Sendratari Ramayana: Sajian Romantisme Rama dan Shinta Dalam 120 Menit yang Membuatmu Nyaris Tak Berkedip!

Tidak melulu tentang peninggalan sejarah dan megahnya konstruksi arsitektur, Candi Prambanan juga memiliki sebuah pagelaran megah bernama Sendratari Ramayana Prambanan yang dilangsungkan dalam periode tertentu di setiap tahunnya. Hidup di masa yang menyajikan berbagai pilihan hiburan melalui akses internet, tentu tidak ada salahnya kita menyaksikan betapa dramatisnya kisah perjalanan Rama menyelamatkan Dewi Shinta yang diculik oleh Rahwana dalam balutan tarian, musik, dan drama tanpa dialog.

Kita dapat menyaksikan Sendratari Ramayana Prambanan pada tanggal-tanggal tertentu yang telah ditentukan oleh penyelenggara. Bertempat di Candi Prambanan yang terletak sekitar 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, tentunya dengan menempuh perjalananan selama 30-an menit via Jl Jogja-Solo setimpal dengan kepuasan yang kita peroleh di sana. Untuk mendapatkan hak menyaksikan pagelaran ini, kita perlu mengeluarkan biaya antara 125.000-375.000 rupiah sesuai dengan kelas yang kita inginkan. Tidak perlu ragu tentang nominal uang yang harus dibayarkan, pengalaman dalam menyaksikan Sendratari Ramayana Prambanan tentu bernilai jauh lebih tinggi dari yang harus anda bayarkan.

Sendratari Ramayana Prambanan
Sendratari Ramayana Prambanan

Panggung Megah Beratapkan Langit Malam

Panggung untuk pagelaran ini sendiri dilangsungkan di dua venue yang berbeda sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh pengelola. Pada musim hujan, pagelaran Sendratari Ramayana Prambanan akan dilangsungkan di dalam ruangan sedangkan pada musim kemarau pagelaran ini akan dilangsungkan di luar ruang. Sangat disarankan untuk menyaksikan pagelaran ini pada musim kemarau untuk memaksimalkan pengalaman kita dalam menyaksikan dan meresapi kisah cinta Rama dan Sinta.

Beberapa menit sebelum dimulainya pertunjukan, mata kita akan dibuat terkesima oleh panggung megah berlatarkan Candi Prambanan. Sebuah adegan di luar skenario yang tentunya akan menarik minat kita untuk berfoto-foto ria sebelum pertunjukan dimulai. Tentunya jangan lupa untuk membawa jaket maupun scarf yang dapat menghangatkan tubuh untuk berjaga-jaga dari dinginnya terpapar angin malam di luar ruangan.

Rangkaian Episode Tentang Cinta dan Perjuangan

Tidak perlu menghitung tentang berapa kali kita berdecak kagum dengan apa yang kita saksikan. Selama 120 menit sejak adegan pertama dimulai, kita akan tersihir untuk menatap lekat-lekat lekuk tubuh dan tarian serta alur cerita yang begitu menyentuh pikiran hingga akhirnya tersadar saat akhirnya Rama dan Shinta kembali dipersatukan. Sendratari Ramayana Prambanan begitu magis dalam benak kita sehingga tanpa tersadar kita dapat meresapi setiap sekuens dan terbawa oleh berbagai emosi yang muncul secara bergantian.

Bersiaplah untuk menyaksikan bagaimana Hanoman yang gagah perkasa membalik keadaan secara dramatis ketika membakar Alengka saat sebelumnya Hanoman lah yang hendak dibakar. Jangan mengharapkan visual effect yang tercipta oleh teknologi, adegan bakar membakar di sini jauh lebih seru dibandingkan dengan tipuan mata semacam itu. Api yang digunakan benar-benar panas dapat menjalar sehingga hal ini tentunya dapat membuat kita sangat takjub ketika menyaksikan tentang sebuah pagelaran hasil penggabungan antara budaya tarian dan lelantun jawa dengan sejarah kisah cinta Rama dan Shinta.

Sudah cukup spoiler tentang adegan-adegan yang mungkin muncul, alangkah serunya untuk menyaksikan kisah cinta Rama dan Shinta secara langsung melalui Sendratari Ramayana Prambanan. Setidaknya luangkanlah 120 menit saja dalam seumur hidup untuk menjadi saksi megahnya Sendratari Ramayana. (*)

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Pukul 19.30-21.30

HTM : 

Event Khusus :

LOKASI

Alamat : JL.Jogja - Solo, Km.16 Boko Harjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta.

Telepon : +62 274 496408

Website : www.visitramayana.com & Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

17 Kilometer

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Menempuh perjalananan selama 30-40 menit via Jl Jogja-Solo

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : 30 menit sebelum pertunjukan dimulai.

What to bring : Jaket dan Scarf untuk menahan dinginnya malam.

Do : 

Don't : Menggunakan flash dalam kegiatan foto-foto karena akan mengganggu penonton yang lain

Kebun Buah Mangunan: Menanti Fajar Diatas Awan

Kebun Buah Mangunan - Merasakan sensasi berada di atas awan biasanya hanya dapat kita rasakan saat berada di puncak gunung. Namun di Kebun Buah Mangunan, tanpa harus mendaki  ke puncak gunung sekalipun kita bisa merasakan sensasi negri di atas awan. Jika sedang bertandang ke Jogja, tidak ada salahnya jika kita datang ke Kebun Buah Mangunan pada pagi hari menjelang fajar. Kebun Buah Mangunan terletak di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul yang bisa ditempuh kurang lebih selama 1 jam perjalanan dari Kota Jogja dengan menggunakan kendaraan pribadi. Namun ada yang perlu diingat sebelum pergi ke Kebun Buah Mangunan kita terlebih dahulu harus mempersiapkan kendaraan kita karena jalanan yang akan dilalui dominasi oleh jalanan kecil yang menanjak. Selama perjalanan, terutama setelah melewati pertigaan Imogiri kita akan disuguhi oleh pemandangan pepohonan dan perbukitan yang sangat cantik. Pastikan kamera dalam posisi standby karna sangat rugi jika melewatkan momentum ini.

Kebun Buah Mangunan
Kebun Buah Mangunan

Perjuangan Menuju Gardu Pandang

Sebenarnya sudah tersedia parkir baik untuk sepeda motor dan mobil didekat gardu pandang, namun jalan menuju kesana cukup kecil dan menikung dengan aspal yang tidak terlalu bagus. Jika merasa ragu kendaraan kita terutama mobil tidak mampu untuk menanjak, kita bisa memarkir kendaraan kita didekat kolam besar sebelum jalan naik menuju ke gardu pandang. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati jalan pintas yang sudah dicor sampai menuju ke gardu pandang. Hati-hati dalam melangkah, jika berkunjung subuh-subuh yang relatif masih gelap karna ada bebarapa anak tangga yang licin oleh tanah basah.

Selama perjalanan menuju ke gardu pandang kita akan disuguhi suara-suara binatang hutan seperti tonggeret yang terasa begitu menenangkan. Okestra alam ini tidak akan anda temui di kota-kota besar, tidak ada salahnya jika duduk sejenak dan menikmati alunan alam yang begitu menentramkan. Jika dirasa sudah cukup tenang, segera lanjutkan perjalanan anda menuju gardu pandang. Tenang saja, and tidak perlu khawatir akan keeahan, karena jalan yang dilalui cukup landai dan tidak begitu sulit bahkan untuk anak-anak sekalipun. Waktu yang diperlukan untuk berjalan kaki sampai di gardu pandang kurang lebih hanya sekitar 15 menit. Namun jika merasa kondisi kendaraannya cukup baik, kita bisa membawa kendaraan kita sampai tempat parkir yang berada diatas dan bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki beberapa meter saja.

Matahari Terbit Diatas Awan

Kebun Buah Mangunan berada di Pegunungan Sewu yang menyajikan pemandangan alam yang hijau. Dibawahnya juga mengalir Sungai Oya yang seolah-olah membelah perbukitan tersebut. Warna air Sungai Oya ini selalu berubah-ubah tergantung musim. Pada musim penghujan airnya akan berwarna kuning keruh, sementara pada musim kemarau air sungai tersebut akan berubah menjadi hijau tosca yang nampak seperti ular hijau raksasa yang sedang melintas. Lalu jika kita melihat leih cermat maka akan tampak dari kejauhan sebuah  Jembatan Gantung Selopamioro yang juga tak kalah hits untuk menjadi spot foto favorit di kalangan anak-anak Instagram Jogja.

Untuk bisa menyaksikan cantiknya matahari terbit beserta gumpalan awan yang menutupi perbukitan, kita harus sudah sampai di Kebun Buah Mangunan pada saat Subuh. Jika datang lebih siang awan-awan tersebut tentu saja sudah mulai menghilangkan dan kita akan terlewatkan pemandangan sunrise yang cantik tentunya. Namun tidak perlu khawatir, datang ke Kebun Buah Mangunan ini kita tetap bisa menyaksikan pemandangan yang masih tetap cantik. Selain itu udaranya yang segar juga bisa membuat siapa saja betah untuk berlama-lama ditempat ini.

Sesuai dengan namanya, ditempat ini kita juga bisa melihat berbagai jenis tanaman buah mulai dari mangga, rambutan, jambu air, jeruk, sawo, duku, manggis, matoa, kelengkeng, jambu biji, cempedak, belimbing sampai durian. Namun buah-buah tersebut hanya bisa kita jumpai pada musim-musim tertentu saja. Mungkin anda perlu mencari informasi musim panen pada buah tertentu agar bisa berkunjung ke Kebun Buah Mangunan untuk melihat sunrise dan memanen buah favorite anda.

Apabila anda ingin menikmati suasana di Kebun Buah Mangunan hingga larut malam, tenang saja disini juga tersedia penginapan yang bisa digunakan untuk bermalam. Kebun Buah Mangunan ini adalah salah satu tempat favorit mahasiswa-mahasiswa Jogja untuk mengadakan malam keakraban dan juga berkumpul komunitas. Semakin ingin mendatangi objek wisata yang cantik dan segar ini bukan?

Tidak hanya Keraton yang sarat akan budaya dan sejarah atau Pantai Indrayanti yang romantis, Jogja juga punya wisata alam yang cantik seperti Kebun Buah Mangunan ini.

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Setiap hari, pukul 05.00 – 17.00

HTM : Rp 5.000/orang

Fasilitas:  Tempat parkir, Toilet, Mushola, Penginapan, Tempat makan, Tempat bermain anak, Aula, Gazebo, Tempat berkemah, Tempat Pemancingan, Kebun binatang mini

Aktifitas: Menikmati sunrise, menikmati pemandangan alam, Trekking, melihat kebun buah

LOKASI

Alamat : Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.

Telepon:  (0274) 6460182 & 6460236

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak Kebuh Buah Mangunan dari O KM Jogja sekitar 23 km dan dapat ditempuh kurang lebih selama 1 jam perjalanan tergantung kondisi lalu lintas dan jenis kendaraan yang dipakai. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Rute yang bisa dipilih untuk menuju ke Kebun Buah Mangunan adalah melalui Jalan Imogiri Barat atau Imogiri Timur, sampai di pertigaan setelah Pasar Imogiri ambil rute yang kearah Makam-makam Raja Imogiri. Sebelum Makam Imogiri ada pertigaan lalu ambil kearah kanan sesuai dengan petunjuk yang ada. Setelah itu ikuti jalan yang menanjak terus sampai dengan petunjuk berikutnya.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Trip Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : Subuh, sebelum jam 05.00 pagi.

What to bring :  Jaket & senter (kalau datang pagi hari), Kamera.

Do : Menikmati pemandangan alam, berfoto dengan background awan yang menutupi perbukitan

Don't : Melewati atau memanjat pagar pembatas yang ada di gardu pandang, membuang sampah sembarangan.

Pantai Depok: Nikmatnya Menyantap Hidangan Laut Segar Hasil Tangkapan Sang Nelayan

Selain pesona alam, deretan pantai di selatan Yogyakarta juga menyimpan potensi kuliner yang tidak kalah menarik untuk dicoba. Pantai Depok misalnya, pantai yang berlokasi sangat dengat dengan Pantai Parangtritis ini menyajikan pesona wisata kuliner yang memikat lidah kita kala berkunjung ke sana. Berbagai macam sajian seafood yang masih segar hasil keringat dari para nelayan di sekitar sana dapat menyembuhkan rasa lapar yang sering muncul saat sedang berwisata.

Terletak di bagian selatan Daerah Istimewa Yogyakarta tepatnya di Kabupaten Bantul, Pantai Depok merupakan salah satu alternatif tujuan wisata yang dapat kita kunjungi ketika berada di Yogyakarta. Kita hanya perlu menempuh jarak sekitar 47 Kilometer dari pusat kota menuju ke arah selatan melalui Jalan Parangtritis. Hadir dengan kondisi jalan yang cukup mulus, apabila lalu lintas sedang cukup lenggang kita dapat sampai di Pantai Depok dengan menempuh 45-60 menit perjalanan. Waktu yang cukup lama bagi kita untuk membayangkan lezatnya menyantap ikan segar selama berada dalam perjalanan.

Pantai Depok
Pantai Depok

Sesampainya di Pantai Depok, mata kita akan melihat banyak kapal nelayan bertengger di pinggir pantai. Kapal-kapal inilah yang menjadi sarana dan harapan hidup para nelayan dalam berburu ikan dan hewan laut lainnya yang dapat mengobati kita dari rasa lapar. Kapal-kapal ini menjadi saksi sepak terjang dan kerja keras para nelayan yang nantinya dapat kita nikmati dengan sambal, nasi, dan lalapan.

Olahan Seafood Pantai Depok yang Masih Segar

Pantai Depok menjadi salah satu rekomendasi lokasi wisata untuk melepas lelah selepas kunjungan ke Pantai Parangtritis dan ber-sandboarding ria di Gumuk Pasir Parangkusumo. Hal ini dikarenakan keahlian para pengusaha lokal dalam meramu sajian yang menggugah selera dan dapat mengobati rasa lapar kita. Pantai Depok yang juga memiliki TPI (Tempat Pelelangan Ikan) ini dipenuhi oleh berbagai warung makan yang menyajikan olahan seafood yang masih segar dengan harga yang terjangkau.

Kita dapat memilih lokasi santap siang secara acak di tempat ini karena rata-rata pemilik warung telah diberkati dengan keterampilan memasak yang memanjakan lidah kita. Dari mulai kepiting, udang, kakap, cumi-cumi, cakalang, dan berbagai macam ikan lainnya dapat kita nikmati dalam bentuk yang sudah matang di Pantai Depok. Namun sedikit tips dari kami adalah untuk memilih lokasi yang cukup ramai sehingga kita mendapatkan siklus ikan laut yang masih segar karena saking banyaknya pelanggan. Lebih baik sedikit mengantri untuk mendapatkan kualitas bukan? Apabila kita masih merasa ragu dengan keterampilan pemilik warung dalam memasak ikan, kita juga dapat membeli ikan mentah secara langsung dari para nelayan maupun penjual ikan untuk kemudian dimasakkan di warung-warung yang tersedia.

Apabila kita terlalu lama dalam menunggu antrian makanan, kita pun dapat melihat sekitar untuk menghilangkan rasa bosan. Sebeum rasa lapar menurunkan mood anda, Pantai Depok juga menjajakan berbagai macam cemilan dan makanan ringan yang dapat kita beli sebagai penunda rasa lapar.

Jogja Air Show

Selain sajian makanan yang menggugah selera, Pantai Depok juga memiliki sebuah event yang dapat membuat kita berdecak kagum. FASI (Federasi Aero Sport Indonesia) DIY memiliki kegiatan tahunan bertajuk ‘Jogja Air Show’ yang diisi dengan pertunjukan terjun payung, paralayang, gantole, paramotor, serta aeromodelling yang sangat menakjubkan. Tidak hanya dari dalam negeri, atlet-atlet aero sport dari negara-negara lain pun turut berpartisipasi dalam kegiatan tahunan ini. Tentunya kita perlu menyiapkan kacamata hitam agar mata kita tidak terlalu lelah karena mentap langit secara langsung saat matahari sedang terik-teriknya.

Tidak hanya memuaskan jiwa dan mata, deretan pantai di Selatan Yogyakarta juga menyajikan kepuasan bagi lidah anda. Pantai Depok lah yang menjadi tuan rumahnya.(*)

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

Waktu Operasional : Setiap hari, mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB

HTM : Retribusi Kendaraan dan Perorangan (Rp.5000/kepala)

Fasilitas:  Kamar Mandi, Rumah Makan, Pasar Ikan, Mushola

Aktifitas:

Event Khusus : Jogja Air Show

Alamat : Jalan Pantai Depok, Parangtritis, Kecamatan Bantul, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta,

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak tempuh dari No Kilometer Yogyakarta ke Pantai Depok kurang lebih 28 km, Dengan Estimasi Waktu tempuh 45 - 60 menit. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Untuk sampai pada lokasi Pantai Depok, Anda bisa menggunakan jalur menuju Pantai Parangtritis dan sebelum sampai pada Pantai Parangtritis belok ke kanan menelusuri pantai. Atau dengan jalur lain yaitu sebelum Anda memasuki portal pembayaran akomodasiPantai Parangtritis, Anda belok ke kanan dan mengikuti jalan aspal langsung menuju pantai Depok.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit :

What to bring :  Tisu basah dan Hand Sanitizer

Do : Mengunjungi Pantai Parangtritis sebelum melepas lelah sambil mengisi tenaga di Pantai Depok.

Don't :

Kotagede: Berburu Perak dan Kisah Sejarah di Kota Tua-nya Jogja

Semarang dan Jakarta hadir dengan Kota Tua dan Kota Lama-nya terkait dengan distrik benuansa klasik. Yogyakarta pun tidak segan untuk hadir dengan Kotagede sebagai distrik wilayah yang kental akan nuansa historis. Berbeda dengan Kota Tua dan Kota Lama yang erat dengan nilai-nilai arsitektur dan lanskap bangunan peninggalan Pieter Both dkk, Kotagede hadir dengan nuansa historis penisnggalan Kerajaan Mataram.

Tidak sulit untuk dapat menjangkau kawasan ini. Kotagede dapat dijangkau dengan menggunakan TransJogja nomor 3A. Apabila hendak menggunakan kendaraan pribadi pun kita hanya perlu menuju ke arah timur Nol Kilometer untuk kemudian menuju ke arah selatan. Bagi kita yang gemar mengamati peninggalan-peninggalan sejarah, Kotagede dapat menjadi sebuah museum mini untuk merekonstruksi kehidupan masyarakat Jawa Kuno pada masa lampau di benak kita masing-masing.

Kotagede

Kotagede

Pasar Kotagede

Kita dapat memulai kunjungan di Kotagede dengan mengunjungi Pasar Legi Kotagede (Pasar Kotagede), pasar rakyat yang telah menjadi lokasi masyarakat untuk melakukan kegiatan jual beli sejak era Panembahan Senopati. Konstruksi bentuk bangunan memang tetap dipertahankan sedemikian rupa walaupun harus mengalami berbagai macam perbaikan karena faktor usia. Tentunya hal ini dilakukan untuk tetap mempertimbangkan aspek historis maupun juga aspek kelayakan penggunaan bangunan yang bagi sebagian kalangan masyarakat menjadi tonggak penghidupan untuk keluarganya.

Bagi kita yang lama tinggal di perkotaan karena tuntutan pekerjaan, berkunjung ke tempat ini dapat digunakan sebagai ajang reuni antara lidah kita dan berbagai macam jajanan tradisional. Tentunya berbagai macam snack idaman kita sewaktu kecil dapat kita temukan kembali di tempat ini. Bagi kita yang sudah memiliki buah hati, tentunya mencoba berbagai macam makanan tradisional merupakan hal yang baru dan cukup menarik bagi mereka. Tentunya mencoba nikmatnya memakan Getuk, Jenang, dan Wajik dapat menjadi pilihan alternatif untuk berbagai makanan modern yang biasa mereka konsumsi bukan?

Kompleks Makam Raja Mataram dan Masjid Tertua di Yogyakarta

Apabila perut sudah cukup terpuaskan dengan berbagai macam makanan dan minuman penawar rindu, kita pun memiliki cukup amunisi tenaga untuk berjalan-jalan melihat berbagai sudut historis Kota Tua ala Yogyakarta ini. Kita dapat melakukan ziarah ke Makam Raja Mataram yang masih berada di wilayah Kotagede. Kompleks makam raja ini dikelilingi oleh tembok megah dengan ukiran yang indah dan masih memiliki sedikit corak Kebudayaan Hindu.

Jangan sampai lupa bahwa di wilayah ini juga terdapat Masjid Agung Kotagede yang konon disebut-sebut sebagai bangunan masjid tertua di wilayah Yogyakarta. Tentunya apabila sudah tiba waktunya bagi kita untuk beribadah, tak ada salahnya untuk menjalankan kewajiban kita di salah satu masjid yang bersejarah di Yogyakarta ini. Walaupun sebagai sebuah cagar budaya yang penuh nuansa historis namun hingga saat ini Masjid Agung Kotagede masih difungsikan sebagai sebuah tempat ibadah.

Sentral Kerajinan Perak

Kita dapat menemukan banyak gerai pengrajin perak di Kotagede. Para pengrajin menyajikan hasil kreasi berupa cincin, kalung, liontin, maupun bros yang beraneka rupa sebagai pemberian untuk yang dicinta. Dengan pilihan harga yang beragam, tentunya satu-dua hasil karya para pengrajin tersebut dapat menarik minat kita untuk membeli sekedar untuk digunakan sendiri maupun sebagai pemberian. Selain nilai sejarah dan religi, Kotagede juga menyajikan nilai seni yang tinggi bagi kita yang meluangkan waktu untuk berkunjung ke sana.

--

Percayalah, Kotagede tak pernah kalah menarik dibandingkan dengan Kota Tua dan Kota Lama. (*)

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

Tentang Kotagede Yogyakarta

Aktifitas:

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Dari pusat kota berjarak 5 km dengan jarak tempuh 15 menit.

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Melewati Jl. Brigjen Katamso menuju ke arah Jl. Perintis Kemerdekaan atau dapat menggunakan TJ (Trans Jogja) nomor 3A.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit : Pagi-Sore

What to bring : Kamera, handuk kecil, casual outfit

Do : Menikmati bangunan bersejarah peninggalan Raja Mataram, berbelanja, wisata kuliner, berfoto-foto. Ramahlah kepada warga Kotagede.

Don't :Membuang sampah sembarangan.

Body Rafting Sungai Oyo: Mau Merasakan Berenang di Alam Yang Asyiknya Sampe Keubun-ubun??

Body rafting Sungai Oyo ialah salah satu aktifitas cave tubing yang tak kalah menyenangkan yang wajib dicoba saat berada di Goa Pindul. Namun biasanya 2 kegiatan tersebut adalah satu paket kegiatan yang harus dilakukan jika berkunjung ke Goa Pindul. Setelah selesai melakukan penelusuran keseluruh bagian goa bisa dilanjutkan dengan petualangan yang lebih menantang menggunakan tube (ban) di aliran Sungai Oyo. Berbeda dengan cave tubing Goa Pindul, body rafting dilakukan di aliran sungai yang terbuka. Sungai Oyo sendiri merupakan sungai terbesar yang ada di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Tapi tidak perlu khawatir Sungai Oya merupakan tipe sungai dengan aliran yang cukup tenang dan tidak mempunyai jeram. Namun yang menarik adalah disepanjang aliran sungai ini kita bisa menjumpai batuan karst yang tersusun rapi.

Body Rafting Sungai Oyo
Body Rafting Sungai Oyo

Suguhan Pemandangan Alam yang Cantik Ketika Body Rafting Sungai Oyo

Bukan hanya pengalaman seru dan menantang saja yang akan kita dapatkan saat body rafting di Sungai Oyo ini, tetapi juga pemandangan alam yang cantik yang bisa kita saksikan sepanjang track yang panjangnya sekitar 1,5-2 km. Perjalanan seru mengarungi Sungai Oya ini dilakukan dalam waktu kurang lebih selama 2 jam. Tergantung musim dan debit air yang ada. Pada musim hujan debit air di Sungai Oyo cukup besar yang akan membuat petualangan menjadi lebih seru dan track perjalanan bisa lebih panjang.

Pemandangan cantik pertama yang bisa kita saksikan adalah pohon-pohon kayu putih yang berjajar rapi bisa disaksikan di sepanjang jalan dari Goa Pindul menuju starting point atau titik awal petualangan menyusuri Sungai Oya ini yang berjarak sekitar 1 km. Selanjut pemandangan cantik berpadu dengan petualangan yang menantang sudah siap menanti.

Aliran Sungai Oyo melewati daerah yang dikelilingi oleh perbukitan batu kapur yang cukup tinggi. Pada musim hujan bukit-bukit tersebut akan terlihat sangat hijau dan cantik. Namun pada saat musim kemarau pohon-pohon yang tumbuh akan menjadi gersang namun tetap terlihat cantik seperti pepohonan yang ada di Korea atau Jepang pada saat musim gugur.

Curug Pengantin dan Tantangan Melompat ke Air

Satu tempat yang tidak boleh dilewatkan saat body rafting di Sungai Oyo adalah Curug Pengantin. Selain biasa dijadikan sebagai tempat peristirahat, air tejun kecil ini biasa dijadikan sebagai tempat untuk berfoto karena banyak spot bagus. Jangan pernah melewatkan untuk mengabadikan moment dengan latar belakang Curug Pengantin yang yang tidak hanya cantik namun penuh dengan mitos.

Yang juga tak boleh dilewatkan adalah sensasi melompat kedalam air dari ketinggian. Ada 2 pilihan tempat yang bisa dijadikan sebagai untuk melompat. Yang pertama mempunyai ketinggian sekitar 4 meter sementara tempat yang kedua tingginya mencapai 7 meter. Kedua tempat tersebut tentu saja akan memberikan sensasi yang berbeda. Namun untuk mengawali keseruan bisa dimulai dari yang lebih rendah terlebih dahulu kemudian bisa dilanjutkan dengan yang lebih tinggi. Ada beberapa tips yang bisa dicoba sebelum melakukan lompatan, yang pertama ada lupakan sejenak semua masalah yang ada. Entah itu masalah dengan pacar atau masalah utang agar pada saat melompat tubuh bisa lebih terasa enteng dan tenang. Kemudian yang kedua adalah memastikan bahwa tangan kita pada posisi lurus dan sejajar dengan kaki lalu meloncat dengan posisi berdiri. Jangan sekali-kali mencoba meloncat dengan posisi tengkurap, karena bukan sensasi yang akan kita dapatkan, tetapi rasa sakit diseluruh badan. 😀

Nah mau pilih yang mana kalau ke Goa Pindul? Cave tubing atau body rafting Sungai Oyo? Pastinya akan lebih menyenangkan jika bisa mencoba dua-duanya. (*)

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista

-0O0-

Tentang Body Rafting Sungai Oyo

Waktu Operasional : Setiap hari, mulai pukul 07.00 – 17.00 WIB

HTM : Rp 45.000/orang

Fasilitas: Wedang Pindul, Rompi Pelampung, Sepatu Karet, Ban Pelampung, Locker, Tempat Bilas dan Pemandu Lokal,

Aktifitas: Memacu adrenalin disepanjang aliran Sungai Oya, menikmati keindahan alam

Alamat : Goa Pindul Pos 2, Dusun Gelaran RT. 05, Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Telepon : 0812-2944-9004

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak tempuh dari No Kilometer Yogyakarta ke Goa Pindul kurang lebih 42 km, Dengan Estimasi Waktu tempuh 1 jam 30 menit. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Dari Jogja Naik Bus –> Terminal Giwangan –> Naik Bus Jogja Wonosari –> Turun perempatan Grogol –> Dari Grogol naek Ojek minta diantar ke sekretariat Goa Pindul. Tukang Ojek bisa PP, nanti setelah selesai dari sekretariat goa pindul, pulangnya bisa diantar lagi ke Bundaran Siono untuk cari bus balik ke Jogja. Biaya ojek sekitar 30rb PP.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Trip Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit :

What to bring :

Do :

Don't :

Dieng Plateau: Tanah Nirwana yang Jatuh di Pulau Jawa

Tempat Wisata Dieng Plateau kerap kali menjadi tempat tujuan wisata yang tidak juah dari lokasinya yaitu di Wonosobo, Dieng. Mengunjungi tempat ini dapat memberikan kesan damai dengan pemandangannya yang menarik dan aduhai.

Wisata Dieng, Pesona Negeri Tempat Bersemayamnya Dewa Dewi

Gambaran tentang negeri tempat bersemayamnya dewa dewi selama ini mungkin hanya bisa kita dapatkan dalam cerita dongeng saja. Namun mimpi itu akan menjadi nyata bila kita mau menyempatakan diri untuk untuk berkunjung ke Dieng yang berada di Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara, Jawa Tengah yang bisa dijangkau dari Jogja kurang lebih selama 3 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Nama Dieng Plateau sendiri berasal dari Bahasa Sanskerta yaitu “Di” yang berarti gunung dan “Hyang” yang berarti gunung. Namun ada pendapat lain yang mengatakan bahwa kata Dieng berasal dari Bahasa Sunda dengan kata yang sama “Di”dan “Hyang” karena pada sekitar abad ke-7 Dieng pernah berada dalam pengaruh politik Kerajaan Galuh yang ada di Jawa Barat. Keindahan alam di Dieng selalu diidentikan dengan gunung atau tempat bersemayamnya para dewa dewi. Kecantikan alam tersebut masih bisa kita saksikan sampai saat ini. Tidak hanya kecantikan pemandangan alamnya saja yang menjadi alasan kita harus berkunjung kesana, tetapi juga karena sejarah dan budayanya.

Dieng Plateau - Telaga Warna
Dieng Plateau - Telaga Warna

Temukan Samudera Diatas Awan Saat Menanti Matahari Terbit dari Bukit Sikunir

Keindahan pertama yang bisa kita nikmati setelah pergantian hari adalah menyaksikan kecantikan golden sunrise yang bisa kita saksikan dari Bukit Sikunir yang terletak di Desa Sembungan, Dieng. Banyak orang yang mengatakan bahwa golden sunrise yang ada di Sikunir ini merupakan salah satu golden sunrise terbaik yang ada di Indonesia dan bahkan dunia. Yang paling menarik adalah Desa Sembungan ini merupakan desa tertinggi yang ada di Pulau Jawa karena berada pada ketinggian 2.350 mdpl.

Dari Desa Sembungan inilah awal pendakian menuju ke Bukit Sikunir bisa dilakukan. Tidak sesulit mendaki gunung yang memerlukan waktu sampai berjam-jam untuk sampai ke puncak Bukit Sikunir, karena jarak dari parkiran motor yang berada di area Telaga Cebong menuju ke puncak hanya sekitar 1,5 km dan dapat ditempuh dalam waktu 30-45 menit. Namun kelelahan saat perjalanan tersebut akan terbayar dengan keindahan matahari terbit yang akan kita saksikan nantinya. Selain menikmati cantiknya sunrise, di Bukit Sikunir kita juga bisa menikmati keindahan Telaga Cebong dari ketinggian. Telaga Cebong sendiri merupakan sebuah telaga yang merupakan bekas kawah purba yang luasnya mencapai 18 hektare. Dinamakan dengan Telaga Cebong karena bentuknya yang menyerupai cebong atau berudu jika dilihat dari atas. Selain dijadikan sebagai salah satu tempat wisata, Telaga Cebong merupakan salah satu sumber irigasi pertanian warga. Pada siang hari Telaga Cebong airnya terlihat berkilauan karena terkena sinar matahari.

Candi Arjuna: Sakralnya Candi Hindu Tertua di Pulau Jawa

Dieng Plateau merupakan rumah bagi candi Hindu tertua yang ada di Pulau Jawa yaitu Candi Arjuna yang terletak satu kompleks bersama dengan beberapa candi lain seperti Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembada. Candi Arjuna diperkirkan dibangun pada tahun 809 M berdasarkan prasasati yang pernah ditemukan disekitar tempat ini. Kompleks Candi ini sempat hilang tergenang air dan baru ditemukan kembali pada abad ke-18 orang seorang tentara Belanda yang bernama Theodorf van Elf. Namun upaya renovasi terhadap kompleks Candi Arjuna baru dilakukan oleh seorang yang berkewarganegraan Inggris bernama HC Corneullus 40 tahun setelah penemuan pertama. Candi Arjuna diperkirakan merupakan candi pertama yang dibangun dikawasan tersebut karena dilihat dari bentuknya yang masih sangat kental dengan pengaruh budaya India dibandingkan dengan candi-candi lain yang sudah mendapatkan sentuhan lokal.

Jangan Lupakan Sejarah! Yuk Berkunjung ke Museum Kailasa

Mau tau tentang sejarah Dieng Plateau? Museum Kailasa adalah tempat yang paling tepat untuk didatangi. Museum Kailasa menyimpan banyak sekali benda-benda yang ada hubungannya dengan candi-candi yang ada di kawasan Dataran Tinggi Dieng seperti arca, lingga, yoni, tungku tempat sesaji dan berbagai benda lainnya. Benda-benda tersebut disimpan di Museum Kailasa karena tidak diketahui posisinya pada saat renovasi candi dan demi alasan keamanan. Selain bisa mengetahui sejarah masa lampau di Dieng, dengan mengunjungi Museum Kailasa kita juga kehidupan masyarakat, kebudayaan, sistem kepercayaan masyarakat Dieng pada jaman dahulu.

Eksotisme Telaga Warna yang Mempesona, Wajib Wisata Dieng

Pembeda antara Telaga Warna dengan telaga lain yang ada di Dieng adalah warna air yang sering berubah-ubah. Air yang ada di Telaga Warna biasanya berwarna hijau, kuning, bahkan berwarna seperti pelangi pada saat terkena sinar matahari. Perubahan warna tersebut disebabkan karena tingginya kandungan sulfur yang ada di Telaga Warna. Perbukitan dengan pepohonan yang masih hijau semakin menambah cantik pemandangan ditempat ini. Waktu terbaik untuk mengunjungi Telaga Warna adalah pada pagi atau sore hari. Selain karena warna air yang ada di Telaga Warna terlihat lebih cantik, pada sore hari biasanya selalu ada awan tebal yang mmengurangi keindahan pemandangan.

Legenda Pangeran Kijang dan Kawah Sikidang

Dinamakan Kawah Sikidang karena kawah utama yang ada ditempat ini selalu berganti-ganti atau berpindah-pindah seperti kidang atau kijang dalam Bahasa Indonesia yang juga suka melompat-lompat saat berpindah tempat. Namun ada legenda yang oleh masyarakat dipercaya sebagai awal mula penamaan kawah ini. Dahulu kala ada seorang perempuan cantik yang bernama Shinta Dewi. Kecantikannya terkenal keseluruh penjuru kampung. Banyak pemuda yang ingin meminangnya namun selalu tidak pernah ada yang berhasil karena Shinta Dewi meminta mas kawin dalam yang sangat besar. Akhirnya kecantikan Shinta Dewi tersebut terdengar sampai ke telinga Pangeran Kidang Garung yang kaya raya.

Dengan kekayaannya, dia sanggup memenuhi mas kawin yang diminta. Namun ternyata Shinta Dewi ternyata masih meminta persyaratan lain saat melihat bahwa ternyata Pangerang Kidang Garung mempunyai perwujudan yang aneh yaitu seseorang dengan tubuh manusia namun dengan kepala kijang. Shinta Dewi mengharuskan Pangeran Kidang Garung untuk membuat sumur dalam waktu sehari semalam. Jika berhasil membuatnya, Pangeran Kidang Garung baru bisa mempersunting Shinta Dewi. Namun Shinta Dewi mencoba menggagalkan usaha Pangeran Kidang Garung dengan cara menyuruh penduduk untuk menutup lubang yang telah digali saat sang pangeran masih ada didalamnya. Namun usaha tersebut diketahui oleh Pangeran Kidang Garung yang akhirnya murka dan menyebabkan ledakan dari dalam tanah yang sampai sekarang dikenal dengan nama Kawah Sikidang.

Carica, Buahnya Para Dewa

Dieng Plateau punya buah khas yang sangat mirip dengan pepaya yang bernama carica hanya dalam ukuran yang lebih kecil. Panjang carica hanya sekitar 6-15 cm. Pohon carica tingginya hampir sama dengan pohon pepaya dengan tinggi yang mencapai 10 meter. Buah yang mempunyai rasa kecut manis ini biasa disebut sebagai buahnya para dewa. Carica sebenarnya bukan buah asli dari Dataran Tinggi Dieng. Buah ini dibawa oleh Belanda pada saat Perang Dunia ke-2. Carica biasanya diolah menjadi manisan dan dikemas dalam botol. Tidak lengkap rasanya jika ke Dieng tapi tidak membeli manisan carica ini. Satu toples manisan carica dihargai mulai dari Rp. 15.000.

Paket Wisata Dieng

Bagi rekan - rekan yang ingin berwisata di Dieng dan sekitarnya, baik sewaktu hari normal ataupun di waktu tertentu. Kami dari Trip Jogja siap melayani rekan - rekan yang membutuhkan Paket Wisata Dieng terbaik.

Untuk informasi lengkap mengenai penawaran Paket Wisata di Dieng, kamu bisa langsung kontak Tim Advisord kami untuk mendapatkan informasi yang lebih detail mengenai paketnya.

Ingin merasakan keindahan serta kecantikan negeri para dewa dalam dunia nyata? Dieng adalah tempatnya. Untuk rekan - rekan yang butuh informasi sewa bus di semarang, bisa baca artikelnya disini.

__

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista

-oOo-

Seputar Tentang Dieng

Waktu Operasional : 

HTM : 

Fasilitas: Tempat parkir, homestay, toilet, tempat makan,

Aktifitas: Melihat sunrise, menikmati pemandangan alam yang indah, belajar tentang sejarah, memotret obyek alam yang sangat cantik, melihat pembuatan manisan carica secara langsung.

Alamat : Jalan Raya Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah

Telepon : -

Website : Review TripAdvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak Dataran Tinggi Dieng dari Yogyakarta berjarak sekitar 170 km dan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih selama 4 jam tergantung dengan kondisi lalu lintas dan cuaca. Perlu diwaspadai bahwa jalan didekat Dataran Tinggi Dieng merupakan salah satu daerah rawan longsor terutama pada saat musim hujan.

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Jika menggunakan kendaraan pribadi cara termudah menuju ke Dieng daria Jogja adalah dengan melewati jalur Jogja – Magelang – Secang – Pringsurat – Wonosobo – Dieng. Atau jika ingin menggunakan bus umum dapat mengambil rute bus dari Jombor – Magelang kemudian lanjut dengan bus Magelang – Wonosobo. Yang terakhir cari angkutan dari Wonosobo menuju ke Dieng.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Tour Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit : Pada pagi sampai siang hari terutama pada musim kemarau.

What to bring : Baju hangat atau jaket tebal, topi atau kupluk, sarung tangan, syal, action cam, jas hujan atau payung.

Do : Memakai sepatu lebih nyaman daripada memakai sandal, menikmati pemandangan alam yang indah, belajar tentang sejarah Dieng pada masa lampau.

Don't : Memakai pakaian tipis karena akan terasa sangat dingin, datang pada saat musim hujan, datang pada saat liburan panjang karena Dieng macetnya bisa lebih parah dari Jakarta.

Nikmati Romantisme Senja di Jogja dari Tepi Pantai Indrayanti

Jogja tidak hanya menawarkan wisata budaya dan sejarah saja. Wisata alam di Jogja pun tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Mulai dari pegunungan sampai dengan pantai yang indah bisa kita temukan di Jogja. Salah satunya adalah Pantai Indrayanti yang terletak di Kabupaten Gunungkidul ini. Jika sudah mulai bosan dengan keadaan kota yang ramai, Pantai Indrayanti bisa menjadi salah satu alternative tempat yang bisa dikunjungi untuk sekedar menenangkan diri.

Bernama Asli Pantai Pulang Syawal

Jika disebutkan nama Pantai Pulang Syawal, pasti tidak banyak orang yang tau tentang pantai tersebut. Padahal Pantai Pulang Syawal adalah nama resmi dari Pantai Indrayanti. Pantai yang terletak di Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul ini memang lebih dikenal dengan nama Pantai Indrayanti. Nama Indrayanti sendiri sebenarnya adalah nama sebuah café atau restoran yang persis ada dipinggir pantai ini. Dan sampai saat ini nama Indrayanti lebih sering digunakan untuk menyebut pantai ini.

Romantisme yang Ditawarkan Pantai Indrayanti

Pantai Indrayanti
Pantai Indrayanti

Pasir putih yang kontras dengan birunya air laut adalah salah satu romantisme yang ditawarkan oleh Pantai Indrayanti. Suara deburan ombak yang menggerus gugusan pasir ditepi pantai juga semakin menambah suasana menjadi lebih romantis. Tidak ada salahnya untuk menceburkan diri dan mencoba untuk bermain ombak. Ombak di Pantai Indrayanti termasuk tidak terlalu besar dan cukup aman untuk dijadikan sebagai tempat bermain. Namun perlu dipatuhi juga rambu-rambu larangan atau batasan tempat mana saja yang boleh dijadikan sebagai tempat untuk bermain dan berenang. Karena salah satu penyebab sering terjadinya musibah di pantai adalah ketidak patuhan pengunjung terhadap peraturan yang ada. Seperti kata pepatah, lebih mencegah daripada mengobati kan?

Ada cara lain lagi untuk menikmati romantisme Pantai Indrayanti, yaitu dengan cara memanjat ke bukit karang ada disebelah barat pantai ini. Tidak terlalu sulit untuk sampai bisa ke puncak bukit karang tersebut. Selain tidak terlalu tinggi, sudah ada jalan yang bisa digunakan sampe keatas puncak. Dari puncak ini kita bisa memandang pasir putih dan birunya laut yang menghampar luas. Tidak hanya Pantai Indrayanti saja yang bisa dilihat dari tempat ini, tetapi juga pantai-pantai lain yang ada disekitarnya seperti Pantai Watu Lawang.

Namun untuk yang tidak terlalu suka bermain ombak dan pasir. Berjemur bisa menjadi aktivitas yang bisa dilakukan sembari meminum es kelapa muda dan menikmati suara deburan ombak.

Sunset dan Dinner Romantis

Tidak lengkap rasanya jika datang ke Pantai Indrayanti namun tidak mencicipi kuliner seafoodnya di Restoran Indrayanti. Resto ini menawarkan konsep resto pantai terbuka dengan gazebo-gazebo cantik seperti yang biasa ditemui di Bali. Dari resto ini kita bisa melihat langsung pemandangan kearah laut lepas. Sambil menikmati makanan dan minuman yang ada kita juga akan ditemani suara deburan ombak yang sangat menenangkan. Tapi waktu yang paling tepat untuk menikmati suasana romantis Pantai Indrayanti adalah pada sore hari menjelang malam pada saat matahari hendak tenggelam. Masih kurang romantis apa kalau bisa makan ditepi pantai ditemani suara deburan ombak yang bersahut-sahutan dan ditambah cantiknya langit senja?

Perjalanan jauh ke Pantai Indrayanti akan terbayar semua dengan pemandangan indah dan romantisme yang bisa kita dapatkan. Ada satu peraturan unik yang ada di Pantai Indrayanti, setiap pengunjung yang tertangkap basah membuang sampah sembarangan akan dikenakan denda.

Yakin masih enggak mau ke Pantai Indrayanti?

__

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista

-oOo-

Tentang Pantai Indrayanti

Waktu Operasional : 24 jam setiap hari.

HTM : Rp 10.000/orang, usia dibawah 5 tahun gratis.

Fasilitas: Tempat parkir, Penginapan, Restoran, Toilet, Sewa pelampung, Sewa tikar, Sewa payung.

Aktifitas:

Alamat : Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul

Telepon : -

Website : Review TripAdvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak Pantai Indrayanti dari 0 KM Yogyakarta sekitar 67 km dan dapat ditempuh kurang lebih selama 2 jam. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Cara paling gampang menuju kesana adalah dengan menggunakan kendaraan pribadi baik sepeda motor ataupun mobil. Rute yang bisa diambil dari kota adalah 0 KM – Jalan Wonosari - Piyungan -Bukit Bintang -Patuk -Hutan Bunder -Wonosari - ke kanan/selatan ambil kawasan Karangrejek - belok kiri/timur menuju Hargosari - Bintaos –Tepus sampe dengan rambu berikutnya. Jika menggunakan kendaraan umum, naik bus jurusan Jogja-Wonosari dari Terminal Giwangan. Setelah itu dilanjutkan dengan bus kecil jurusan Wonosari-Tepus. Sampai di Tepus perjalanan harus dilanjutkan dengan ojek karena sudah tidak ada lagi angkutan umum yang sampai ke pantai.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit : Pagi hari (belum terlalu panas), sore (sudah tidak terlalu panas sekalian nunggu sunset)

What to bring : baju pantai, kacamata, sunblock, baju ganti, peralatan mandi, kamera.

Do : Bermain ombak, berjemur, menikmati keindahan pantai dari atas bukit karang, mencicipi seafood di restorannya, melihat sunset

Don't : Membuang sampah sembarang, datang pada saat libur panjang, berenang ditempat yang sudah dilarang.

Tamansari Jogja: Mengintip Kesegaran Permandian Para Istri Raja

Tamansari Jogja - Tamansari Water Castle ini merupakan bekas tempat pemandian istri-istri raja dari Keraton Ngayogyakarta. Pernah membayangkan seperti apa bentuk tempat pemandian raja-raja dan keluarganya seperti apa? Jika penasaran, jangan lupa kunjungi Tamansari Jogja Water Castle yang berada di pusat kota Yogyakarta.

Taman Persembahan Untuk Istri-istri Sultan

Tamansari Water Castle dibangun atas perintah Pangeran Mangkubumi atau Sri Sultan Hamengkubuwono I. Taman ini dibangun sekitar 500 meter dari Keraton Ngayogyakarta di dekat sebuah umbul (mata air) yang dipersembahkan untuk istri-istrinya yang telah membantu selama peperangan. Taman yang dibangun tersebut berupa sebuah pulau dan danau buatan yang dikelilingi sebuah kebun yang dipenuhi dengan berbagai tanaman bunga. Aroma wangi akan menyeruak keseluruh taman pada saat bunga tersebut mekar. Selain itu taman ini juga dilengkapi dengan dengan kanal air yang menghubungkan Tamansari Water Castle dengan Keraton. Dahulu luas keseluruhan taman ini mencapai lebih dari 10 hektare. Namun sekarang yang tersisa hanya tinggal beberapa bagiannya saja namun masih cukup terawat dan bisa dinikmati keindahannya seperti Umbul Binangun, Pulo Kenanga, Pulo Cemeti, Gedhong Gapura Ageng, Gedhong Lopak-lopak, dan Sumur Gumuling.

Tamansari Jogja
Tamansari Jogja

Menikmati Suara Gemericik dan Kesejukan Air di Umbul Pasiraman Tamansari Water Castle

Umbul Binangun merupakan salah satu bangunan utama dari Tamansari Water Castle yang masih terjaga sampai saat ini. Ditempat inilah dahulunya Sultan dan keluarganya mandi pada hari-hari atau bulan tertentu. Ada 3 kolam besar yang masih bisa kita lihat ditempat ini yaitu Umbul Muncar, Blumbang Kuras, dan Umbul Binangun.

Umbul Muncar merupakan kolam yang terletak disisi paling utara. Kolam ini digunakan sebagai tempat mandi untuk bagi para selir dan putri sultan. Disamping kolam ini terdapat bangunan yang digunakan sebagai tempat untuk berganti baju para selir dan putri. Terletak bersebelahan dengan Umbul Muncar terdapat sebuah kolam yang bernama Blumbang Kuras, kolam ini berfungsi sebagai kolam untuk menguras atau membersihkan semua aliran air yang ada di Tamansari Water Castle ini.

Sementara itu Umbul Binangun yang hanya diperuntukan untuk tempat mandi sang permausuri ini dipisahkan oleh sebuah bangunan dengan menara yang cukup tinggi. Menara tersebut digunakan oleh sultan untuk melihat istri-istrinya yang sedang mandi. Sementara bagian bawah gedungnya digunakan sebagai tempat untuk berganti baju. Penataan pot-pot Bunga ditambah suara gemericik dan birunya air yang ada di kolam tersebut akan semakin menambah suasana menjadi semakin tenang. Bisa dibayangkan pada jaman dahulu saat tempat tersebut masih dikelilingi oleh kebun bunga, pasti suasananya lebih cantik dan indah.

Bergaya Ala Foto Model di Sumur Gumuling

Selain Umbul Pasiraman, masih ada 2 tempat lagi yang paling banyak dikenal dan didatangi orang di kompleks Tamansari Water Castle ini, yaitu Sumur Gumuling dan lorong penghubung antara Umbul Pasiraman dan Pulo Cemeti. Bagi para pecinta fotografi, tempat ini adalah obyek foto yang sangat cantik. Bahkan tidak jarang ada beberapa pasangan pengantin yang melakukan foto pre-wedding ditempat ini. Ditempat ini pun kita bisa bergaya ala model professional. Bahkan beberapa film dan band terkenal pernah menjadikan tempat ini sebagai lokasi untuk pengambilan gambar.

Tamansari Water Castle bisa menjadi sebuah oase kesejukan saat kita jalan-jalan di Yogyakarta. Tempat ini pun sangat indah untuk dijadikan sebagai obyek fotografi. Tidak ada alasan untuk tidak datang ke Tamansari Water Castle.

__

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista

-oOo-

Tentang Tamansari

Waktu Operasional : Setiap hari, pukul 08.00 – 14.00

HTM : Rp 5.000/orang. Untuk Sumur Gumuling gratis

Fasilitas: 

Aktifitas: 

Alamat : Jl. Taman, Kraton, Yogyakarta 55133

Telepon : -

Website : Review TripAdvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak Tamansari Water Castle dari O KM Jogja sekitar 2 km yang dapat ditempuh dalam waktu 10 menit. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Dari O KM Jogja bisa ditempuh dengan cara berjalan kaki dalam waktu kurang lebih selama 15 menit. Jalur yang bisa dilewati adalah 0 KM Jogja – Jl. Pangurangaka – Alun Alun Utara – Jl. Rotowijayan – Jl. Ngasem – Pasar Ngasem – Tamansari Water Castle. Atau bisa menuju ke Tamansari Water Castle dengan menggunakan becak.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Tour Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit : Pada pagi hari (belum terlalu panas dan banyak orang)

What to bring : Kamera, Kacamata, Baju santai, sunblock (bila diperlukan), Air Minum

Do : Jelajahi semua bagian dari Tamansari Water Castle, Mengambil foto dengan latar belakang Tamansari Water Castle, berkeliling kampung sekitar Tamansari Water Castlekarena kita bisa melihat Kampung Cyber, pusat kerajinan batik, dan melihat aktivitas penduduk sekitar

Don't : Buang sampah sembarangan, corat-coret tembok, memanjat dinding di Pulo Cemeti

Pantai Sundak: Menunggu Mentari Tiba di Pesisir

Pantai Sundak sebuah pantai yang dalam beberapa tahun terakhir banyak disorot sebagai pantai pasir putih yang indah. Terletak di Kabupaten Gunungkidul yang merupakan wilayah yang sangat menarik untuk dieksplorasi oleh para penggiat wisata. Berbagai macam objek wisata dengan berbagai bentuk dan rupa tersebar di wilayah ini. Wilayah yang kuat dikaitkan dengan pantai ini memiliki barisan pantai yang tersebar di pesisir selatan pulau jawa.

Dengan menempuh jarak sekitar 60 kilometer dari pusat kota, kita dapat sampai ke Pantai Sundak dengan menempuh  2 jam perjalanan. Kita hanya perlu berhati-hati dalam perjalanan karena medan yang dilewati cukup berkelok-kelok. Tak perlu terlalu terburu-buru, keamanan dalam berwisata adalah yang paling utama bukan?

Pesona Pasir Putih Alami

Berbeda dengan yang kita temui di Pantai Parangtritis dengan pasir hitamnya. Sesampainya di sana mata kita akan dimanjakan oleh hamparan pasir putih yang menghampar di pesisir pantai. Sebelum bermain air dan berfoto-foto, tentunya kita harus memanjakan dahaga yang muncul selama di perjalanan. Tak perlu mencari terlalu jauh, kita dapat menemukan banyak penjaja makanan dan minuman di kawasan Pantai Sundak.

Selepas melepas dahaga, tentunya sangat bijak bagi kita untuk menikmati pemandangan yang ada. Ber-selfie ­ria mungkin menjadi pilihan yang tepat untuk mengabadikan momen berharga bersama orang terdekat. Apabila kita meng-upload foto-foto yang kita ambil di Pantai Sundak bukan tidak mungkin satu-dua followers anda akan mengira bahwa lokasi pengambilan foto tersebut berada di pesisir kepulauan lombok karena hasil foto yang kalian sajikan.

Pantai Sundak
Pantai Sundak

Menikmati Sunset di Selatan Pulau Jawa

Menjelang sore hari adalah waktu yang tepat untuk bersih-bersih diri dan menanti terbenamnya matahari. Pantai Sundak menyuguhkan tontonan gratis berupa rona langit yang berpautan dengan tenggelamnya matahari. Momen indah ini pun layak untuk diabadikan sebagai kenang-kenangan. Menjelang malam, pikiran kita pasti dihadapkan dengan 2 pilihan. Pertama adalah berkemas dan bersiap pulang, atau mendirikan tenda, menikmati malam dalam canda, dan menanti terbitnya matahari. Pada akhirnya, tangan bergerak secara otomatis dan tenda itu pun sudah berdiri dan siap menemani hingga hari menjelang pagi.

Serunya Camping dan Berburu Pesona Sunrise di Pantai Sundak

Sunrise di Pantai Sundak juga turut menghadirkan pesona yang indah. Angin pagi yang berhembus di pesisir dipadukan dengan pemandangan yang indah di langit tentunya sangat berharga untuk dilewatkan bersama dengan teman-teman maupun keluarga tercinta. Langit yang indah inilah yang menemani kita sembari menyiapkan peralatan untuk memasak sarapan pagi. Tentunya momen seperti ini sangatlah langka dan sangat layak untuk dinikmati. Karena padatnya rutinitas yang kita hadapi dan aktivitas yang seolah tanpa henti, momen-momen menikmati terbitnya matahari seperti ini mungkin dapat dihitung dengan jari.

Terbiasa dengan rutinitas yang padat yang monoton dan selalu menghadirkan suasana yang itu-itu saja, melewati malam hari dengan mendirikan tenda di Pantai Sundak mungkin terasa ada-ada saja. Mengamati mentari yang perlahan mengintip dan menyibak gelap malam tentunya merupakan salah satu terapi pengobat kejenuhan yang diakibatkan oleh rutinitas.

__

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

-oOo-

Tentang Pantai Sundak

Waktu Operasional : Setiap hari

HTM : Rp 10.000

Fasilitas: 

Aktifitas: 

Alamat : Desa Sidoharjo, Tepus, Gunungkidul, Yogyakarta

Telepon : -

Website : Review TripAdvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

arak tempuh dari Jogja menuju lokasi Goa Kalisuci kurang lebih 60 Kilometer atau dengan waktu tempuh 2 jam. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Dapat ditempuh melalui dua alternatif rute yaitu melalui Jl. Imogiri (Selopamioro-Panggang-Saptosari-Tepus) dan Jl. Wonosari (Semanu-Tepus). Tidak disarankan untuk menggunakan angkutan umum karena terlampau sulit.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit : Pada pagi atau sore hari karena tidak terlalu panas

What to bring : Pakaian ganti, alat mandi, sunblock,

Do :

Don't : 

Candi Prambanan: Candi Hindu Tercantik di Indonesia!

Candi Prambanan terletak di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.  Candi Hindu ini adalah salah satu mahakarya peninggalan masa lampau Indonesia yang juga masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

MasBro dan MbakBro sudah tahukah bila Candi Prambanan merupakan kompleks candi Hindu terbesar yang ada di Indonesia? Bahkan bisa jadi merupakan salah satu kompleks candi tercantik yang ada di Asia Tenggara. Banyak yang menganggap bahwa Candi Prambanan sangat mirip dengan kompleks Angkor Wat yang ada di Kamboja.

 

Yuk Nikmati Kemegahan Prambanan, Candi Hindu Tercantik di Indonesia!
( sk.wikipedia.org )

Prambanan Adalah Candi Persembahan Untuk Dewa Siwa

Nama asli dari komplek Candi Prambanan ini adalah “Siwagrha”. Berdasarkan prasasti yang pernah ditemukan disekitar area kompleks candi ini. “Siwagrha” merupakan kata dalam Bahasa Sansekerta yang artinya adalah Rumah Siwa. Di kompleks Candi Prambanan ini terdapat 3 candi  utama yang dipersembahkan untuk 3 dewa atau Trimurti dalam ajaran agama Hindu yaitu Brahma yang merupakan dewa pencipta, Wisnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa yang merupakan dewa pemusnah.

Semua candi utama tersebut  menghadap kearah timur dan dilengkapi dengan candi pendamping yang menghadap ke barat yang disebut Nandini untuk Candi Siwa, Angsa untuk Candi Brahma, dan Garuda untuk Candi Wisnu. Selain candi-candi tersebut masih ada lagi 2 candi apit, 4 candi kelir, 4 candi sudut, dan 224 candi lain yang berada di halaman.

Namun Dewa Siwa lebih diutamakan di kompleks Candi Prambanan ini. MasBro dan MbakBro bisa melihatnya dari adanya arca Siwa Mahadewa setinggi 3 meter yang bisa kita lihat di “garbagrha” atau ruang utama yang ada di Candi Siwa. Tinggi candi ini mencapai 47 meter dan menjadi candi paling tinggi dan paling besar di kompleks Candi Prambanan.

nikmati kemegahan prambanan candi hindu tercantik di indonesia
( liputan6.com )

Prambanan Dibangun Untuk Menandingi  Kemegahan Candi Borobudur

Candi Prambanan dibangun pada sekitar tahun 850 oleh Rakai Pikatan dari Kerajaan Medang untuk menandingi kemegahan Candi Borobudur dan juga Candi Sewu yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Candi Prambanan. Baik Rakai Pikatan yang membangun Candi Prambanan dan Raja Samaratungga yang membangun Candi Borobudur berasal dari keluarga yang bersaudara namun berbeda keyakina.

Rakai Pikatan berasal dari Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu sementara Samaratungga berasal dari Wangsa Syailendra yang menganut agama Budha.  Candi cantik ini pernah ditelantarkan pada sekitar tahun 930-an  karena perpindahan pusat kerajaan ke wilayah Jawa Timur pada masa Mpu Sendok akibat letusan Gunung Merapi. Candi Prambanan kemudian ditemukan kembali oleh seorang warga Belanda bernama CA Lons pada tahun 1733. Candi Prambanan juga memiliki relief pada dinding-dinding candinya yang bercerita tentang Ramayana.

Relief Ramayana dan Pertunjukan Sendratari Ramayana di Candi Prambanan

Pada Candi Prambanan ini juga terpahat relief kisah Agama Hindu yang diambil dari Kitab Epos Ramayana dan Khrisnayana. Reliefnya terpahat pada dinding bagian dalam dari pagar langkan yang mengitari 3 candi utama. Kisahnya berawal dari relief yang ada pada Candi Siwa yang dibaca dari arah kanan ke kiri searah jarum jam. Kemudian kisah tersebut berlanjut dengan relief yang ada pada dinding pagar langkan Candi Brahma.

Rentetan cerita Ramayana yang terpahat pada relief ini bercerita tentang misi penyelamatan Dewi Sinta, permaisuri dari Prabu Rama Wijaya yang diculik oleh Rahwana dari kerajaan Alengka. Demi membebaskan Dewi Sinta, Prabu Ramawijaya mengerahkan pasukan kera yang dipimpin oleh dewa kera putih yang bernama Hanoman.

kemegahan sendratari ramayana di candi prambanan
( citizen6.liputan6.com - mulyono sri hutomo )

Kisah epos kepahlawanan ini diabadikan dalam bentuk pertunjukan Sendratari Ramayana. Tarian kolosal yang melibatkan ratusan penari dan dihelat di panggung terbuka di kompleks Candi Prambanan. MasBro dan MbakBro harus meluangkan waktu untuk menikmati pertunjukan megah ini. Karena setiap bulan hanya diadakan saat bulan purnama bersinar. Momen yang tak terlupakan.

Ok, daripada hanya membayangkan, MasBro dan MbakBro bisa mulai merencanakan kapan akan traveling dan berwisata ke Candi Prambanan ini. Dijamin tak cukup hanya datang sekali...

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista  , Eva Zahra

-oOo-

Tentang Wisata Prambanan

Waktu Operasional : Setiap hari, pukul 06.00 – 17.00 WIB

HTM : Rp 40.000 (Untuk domestic & WNA Pemegang KITAS), Rp 20.000 (Untuk anak-anak)

Fasilitas: 

Aktifitas: 

Alamat : Jl. Jogja-Solo Km. 16, Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Indonesia

Telepon : (0274) 496 402

Website : borobudurpark.com & Review TripAdvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Candi Prambanan berjarak sekitar 17 km dari O KM Jogja arah tenggara dan dapat ditempuh kurang lebih selama 30-45 menit perjalanan.

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Jika menggunakan kendaraan pribadi, kita bisa mengambil jalur dari arah O KM kearah Jalan Solo atau kearah Klaten dan Solo. Ikuti jalan utama sampai dengan bertemu gapura perbatasan Jawa Tengah Dan Yogyakarta. Dari gapura tersebut tinggal maju dikit sampai lampu merah lalu berbelok kiri. Pintu masuk atau tempat parkir Candi Prambanan berada di kiri jalan. Sementara jika menggunakan kendaraan umum bisa menggunakan Bus Transjogja jalur 1A dari Halte Malioboro dan turun di Halte Pasar Prambanan. Perjalanan menuju ke Candi Prambanan bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki kurang lebih selama 10 menit.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit : Pada pagi atau sore hari karena tidak terlalu panas

What to bring : Kamera, kacamata, topi atau payung, air minum

Do :

Don't :