Stop! Jangan Ninggalin Jogja Sebelum Bawain 6 Oleh-oleh Khas Ini Buat Keluarga Di Rumah.

Bagaimanapun kita menjelaskan bahwa berwisata adalah tentang membeli pengalaman, tuntutan tentang keberadaan buah tangan selalu muncul ketika kita berpamitan pada sanak saudara maupun kerabat kerja. Tentu saja buah tangan atau oleh-oleh yang diharapkan haruslah unik dan bersifat eksklusif karena lekat dengan ciri khas daerah tujuan. Yogyakarta, sebagai salah satu kota tujuan wisata tentunya juga memiliki beberapa cinderamata khas yang dapat dijadikan sebagai bingkisan. Berikut adalah beberapa alternatif dari tripjogja sebagai pilihan cinderamata untuk sanak saudara sebagai bukti telah menjejakkan kaki di bumi Yogyakarta.

1. Kaos Dagadu

Dagadu Jogja
Dagadu Jogja

Lekat di benak kita tentang Joger yang begitu melambangkan Pulau Dewata. Demikian juga Dagadu yang begitu lekat dengan Yogyakarta sebagai salah satu lambang pariwisata. Dagadu menawarkan cinderamata dengan pendekatan nilai budaya jawa yang begitu terasa Jogja-nya dalam produk-produk yang dijual pada wisatawan. Tentunya pemilihan kata yang digunakan dalam kaos yang diproduksi akan mengundang gelak tawa bagi siapapun yang sedang melihatnya. Berbagai macam pakaian dengan ukuran anak juga tersedia di Dagadu. Selain pakaian, tentunya berbagai macam pernak-pernik seperti gantungan kunci,sandal, dan lain-lainnya dapat kita temukan ketika berkunjung ke tempat ini. Outlet Yogyatourium Dagadu dapat ditemukan di Jl. Gedongkuning Sel. No.128, Rejowinangun, Kotagede sedangkan gerai-gerai kecil di beberapa tempat seperti Alun-Alun Utara dan Malioboro Mall.

2. Batik

Paket wisata jogja, paket tour jogja, Oleh-oleh Khas Jogja
Belanja Batik asik di jogja, via: kompasiana[dot]com

Kain corak yang begitu terasa jiwa lokal karena erat dikaitkan dengan budaya Jawa tentunya dapat menjadi buah tangan yang begitu berharga untuk para kerabat dan sanak saudara. Berbagai tempat untuk berburu batik dapat kita kunjungi di Yogyakarta sesuai dengan budget yang kita miliki tentunya. Apabila mata kita cukup jeli, kita dapat menemukan beberapa kain batik maupun pakaian jadi bercorak batik yang berkualitas dan menarik dengan harga yang terjangkau. Untuk batik-batik yang murah meriah dan mengandalkan keterampilan tawar-menawar dapat kita buru di Pasar Beringharjo, Jl. Malioboro, serta Kampung Batik Ngasem. Sedangkan untuk yang memiliki budget berlebih dapat membeli batik di Mirota Batik.

3. Perak

Kerajinan Perak
Kerajinan Perak

Kerajinan yang satu ini dapat kita temukan di area Kotagede sebagai sentra kerajinan perak. Berbagai macam produk olahan perak untuk perhiasan dapat kita temukan di wilayah ini dengan harga yang cukup bersaing dan realistis mengingat pasaran harga perak yang cukup tinggi. Tentunya cinderamata yang satu ini dapat dipersiapkan sebagai buah tangan untuk pujaan hati yang menanti kedatangan kita. Tentang kualitas, tak perlu kita meragu karena para pengrajin perak telah ditempa selama beberapa waktu untuk menempuh proses panjang menghasilkan produk bermutu.

4. Bakpia

Paket wisata jogja, paket tour jogja, Oleh-oleh Khas Jogja
Bakpia, cemilan manis khas Jogja, via: facebook[dot]com

Bakpia tentunya menjadi salah satu buah tangan yang tidak boleh dilewatkan. Membawa bakpia sepulang dari Yogyakarta tentunya merupakan sebuah ritual yang hampir sakral untuk dilakukan dalam sebuah kunjungan. Makanan manis yang berbahan dasar kacang hijau ini pada dasarnya berasal dari Cina namun seiring berjalannya waktu, makanan yang satu ini dikaitkan secara erat sebagai cinderamata khas Yogyakarta. Bakpia dijual dengan varian rasa rasa original kacang hijau, keju, cokelat, nanas, durian, ubi ungu, dan kacang merah dengan harga jual antara Rp 20.000-Rp 40.000 per kotak.

5. Gudeg

Paket wisata jogja, paket tour jogja, Oleh-oleh Khas Jogja
Gudeg Kendil komplit, via: cupuwaturesto[dot]com

Selain penampakan alam dan atraksi budaya, makanan tentunya menjadi daya tarik yang menarik sebagai alasan untuk memutuskan kunjungan wisata. Dari sekian banyak julukan untuk kota ini, Kota Gudeg tentunya diberikan bukan karena alasan yang mengada-ada. Julukan ini diberikan pada Yogyakarta karena memang makanan ini telah menyatu dengan kekhasan kota ini. Beberapa nama yang dapat dijadikan sebagai referensi untuk bingkisan Gudeg adalah Gudeg Pawon, Gudeg Yu Djum, Gudeg Wijilan. Sebagai oleh-oleh, makanan gudeg ini sebenarnya cukup awet dan menghindarkan diri dari oleh-oleh yang membusuk di perjalanan. Untuk Gudeg, kita tidak perlu ragu lagi karena bahkan beberapa penjual telah menyediakan makanan ini dalam bentuk kaleng sehingga sangat aman untuk dibawa bepergian jauh.

Seporsi gudeg, krecek, dan telur pindang dipatok Rp 10.000 hingga Rp 200.000, tergantung paket yang dipilih. Kalau ingin tambahan dada ayam, harganya jadi sekitar Rp 30.000 per porsi. Yang paling mahal adalah paket kendil berisi gudeg, sambal goreng krecek, dengan lauk pendamping 10 telur pindang dan seekor ayam. Gudeg dalam kendil ini awet buat oleh-oleh, tahan hingga tiga hari.

6. Coklat Monggo

Paket wisata jogja, paket tour jogja, Oleh-oleh Khas Jogja
Coklat Monggo Khas Jogja, via: katalogkuliner[dot]

Tak hanya bahan pangan yang bersifat tradisional. Yogyakarta juga memiliki bingkisan khas berupa makanan olahan coklat yang begitu erat dikaitkan dengan kota ini yaitu Coklat Monggo. Coklat Monggo merupakan buah karya kreatif anak bangsa Belgia dengan memadukan berbagai macam bahan kualitas tertinggi milik Indonesia. Coklat ini telah hadir dan begitu lekat dengan Yogyakarta karena telah berusia lebih dari 10 tahun. Produk-produk Coklat Monggo pada dasarnya dapat kita temukan di beberapa gerai minimarket di Yogyakarta. Namun untuk varian yang lebih lengkap lagi dapat ditemukan di Jl. Tirtodipuran dan di Kotagede. Untuk dapat mengamati tentang proses pengolahan serta mencicipi rasa coklat yang disajikan kita dapat bertandang ke pabrik secara langsung.

Coklat Monggo ini terdiri dari coklat batang 40 gram dan coklat papan 80 gram, ada juga coklat jenis praline, coklat-coklat ini dibungkus dengan kertas daur ulang dengan rasa macam-macam seperti caramello, dark, susu, strawberry, mangga dan marzipan, soal harga untuk coklat batang 40 gram seharga Rp. 17.000,- dan coklat papan 80 gram Rp. 29.000,-, harga ini tentunya lebih murah daripada di luar pabrik. (*)

Demikian informasi mengenai oleh oleh khas Jogja yang bisa kamu jadikan buah tangan. Semoga informasi ini bermanfaat, dan bagi kamu yang mencari paket wisata Jogja kamu bisa hubungi kami TripJogja.co.id sebagai partner perjalanan wisata kamu di Jogja.

--

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

Kampung Gerabah Kasongan: Berburu Perabotan Pecah Belah

Selama ini kerajinan keramik dan gerabah yang beredar di pasaran banyak yang berasal dari China. Barang-barang  berasal dari Negeri Tirai Bambu tersebut diburu banyak orang karena harganya yang lebih miring. Tidak kalah dengan China, di Jogja ternyata juga punya pusat kerajinan keramik dan gerabah yang namanya bahkan sudah dikenal sampai ke seantero dunia yang terletak di Desa Wisata Kasongan. Tidak hanya menjadi tujuan utama para kolektor keramik dan gerabah dari dalam negeri saja, tidak sedikit orang dari mancanegara yang datang langsung ke Kasongan untuk membeli gerabah dan keramik yang punya desain yang cukup khas.

Lokasi dan Sejarah Kampung Gerabah Kasongan

Kampung Grabah Kasongan
Kampung Grabah Kasongan

Desa Wisata Kasongan masuk dalam wilayah Padukuhan Kajen, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul yang berjarak sekitar 6 km arah selatan dari pusat Kota Yogyakarta. Tempat yang sekarang menjadi lokasi Desa Wisata Kasongan ini merupakan persawahan milik penduduk. Kemudian keadaan berubah setelah ada seekor kuda milik seorang petinggi  Belanda yang mati ditempat tersebut. Karena ketakutan, penduduk yang mempunyai tanah disekitar lokasi kematian kuda tersebut kemudian melepaskan dan tidak mengakui hak tanahnya. Setelah tanah tersebut ditinggalkan, ternyata banyak penduduk dari desa lain yang datang dan mengakui tanah yang telah ditinggalkan serta memanfaatkan tanah yang ada menjadi barang pecah belah atau perabotan dapur. Kebiasaan tersebut akhirnya turun temurun dilanjutkan oleh warga Kasongan sampai saat ini.

Sentuhan Seniman Besar Yogyakarta 

Hasil kerajinan gerabah warga Kasongan mulai dikenal lebih luas sejak tahun 70an berkat sentuhan dari seniman besar Yogyakarta yaitu Dr. Raden Mas Sapto Hoedojo yang turut sentra dalam pengembangan desa wisata ini. Salah satu cara yang dilakukan oleh Sapto Hoedojo adalah dengan memberikan pembinaan terhadap masyarakat yaitu dengan memberikan berbagai sentuhan seni dan desain yang lebih menarik agar gerabah yang dihasilkan tidak terlihat terlalu monoton dan diminati oleh banyak orang.

Memasuki Desa Wisata Kasongan kita akan disambut dengan showroom atau toko-toko yang memajang berbagai gerabah dan keramik dari berbagai jenis dan ukuran yang berjajar rapi. Barang-barang yang paling banyak ditemukan adalah guci, pot, dan vas bunga dari mulai ukuran yang paling kecil sampai yang tingginya mencapai bahu orang dewasa dengan berbagai motif dan warna. Guci yang paling banyak ditemui di Kasongan adalah guci dengan finishing alami atau hanya menggunakan cat saja pada saat sentuhan terakhir. Guci tersebut merupakan guci khas Kasongan yang terlihat lebih orisinal. Namun demikian, guci-guci dengan sentuhan mewah dan kontemporer juga bisa ditemukan di Kasongan. Semua tergantung dengan selera masing-masing orang.

Selain guci, berbagai kerajinan lain yang biasa digunakan sebagai hiasan didalam rumah juga bisa kita temukan di Desa Wisata Kasongan. Salah satu hiasan rumah yang paling banyak dicari adalah patung sepasang pengantin Jawa yang biasa dikenal dengan nama “Loro Blonyo”. Patung Loro Blonyo  tersebut biasanya dihadiahkan kepada pasangan yang baru saja melangsungkan pernikahan. Patung Punokawan seperti Bagong dan Semar juga banyak diburu oleh para kolektor dan pecinta keramik. Bahkan patung Buddha sekalipun juga bisa ditemukan di Desa Wisata Kasongan ini. Untuk yang ingin melihat langsung atau bahkan mencoba pembuatan guci juga bisa dilakukan dibeberapa showroom yang ada di Kasongan. Menarik bukan?

Jika kebetulan suka dengan geramik atau keramik, Desa Wisata Kasongan adalah tempat yang harus pertama didatangi saat berada di Jogja.

__

Author : Nova AristiantoEditorAjeng Darmista

Waktu operasional: Setiap hari

HTM: Gratis

Aktivitas: Membeli barang-barang dari gerabah dan keramik, Melihat pembuatan guci, Mencoba membuat guci

Alamat: Padukuhan Kajen, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Telepon Desa Bangunjiwo

Telepon : (0274) 413340

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 KM Jogja: Jarak Desa Wisata Kasongan dari 0 KM Jogja adalah sekitar 8 km dan dapat dijangkau kurang lebih selama 20-30 menit. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju kesana: Jika menggunakan kendaraan pribadi dari O KM Jogja kita bisa mengambil rute kearah Jalan KH Ahmad Dahlan lalu belok kiri. Setalah belok kiri lurus terus melewati Jalan Suryowijyan, Jalan Sugeng Jeroni, sampai dengan Jalan Bantul. Gapura Desa Wisata Kasongan berada disebelah kanan jalan dengan tulisan yang cukup besar.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best time to visit: Pagi atau sore hari

What to bring: Topi, Kacamata, Sandal/sepatu yang nyaman untuk jalan kaki

Do: Melihat langsung pembuatan keramik, mencoba membuat keramik sendiri

Don’t: Tidak hati-hati karena bisa memecahkan barang yang dipajang

Kotagede: Berburu Perak dan Kisah Sejarah di Kota Tua-nya Jogja

Semarang dan Jakarta hadir dengan Kota Tua dan Kota Lama-nya terkait dengan distrik benuansa klasik. Yogyakarta pun tidak segan untuk hadir dengan Kotagede sebagai distrik wilayah yang kental akan nuansa historis. Berbeda dengan Kota Tua dan Kota Lama yang erat dengan nilai-nilai arsitektur dan lanskap bangunan peninggalan Pieter Both dkk, Kotagede hadir dengan nuansa historis penisnggalan Kerajaan Mataram.

Tidak sulit untuk dapat menjangkau kawasan ini. Kotagede dapat dijangkau dengan menggunakan TransJogja nomor 3A. Apabila hendak menggunakan kendaraan pribadi pun kita hanya perlu menuju ke arah timur Nol Kilometer untuk kemudian menuju ke arah selatan. Bagi kita yang gemar mengamati peninggalan-peninggalan sejarah, Kotagede dapat menjadi sebuah museum mini untuk merekonstruksi kehidupan masyarakat Jawa Kuno pada masa lampau di benak kita masing-masing.

Kotagede

Kotagede

Pasar Kotagede

Kita dapat memulai kunjungan di Kotagede dengan mengunjungi Pasar Legi Kotagede (Pasar Kotagede), pasar rakyat yang telah menjadi lokasi masyarakat untuk melakukan kegiatan jual beli sejak era Panembahan Senopati. Konstruksi bentuk bangunan memang tetap dipertahankan sedemikian rupa walaupun harus mengalami berbagai macam perbaikan karena faktor usia. Tentunya hal ini dilakukan untuk tetap mempertimbangkan aspek historis maupun juga aspek kelayakan penggunaan bangunan yang bagi sebagian kalangan masyarakat menjadi tonggak penghidupan untuk keluarganya.

Bagi kita yang lama tinggal di perkotaan karena tuntutan pekerjaan, berkunjung ke tempat ini dapat digunakan sebagai ajang reuni antara lidah kita dan berbagai macam jajanan tradisional. Tentunya berbagai macam snack idaman kita sewaktu kecil dapat kita temukan kembali di tempat ini. Bagi kita yang sudah memiliki buah hati, tentunya mencoba berbagai macam makanan tradisional merupakan hal yang baru dan cukup menarik bagi mereka. Tentunya mencoba nikmatnya memakan Getuk, Jenang, dan Wajik dapat menjadi pilihan alternatif untuk berbagai makanan modern yang biasa mereka konsumsi bukan?

Kompleks Makam Raja Mataram dan Masjid Tertua di Yogyakarta

Apabila perut sudah cukup terpuaskan dengan berbagai macam makanan dan minuman penawar rindu, kita pun memiliki cukup amunisi tenaga untuk berjalan-jalan melihat berbagai sudut historis Kota Tua ala Yogyakarta ini. Kita dapat melakukan ziarah ke Makam Raja Mataram yang masih berada di wilayah Kotagede. Kompleks makam raja ini dikelilingi oleh tembok megah dengan ukiran yang indah dan masih memiliki sedikit corak Kebudayaan Hindu.

Jangan sampai lupa bahwa di wilayah ini juga terdapat Masjid Agung Kotagede yang konon disebut-sebut sebagai bangunan masjid tertua di wilayah Yogyakarta. Tentunya apabila sudah tiba waktunya bagi kita untuk beribadah, tak ada salahnya untuk menjalankan kewajiban kita di salah satu masjid yang bersejarah di Yogyakarta ini. Walaupun sebagai sebuah cagar budaya yang penuh nuansa historis namun hingga saat ini Masjid Agung Kotagede masih difungsikan sebagai sebuah tempat ibadah.

Sentral Kerajinan Perak

Kita dapat menemukan banyak gerai pengrajin perak di Kotagede. Para pengrajin menyajikan hasil kreasi berupa cincin, kalung, liontin, maupun bros yang beraneka rupa sebagai pemberian untuk yang dicinta. Dengan pilihan harga yang beragam, tentunya satu-dua hasil karya para pengrajin tersebut dapat menarik minat kita untuk membeli sekedar untuk digunakan sendiri maupun sebagai pemberian. Selain nilai sejarah dan religi, Kotagede juga menyajikan nilai seni yang tinggi bagi kita yang meluangkan waktu untuk berkunjung ke sana.

--

Percayalah, Kotagede tak pernah kalah menarik dibandingkan dengan Kota Tua dan Kota Lama. (*)

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

Tentang Kotagede Yogyakarta

Aktifitas:

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Dari pusat kota berjarak 5 km dengan jarak tempuh 15 menit.

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Melewati Jl. Brigjen Katamso menuju ke arah Jl. Perintis Kemerdekaan atau dapat menggunakan TJ (Trans Jogja) nomor 3A.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit : Pagi-Sore

What to bring : Kamera, handuk kecil, casual outfit

Do : Menikmati bangunan bersejarah peninggalan Raja Mataram, berbelanja, wisata kuliner, berfoto-foto. Ramahlah kepada warga Kotagede.

Don't :Membuang sampah sembarangan.

Hadirkan Rindu dan Nostalgia, Malioboro Jogja Selalu Punya Tempat di Hati

Tak perlu ke Singapura, Yogyakarta memiliki kawasan yang serupa Orchad Road dengan muatan lokal yang memunculkan rindu dan nostalgia. Ya, kita mengenal kawasan tersebut dengan nama Jalan Malioboro.

Berkunjung ke Yogyakarta tak akan lengkap tanpa menunjungi Malioboro Jogja. Sebuah kawasan yang menjadi lahan bagi para pedagang kecil untuk menjajakan berbagai macam barang. Terletak di posisi yang strategis, kawasan Malioboro dapat dijangkau dengan mudah karena terletak di pusat kota. Berbatasan langsung dengan kawasan Benteng Vredeburg dan Nol Kilometer, tentunya tak akan sulit untuk menemukan kawasan ini. Kawasan Malioboro terletak di selatan Stasiun Tugu, sebuah kawasan jalan satu arah yang  merupakan perpaduan antara kawasan belanja tradisional dan modern.

malioboro jogja, paket tour jogja, paket wisata jogja
Malioboro, dari jaman dulu hingga saat ini selalu identik dengan lampu jalan yang khas. Kini semakin menyenangkan dengan perlebaran area pedestrian. Sehingga para pejalan kaki bisa lebih nyaman untuk menikmati suasana di jalan Malioboro

Pusat Cinderamata dan Pernak-Pernik Murah Yang Jogja Banget

Sesampainya di Malioboro, mata kita akan menangkap banyak hal mulai dari kehadiran berbagai department store yang menjulang maupun pedagang-pedagang pinggir jalan yang menjual aneka rupa cinderamata karya pengerajin lokal. Berbagai buah tangan untuk sanak saudara mudah didapatkan di kawasan ini dari mulai batik, kaos, blangkon, wayang, gantungan kunci, serta berbagai penak pernik lain yang berciri khas Yogyakarta. Tentunya sanak saudara di rumah mengharapkan sedikit cinderamata dari kita yang usai berkunjung ke Yogyakarta bukan?

malioboro jogja, paket wisata jogja, paket tour jogja
Batik dalam berbagai kemasan produk, seperti baju, ceana, sandal, tas dll, menjadi produk seouvenir yang paling banyak dicari para pelancong dari luar kota. Selain murah, ke-otentikan batik dari Jogja menjadi hal yang disenangi.

Jalan-jalan murah tanpa biaya retribusi. Tapi tetap waspadai oknum parkir di saat musim liburan.

Tidak perlu memikirkan soal biaya retribusi, berkunjung ke Malioboro tidak dipungut biaya sama sekali. Semua yang kita saksikan di Malioboro gratis tanpa retribusi, Untuk dapat berkunjung ke tempat ini kita hanya perlu mempersiapkan sekian ribu rupiah untuk keperluan parkir. Namun berhati-hati, dalam momen liburan panjang terkadang ada beberapa oknum parkir nakal yang menaikkan harga parkir secara dadakan. Ketika berkunjung ke Malioboro, kita dituntut untuk pandai-pandai menawar harga sehingga mendapatkan harga yang paling murah. Tentunya kita harus menghemat pengeluaran sehingga budget oleh-oleh tidak membengkak. Karena sungguh menyenangkan apa bila kita berhasil memenangakan harga tawar dengan sang penjual, sungguh kepuasan tersendiri yang patut Anda rasakan.

Dalam momen liburan panjang terkadang ada beberapa oknum parkir nakal yang menaikkan harga parkir secara dadakan. Ketika berkunjung ke Malioboro, kita dituntut untuk pandai-pandai menawar harga sehingga mendapatkan harga yang paling murah.

 

Malioboro Yogyakarta
Per 2016, Malioboro sudah bebas parkir kendaraan bermotor. Semua kendaraa bermotor hanya bisa parkir di jalan kiri atau kanan jalan utama Malioboro, seperti Jl. Pajeksan, Dagen, Perwakilan, Abu Bakar Ali, atau di Jl. Senopati. Di musim liburan, waspadai oknum parkir yang sesuka hati menaikkan biaya parkir.

 

Sajian Pinggiran dan Alunan Suara Musisi Jalanan

Ini nih yang bikin Malioboro selalu ngangenin. Ketika matahari perlahan tenggelam dan hari berganti malam, para pedagang asongan pun "berganti shift" dengan para penjaja makanan. Pinggiran Jalan Malioboro akan disulap menjadi sebuah pasar jajanan camilan dan kuliner pada malam hari. Tentu saja malam hari bukan waktu yang terlalu tepat untuk berburu cinderamata karena mayoritas penjaja cinderamata beraksi di siang hari. Namun pada malam hari kita akan melewatkan waktu dengan hiburan nada dan irama yang dilantunkan oleh para musisi jalanan. Sambil duduk dan menikmati sajian kuliner, tentunya nyanyian para musisi jalanan dapat memunculkan suasana yang romantis sekaligus haru.

malioboro destinasi wajib wisata jogja
Salah satu sudut jalan Malioboro, tepat di depan Gedung Agung. Setiap malam area ini digunakan sebagai tempat ngumpul dari banyak komunitas anak muda dan seniman.

Malioboro, Titik Nol-nya Jogja. Ke Obyek Wisata Manapun Tak Terlalu Jauh.

Berkunjung ke kawasan Malioboro merupakan sebuah solusi tepat untuk kunjungan yang terbatasi oleh waktu. Hal ini dikarenakan lokasi Malioboro sangat strategis dan mudah dikombinasikan dengan berbagai pilihan objek wisata lain. Berbagai paket wisata jogja yang bertebaran di Internet dan hampir semua menawarkan Malioboro sebagai "gong" Anda saat jalan-jalan ke Jogja. Nah, kalo mau berbelanja berbagai macam jenis sandang maupun batik-batik yang murah namun berkualitas, Pasar Beringharjo jadi jawabnya. Penasaran dengan benteng peninggalan Belanda yang penuh nilai estetika? Kunjungi aja Benteng Vredeburg terletak di penghujung Jalan Malioboro. Sekedar ingin selfie yang ‘Jogja Banget’? Nol Kilometer dapat menjadi pilihan tepat. Berbagai penginapan dengan varian kelas yang berbeda pun tersedia di kawasan ini menyesuaikan budget yang anda miliki.

Berbelanja & menikmati romantisme Jogja adalah 2 tujuan utama para pelancong ke Malioboro.

Untuk kalian yang pernah meluangkan hidup di kota ini, Malioboro tentunya membawa haru tersendiri. Sedangkan untuk kalian yang pernah berkunjung ke tempat ini, Malioboro seperti magnet yang menarik kalian untuk datang kembali. Untuk kalian yang belum pernah ke tempat ini, tunggu apa lagi? Temukan pilihan paket wisata jogja  dan paket tour jogja kekinian dari Tripjogja (*)

__

Author : Pradipta AkosoEditorAjeng Darmista

Tentang Malioboro Jogja

Waktu Operasional : Mulai pagi hari hingga malam hari, malioboro selalu terbuka untuk semuanya.

HTM : Gratis tanpa ada loket retribusi

Fasilitas: Malioboro dilengkapi dengan banyak tempat duduk sehingga saat Anda lelah berjalan, Anda bisa beristirahat sejenak sembari mencicipi aneka makanan yang dijajakan sepanjang Jalan Malioboro. Saat ini Malioboro sudah melengkapi fasilitas pejalan kaki dengan Lampu Penyebrangan, sehingga pejalan kaki dapat menyebrang dengan aman di Jalan Malioboro yang selalu padat.

Aktifitas:

Alamat : Jl. Malioboro

Telepon : -

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Berbatasan langsung di sebelah Utara Nol Kilometer.

Menuju Kesana : 

Dapat dikunjungi dengan menggunakan Trans Jogja Rute 1A dan 2A

Best Time to Visit : Sore hari menuju ke malam hari untuk menghindari terik matahari.

What to bring :  Membawa topi untuk meredam panas matahari yang kadang menyengat di siang hari.

Do :

Don't : 

Adu Kemampuan Menawarmu di Pusat Belanja Paling Hits di Jogja Beringharjo

Kemampuan menawar memang diperlukan saat traveling, terutama jika kita ingin membeli oleh-oleh maupun barang khas di daerah yang kita kunjungi. Dengan keahlian menawar yang kita punya, kita bisa mendapatkan barang yang kita inginkan dengan harga yang sudah pasti lebih murah. Mau uji kemampuan menawar? Datang saja ke Pasar Beringharjo.

Pasar Beringharjo, Pasar Tertua di Yogyakarta

Cikal bakal pasar yang terletak diantara Jalan Malioboro dan Jalan Ahmad Yani  ini dibangun untuk melengkapi pembangunan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada tahun 1758. Sesuai dengan pola tata Kasultanan Yogyakarta yang disebut dengan catur tunggal, Keraton dibangun sebagai pusat pemerintah dilengkapi dengan Alun-alun sebagai ruang publik, Masjid Gede Kauman sebagai tempat ibadah, dan Pasar Beringharjo sebagai pusat transaksi ekonomi.

Nama Beringharjo berasal dari kata “bering” yang berarti beringin dan “harjo” yang berarti kesejahteraan. Pasar Beringharjo dibangun diatas bekas lahan hutan beringin yang diharapkan dapat memberikan kesejahteraan. Pembangunan Pasar Beringharjo yang modern mulai dilakukan pada 24 Maret 1925 oleh perusahaan beton dari Hindia Belanda. Interior Pasar Beringharjo merupakan perpaduan antara gaya khas Jawa dan kolonial.

Pasar Beringharjo Yogyakarta
Pasar Beringharjo Yogyakarta

Wisata Belanja di Pasar Beringharjo

Selain berfungsi seperti pasar pada umumnya di daerah lain, Pasar Beringharjo adalah tempat yang tepat untuk didatangi kalau ingin berburu-buru oleh-oleh khas Jogja seperti batik baik itu kain batik, pakaian jadi, sampai dengan segala aksesoris atau pernak-pernik yang berbahan dasar batik.

Batik yang dijual pun sangat lengkap. Mulai dari batik yang berbahan katun dengan harga puluhan ribu sampai dengan batik yang berbahan sutra yang harganya bisa mencapai jutaan. Semua tergantung dengan budget yang kita miliki dan jangan lupa gunakan keahlian menawar kita untuk bisa mendapatkan harga yang lebih murah. Para penjual biasanya akan memulai menawarkan dagangannya dengan harga yang lebih mahal dari harga aslinya. Namun jangan langsung terima harga tersebut, tawar separuh harga terlebih dahulu lalu naikan tawaran sedikit demi sedikit sampai akhirnya terjadi kesempatan berapa harga yang sama-sama dikehendaki. Jika tidak ada kesepakatan harga juga, ada baiknya untuk mencari pedagang lain terlebih dahulu dengan harga yang lebih cocok.

Penjual batik kain bisa dijumpai di los pasar bagian barat sebelah utara. Sementara pakaian batik, surjan, sandal, blangkon dan pernak-pernik batik lainnya seperti  bisa ditemukan diseluruh pasar bagian barat.

Berpindah menyusuri Pasar Beringharjo di lantai 2 dibagian timur, maka akan ada aroma khas yang akan segera menyeruak ke indera penciuman kita. Ya, lantai 2 sebelah timur Pasar Beringharjo memang dikhususkan untuk para pedagang rempah-rempah maupun bahan dasar jamu seperti kunyit, asem, kayu manis, maupun daun salam.

Sudah merasa segar dengan aroma rempah-rempah, wisata belanja di Pasar Beringharjo bisa dilanjutkan menuju ke lantai 3. Untuk para pecinta barang-barang kuno dan antik, tempat ini adalah tempat yang tepat untuk didatangi. Di lantai 3 ini kita bisa menemukan berbagai barang-barang kuno yang mungkin saja tidak bisa kita temukan lagi di pasar pada umumnya seperti mesin ketik, helm jadul, sampai dengan kaset-kaset album lawas yang diproduksi pada tahun 50an-90an. Barang-barang lain yang bisa didapatkan di lantai ini adalah barang-barang bekas impor seperti tas, baju, dan sepatu dengan kondisi yang masih cukup bagus. Tentu saja jika kita pintar-pintar memilahnya.

Pecel Senggol dan Dawet yang Legendaris di Pasar Beringharjo

Berkeliling Pasar Beringharjo yang cukup luas tentu saja akan membuat tubuh kita kekurangan cairan dan kelaparan. Untuk menyegarkan kembali tubuh dengan mencicipi berbagai kuliner yang bisa ditemukan disekitar area Pasar Beringharjo. Untuk menghilangkan dahaga kita bisa mencicipi dawet khas Jogja yang dijual oleh Mbah Hari. Tempat jualan Mbah Hari ini berada di pintu pertama sebelah utara pasar. Yang membedakan dawet khas Jogja dengan dawet dari daerah lain adalah adanya campuran cau (sejenis agar-agar yang dibuat dari daun cam cau) dan cendol putih yang terbuat dari tepung beras.

Sementara untuk mengobati perut yang lapar kita bisa mencoba pecel senggol yang ada persis didepan pintu utama Pasar Beringharjo. Ada alasan yang cukup unik kenapa pecel ini dinamakan dengan pecel senggol. Alasannya adalah karena tempat tempat jualan pecel yang cukup sempit dan ramenya pengunjung Pasar Beringharjo, bisa saja kita tersenggol orang yang lewat saat menyantap pecel tersebut. Tapi jangan marah kalau tersenggol orang yang lewat. Namun sayangnya kita tidak bisa mempraktekan kemampuan menawar kita ditempat, harga pecel senggol yang dijual adalah harga pas.

Tidak hanya bisa mempraktekan kemampuan menawarmu, lebih dari itu Pasar Beringharjo juga menawarkan pengalaman lain berwisata belanja dan kuliner.

Author : Nova AristiantoEditorAjeng Darmista

-oOo-

Tentang Pasar Beringharjo Jogja

Waktu Operasional : Setiap hari, pukul 06.00 – 17.00 WIB

Harga : - 

Fasilitas:  Tempat parker, ATM, Toilet

Aktifitas: Selain membeli oleh-oleh khas Jogja, di Pasar Beringharjo kita juga bisa melihat aktivitas penduduk lokal yang sedang melakukan traksaksi di dalam pasar. Untuk yang menyukai sejarah dan bangunan tua, bangunan Pasar Beringharjo bisa menjadi obyek yang menyenangkan untuk dilihat. Yang terakhir adalah wisata kuliner. Selain pecel senggol, masih banyak lagi penjual makanan tradisional lain yang ada didepan pasar mulai dari nasi gudeg sampai dengan kue-kue kering.

Alamat : Jl. Pabringan 1, Yogyakarta

Telepon : (0274) 515 871

Website : Review TripAdvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Dari Jalan Malioboro hanya 1 Kilometer menuju ke Pasar Bringharjo atau ditempuh 5 menit menggunakan becak.

Perbedaan hasil pada saat kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti kondisi lalu-lintas dan atau jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit : 

What to bring : 

Do : 

Don't : 

Teras Malioboro: Wajah Baru Malioboro 2022, Fasilitas, Rute, Lokasi

Teras Malioboro: Wajah Baru Malioboro 2022, Fasilitas, Rute, Lokasi

teras malioboro
Wajah baru Malioboro Jogja 2022. Sumber: Tripnesia.id

Kapan terakhir kali kamu ke Malioboro? Sudah tahu perubahan terkininya dengan adanya Teras Malioboro ?

Musim pandemi yang sudah berjalan lebih dari dua tahun tak membuat Malioboro untuk terus berbenah. Sebagai salah satu tujuan wisata utama di Jogja, Malioboro membawa sesuatu yang fresh bagi wisatawan di tahun 2022 ini yaitu Teras Malioboro. 

Sekilas tentang Malioboro

teras maliboro 1
Malioboro pasca relokasi pedagang PKL. Sumber: tripnesia.id

Malioboro yang berada di Jalan Malioboro menjadi ikon wisata Jogja legendaris. Rasanya tak lengkap ke Jogja jika tidak berkunjung ke tempat ini. Kamu bisa menemui berbagai macam toko dari mulai kerajinan tangan, oleh oleh, kerajinan kulit, produk pakaian, aksesorik, perak, disepanjang perjalanan. 

Kamu dapat menemukan berbagai fasilitas di Malioboro dari mulai pusat informasi wisata, tempat ibadah, tempat parkir, pos polisi, dan tempat makan dengan harga variatif. Tersedia pula hotel dan penginapan yang bisa kamu pilih untuk ditinggali selama liburan.

Selain itu Malioboro juga terkenal dengan pedagang kaki lima, warung lesehan di malam hari, serta kumpulan seniman-seniman menghibur para pejalan kaki. Penampilan musik, pantomin, melukis, happening art, dan lain-lain bisa kamu temui di sepanjang jalan Malioboro. 

Untuk masuk ke kawasan Malioboro kamu tidak perlu membayar tiket, kecuali bagi yang mengendarai kendaraan pribadi perlu membayar biaya parkir saja. 

Teras Malioboro

Teras Malioboro 1 di bekas gedung Bioskop Indra
Teras Malioboro, wajah baru Ikon Belanja di Jogja. Sumber Tripnesia.id

Teras Malioboro menjadi wajah baru dari Malioboro di tahun 2022 ini. Berlokasi di Gedung Bekas Bioskop Indra tepat sebrang Pasar Bringharjo untuk Teras 1 dan Teras 2 berada di Bekas Gedung Kantor Dinas Pariwisata DIY sebelah utara Kantor DPRD. 

Jika kamu sebelumnya pernah ke Malioboro, tentu sudah tau dengan trotoar yang dipenuhi oleh pedagang kaki lima yang berjualan bermacam oleh-oleh dan produk UMKM. Mulai tahun ini seluruh PKL tersebut sudah direlokasi ke Teras Malioboro. 

Kamu bisa menemukan bermacam produk UMKM dari mulai souvenir, fashion, batik, asesoris dari kulit, kerang, batu, dan masih banyak lagi produk-produk khas dari Jogja di Teras Malioboro. Menempati tempat baru, tentu saja membuat Malioboro menjadi lebih fresh dengan hadirnya Teras Malioboro, spot baru yang perlu kamu datangi di kunjungan selanjutnya di Jogja!

Fasilitas terbaru di sepanjang Jalan Malioboro dan sekitarnya

fasilitas di Teras Malioboro
Selain Jalan Malioboro yang jadi ramah pejalan kaki. Teras Malioboro jadi fasilitas baru yang menyenangkan bagi pemburu kerajinan dan makanan, karena para pedagang kaki lima di Malioboro di relokasi semua kesini. Sumber: tripnesia.id

Berpindahnya seluruh PKL di Teras Malioboro membuat area trotoar untuk pejalan kaki benar-benar luas. Kamu kini bisa menemukan area pejalan kaki yang sangat nyaman dengan banyak spot tempat duduk dan tentu saja spot foto yang lebih beragam. 

Fasilitas bagi pejalan difabel juga kini tersedia di sepanjang jalan Malioboro. Selain itu spot duduk untuk menikmati pemandangan atau sekedar mengobrol juga lebih banyak. Membuat kamu semakin betah untuk berlama-lama berada di salah satu pusat keramaian di Jogja ini.

Rute dan lokasi Malioboro dari Bandara YIA dan Stasiun

bandara YIA kulonprogo
Bandara YIA Kulonprogo yang megah dan ikonik. Sumber tripnesia.id

Banyak sekali cara yang bisa ditempuh untuk menuju Teras Malioboro. Pertama tentu Kamu perlu sampai dulu di kota Jogja. Rute ke Malioboro pun cukup mudah apabila menggunakan kendaraan umum yaitu dari tugu Jogja kemudian berjalan lurus ke arah Stasiun Tugu, maka kamu sudah menemukan jalan Malioboro dengan tiang khasnya. 

Jika kamu bertolak dari kota besar seperti Surabaya, Jakarta, Bali menggunakan pesawat, kamu perlu menempuh sekitar satu jam perjalanan hingga sampai Bandara YIA. Selanjutnya kamu bisa memilih opsi naik kendaraan umum seperti taksi online, atau kereta yang akan sampai di stasiun Tugu. Lokasi Malioboro berada di Jl. Malioboro, Gedong Tengen. 

*harga dapat berubah sewaktu-waktu

Jika ke Jogja menggunakan kereta api, kamu perlu turun di Stasiun Tugu kemudian keluar dari pintu utama yang terletak di Timur. Setelah itu cukup berjalan kaki menyebrangi rel kereta api, maka kamu sudah sampai di kawasan Malioboro. 

Bagi kamu yang berada di Stasiun Lempuyangan, untuk mencapai Malioboro kamu bisa menempuh perjalanan menggunakan becak, andong, atau ojek.

Tertarik untuk segera mengunjungi Teras Malioboro yang terbaru ini?

Segera cek kalender kosongkan hari libur dan segera agendakan meluncur ke Jalan Malioboro yuk!

10 Oleh-oleh Bakpia Terpopuler di Jogja

Mencari oleh-oleh terpopuler di Jogja sepertinya sudah menjadi salah satu hal yang wajib saat traveling.  Bukan cuma tempat-tempat wisata di Jogja  dan sekitarnya saja yang wajib dicicipi. Setelah selesai menikmati serunya wisata Jogja terbaru seperti The Lost World Castle , wisata offroad di Lava Tour Merapi atau wisata main air seperti Little Ubud River Tubing, Bro dan Sis butuh waktu juga untuk mencari oleh-oleh khas Jogja.  Bisa jadi bukti sah kalau sudah berwisata lengkap di Jogja. Bro dan Sis perlu mencari tahu apa saja oleh-oleh paling recommended di Jogjakarta.

Bukan cuma gudeg jogja saja lho yang bisa dijadikan oleh-oleh khas Jogja. Makanan khas seperti gudeg dan bakpia pun bisa dijadikan sebagai oleh-oleh. Nah kali ini kita akan bahas tentang bakpia ya... Bakpia pathok merupakan salah satu oleh-oleh yang wajib dibawa saat berkunjung ke Jogja. Bakpia adalah olahan makanan  khas Jogja yang terbuat dari campuran kacang hijau dan gula, dibalut dengan kulit yang terbuat dari tepung kemudian dipanggang. Sekarang bakpia hadir dengan berbagai macam modifikasi rasa dengan merek yang beraneka ragam.

Ini dia beberapa rekomendasi Bakpia paling populer di Jogja versi Tripjogja:

Bakpia Patuk 25

bakpia-patok-25-oleh-oleh-terpopuler-di-jogja
Hmmm sedapnya aroma dari bakpia yang sedang dipanggang dengan cara tradisional di Bakpia Pathok 25

Di Bakpia 25 ini kita tidak hanya bisa membeli bakpia saja, tetapi juga bisa melihat cara pembuatannya secara langsung di pabriknya. Jadi kita bisa membawa pulang bakpia yang masih fresh karena baru diangkat dari panggangan. Disini juga disediakan contoh bakpia yang bisa dicicipi duluan oleh para pembeli. Enak kan? Bakpia Patuk 25 beralamat di Jalan KS Tubun I/450 Danurejan tidak terlalu jauh dari Malioboro. Tempat ini buka setiap hari mulai dari pukul 6 pagi sampai dengan pukul 10 malam. Kalau Bro dan Sis mau kesini bisa cek map nya di sini.

Daftar Harga Bakpia Pathok 25 Terbaru 2020

Varian RasaIsi/PcsHarga Per Dus
Bakpia Pathok Rasa Nanas15 BijiRp. 45.000,-
Bakpia Pathok Rasa Coklat
15 BijiRp. 45.000,-
Bakpia Pathok Rasa Keju15 BijiRp. 45.000,-
Bakpia Pathok Rasa Kacang Hijau15 BijiRp. 45.000,-
Bakpia Pathok Aneka Rasa15 BijiRp. 55.000,-
Bakpia Pathok Premium Rasa Keju15 BijiRp. 55.000,-
Bakpia Pathok Premium Rasa Kacang Hijau15 BijiRp. 55.000,-
Bakpia Pathok Premium Rasa Coklat15 BijiRp. 55.000,-
Bakpia Pathok Premium Rasa Cappucino15 BijiRp. 55.000,-
Bakpia Pathok Premium Rasa Durian15 BijiRp. 55.000,-
Bakpia Pathok Premium Rasa Ubi Ungu15 BijiRp. 55.000,-
Bakpia Pathok Premium Rasa Green Tea15 BijiRp. 55.000,-
Bakpia Pathok Premium Rasa Kumbu Hitam15 BijiRp. 55.000,-

Bakpiaku

Bakpiaku bisa dipesan dan dikirim keseluruh wilayah Indonesia. Namun jika Bro dan Sis sedang berada di Jogja, bisa deh mendatangi tokonya langsung yang berada di Jalan Gajahmada, Pakualaman, Yogyakarta. Bakpiaku berbeda dengan bakpia tradisional karena menambahkan berbagai varian rasa seperti coklat, susu, keju, greentea, kacang hijau, cappuccino, dan tentu saja rasa originalnya. Mau kesini?  Di sini lokasinya.

Bakpia Kurniasari

bakpia-kurnia-sari-oleh-oleh-terpopuler-di-jogja
Lezatnya bakpia isi greentea, keju, susu, kacang an durian dengan kulit bakpia yang super tipis dan renyah.

Bro dan Sis kalau suka bakpia dengan kulit yang super tipis dan renyah,  Bakpia Kurniasari menyediakannya. Bakpia Kurniasari ini punya berbagai macam varian rasa seperti coklat, greentea, keju, sampai dengan durian. Walaupun tanpa pengawet Bakpia Kurniasari bisa bertahan sampai dengan 3 minggu jika disimpan didalam kulkas. Kalau Bro dan Sis ingin datang ke outletnya, bisa dilihat di sini arahnya. Alamatnya di Jalan Glagahsari 91, Warungboto, Yogyakarta. Buka setiap hari dari pukul 8 pagi sampai dengan pukul 6 sore.

Bakpia Citra

Bakpia-citra-oleh-oleh-terpopuler-di-jogja
Bakpia dengan kemasan ekskusif, seeksklusif rasanya. Nunggu di jemput nih di outletnya...

Sama seperti Bakpia Kurniasari, Bakpia Citra juga menjual berbagai varian rasa bakpia selain rasa original. Yang lebih istimewa, bakpia yang ada ditempat ini dikemas dalam sebuah wadah cantik yang terkesan lebih eksklusif. Jika ingin membeli Bakpia Citra ini bisa langsung datang ke outlet di Jalan Mataram yang  sangat dekat dengan Jalan Malioboro. Bakpia Citra buka dari pukul 7 pagi sampai dengan pukul 10 malam.

Bakpia Kencana

Bakpia-kencana-oleh-oleh-terpopuler-di-jogja
Mau lihat proses pembuatan bakpia berkonsep open kitchen? Kesini saja, di pusat pembuatan Bakpia Kencana.

Bakpia Kencana menawarkan konsep open kitchen-nya yang menarik. Setiap pembeli bisa melongok langsung ke dapur untuk melihat proses pembuatannya. Bakpia  Kencana menawarkan varian rasa yaitu susu,coklat,  ubi, keju, kumbu hitam, kacang ijo,dan durian. Lokasi Bakpia Kencana pusat ada di kawasan SPBU Ambarketawang, Jalan Wates Km 6, Gamping, Sleman, Jogja.

Oh ya, bagi kamu - kamu yang ingin berwisata di Jogja dan lagi mencari penyedia Paket Wisata Jogja yang professional dan sudah malang melintang dalam menjadi partner liburan di Jogja kamu bisa hubungi kami TripJogja.co.id sebagai partner liburan kamu. Untuk detail harga paket wisata kamu bisa langsung chat Admin kami.

Bakpia Merlino

Bakpia-merlino-oleh-oleh-terpopuler-di-jogja
Bakpia mungil rasa kumpu hitam, capuccino, durian, greentea dan varian rasa lainnya enak banget dinikmati sampil minum teh atau kopi di sore hari.

Bakpia mungil dengan kulit yang cukup tipis ini adalah produk dari Bakpia Merlino. Cappucino dan greentea merupakan varian rasa yang paling banyak diminati oleh pembeli. Pada awalnya Bakpia Merlino adalah sebuah toko bakery biasa. Namun saat menjual bakpia, ternyata laris dan banyak peminatnya terutama rasa capuccino, kumbu hitam, durian dan green tea. Penasaran dengan bakpia mini dari Bakpia Merlino? Datang saja ke outletnya di Jalan R.E Martadinata, Yogyakarta.

Bakpia Pathuk 75

Bakpia-patuk-75-oleh-oleh-terpopuler-di-jogja
Mau merasakan bakpia tradisional dengan resep turun temurun sejak tahun 1948? Kesini aja...

Ini nih pelopor tumbuhnya industri bakpia Jogja di kawasan Patuk Jogjakarta. Bakpia ini merupakan salah satu bakpia legenda di Jogja karena sudah ada sejak tahun 1948. Sampai saat ini Bakpia Patuk masih mempertahankan cara memasak bakpaia secara tradisional. Rasa aslinya juga tetap dipertahan sampai saat ini sehingga banyak diburu orang. Bakpia Patuk 75 ini lokasinya ada di Jalan KS Tubun No. 83 Yogyakarta. Bakpia Patuk 75 buka sampai dengan pukul 9.30 malam.

Bakpia Djava

Bakpia-djava-oleh-oleh-terpopuler-di-jogja
Bakpia ini pernah membuat rekor muri untuk Bakpia terbesar dan makan bakpia masal di tahun 2016.

Mau tau Bakpia enak di Jogja yang menjadi favorit ibu Iriana Jokowi? Jawabannya adalah Bakpia Djava. Bakpia yang sudah mempunyai beberapa outlet di Jogja walaupun masih terbilang baru ini sudah banyak diminati orang karena bakpianya yang enak karena menggunakan resep pembuatan bakpia tradisional yang sudah diwariskan sejak tempo dulu. Pusat Bakpia Djava ini berlokasi di Jalan KS Tubun, Patuk yang buka dari jam 8 pagi sampai dengan pukul 11 malam.

Bakpia Soemadigdo

bakpia soemadigdo oleh oleh terpopuler di jogja
Coba juga ya bakpia rasa susu vanila, strawberry dan green tea yang manis semanis kenangan di Jogja.

“Pilih roso pilih Soemadigdo”. Sesuai dengan slogan Bakpai Soemadigdo tersebut, maka jika ingin memilih bakpia dengan rasa yang enak, Bakpia Soemadigdo adalah salah satu pilihannya. Beberapa kelebihan dari Bakpia Soemadigdo ini adalah rasanya enak namun dengan harga yang cukup murah dan terjangkau. Selain itu isi dari Bakpia Soemadigdo ini cukup lembut dengan kulit yang tipis sehingga lebih mudah di makan. Bakpia Soemadigdo dapat didatangi di dekat Purawisata yang letaknya di Jalan Brigjen Katamso, Yogyakarta.

Bakpia 145

bakpia-145-oleh-oleh-terpopuler-di-jogja
Cicipin bakpia empuk dengan isian yang bermacam-macam fresh from the oven.

Dan bakpia terakhir yang wajib dibawa buat oleh-oleh dari Jogja adalah Bakpia 145. Bakpia yang ada ditempat ini mempunyai ukuran yang cukup besar dengan berbagai varian rasa mulai dari rasa original sampai dengan rasa durian. Di Bakpia 145 Bro dan Sis juga bisa melihat langsung proses pembuatan di dapurnya sehingga kita bisa tau bagimana cara pembuatannya dan kehegienisan saat proses pembuatan. Pusat Bakpia 145 berada di Jalan Gambiran No. 67A Yogyakarta.  Buka dari pukul 8 pagi sampai dengan pukul 9 malam.

Nah, banyak banget kan pilihannya? tapi jangan bingung.. Semua bakpia sama-sama enak dengan citra rasa khas dari masing-masing pembuatnya. 10 oleh-oleh Bakpia terpopuler di Jogja ini siap diborong Bro dan Sis untuk oleh-oleh keluarga dan kesayangan setelah mengunjungi tempat wisata di Jogja. Yuk belanja bakpia!

__

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista , Eva Zahra

Tips Menawar Harga di Malioboro & Pasar Beringharjo.

Berkunjung ke kawasan Malioboro dan Pasar Beringharjo tentunya akan menggugah ketertarikan kita terhadap berbagai macam barang-barang yang diperjualbelikan di tempat tersebut. Selain untuk oleh-oleh, kadang kita juga merasa bahwa satu-dua barang yang dijual mungkin akan tampak lucu diletakkan di meja kerja atau dikenakan sendiri. Namun tentunya sebagai seorang pendatang, kita merupakan pihak yang berpotensi tinggi untuk terjerat dengan permainan harga dari para penjual yang menjajakan barang dagangannya jauh di atas normal. Oleh karena itu, tripjogja akan memaparkan sejumlah tips berbelanja ngirit di Malioboro dan Pasar Bringharjo.

1. Mengaku Sebagai Penduduk Lokal

Dengan mengaku sebagai penduduk lokal, kita akan terhindarkan dari permainan harga pada penjual. Sudah bukan merupakan rahasia lagi bahwa di wilayah-wilayah ramai wisatawan yang padat pedagang menganggap para wisatawan sebagai pasar potensial untuk meraup keuntungan sebesar mungkin.

2. Menggunakan Bahasa Jawa

Sebisa mungkin gunakanlah bahasa jawa untuk menawar harga karena tidak mungkin kita mengaku sebagai penduduk asli Jogja namun sama sekali tidak menguasai bahasa jawa bukan? Apabila memang sama sekali tidak menguasainya, mungkin kita dapat meminta tolong guide, teman, atau sanak saudara yang dapat berbahasa jawa. Karena seringnya, pedagang akan memberikan harga miring atau lebih murah, jika Anda berbahasa daerah sama dengannya, karena adanya ikatan kesukuan yang kuat.

3. Menawar Sejumlah 70% Dari Harga yang Ditawarkan

Sebagai patokan agar terhindar dari permainan harga, kita dapat menawar sejumlah 70% dari harga yang ditawarkan. Berpatokan pada hitungan ini, pada umumnya kita akan mendapatkan harga yang cukup rasional untuk sebuah barang idaman kita. Tentunya kita dapat menekan harga dengan lebih lagi ketika melakukan pembelian dengan kuantitas yang cukup banyak, Namun kita harus tetap ingat walaupun mencari harga semurah mungkin namun kita harus memperhatikan etika dalam tawar-menawar harga dan jangan sampai melukai hati sang penjual.

4. Datang di Pagi Hari

Dengan menjadi pembeli pertama bagi sang penjual, maka transaksi yang kita lakukan pada umumnya akan dianggap sebagai penglaris oleh sang penjual. Para penjual di Malioboro dan Pasar Bringharjo cenderung menganggap pembeli pertama sebagai ‘biang rezeki’ mereka di hari tersebut oleh karena itu tawar menawar harga akan semakin mudah. Biasanya ketika transaksi berhasil terjadi sang penjual akan menepuk-nepukkan uang yang kita bayarkan di barang dagangannya untuk menularkan rezeki.

5. Janji ‘Palsu’

Kita dapat mengatakan pada sang penjual bahwa dalam kunjungan lain hari kita pasti berkunjung ke lapaknya lagi. Dengan melakukan hal ini, pada umumnya para penjual akan luluh hatinya karena merasa akan mendapatkan langganan di lapaknya. Namun usahakan juga  untuk mengingat lokasi pelapak korban janji manis kita karena bagaimanapun juga janji adalah janji yang sebisa mungkin harus kita tepati. Tidak ada salahnya juga bukan? Apalagi ketika barang yang kita beli memang memiliki kualitas yang tinggi.

6. Poker Face

Jurus pamungkas dari tawar menawar di Malioboro dan Pasar Beringharjo adalah : Bersikap seolah kita tidak begitu tertarik pada barang yang ditawarkan. Apabila tidak kunjung juga menemui kesepakatan soal harga kita dapat meninggalkan lapak tersebut dengan harapan bahwa sang penjual akan luluh hatinya dan memanggil kita untuk kembali. Namun apabila sang penjual tidak melakukan hal tersebut, kita tidak perlu sedih dan menangis seolah kehilangan seorang pasangan karena masih banyak penjual barang serupa bertebaran. Kita dapat menguji peruntungan dan tips dari tripjogja di lapak lain yang serupa. Kita juga tidak perlu datang kembali ke lapak yang kita tinggalkan tadi karena sudah barang tentu penjual tadi akan terkekeh sambil merasa bahwa dialah yang memenangkan pertarungan tentang harga.

--

Author : Pradipta AkosoEditorAjeng Darmista