Kelabui Followers Instagram Anda dengan Berfoto-Foto Ria di De Mata Yuk!

De Mata Trick Eye Museum yang konon merupakan museum 3 dimensi terbesar di dunia. De Mata Trick Eye Museum ini masih berada satu kompleks dengan De Arca di XT Square jadi tidak ada salahnya untuk membeli tiket terusan untuk menggali pengalaman sekaligus menabung bank foto untuk dipamerkan ke teman-teman dan sanak saudara. Museum De Mata ini tentunya tidak kalah menarik dengan sajian berbagai frame serta latar foto yang dapat dipergunakan untuk sarana foto tipuan mata.

Menuju ke Museum De Mata dari Nol Kilometer, kita hanya perlu menyusuri Jl. Sultan Agung- Jl.Batikan-Jl.Veteran untuk sampai di XT Square. Tidak terlalu jauh tentunya, hanya sekitar 3,7 kilometer dan menempuh perjalanan selama 20 menit saja kita dapat sampai ke lokasi ini. Kendaraan umum pun dapat dengan mudah dipergunakan sebagai sarana transportasi yaitu dengan memanfaatkan Trans Jogja rute 2 B dan 4 B. XT Square sendiri merupakan salah satu lokasi yang diketahui oleh sebagian besar penduduk lokal apabila kita hendak  bertanya dalam perjalanan.

Museum De Mata
Museum De Mata

Temukan Spot-Spot Foto Terbaik di De Mata

Adegan adu pukul dengan atlet tinju tentu tidak akan terjadi di dunia nyata karena kalaupun hal tersebut terjadi pasti kita sudah berakhir di puskesmas terdekat. Berbagai hal yang mustahil terjadi di dunia nyata pun dapat menjadi kenyataan di De Mata Trick Eye.  Jika De Arca memikat dengan figur-figur populer, maka De Mata juga tak akan kalah dengan berbagai latar untuk berfoto yang tentunya sangatlah menakjubkan. Lebih dari 100 buah frame dan background tiga dimensi hadir untuk menjadi lahan kita untuk berfoto-foto ria.

Berapapun banyaknya memori dan baterai kamera tersedia seolah tak dapat menampung hasrat kita untuk ber-foto ria di tempat ini. Dari mulai foto yang sok keren, sok kuat, hingga seolah menjadi seorang astronot pun akan membuat sanak saudara yang melihat foto tersebut bergeleng-geleng. Anda hanya perlu pandai-pandai memainkan angle, fokus, serta berpose sesuai arahan untuk menciptakan sebuah tipuan mata yang mengundang gelak tawa. Tidak perlu bingung-bingung untuk mengatur pose dalam berfoto, De Mata juga menyediakan sebuah foto berukuran kecil yang dapat dijadikan sebagai panduan dalam mengambil gambar.

Tempat Wisata Nyaman Bersama Keluarga

De Mata merupakan salah satu wahana rekreasi yang menghibur serta berpotensi menjalin keakraban muncul dalam keluarga. Banyak keseruan yang akan muncul ketika menjejakkan kaki ke tempat ini. Dari mulai kita yang akan saling mengingatkan dan usulah arahan pose dalam berfoto hingga gelak tawa yang tercipta ketika melihat hasil foto yang telah di ambil. Terlebih lagi ketika kita berdiskusi dengan keluarga maupun pada teman-teman tentang caption seperti apa yang cocok dimunculkan ketika kita mengunggah foto tersebut di sosial media. Selain pamer foto dengan para followers instagram, momen-momen indah bersama orang terdekat pun dapat kita jalin dengan mengunjungi tempat ini.

Maksimalkan latar dan frame foto yang ada di Museum De Mata untuk membuat followers instagram anda mengernyitkan mata. Berjalan-jalan dan berfoto-foto di De Mata tentunya dapat menjadi sebuah kunjungan yang menghibur bersama dengan keluarga dan orang terdekat.

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Setiap Hari pukul 10.00-22.00

HTM : 

Aktivitas : Berselfie ria sampai puas!

LOKASI

Alamat : XT Square Gedung UmarKayam, Lantai Basement, Jalan Veteran, Umbulharjo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia

Telepon : PHONE : (+62 274) 380809 & RESERVATION : (+62 274) 7198777

Website : http://www.jogja.dematamuseum.com/ Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

3,7 Kilometer

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Dari Nol Kilometer dapat melewati Jl. Sultan Agung- Jl.Batikan-Jl.Veteran untuk sampai di XT Square

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : Siang Hari karena sekalian berteduh dari panasnya matahari diluar ruangan.

What to bring : Kamera berkualitas tinggi untuk menangkap momen-momen menyenangkan yang melibatkan tipuan mata.

Do : Meluangkan baterai dan memori kamera untuk kepuasan berfoto-foto

Don't : Merusak properti, menyerobot antrian, mengganggu Pengunjung lain yang sedang berfoto

Alunan Harmoni Alam dan Gemericiknya Air di Sri Gethuk

Ada beberapa cara yang dipilih untuk bisa sampai ke area air terjun utama. Cara yang pertama adalah dengan menyusuri jalan setapak melewati area persawahan. Sementara cara yang kedua adalah menaiki rakit yang dibuat dari drum bekas dan dirancang sedemikian rupa dengan tempat duduk dan pegangan tangan agar penumpangnya lebih nyaman. Hanya butuh waktu kurang lebih 5 menit saja menyusuri Sungai Oya untuk sampai dibawah Air Terjun Sri Gethuk.

Selama perjalan dengan rakit tersebut kita akan disuguhi dengan pemandangan bukit-bukit karst yang mengapit Sungai Oya. Berbeda musim akan berbeda pula pemandangan yang akan kita dapatkan. Warna air Sungai Oya akan selalu berubah-ubah sesuai dengan musimnya. Pada musim hujan, air di Sungai Oya akan berwarna coklat pekat dengan arus yang lebih deras. Sementara pada musim kemarau air Sungai Oya akan berubah warna menjadi hijau tosca sehingga pemandangannya tidak kalah cantik dengan Green Canyon di Pangandaran, Jawa Barat. Biaya yang harus dikeluarkan untuk menaiki rakit ini adalah Rp 10 ribu/orang.

Air di Sri Gethuk
Air di Sri Gethuk

Gemericik Air yang Menyejukan

Air Terjun Sri Gethuk mempunyai ketinggian sekitar 50 meter. Alirannya yang cukup deras menimbulkan percikan dan suara gemericik air yang memecah kesunyian dipinggiran Sungai Oya ini. Harmoni alam yang bisa kita lihat ditempat ini begitu menenangkan jiwa. Air Terjun Sri Gethuk ini sangat cocok dikunjungi bagi yang ingin mendapatkan kedamaian. Percikan yang berasal dari puncak air terjun ini juga akan membuat udara menjadi segar. Dan tidak lengkap rasanya jika sudah sampai di Air Terjun Sri Gethuk tanpa menikmati segarnya air ditempat ini dengan cara mandi dibawah guyuran air terjun ini. Disetiap guyurannya kita seperti akan mendapat pijatan alami yang bisa membuat tubuh menjadi lebih bugar. Untuk yang bisa berenang, menceburkan diri ke Sungai Oya adalah kegiatan yang wajib dicoba juga. Namun jika tidak bisa berenang, kita bisa menggunakan pelampung yang bisa kita sewa ditempat pembelian tiket untuk naik rakit.

Lelah bermain air, kita bisa beristirahat di saung-saung sambil menikmati makanan yang dijual oleh penduduk sekitar. Namun kuliner yang paling khas di area Air Terjun Sri Gethuk ini adalah kelapa muda bakar. Jika biasanya kelapa muda yang dipetik dinikmati langsung, ditempat ini kelapa muda tersebut dibakar tersebut dibakar di bara api terlebih dahulu. Sensasi rasanya tentu saja berbeda dan sangat khas.

__

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Setiap hari, pukul 07.00 – 17.00

HTM : Rp 10.000 , naik rakit Rp 10.000

Fasilitas: Tempat parkir, Mushola, Tempat Penitipan Barang, Tempat makan

Aktifitas: Menikmati pemandangan, Mandi di Air Terjun Sri Gethuk, Naik rakit, Berenang di Sungai Oya

LOKASI

Alamat : Desa Beberan ,Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul

Website : Review TripAdvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak Gua Rancang Kencono dari 0 KM Jogja sekitar 40 km dan dapat ditempuh selama kurang lebih 1-1,5 jam dengan menggunakan kendaraan pribadi. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Cara termudah kesana adalah dengan menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan sewu. Rute yang bisa dari ambil dari arah kota adalah Jalan Wonosari – Patuk – sampai dengan pertigaan lampu merah Playen. Dari lampu merah tersebut lalu ambil kanan mengikuti jalan utama sampai dengan rambu penunjuk berikutnya menuju ke Air Terjun Sri Gethuk.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : Pada pagi hari, musim kemarau

What to bring : kamera, waterproof (untuk hp/kamera), baju ganti, handuk, peralatan mandi, sandal gunung/jepit

Do : Berenang di Sungai Oya, Mandi dibawah Air Terjun Sri Gethuk, Menikmati suara gemericik air yang jatuh, Menaiki rakit, Mencoba kelapa muda bakar

Don't : Berenang di Sungai Oya jika tidak bisa berenang, membuang sampah sembarangan

Menikmati Indahnya Panorama Senja di Istana Ratu Boko

Senja selalu punya cara untuk memanjakan mata dan mengajak kita mengucap syukur pada Yang Kuasa. Kita boleh saja berdebat tentang cara terbaik dalam menikmati senja, tapi kita pasti akan selalu sepakat bahwa Candi Ratu Boko adalah salah satu lokasi terbaik untuk menikmatinya. Berbeda dengan situs purbakala lain seperti Candi Prambanan dan Candi Borobudur yang dulu dipergunakan sebagai tempat ibadah, Candi Ratu Boko merupakan bangunan profan yang secara fungsi tidak berkaitan dengan kegiatan keagamaan. Situs purbakala yang terletak berdekatan dengan Candi Prambanan ini konon merupakan perwujudan sebuah istana dari Ratu Baka, ayah dari Roro Jonggrang.

Candi Ratu Boko
Candi Ratu Boko

Terletak di puncak bukit dengan ketinggian 196 meter di atas permukaan laut, Istana yang secara keseluruhan memiliki luas sebesar 25ha ini terletak 17 kilometer dari Nol Kilometer sebagai pusat Kota Yogyakarta. Bangunan ini terletak di Kecamatan Prambanan dan dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan dengan waktu tempuh sekitar 40 menit menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas. Selain sebagai sebuah situs peninggalan sejarah, bangunan yang diperkirakan dibangun pada sekitar abad ke-8 ini juga menjadi panggung yang indah untuk menyaksikan terbenamnya matahari. Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp.25.000,- dan sedikit berjalan kaki mendaki anak tangga setinggi 40 meter, sajian langit yang mempesona akan mencerahkan pikiran kita untuk kembali beraktivitas esok hari. Cukup jauh bagi kita yang memang jarang melakukan aktivitas fisik, namum kita tidak perlu takut merasa haus karena dengan membayar retribusi kita sudah mendapatkan jatah air mineral untuk menyegarkan tenggorokan.

Kompleks Istana yang Megah dan Bernilai Arsitektur

Candi Ratu Boko merupakan salah satu tempat wisata jogja yang wajib dikunjungi. Mata kita akan dimanjakan oleh hamparan rumput hijau yang asri serta gerbang-gerbang dan bangunan peninggalan sejarah yang konon memiliki fungsinya masing-masing. Dari mulai gerbang kerajaan, pendopo, hingga keputren yang konon pada masanya dipergunakan sebagai pemandian keluarga kerajaan. Dapatlah kita membayangkan bahwa tentunya istana semegah ini pernah dipimpin oleh raja yang hebat pada masa jayanya dulu. Berbagai lanskap pemandangan yang kita temui tentunya cukup dapat memukau mata sembari kita membuang waktu menunggu datangnya momen yang telah kita tunggu-tunggu. Tentu saja apa lagi kalau bukan lukisan cahaya yang tertoreh di langit karena terbenamnya sang mentari.

Menanti Sang Mentari Tertidur Sembari Mengucap Syukur

Kita juga dapat memanfaatkan momen penantian terbenamnya matahari dengan bercakap-cakap santai dengan keluarga maupun orang tercinta. Duduk di atas rumput, berbincang-bincang, dan mungkin menikmati kudapan-kudapan yang telah kita persiapkan sebelumnya. Jangan lupa berkeliling terlebih dahulu untuk sekedar memilih dan memperkirakan spot yang kiranya memungkinkan kita untuk mengambil panorama senja dengan maksimal. Perlahan, mata kita akan dimanjakan oleh panorama terbenamnya matahari yang akrab disebut sebagai senja. Rona langit berwarna jingga yang bercampur dengan siluet bangunan istana dan pepohonan tentunya akan melekat di benak kita sore itu. Kita pun kemudian tersadar bahwa padatnya rutinitas dan beban pikiran ternyata membuat lupa akan indahnya sore hari saat senja datang menghampiri. Sore itu di Candi Ratu Boko pikiran kita pun telah diingatkan kembali dan kita mulai menanti datangnya senja esok hari.

____

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Jam masuk 06:00 - 17:00

HTM : Rp. 25.000 (dewasa) & Rp. 10.000 (anak)

Fasilitas : Kamar mandi, rumah makan

Aktivitas : Sunset view

LOKASI

Alamat : Dukuh Dawung, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman, Yogyakarta

Website :  Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

17 km dari pusat kota Jogja

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Dapat menggunakan rute Jl. Jogja-Solo pertigaan Prambanan ke selatan menuju Jl.Piyungan lalu mengikuti penunjuk jalan menuju Candi Boko.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : Sore hari sebelum loket tutup mendekati waktu terbenamnya matahari.

What to bring : Cemilan untuk menunggu terbenamnya matahari

Do : Mengaggumi keindahan Candi Ratu Boko dan berburu sunset yang indah.

Don't : Membuang sampah sembarangan & Vandalism

Monumen Jogja Kembali: Sudahkah Kamu Menghayati Pengorbanan dan Melanjutkan Perjuangan Para Pahlawan?

Kita hampir selalu mengenang berbagai hal dalam hidup. Dari mulai indahnya cinta pertama hingga masa-masa indah saat duduk di bangku SMA. Namun terkadang kita lupa, bahwa setiap momen menyenangkan yang tercipta dalam kehidupan kita dapat terjadi karena kita hidup sebagai bangsa yang telah merdeka. Bayangkan saja jika saat ini kita masih berada dalam masa penjajahan, tentu berbagai kenangan indah sulit untuk terbayangkan. Harus kita ingat lagi, merdeka itu bukan tercipta secara cuma-cuma. Ada tangis, darah, bahkan nyawa yang harus terbuang karenanya.

Mengenang kembali tentang pengorbanan para pahlawan tentu tidak lengkap hanya dengan membuka kembali buku-buku sejarah perjuangan. Berbagai konteks yang muncul tentang perjuangan tentunya sebisa mungkin harus dapat kita rasakan. Kita dapat pergi ke Monumen Jogja Kembali untuk melihat dengan lebih pasti bagaimana perjuangan itu terjadi. Monumen ini merupakan sebuah bangunan yang melambangkan bahwa bangsa kita adalah bangsa yang kuat ketika berhasil memukul mundur Belanda dari Yogyakarta pada tahun 1949.

Bangunan monumen yang diresmikan pada tanggal 6 Juli 1989 ini berlokasi di Dusun Jongkang, Sariharjo yang terletak 8 kilometer di utara Nol Kilometer. Monumen Jogja Kembali dapat kita kunjungi dengan rute yang tidak terlalu sulit karena kita hanya perlu menyusuri jalan di utara Tugu Yogyakarta hingga sampai di perempatan ringroad yang menjadi letak lokasi tempat ini. Selain itu kita juga dapat menggunakan trans jogja rute 2A ( dari Terminal Jombor) dan 2B (dari Malioboro) yang juga dapat menuntun kita untuk sampai ke tempat ini.

Monumen Jogja Kembali
Monumen Jogja Kembali

Mari kita meluangkan waktu untuk menengok lagi jasa para pendahulu

Bangunan monumen berbentuk gunung yang konon melambangkan kesuburan ini menyimpan berbagai bukti sejarah perjuangan. Berbagai macam diorama tentang bagaimana darah tertetes dan kemerdekaan dapat dimenangkan tergambarkan secara jelas dan begitu rapi.  Dari mulai senjata-senjata yang dipergunakan oleh para pahlawan hingga pakaian yang mereka kenakan kala memperjuangkan kemerdekaan. Selain itu diorama rekonstruksi adegan-adegan penting dalam sejarah berdirinya sebuah bangsa dapat kita saksikan di tempat ini. Berbagai barang dan simbol yang cukup lengkap untuk mengenang jasa mereka untuk Bangsa Indonesia terekam dengan rapi di lantai 1 dan lantai 2 Monumen Jogja Kembali.

Menghayati pengorbanan dan meneruskan perjuangan

Lantai 3 Monumen Jogja Kembali adalah ruang Garbha Graha, sebuah ruangan yang memiki sebuah bendera merah putih tepat di tengahnya. Ruangan ini menjadi klimaks dari kunjungan di Monumen Jogja Kembali. Setelah melihat berbagai bukti sejarah perjuangan para pendahulu, di tempat ini kita dapat mengheningkan cipta sejenak atas jasa-jasa para pahlawan dalam hidup kita di masa ini. Kita dapat melayangkan doa untuk mereka yang telah rela berkorban untuk sebuah kemerdekaan. Sebagai penutup dari doa-doa yang telah kita panjatkan, hendaknya kita dapat mengucap sebuah ikrar dalam hati untuk terus melanjutkan perjuangan mereka dengan cara yang kita punya.

--

Bersyukurlah hidup di masa ini, perjuangan bukan melulu tentang tetesan darah dan ayunan senjata. Berjuang adalah terus memanfaatkan peluang dan terus berkarya untuk kesejahteraan bangsa yang kita cinta. Merdeka!

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : 08.00-16.00 (Selasa – Minggu)

HTM : Rp 10.000

Aktivitas : Melihat diorama sejarah, mengenang jasa pahlawan, menambah pengetahuan tentang budaya jawa dan kemerdekaan Indonesia

LOKASI

Alamat : Dusun Jongkang, Sariharjo, Kec. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia

Telepon : +62 274 868225

Website :  Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

8 Kilometer

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Melewati Jl.Jogja-Magelang hingga sampai di ringroad dan berbelok ke arah timur sehingga tidak harus berbalik arah.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : Pagi hari

What to bring : Kamera dan Air Minum

Do : Berperilaku sopan dan berpakaian yang pantas, mengeheningkan cipta sejenak dan berdoa untuk para pejuang dan pahlawan yang telah gugur.

Don't : Memegang atau merusak barang-barang bukti sejarah

Hei Selfie Hunter! Yakin Gak Mau Foto-foto di Hutan Pinus Mangunan?

Selfie sepertinya saat ini sepertinya sudah menjadi salah satu kegiatan wajib yang harus dilakukan saat mengunjungi suatu tempat. Tidak lengkap rasanya jika pulang kembali kerumah tanpa membawa oleh-oleh foto selfie tempat yang kita kunjungi. Jogja punya banyak sekali spot-spot atau tempat menarik yang bisa dijadikan sebagai tempat berselfie ria mulai dari yang merupakan ikon Kota Jogja sampai dengan Hutan Pinus Mangunan ini.

Hutan Pinus Mangunan sebenarnya adalah hutan pinus biasa seperti pada umumnya yang dipenuhi oleh pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi. Namun seperti di Jogja tempat yang biasa bisa menjadi luar biasa. Dengan sedikit kemampuan fotografi dan imajinasi yang tinggi, Hutan Pinus Mangunan ini akan menjadi tempat yang sangat cantik untuk dijadikan lokasi pemotretan. Tidak hanya untuk selfie saja, tetapi Hutan Pinus Mangunan ini sering dijadikan sebagai lokasi foto pre-wedding. Tidak sedikit yang mengatakan bahwa Hutan Pinus Mangunan ini tidak kalah cantik dengan lokasi-lokasi yang sering dijadikan sebagai lokasi syuting drama Korea.

Hutan Pinus Mangunan
Hutan Pinus Mangunan

Salah Satu Tempat Paling Instagramable di Jogja

Kehadiran sosial media seperti Twitter dan Instagram tidak bisa dipungkiri merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam penyebarluasan informasi tentang suatu tempat wisata. Seperti hal dengan Hutan Pinus Mangunan ini. Melalui Instagram tempat ini kemudian menjadi lebih terkenal dan bahkan menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi saat berada di Yogyakarta. Setiap hari terutama pada akhir pekan atau hari libur tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh banyak orang ingin befoto dengan latar belakang jajaran pohon pinus yang cantik untuk kemudian mengunggahnya ke Instagram.

Begitu banyak spot yang disediakan oleh pengelola, sehingga dapat mengekspersikan setiap momen para pengunjung untuk berselfie. Via jogjaempatroda[dot]com

Daun-daun dan buah kering pohon pinus yang jatuh ke tanah justru menjadikan pemandangan semakin cantik karena terlihat seperti permadani yang alami. Sinar matahari yang menembus melalui celah-celah batang pohon pinus akan semakin menambah dramatis foto yang akan kita hasilkan.

Pinus Adalah Lambang Cinta

Banyak yang menyebut pohon pinus sebagai salah satu lambang cinta. Pohonnya yang lurus dan tidak bercabang merupakan harapan semua pasangan yang cintanya ingin selalu lurus-lurus saja dan tidak akan pernah bercabang. Sementara daun pinus yang senantiasa hijau juga diibaratkan sebagai cinta yang diharapkan akan selalu abadi. Selain karena pemandangannya yang cantik, hal tersebutlah yang menjadi alasan kenapa banyak pasangan yang melakukan sesi foto pre-wedding di Hutan Pinus Mangunan ini dengan harapan agar cinta mereka bisa tetap lurus, tidak bercabang, dan selalu abadi.

Namun bagi yang tidak terlalu suka selfie, ada pilihan kegiatan lain yang bisa dilakukan di Hutan Pinus Mangunan ini yaitu dengan bermain ayunan hammock yang dipasang diantara pohon-pohon pinus untuk menikmati ketenangan dan segarnya udara.

Yakin ga mau foto di Hutan Pinus Mangunan?

__

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Setiap hari, 24 jam

HTM : Gratis, biaya parkir Rp 10.000 untuk mobil dan Rp 3.000 untuk motor

Fasilitas: Tempat parkir, Toilet, Mushola , Tempat makan, Gazebo, Tempat berkemah,

Aktifitas: Pemotretan, Bersantai, Escape dari Keramaian Kota.

LOKASI

Alamat : Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.

Website : Review TripAdvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak dari 0 KM Jogja: Jarak Hutan Pinus Mangunan dari O KM Jogja sekitar 26 km dan dapat ditempuh kurang lebih selama 1 jam perjalanan. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana : 

Menuju kesana: Rute yang bisa dipilih untuk menuju ke Hutan Pinus Mangunan adalah melalui Jalan Imogiri Barat atau Imogiri Timur, sampai di pertigaan setelah Pasar Imogiri ambil rute yang kearah Makam-makam Raja Imogiri. Sebelum Makam Imogiri ada pertigaan lalu ambil kearah kanan sesuai dengan petunjuk yang ada. Setelah itu ikuti jalan yang menanjak terus sampai dengan petunjuk berikutnya.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : Golden Hours, Ketika cahaya matahari bersinar dan cukup untuk menerangi foto Anda.

What to bring : Kamera, buku untuk yang suka membaca, baju santai

Do : Menikmati pemandangan alam, berfoto dengan background pohon-pohon pinus yang cantik, bersantai menikmati suasana hutan

Don't : Mencorat-coret pohon, membuang sampah sembarangan

Mengagumi Diorama Jogja Dibalik Lebatnya Hutan Pinus Puncak Becici Dlinggo

Puncak Becici Dlinggo, destinasi wisata yang masih terbilang baru ini mempunyai banyak sekali spot unik yang bisa Anda explore. Tempatnya yang sejuk dan mampu menawarkan pemandangan indah tidak boleh diewatkan begitu aja jika Anda sedang berkunjung ke Jogja.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menikmati keindahan dan keistimewaan Jogja. Mulai dari menikmati romansa dan nostalgia di Malioboro, berpetualangan lava tour ala Rambo sambil menikmati kegagahan Gunung Merapi di Kaliurang, sampai dengan menikmati kecantikan sunset di Parangtritis yang terkenal dengan kemistisannya. Selain tempat-tempat tersebut masih ada satu tempat lagi yang bisa dikunjungi untuk menikmati diorama cantik Jogja, yaitu Puncak Becici yang terletak tidak terlalu jauh dari Kebun Buah dan Hutan Pinus Mangunan tepatnya di Dusun Gunung Cilik, Desa Gunung Mutuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.

Puncak Becici Dlingo
Puncak Becici Dlingo

Dari pertigaan menuju ke Kebun Buah Mangunan kita bisa mengambil jalan lurus melewati Hutan Pinus Mangunan sampai bertemu dengan pertigaan yang terdapat papan petunjuk menuju ke Puncak Becici. Dari pertigaan tersebut belok ke kiri sampai dengan papan petunjuk berikutnya. Spanduk besar bertuliskan “Selamat Datang di Puncak Pinus Becici” akan menyambut kita sebelum kita memasuki kawasan atau area parkir Puncak Becici.

Pemandangan Khas Hutan Pinus

Memasuki kawasan Puncak Becici kita akan suguhi dengan pemandangan pepohonan pinus yang berjajar rapi dan menjulang tinggi. Ditambah dengan udara yang cukup segar dan bersih di kawasan Puncak Becici ini akan membuat siapa saja nyaman dan betah berlama-lama ditempat ini. Namun berbeda dengan Hutan Pinus Mangunan, pohon-pohon pinus yang ada di kawasan Puncak Becici terlihat disadap atau diambil getahnya untuk dijadikan sebagai bahan terpentin. Hasil dari sadapan getah pohon pinus tersebut juga menghasilkan aroma yang sangat khas.

Dikelola Oleh Masyarakat Sekitar

Puncak Becici merupakan salah satu tempat wisata baru di Jogja yang sepenuhnya dikelola oleh masyarakat yang tinggal disekitar kawasan ini. Hanya butuh waktu sekitar 10-15 menit berjalan kaki dari tempat parkir untuk bisa sampai ke Puncak Becici melewati jalan yang cukup rata dan tidak terlalu menanjak. Tanjakan hanya akan kita lalui sesaat sebelum sampai ke puncak. Jalanan menuju ke puncak saat ini tengah diperbaiki dengan menutup tanah dengan bebatuan agar lebih mudah dilalui oleh pengunjung. Selama perjalanan menuju ke puncak kita juga akan menjumpai beberapa kursi sederhana yang terbuat dari pohon pinus yang roboh yang bisa digunakan sebagai tempat beristirahat, ayunan, sampai dengan gazebo.

Persawahan Hijau Dengan Latar Belakang Merapi

Sampai di Puncak Becici kita bisa menyaksikan pemandangan terasering persawahan yang ada dibawah puncak dan perbukitan kecil yang tertutup oleh awan pada pagi hari. Jika cuaca sedang dalam keadaan cerah, Gunung Merapi juga akan menampakan kegagahannya. Sementara itu melihat kearah barat kita bisa menyaksikan Perbukitan Menoreh yang berada di wilayah Kabupaten Kulonprogo. Cara terbaik untuk menikmati semua keindahan yang ada di Puncak Becici ini adalah dengan menaiki rumah pohon yang ada ditempat ini. Dari rumah pohon ini kita bisa mendapat jangkauan pemandangan yang lebih luas.

Namun perlu diperhatikan untuk masalah keselamatannya karena ditempat ini belum ada penjaga atau petugas yang bisa mengawasi seluruh pengunjung yang ada. Selain itu pihak pengelola juga belum menyediakan alat keselamatan bagi pengunjung yang ingin naik ke panggung atau rumah pohon tersebut. Namun bagi yang punya phobia atau punya ketakutan dengan ketinggian, ditempat ini juga tersedia kursi-kursi kayu yang bisa digunakan untuk menikmati indahnya pemandangan sambil merasakan segarnya angin yang sepoi-sepoi. Sementara pada sore hari kita bisa menantikan pemandangan matahari terbenam yang cantik karena bukit ini menghadap kearah barat.

Harga Tiket Puncak Becici Dlinggo

Bagi rekan - rekan yang ingin berkunjung ke Puncak Becici, rekan rekan akan dikenakan biaya masuk untuk parkir saja. Yaitu sejumlah Rp. 10.000 untuk parkir mobil dan Rp. 3.000 untuk parkir motor.

Fasilitas di Puncak Becici Dlinggo

Adapun beberapa fasilitas yang di sediakan adalah seperti berikut:

Aktifitas di Puncak Becici Dlinggo

Adapun beberapa aktifitas yang dapat dilakukan di Puncak Becici Dlinggo adalah seperti menikmati Sunset, menikmati peandangan alam, tackking dan melihat kebuh buah.

Jarak Puncak Becici dari 0 Km Jogja

Jarak dari 0 KM Jogja: Jarak Puncak Becici dari O KM Jogja sekitar 28 km dan dapat ditempuh kurang lebih selama 1 jam perjalanan. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Rute Menuju Puncak Becici Dlinggo

Rute yang bisa dipilih untuk menuju ke Puncak Becici adalah melalui Jalan Imogiri Barat atau Imogiri Timur, sampai di pertigaan setelah Pasar Imogiri ambil rute yang kearah Makam-makam Raja Imogiri. Sebelum Makam Imogiri ada pertigaan lalu ambil kearah kanan sesuai dengan petunjuk yang ada. Setelah itu ikuti jalan yang menanjak terus sampai pertigaan menuju ke Kebun Buah Mangunan kita bisa mengambil jalan lurus melewati Hutan Pinus Mangunan sampai bertemu dengan pertigaan yang terdapat papan petunjuk menuju ke Puncak Becici. Dari pertigaan tersebut belok ke kiri sampai dengan papan petunjuk berikutnya

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Maps :

Kamu yang Tinggal di Ring of Fire! Kenali Pentingnya Ilmu Kegunungapian di Museum Gunung Api Merapi

Museum Gunung Api Merapi adalah sebuah museum yang akan memberikan Anda pengalaman mempelajari peristiwa kegunungapian melalui berbagai bentuk dan rupa alat peraga. Tentu saja belajar langsung dengan mengunjungi Museum Gunung Api Merapi merupakan momen yang berharga dibandingkan harus menelan mentah-mentah isi ensiklopedia.

Ketika menapakkan kaki di Yogyakarta, tentu ada sebuah pemandangan yang umum kita temukan saat matahari sedang cerah-cerahnya. Apabila kita melayangkan pandangan ke sisi utara, maka kita akan disambut oleh sosok Gunung Merapi yang gagah nan perkasa. Bagi penduduk sekitar, Gunung Merapi yang notabene merupakan salah satu gunung berapi yang teraktif di Nusantara menyajikan pemandangan yang indah namun terkadang juga menimbulkan resah tatkala sedang berada dalam siklus letusan. Masih lekat dalam ingatan kita tentang peristiwa letusan Gunung Merapi di 2006 dan 2010 yang cukup menggemparkan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.

Museum Gunung Api Merapi
Museum Gunung Api Merapi

Bukan sekedar bersenang-senang semata, memilih museum sebagai pilihan lokasi wisata juga dapat menambah wawasan kita serta buah hati maupun para keponakan yang ikut serta dalam perjalanan. Terlebih lagi memutuskan untuk mengunjungi Museum Gunung Api Merapi, sebuah bangunan yang erat dengan pengetahuan-pengetahuan kegunungapian yang dikemas dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Bangunan 2 lantai yang berlokasi di wilayah Hargobinangun ini beroperasi secara resmi sejak tahun 2010. Hanya perlu menempuh 1 jam perjalanan (via Jalan Palagan), pengetahuan tentang kegunungapian berhasil kita dapatkan di Museum Gunung Api Merapi yang terletak sejauh 26 kilometer dari pusat kota. Sesampainya di sana, kita hanya perlu membayar tiket sebesar Rp.8000,- (tiket masuk dan tiket film) di sebelah kiri pintu masuk.

Mengajak si Kecil Belajar dengan Berwisata

Setelah masuk ke dalamnya, kita bisa mendapatkan gambaran secara langsung tentang Gunung Merapi melalui sebuah miniatur di tengah ruangan. Setelah itu dapat kita saksikan tentang berbagai informasi dan fakta tentang letusan-letusan yang terjadi di Gunung Merapi serta berbagai informasi dasar tentang vulkanologi secara sederhana. Berkunjung ke Museum Gunung Api Merapi bukanlah langkah yang sia-sia, karena selain aspek edukasi lokasi ini juga terletak berdekatan dengan Kaliurang yang juga menyimpan banyak potensi wisata di dalamnya. Tentunya, sebagai masyarakat yang tinggal dalam wilayah Ring of Fire, pengetahuan-pengetahuan tentang gunung berapi layak untuk diberikan perhatian tersendiri.

Informasi-informasi tersebut dikemas dengan menggunakan berbagai macam bukti hasil letusan Gunung Merapi maupun peraga yang dapat kita saksikan dengan mata kepala kita sendiri. Berbagai alat peraga tersebut berfungsi agar kita dapat membayangkan tentang kondisi nyata yang terjadi di lapangan pada saat detik-detik terjadinya sebuah bencana. Hal ini tentunya juga sangat menarik bagi sang buah hati melihat berbagai macam peraga yang interaktif beroperasi sehingga si kecil dapat bermain sambil belajar. Belum lagi ketika kita dihadapkan dengan tayangan Mahaguru Merapi yang menghibur dan membuat kagum namun sekaligus dapat meningkatkan pemahaman kita tentang peristiwa kegunungapian.

Ring of Fire

Tinggal di Indonesia yang notabene adalah sebuah negara kepulauan yang terletak di kawasan dengan pertemuan beberapa lempeng bumi menyebabkan wilayah negara ini rentan dengan bencana gempa bumi serta letusan gunung berapi. Karena resiko tersebut lah maka pengetahuan yang bersifat umum tentang kegunungapian harus sedikit kita perdalam sebagai bekal penanganan dan keilmuan. Tentunya rasa malas akan mudah muncul ketika kita harus kembali membuka buku-buku saat kita masih sekolah dulu.

Oleh karena itu, mengunjungi Museum Gunung Api Merapi merupakan salah satu alternatif cara untuk mempelajari berbagai aspek kegunungapian serta dampak berada di kawasan ring of fire ini dengan cara yang menyenangkan.(*)

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Selasa - Minggu, 08.00 – 15.30

HTM : 

Fasilitas : Rest area, toilet, areal parkir, dan pelataran yang sangat luas, gazebo, kafetaria, serta gedung teater.

LOKASI

Alamat : Jl. Boyong, Dusun Banteng, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Indonesia

Telepon : +62 274 868405

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak ke Museum Gunung Api Merapi dari pusat kota jogja kurang lebih 25km dengan jarak tempuh 45-60 menit. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Akses menuju Museum Gunung Api Merapi terbilang cukup mudah, hal ini dikarenakan Museum Gunung Merapi terletak satu jalur dengan kawasan wisata Kaliurang. Dari arah Yogyakarta, silakan Anda menyusuri Jalan Kaliurang. Kurang lebih 20 km perjalanan, Anda berbelok ke arah kiri, dan ikuti jalan menuju obyek wisata Kaliurang dari pintu masuk sebelah barat (Jalan Boyong). Tak berapa lama Anda akan menemukan gerbang masuk kawasan wisata Kaliurang. Silakan Anda belok kanan, Museum Gunung Merapi terletak persis di ujung jalan tersebut.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : Pada siang hari sehingga dapat melanjutkan kegiatan sore hari dengan mengunjungi Kaliurang.

What to bring : Jaket, karena udara akan cukup dingin terlebih saat memutuskan untuk mengunjungi Kaliurang.

Do : 

Sendratari Ramayana: Sajian Romantisme Rama dan Shinta Dalam 120 Menit yang Membuatmu Nyaris Tak Berkedip!

Tidak melulu tentang peninggalan sejarah dan megahnya konstruksi arsitektur, Candi Prambanan juga memiliki sebuah pagelaran megah bernama Sendratari Ramayana Prambanan yang dilangsungkan dalam periode tertentu di setiap tahunnya. Hidup di masa yang menyajikan berbagai pilihan hiburan melalui akses internet, tentu tidak ada salahnya kita menyaksikan betapa dramatisnya kisah perjalanan Rama menyelamatkan Dewi Shinta yang diculik oleh Rahwana dalam balutan tarian, musik, dan drama tanpa dialog.

Kita dapat menyaksikan Sendratari Ramayana Prambanan pada tanggal-tanggal tertentu yang telah ditentukan oleh penyelenggara. Bertempat di Candi Prambanan yang terletak sekitar 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, tentunya dengan menempuh perjalananan selama 30-an menit via Jl Jogja-Solo setimpal dengan kepuasan yang kita peroleh di sana. Untuk mendapatkan hak menyaksikan pagelaran ini, kita perlu mengeluarkan biaya antara 125.000-375.000 rupiah sesuai dengan kelas yang kita inginkan. Tidak perlu ragu tentang nominal uang yang harus dibayarkan, pengalaman dalam menyaksikan Sendratari Ramayana Prambanan tentu bernilai jauh lebih tinggi dari yang harus anda bayarkan.

Sendratari Ramayana Prambanan
Sendratari Ramayana Prambanan

Panggung Megah Beratapkan Langit Malam

Panggung untuk pagelaran ini sendiri dilangsungkan di dua venue yang berbeda sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh pengelola. Pada musim hujan, pagelaran Sendratari Ramayana Prambanan akan dilangsungkan di dalam ruangan sedangkan pada musim kemarau pagelaran ini akan dilangsungkan di luar ruang. Sangat disarankan untuk menyaksikan pagelaran ini pada musim kemarau untuk memaksimalkan pengalaman kita dalam menyaksikan dan meresapi kisah cinta Rama dan Sinta.

Beberapa menit sebelum dimulainya pertunjukan, mata kita akan dibuat terkesima oleh panggung megah berlatarkan Candi Prambanan. Sebuah adegan di luar skenario yang tentunya akan menarik minat kita untuk berfoto-foto ria sebelum pertunjukan dimulai. Tentunya jangan lupa untuk membawa jaket maupun scarf yang dapat menghangatkan tubuh untuk berjaga-jaga dari dinginnya terpapar angin malam di luar ruangan.

Rangkaian Episode Tentang Cinta dan Perjuangan

Tidak perlu menghitung tentang berapa kali kita berdecak kagum dengan apa yang kita saksikan. Selama 120 menit sejak adegan pertama dimulai, kita akan tersihir untuk menatap lekat-lekat lekuk tubuh dan tarian serta alur cerita yang begitu menyentuh pikiran hingga akhirnya tersadar saat akhirnya Rama dan Shinta kembali dipersatukan. Sendratari Ramayana Prambanan begitu magis dalam benak kita sehingga tanpa tersadar kita dapat meresapi setiap sekuens dan terbawa oleh berbagai emosi yang muncul secara bergantian.

Bersiaplah untuk menyaksikan bagaimana Hanoman yang gagah perkasa membalik keadaan secara dramatis ketika membakar Alengka saat sebelumnya Hanoman lah yang hendak dibakar. Jangan mengharapkan visual effect yang tercipta oleh teknologi, adegan bakar membakar di sini jauh lebih seru dibandingkan dengan tipuan mata semacam itu. Api yang digunakan benar-benar panas dapat menjalar sehingga hal ini tentunya dapat membuat kita sangat takjub ketika menyaksikan tentang sebuah pagelaran hasil penggabungan antara budaya tarian dan lelantun jawa dengan sejarah kisah cinta Rama dan Shinta.

Sudah cukup spoiler tentang adegan-adegan yang mungkin muncul, alangkah serunya untuk menyaksikan kisah cinta Rama dan Shinta secara langsung melalui Sendratari Ramayana Prambanan. Setidaknya luangkanlah 120 menit saja dalam seumur hidup untuk menjadi saksi megahnya Sendratari Ramayana. (*)

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Pukul 19.30-21.30

HTM : 

Event Khusus :

LOKASI

Alamat : JL.Jogja - Solo, Km.16 Boko Harjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta.

Telepon : +62 274 496408

Website : www.visitramayana.com & Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

17 Kilometer

Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Menempuh perjalananan selama 30-40 menit via Jl Jogja-Solo

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : 30 menit sebelum pertunjukan dimulai.

What to bring : Jaket dan Scarf untuk menahan dinginnya malam.

Do : 

Don't : Menggunakan flash dalam kegiatan foto-foto karena akan mengganggu penonton yang lain

Kebun Buah Mangunan: Menanti Fajar Diatas Awan

Kebun Buah Mangunan - Merasakan sensasi berada di atas awan biasanya hanya dapat kita rasakan saat berada di puncak gunung. Namun di Kebun Buah Mangunan, tanpa harus mendaki  ke puncak gunung sekalipun kita bisa merasakan sensasi negri di atas awan. Jika sedang bertandang ke Jogja, tidak ada salahnya jika kita datang ke Kebun Buah Mangunan pada pagi hari menjelang fajar. Kebun Buah Mangunan terletak di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul yang bisa ditempuh kurang lebih selama 1 jam perjalanan dari Kota Jogja dengan menggunakan kendaraan pribadi. Namun ada yang perlu diingat sebelum pergi ke Kebun Buah Mangunan kita terlebih dahulu harus mempersiapkan kendaraan kita karena jalanan yang akan dilalui dominasi oleh jalanan kecil yang menanjak. Selama perjalanan, terutama setelah melewati pertigaan Imogiri kita akan disuguhi oleh pemandangan pepohonan dan perbukitan yang sangat cantik. Pastikan kamera dalam posisi standby karna sangat rugi jika melewatkan momentum ini.

Kebun Buah Mangunan
Kebun Buah Mangunan

Perjuangan Menuju Gardu Pandang

Sebenarnya sudah tersedia parkir baik untuk sepeda motor dan mobil didekat gardu pandang, namun jalan menuju kesana cukup kecil dan menikung dengan aspal yang tidak terlalu bagus. Jika merasa ragu kendaraan kita terutama mobil tidak mampu untuk menanjak, kita bisa memarkir kendaraan kita didekat kolam besar sebelum jalan naik menuju ke gardu pandang. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati jalan pintas yang sudah dicor sampai menuju ke gardu pandang. Hati-hati dalam melangkah, jika berkunjung subuh-subuh yang relatif masih gelap karna ada bebarapa anak tangga yang licin oleh tanah basah.

Selama perjalanan menuju ke gardu pandang kita akan disuguhi suara-suara binatang hutan seperti tonggeret yang terasa begitu menenangkan. Okestra alam ini tidak akan anda temui di kota-kota besar, tidak ada salahnya jika duduk sejenak dan menikmati alunan alam yang begitu menentramkan. Jika dirasa sudah cukup tenang, segera lanjutkan perjalanan anda menuju gardu pandang. Tenang saja, and tidak perlu khawatir akan keeahan, karena jalan yang dilalui cukup landai dan tidak begitu sulit bahkan untuk anak-anak sekalipun. Waktu yang diperlukan untuk berjalan kaki sampai di gardu pandang kurang lebih hanya sekitar 15 menit. Namun jika merasa kondisi kendaraannya cukup baik, kita bisa membawa kendaraan kita sampai tempat parkir yang berada diatas dan bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki beberapa meter saja.

Matahari Terbit Diatas Awan

Kebun Buah Mangunan berada di Pegunungan Sewu yang menyajikan pemandangan alam yang hijau. Dibawahnya juga mengalir Sungai Oya yang seolah-olah membelah perbukitan tersebut. Warna air Sungai Oya ini selalu berubah-ubah tergantung musim. Pada musim penghujan airnya akan berwarna kuning keruh, sementara pada musim kemarau air sungai tersebut akan berubah menjadi hijau tosca yang nampak seperti ular hijau raksasa yang sedang melintas. Lalu jika kita melihat leih cermat maka akan tampak dari kejauhan sebuah  Jembatan Gantung Selopamioro yang juga tak kalah hits untuk menjadi spot foto favorit di kalangan anak-anak Instagram Jogja.

Untuk bisa menyaksikan cantiknya matahari terbit beserta gumpalan awan yang menutupi perbukitan, kita harus sudah sampai di Kebun Buah Mangunan pada saat Subuh. Jika datang lebih siang awan-awan tersebut tentu saja sudah mulai menghilangkan dan kita akan terlewatkan pemandangan sunrise yang cantik tentunya. Namun tidak perlu khawatir, datang ke Kebun Buah Mangunan ini kita tetap bisa menyaksikan pemandangan yang masih tetap cantik. Selain itu udaranya yang segar juga bisa membuat siapa saja betah untuk berlama-lama ditempat ini.

Sesuai dengan namanya, ditempat ini kita juga bisa melihat berbagai jenis tanaman buah mulai dari mangga, rambutan, jambu air, jeruk, sawo, duku, manggis, matoa, kelengkeng, jambu biji, cempedak, belimbing sampai durian. Namun buah-buah tersebut hanya bisa kita jumpai pada musim-musim tertentu saja. Mungkin anda perlu mencari informasi musim panen pada buah tertentu agar bisa berkunjung ke Kebun Buah Mangunan untuk melihat sunrise dan memanen buah favorite anda.

Apabila anda ingin menikmati suasana di Kebun Buah Mangunan hingga larut malam, tenang saja disini juga tersedia penginapan yang bisa digunakan untuk bermalam. Kebun Buah Mangunan ini adalah salah satu tempat favorit mahasiswa-mahasiswa Jogja untuk mengadakan malam keakraban dan juga berkumpul komunitas. Semakin ingin mendatangi objek wisata yang cantik dan segar ini bukan?

Tidak hanya Keraton yang sarat akan budaya dan sejarah atau Pantai Indrayanti yang romantis, Jogja juga punya wisata alam yang cantik seperti Kebun Buah Mangunan ini.

Author : Nova Aristianto | Editor : Ajeng Darmista

INFORMASI WISATA

Waktu Operasional : Setiap hari, pukul 05.00 – 17.00

HTM : Rp 5.000/orang

Fasilitas:  Tempat parkir, Toilet, Mushola, Penginapan, Tempat makan, Tempat bermain anak, Aula, Gazebo, Tempat berkemah, Tempat Pemancingan, Kebun binatang mini

Aktifitas: Menikmati sunrise, menikmati pemandangan alam, Trekking, melihat kebun buah

LOKASI

Alamat : Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.

Telepon:  (0274) 6460182 & 6460236

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak Kebuh Buah Mangunan dari O KM Jogja sekitar 23 km dan dapat ditempuh kurang lebih selama 1 jam perjalanan tergantung kondisi lalu lintas dan jenis kendaraan yang dipakai. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Rute yang bisa dipilih untuk menuju ke Kebun Buah Mangunan adalah melalui Jalan Imogiri Barat atau Imogiri Timur, sampai di pertigaan setelah Pasar Imogiri ambil rute yang kearah Makam-makam Raja Imogiri. Sebelum Makam Imogiri ada pertigaan lalu ambil kearah kanan sesuai dengan petunjuk yang ada. Setelah itu ikuti jalan yang menanjak terus sampai dengan petunjuk berikutnya.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Trip Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

REKOMENDASI TRIPJOGJA

Best Time to Visit : Subuh, sebelum jam 05.00 pagi.

What to bring :  Jaket & senter (kalau datang pagi hari), Kamera.

Do : Menikmati pemandangan alam, berfoto dengan background awan yang menutupi perbukitan

Don't : Melewati atau memanjat pagar pembatas yang ada di gardu pandang, membuang sampah sembarangan.

Pantai Depok: Nikmatnya Menyantap Hidangan Laut Segar Hasil Tangkapan Sang Nelayan

Selain pesona alam, deretan pantai di selatan Yogyakarta juga menyimpan potensi kuliner yang tidak kalah menarik untuk dicoba. Pantai Depok misalnya, pantai yang berlokasi sangat dengat dengan Pantai Parangtritis ini menyajikan pesona wisata kuliner yang memikat lidah kita kala berkunjung ke sana. Berbagai macam sajian seafood yang masih segar hasil keringat dari para nelayan di sekitar sana dapat menyembuhkan rasa lapar yang sering muncul saat sedang berwisata.

Terletak di bagian selatan Daerah Istimewa Yogyakarta tepatnya di Kabupaten Bantul, Pantai Depok merupakan salah satu alternatif tujuan wisata yang dapat kita kunjungi ketika berada di Yogyakarta. Kita hanya perlu menempuh jarak sekitar 47 Kilometer dari pusat kota menuju ke arah selatan melalui Jalan Parangtritis. Hadir dengan kondisi jalan yang cukup mulus, apabila lalu lintas sedang cukup lenggang kita dapat sampai di Pantai Depok dengan menempuh 45-60 menit perjalanan. Waktu yang cukup lama bagi kita untuk membayangkan lezatnya menyantap ikan segar selama berada dalam perjalanan.

Pantai Depok
Pantai Depok

Sesampainya di Pantai Depok, mata kita akan melihat banyak kapal nelayan bertengger di pinggir pantai. Kapal-kapal inilah yang menjadi sarana dan harapan hidup para nelayan dalam berburu ikan dan hewan laut lainnya yang dapat mengobati kita dari rasa lapar. Kapal-kapal ini menjadi saksi sepak terjang dan kerja keras para nelayan yang nantinya dapat kita nikmati dengan sambal, nasi, dan lalapan.

Olahan Seafood Pantai Depok yang Masih Segar

Pantai Depok menjadi salah satu rekomendasi lokasi wisata untuk melepas lelah selepas kunjungan ke Pantai Parangtritis dan ber-sandboarding ria di Gumuk Pasir Parangkusumo. Hal ini dikarenakan keahlian para pengusaha lokal dalam meramu sajian yang menggugah selera dan dapat mengobati rasa lapar kita. Pantai Depok yang juga memiliki TPI (Tempat Pelelangan Ikan) ini dipenuhi oleh berbagai warung makan yang menyajikan olahan seafood yang masih segar dengan harga yang terjangkau.

Kita dapat memilih lokasi santap siang secara acak di tempat ini karena rata-rata pemilik warung telah diberkati dengan keterampilan memasak yang memanjakan lidah kita. Dari mulai kepiting, udang, kakap, cumi-cumi, cakalang, dan berbagai macam ikan lainnya dapat kita nikmati dalam bentuk yang sudah matang di Pantai Depok. Namun sedikit tips dari kami adalah untuk memilih lokasi yang cukup ramai sehingga kita mendapatkan siklus ikan laut yang masih segar karena saking banyaknya pelanggan. Lebih baik sedikit mengantri untuk mendapatkan kualitas bukan? Apabila kita masih merasa ragu dengan keterampilan pemilik warung dalam memasak ikan, kita juga dapat membeli ikan mentah secara langsung dari para nelayan maupun penjual ikan untuk kemudian dimasakkan di warung-warung yang tersedia.

Apabila kita terlalu lama dalam menunggu antrian makanan, kita pun dapat melihat sekitar untuk menghilangkan rasa bosan. Sebeum rasa lapar menurunkan mood anda, Pantai Depok juga menjajakan berbagai macam cemilan dan makanan ringan yang dapat kita beli sebagai penunda rasa lapar.

Jogja Air Show

Selain sajian makanan yang menggugah selera, Pantai Depok juga memiliki sebuah event yang dapat membuat kita berdecak kagum. FASI (Federasi Aero Sport Indonesia) DIY memiliki kegiatan tahunan bertajuk ‘Jogja Air Show’ yang diisi dengan pertunjukan terjun payung, paralayang, gantole, paramotor, serta aeromodelling yang sangat menakjubkan. Tidak hanya dari dalam negeri, atlet-atlet aero sport dari negara-negara lain pun turut berpartisipasi dalam kegiatan tahunan ini. Tentunya kita perlu menyiapkan kacamata hitam agar mata kita tidak terlalu lelah karena mentap langit secara langsung saat matahari sedang terik-teriknya.

Tidak hanya memuaskan jiwa dan mata, deretan pantai di Selatan Yogyakarta juga menyajikan kepuasan bagi lidah anda. Pantai Depok lah yang menjadi tuan rumahnya.(*)

Author : Pradipta Akoso | Editor : Ajeng Darmista

Waktu Operasional : Setiap hari, mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB

HTM : Retribusi Kendaraan dan Perorangan (Rp.5000/kepala)

Fasilitas:  Kamar Mandi, Rumah Makan, Pasar Ikan, Mushola

Aktifitas:

Event Khusus : Jogja Air Show

Alamat : Jalan Pantai Depok, Parangtritis, Kecamatan Bantul, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta,

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Jarak tempuh dari No Kilometer Yogyakarta ke Pantai Depok kurang lebih 28 km, Dengan Estimasi Waktu tempuh 45 - 60 menit. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju Kesana :

Untuk sampai pada lokasi Pantai Depok, Anda bisa menggunakan jalur menuju Pantai Parangtritis dan sebelum sampai pada Pantai Parangtritis belok ke kanan menelusuri pantai. Atau dengan jalur lain yaitu sebelum Anda memasuki portal pembayaran akomodasiPantai Parangtritis, Anda belok ke kanan dan mengikuti jalan aspal langsung menuju pantai Depok.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

Best Time to Visit :

What to bring :  Tisu basah dan Hand Sanitizer

Do : Mengunjungi Pantai Parangtritis sebelum melepas lelah sambil mengisi tenaga di Pantai Depok.

Don't :