan suara merdu yang terkadang sumbang terlantun dari para musisi jalanan yang siap menemani kita bercakap-cakap penuh makna. Berikut ini adalah rekomendasi dari tripjogja untuk merasakan malam hari yang begitu terasa Jogja-nya.

1. Alun-Alun Kidul

via : yogyakarta[dot]panduanwisata[dot]id.

Terletak di Selatan Keraton Yogyakarta, Alun-Alun Kidul menyajikan malam dengan nuansa Jogja yang begitu kental terasa. Berpadu dengan sepeda keliling berhiaskan LED, kita dapat bercengkrama dengan ceria atau mungkin turut menyewa sepeda tersebut dan berkeliling. Selain duduk-duduk dan bercengkrama, kita juga dapat turut melalukan Laku Masangin yang dipercaya oleh masyarakat sebagai ritual berupa berjalan diantara dua buah beringin yang terdapat di Alun-Alun Kidul. Menikmati malam di dekat istana sang raja tentunya ritual wajib kala berkunjung ke Jogja.

2. Angkringan Kedaulatan Rakyat

via: www[dot]satyawinnie[dot]com

Selain Angkringan Kopi Joss, sebenarnya tempat ini juga cukup populer bagi wisatawan maupun penduduk lokal. Angkringan Kedaulatan Rakyat berlokasi di Jl. Mangkubumi. Angkringan Kedaulatan Rakyat dinamakan demikian karena memang letaknya berada tepat di depan Kantor Harian Kedaulatan Rakyat, sebuah surat kabar yang memang erat dengan Jogja. Di tempat ini kita dapat menikmati malam sembari menikmati sajian angkringan yang dipadukan dengan berbagai wedhang hangat yang menggugah selera. Tidak kalah nikmatnya, nyanyian demi nyanyian dari para musisi jalanan akan menjadi soundtrack yang menambah syahdunya malam.

3. Nol Kilometer

via: jalanjogja[dot]com

Malam hari di Nol Kilometer juga tidak kalah menawarkan suasana yang kental dengan rasa Jogja-nya. Titik yang menjadi tumpuan jarak di Yogyakarta ini menyuguhkan syahdu dengan latar bangunan-bangunan tua yang masih kental dengan ciri Belanda karena memang merupakan hasil peninggalan sejarah panjang bangsa kita. Menikmati malam di tempat ini tentunya merupakan salah satu agenda yang jangan sampai terlewatkan ketika berkunjung ke Yogyakarta.

4. Angkringan Batas Kota

via instagram – azizmufid

Angkringan Batas Kota terletak di Jl. AM Sangaji No 203, terletak persis di Batas Kota Yogyakarta dan Sleman. Melewatkan malam di tempat ini bersama dengan kawan-kawan maupun sanak saudara dapat membuat kita lupa waktu. Suasana yang begitu sederhana dan duduk lesehan di pinggir jalan terasa begitu menyenangkan karena sajian mengenyangkan dan canda-tawa yang timbul dari perbincangan.

5. Bukit Bintang

via: tulustraveler88[dot]blogspot[dot]com

Kita pasti melewati tempat ini ketika mengunjungi pantai-pantai di Gunung Kidul melewati Jl.Wonosari. Tempat ini berupa deretan warung-warung yang berfungsi sebagai gardu pandang untuk menyaksikan diorama cahaya yang berpendar dari lampu-lampu di Jogja bawah. Berkunjung ke tempat ini merupakan hal yang harus kita lakukan sepulang dari pantai-pantai di Gunungkidul. Kita dapat melepas lelah sembari menyaksikan Yogyakarta dari ketinggian. Sebuah pilihan tepat untuk kita yang hendak memburu romantisme malam. Hubungi TripJogja.co.id sebagai partner dan penyedia paket wisata jogja professional.

6. Tugu Yogyakarta

via: redenvouze[dot]besaba[dot]com

Satu tempat yang tidak boleh sampai ketinggalan adalah Tugu Yogyakarta. Sebuah landmark yang begitu erat dengan image Jogja yang menjadi penanda secara simbolis garis imajiner antara Laut Selatan, Keraton, dan Merapi. Banyak wisatawan berdatangan ke tempat ini dan bahkan harus mengantri untuk dapat berfoto dengan landmark khas Yogyakarta yang satu ini. Melewatkan malam di Tugu Yogyakarta sembari menikmati jajanan angkringan yang kini mulai merebak di sekitarnya tentunya merupakan momen yang berharga.

-

Percayalah, malam terlalu berharga untuk diacuhkan dengan berbalut selimut ketika kita sedang berada di Jogja. (*)

--

Author : Pradipta AkosoEditorAjeng Darmist

Keren! 10 Lokasi Syuting AADC 2 di Jogja ini Wajib Kamu Kunjungi Kalo ke Jogja!

Jreeeeeng!

Siapa yang tidak tau tentang kisah percintaan antara Cinta dan Rangga dalam “Ada Apa Dengan Cinta”? Film Indonesia yang bergenre romantis tersebut  14 tahun lalu pernah menjadi film yang paling laris di bioskop-bioskop Indonesia bahkan sampai juga ke beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Setelah sekian lama akhirnya kisah Cinta dan Rangga ini muncul kembali dalam “Ada Apa Dengan Cinta 2”.

Fakta yang paling menarik adalah sebagian besar tempat yang dijadikan sebagai lokasi syuting berada di Jogja  dan  sekitarnya. Tentunya pemilihan lokasi pembuatan film AADC  mempunyai banyak alasan dan pertimbangan bagi sang produser. Jogja memiliki hampir semua pemandangan indah, situs sejarah, pusat kuliner dan tempat-tempat berkesenian yang menjadi latar adegan-adegan dalam film tersebut.

Ingin mencoba tapak tilas Cinta dan Rangga, berikut adalah info tempat wisata di Jogja yang menjadi lokasi syuting  AADC2. Simak ya!

1. Pantai Parangtritis

pantai parangtritis jogja
Tampak foto Dian Sastrowardoyo dkk saat syuting AADC 2. Tips kami, jika bro & sis ke Parangtritis, datanglah diwaktu senja. Sunset view Parangtritis termasuk tercantik di Jogja. Bikin baper. (via: piknikdong[dot]com)

Pantai Parangtritis merupakan salah satu pantai yang ada di Jogja tepatnya terletak di Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul. Tidak hanya terkenal dengan kisah mistis tentang Nyi Roro Kidulnya aja, pantai ini juga pemandangan senja yang cukup eksotis. Pantainya yang cukup panjang dengan hamparan pasir hitamnya membuat pemandangannya menjadi sangat cantik. Disisi selatan pantai ini juga dibatasi dengan dinding karang yang cukup tinggi.

Baca Juga: Serunya Sandboarding di Gumuk Pasir Parangkusumo

Jika datang pada sore hari kita akan disuguhi dengan pemandangan sunset yang sangat romantis. Suasana manis di pantai ini sangat tepat menggambarkan kehangatan dan kecerian kisah persahabatan Cinta dan ketiga sahabat karibnya.

Yuk ke sini, dan ajak semua sahabatmu!

2. Candi Ratu Boko

candi ratu boko, aadc 2
Kamu jomblo? Stop baca cation ini. Adegan ini adalah saat Dian Sastro & Rangga ketika kembali akur dan mulai membicarakan masa lalu mereka yang penuh drama percintaan SMA. Ah, sudahlah... (via : cumicumi[dot]com)

Sama seperti di Pantai Parangtritis, sunset di Candi Ratu Boko juga tidak kalah eksotis. Candi Ratu Boko ini merupakan reruntuhan bekas istana kerajaan yang letaknya berada disebuah bukit. Dari tempat ini kita bisa melihat pemandangan kearah Candi Prambanan dengan jelas. Jika cuaca sedang cerah Gunung Merapi yang tampak gagah juga bisa dilihat.

Candi Ratu Boko menjadi lokasi yang indah ketika kita berkunjung di sore hari dimana matahari sudah tidak terik, komplek Candi Ratu Boko yang luas memungkinkan kita memiliki spot tersendiri untuk menikmati pemandangannya.

3. Makam Kotagede

makam raja imogiri
Disinilah tempat peristirahatan para Raja Mataram Kuno. Selain banyak orang berziarah, banyak juga pelancong yang berkunjung untuk mencari tahu cerita sejarahnya. Dengan suasana yang tenang & syahdu, lokasi ini menjadi pilihan untuk syuting AADC 2.

Kotagede dahulu merupakan pusat dari Kerajaan Mataram. Ditempat ini terdapat kompleks pemakaman yang dikhususkan untuk raja-raja Mataram. Komplek makam ini sangat unik karena dibangun dengan perpaduan antara budaya Islam dan Hindu.

Baca juga: Kerajinan perak khas Kotagede juga termasuk kedalam 6 oleh-oleh khas Jogja lho!

Salah satu unsur budaya Hindu yang menonjol adalah gerbangnya yang tampak seperti candi. Kotagede adalah sudut Jogja yang sangat kental nuansa vintage dan retro-nya. Kotagede mampu mewakili pesona masa lalu Jogja yang begitu teduh dan tenang.

4. Sate Klatak Pak Bari

U.E.N.A.K! Meski pertama merasa aneh dengan cara masak & tampilannya, sate klatak menjadi standar "enak" baru bagi para penikmat sate. Enaknya nggak santai!

Sate klatak merupakan salah satu kuliner khas yang ada di Jogja. Yang paling unik dari sate ini adalah tusuk satenya yang menggunakan jeruji besi sepeda. Bumbu yang digunakan untuk memasak sate ini pun cukup sederhana, yaitu garam dan campuran bawang merah. Sate Klatak Pak Bari ini terletak di Pasar Wonokromo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. Sate Klathak telah menjadi ikon kuliner kota Jogja, tak ada salahnya berburu kuliner dan menikmati sajian sate kambing di malam hari saat di Jogja.

5. Greenhost Hotel

hotel greenhost jogja
Hotel Greenhost memiliki desain yang unik & nggak mainstream, mungkin karena alasan inilah Greenhost dipilih jadi salah satu spot syutingnya AADC 2. (via : www.agoda[dot]com)

Greenhost Hotel terletak di Jalan Prawirotaman II Yogyakarta. Hotel ini punya desain yang cantik dan sangat ramah lingkungan. Salah satu hal yang paling unik dari hotel ini adalah adanya sebuah pipa yang berada dilingkungan hotel yang dijadikan sebagai media tanam. Go Green banget!

6. Klinik Kopi

Klinik Kopi Jogja
Perkenalkan, difoto itu adalah mas Pepenk, founder dari Klinik Kopi. Hebatnya dia adalah bisa menjawab hampir semua pertanyaan mengenai kopi mulai dari proses tanam hingga seduh. Luar biasaaaah! (via: travel.kompas[dot]com)

Sesuai dengan namanya, tempat ini bukan sekedar tempat ngopi biasa. Ditempat yang berlokasi di Jalan Kaliurang KM 7.8 Sleman ini kita bisa mengetahui semua cerita dibalik kopi yang akan kita minum. Bahkan kopi-kopi ada di Klinik Kopi ini merupakan hasil buruan langsung dari sang barista ketempat asalnya langsung.

7. Plengkung Gading

plengkung gading jogja
Plengkung Gading adalah salah satu heritage peninggalan arsitektur ala kerajaan Mataram Kuno. Bangunan dengan tipe seperti ini dapat kita temuka di beberapa sudut kota Jogja terutama yang berdekatan dengan Keraton dan Kotagede. (via : pariwisata.jogjakota.go.id)

Plengkung dahulunya merupakan gerbang menuju ke kawasan Keraton Yogyakarta. Disekitar Keraton terdapat beberapa plengkung yang masih berdiri kokoh sampai saat ini, salah satunya adalah Plengkung Gading . Plengkung yang satu ini teretak disebelah selatan Alun-alun Selatan Jogja. Pada malam hari tempat ini akan disinari lampu warna-warni  yang membuat tempat ini terihat semakin cantik.

8. Sellie Coffee

sellie coffee jogja
"Rangga, yang kamu lakukan ke saya itu jahat!", Satu kalimat ini terucap dari mbak Dian Sastro di adegan AADC 2 di Sellie Coffee ini. Daaaan, jadi viral! :)))) (via : cnnindonesia[dot]com)

“Rangga, apa yang kamu lakukan ke saya itu jahat”. Untuk yang sudah menonton film AADC2 pasti akan ingat dengan adegan tersebut. Nah di Sellie Coffee ini tempat yang dijadikan untuk mengambi adegan tersebut. Sellie Coffee terletak di  Jalan Prawirotaman II tidak teralu jauh dari Greenhost Hotel.

9. Rumah Doa Bukit  Rhema

gereja ayam magelang
Bisa dipastikan hampir semua mata tertegun ketika pertama melihat bangunan ini. Unik & berada di tengah hutan! Inilah Rumah Doa Bukit Rhema yang terkenal dengan sebutan Gereja Ayam. (via : blog.airyrooms[dot]com)

Orang lebih mengenal tempat ini dengan nama Gereja Ayam karena memang bangunan yang sempat terbengkelai ini bentuknya mirip dengan sebuah ayam raksasa. Tapi sebenarnya bentuk bangunan tersebut berbentuk seperti merpati seperti yang diinginkan oleh pemiliknya.

Tempat ini juga bukan sebuah gereja melainkan rumah doa yang bisa digunakan oleh siapa saja dengan latar belakang agama apapun. Letak bangunan unik tidak teralu jauh dari Candi Borobudur yang masuk dalam wilayah Kabupaten Magelang, Jawa  Tengah.

10. Punthuk Setumbu

punthuk setumbu sunrise
Punthuk Setumbu, spot sunrise favorit pelancong yang ingin menikmati indah matahari terbit. Selain harga yang murah, panorama lanskap disini memanjakan mata.

Masih berada disekitar kawasan Candi Borobudur  ada sebuah bukit bernama Punthuk Setumbu yang juga dijadikan sebagai lokasi syuting AADC2. Waktu paling tepat untuk mendatangi tempat ini adalah pada pagi karena dari sini kita bisa melihat sunrise cantik yang  keluar  disela Merapi dan Merbabu. Selain itu kita juga bisa melihat Borobudur dari kejauhan yang tertutup awan. Punthuk Setumbu menjadi tempat rahasia para fotografer untuk mendapatkan foto cantik candi Borobudur dan Gunung Merapi. Kebayang suasananya? Ayo kesana...!

Wah, banyak juga ya lokasi syutingnya, dan semuanya amazing banget! Kamu bisa datengin langsung tuh semua destinasi itu, bisa backpacker bareng temen-temen atau dengan memesan paket wisata jogja ke tour travel di jogja terpercaya langgananmu.

Awas jangan baper ya kalau mengunjungi tempat-tempat tersebut.

__

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista

9 Tempat Nongkrong Hits yang Wajib Kamu Datangi di Jogja

Mencari tempat nongkrong di Jogja yang asyik? Sebagai sebuah kota yang mendapatkan julukan kota pelajar, Jogja tentunya dipenuhi oleh anak muda dari berbagai daerah asal yang datang untuk menuntut ilmu. Banyaknya jumlah mahasiswa dan pelajar di kota ini pun berdampak pada maraknya spot untuk hangout bertebaran di seluruh penjuru kota. Ketika kita datang ke kota ini, tentunya tempat-tempat ini juga wajib kita kunjungi untuk mencicipi tongkrongan hits ala anak muda Jogja. Ngintip yuk, dimana sih anak gaulnya Jogja kalau lagi nongkrong?

1. Legend Café

Yah, Legend Cafe adalah tempat yang tidak pernah sepi pengunjung, cafe ini terletak di daerah Kotabaru. Apabila kita melewati Stadion Kridosono yang berada di pusat kota dan hendak menuju ke Malioboro maka tempat ini pasti tidak akan terlewat oleh mata. Kita tidak perlu khawatir tentang ketersediaan tempat karena walaupun sangat ramai, spot duduk di tempat ini sangatlah memadai bahkan ketika kita datang dengan beramai-ramai. Berbagai macam permainan juga disediakan secara gratis untuk dipergunakan. Mulai dari Billiard, Nintendo Wii, Play Station dan lain-lain. Harga yang ditawarkan pun tidak terlalu mahal karena masih berkisar di angka 10.000-20.000an rupiah saja.

2. Semesta Café

Tidak jauh di sebelah barat Legend Café, di jalan menuju ke Malioboro kita dapat menemukan Semesta Café di kiri jalan setelah melewati Gereja Kotabaru. Tempat ini terhitung pioneer cafe hits di Jogja dan sangat digemari oleh mereka yang cukup lama tinggal di kota ini. Walaupun terpaan berbagai cafe baru datang menghampiri, Semesta Café tetap bertahan dan tak pernah tergantikan oleh mereka yang mencandu senda gurau sambil menyeruput kopi. Cafe yang buka 24 jam dalam sehari ini mematok harga yang cukup murah yaitu dimulai dari 6.000-an rupiah saja.

3. Dixie

Selain Semesta Cafe, Dixie juga telah cukup lama berdiri dan sejak lama menjadi solusi bagi mereka yang menggilai pasta. Siapapun kerabat kalian yang tinggal di Yogyakarta pasti dapat menuntun kalian untuk menuju ke tempat ini. Berlokasi di Jl.Gejayan No 4 B, tempat ini cukup mudah untuk ditemukan karena selain lokasinya sangat strategis tempat ini juga cukup populer di kalangan masyarakat. Rentang harga yang ditawarkan berkisar antara 20.000an rupiah yang mungkin terasa menguras kantong namun sebanding dengan citarasa yang ditawarkan.

4. Playground

Melangkahkan kaki ke Jalan Timoho No.110, Gondokusuman, kita dapat berkunjung dan menghabiskan malam bersama-sama dengan kawan dan sanak saudara di Playground Cafe. Di tempat ini kita dapat merasakan nikmatnya sajian tradisional khas angkringan yang dibalut dalam suasana modern. Tentunya menu yang ditawarkan pun hadir dengan beberapa modifikasi yang membuat rasa sajian tersebut semakin berselera. Berkunjung ke tempat ini, bermodalkan Rp 20.000 rupiah saja kita dapat menikmati sajian yang mengenyangkan perut.

5. Secret Garden Coffe and Chocolate

Terletak di Jl. Amri Yahya No. 2 Wirobrajan, Secret Garden Coffe and Chocolate cukup menyita perhatian kalangan muda di Yogyakarta belakangan ini. Hadir dengan konsep dekorasi yang menyerupai taman, kita diajak untuk menikmati berbagai macam sajian coklat, kopi, dan cemilan dengan anggun dan romantis. Sajian yang ditawarkan berada di range harga Rp.15.000-Rp.20.000an untuk makanan dan minuman. Mengunjungi tempat ini bersama pasangan merupakan sebuah pilihan yang tepat karena suasana latar tempat yang begitu romantis.

6. Roaster and Bear

Tempat nongkrong yang ramai diperbincangkan ini terletak di tengah kota, tepatnya di selatan Tugu Yogyakarta. Untuk dapat masuk ke tempat ini kita terlebih dahulu harus masuk ke Hotel Harper. Setelah itu kita akan diajak untuk menikmati suasana dengan menikmati sajian berciri eropa yang begitu mewah. Sudut-sudut di tempat ini juga sangat menarik untuk diabadikan di media sosial kita. Setiap sudut akan mudah ditemukan boneka ataupun ornamen-ornamen beruang yang menggemaskan. Untuk urusan harga, walaupun berada dalam kawasan hotel yang mewah namun rentang harga makanan dan minuman masih bisa dijangkau karena berkisar di angka 20.000-an rupiah saja.

7. Tempo Gelato

Bagian selatan Yogyakarta memiliki berbagai spot yang menarik juga untuk dijadikan sebagai lokasi nongkrong ketika berkunjung ke kota ini. Bagi kita yang mencandu dingin dan manisnya es krim, kita dapat melayangkan tujuan kita ke Jl. Prawirotaman No 43 untuk mencicipi manis dan dinginnya es krim di Tempo Gelato. Lidah kita seolah ingin mencoba berbagai macam rasa yang ditawarkan disana. Untuk dapat menikmati sajian es krim di tempat ini, kita akan dikenai harga Rp.20.000 untuk cup dan Rp.25.000 untuk cone dengan 2 pilihan rasa yang sesuai dengan selera kita.

8. Peacock Coffee

Processed with VSCOcam with m5 preset

Apabila kita mencari lokasi nongkrong yang cukup tenang untuk berbincang-bincang syahdu, Peacock Coffee siap hadir sebagai pilihan. Berbagai sajian kopi dan minuman anak muda masa kini siap diracik untuk menemani hari. Lokasi ini tidak terlalu ramai dan tidak terlalu sepi, cocok dijadikan sebagai latar bertukar cerita dengan sahabat lama maupun sanak saudara. Sajian minuman di Peacock Coffee dibanderol dengan harga Rp. 25.000 untuk semua varian minuman sedangkan makanan kecil sekitar Rp.9000 saja.

9. Angkringan Lik man

Lelah dihajar dengan sajian kekinian, kita dapat berkunjung ke Angkringan Lik Man yang terletak di utara Stasiun Tugu. Di tempat ini kita dapat menikmati sajian tradisional dengan nuansa penuh kesederhanaan. Walaupun hadir dengan sajian tradisional, namun tempat ini juga dipenuhi oleh banyak kalangan muda karena memang menghadirkan suasana yang begitu terasa Jogja-nya. Soal harga, kita tidak perlu memikirkan tentang yang satu ini karena walaupun hadir dengan kepopuleran, angkringan tetaplah angkringan sehingga harga makanan dan minuman yang ditawarkan tidak lebih dari Rp.5000,-.

Banyak juga informasi tempat wisata jogja yang menarik untuk dikunjungi. Atau bagi kamu yang butuh partner untuk menemani wisata kamu di Jogja bisa hubungi TripJogja.co.id sebagai penyedia paket wisata jogja terbaik dan professional.(*)

--

Author : Pradipta AkosoEditorAjeng Darmista