Ad
Ad
Ad
Travel Tips

Tips Menawar Harga di Malioboro & Pasar Beringharjo.

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Berkunjung ke kawasan Malioboro dan Pasar Beringharjo tentunya akan menggugah ketertarikan kita terhadap berbagai macam barang-barang yang diperjualbelikan di tempat tersebut. Selain untuk oleh-oleh, kadang kita juga merasa bahwa satu-dua barang yang dijual mungkin akan tampak lucu diletakkan di meja kerja atau dikenakan sendiri. Namun tentunya sebagai seorang pendatang, kita merupakan pihak yang berpotensi tinggi untuk terjerat dengan permainan harga dari para penjual yang menjajakan barang dagangannya jauh di atas normal. Oleh karena itu, tripjogja akan memaparkan sejumlah tips berbelanja ngirit di Malioboro dan Pasar Bringharjo.

1. Mengaku Sebagai Penduduk Lokal

Dengan mengaku sebagai penduduk lokal, kita akan terhindarkan dari permainan harga pada penjual. Sudah bukan merupakan rahasia lagi bahwa di wilayah-wilayah ramai wisatawan yang padat pedagang menganggap para wisatawan sebagai pasar potensial untuk meraup keuntungan sebesar mungkin.

2. Menggunakan Bahasa Jawa

Sebisa mungkin gunakanlah bahasa jawa untuk menawar harga karena tidak mungkin kita mengaku sebagai penduduk asli Jogja namun sama sekali tidak menguasai bahasa jawa bukan? Apabila memang sama sekali tidak menguasainya, mungkin kita dapat meminta tolong guide, teman, atau sanak saudara yang dapat berbahasa jawa. Karena seringnya, pedagang akan memberikan harga miring atau lebih murah, jika Anda berbahasa daerah sama dengannya, karena adanya ikatan kesukuan yang kuat.

3. Menawar Sejumlah 70% Dari Harga yang Ditawarkan

Sebagai patokan agar terhindar dari permainan harga, kita dapat menawar sejumlah 70% dari harga yang ditawarkan. Berpatokan pada hitungan ini, pada umumnya kita akan mendapatkan harga yang cukup rasional untuk sebuah barang idaman kita. Tentunya kita dapat menekan harga dengan lebih lagi ketika melakukan pembelian dengan kuantitas yang cukup banyak, Namun kita harus tetap ingat walaupun mencari harga semurah mungkin namun kita harus memperhatikan etika dalam tawar-menawar harga dan jangan sampai melukai hati sang penjual.

4. Datang di Pagi Hari

Dengan menjadi pembeli pertama bagi sang penjual, maka transaksi yang kita lakukan pada umumnya akan dianggap sebagai penglaris oleh sang penjual. Para penjual di Malioboro dan Pasar Bringharjo cenderung menganggap pembeli pertama sebagai ‘biang rezeki’ mereka di hari tersebut oleh karena itu tawar menawar harga akan semakin mudah. Biasanya ketika transaksi berhasil terjadi sang penjual akan menepuk-nepukkan uang yang kita bayarkan di barang dagangannya untuk menularkan rezeki.

5. Janji ‘Palsu’

Kita dapat mengatakan pada sang penjual bahwa dalam kunjungan lain hari kita pasti berkunjung ke lapaknya lagi. Dengan melakukan hal ini, pada umumnya para penjual akan luluh hatinya karena merasa akan mendapatkan langganan di lapaknya. Namun usahakan juga  untuk mengingat lokasi pelapak korban janji manis kita karena bagaimanapun juga janji adalah janji yang sebisa mungkin harus kita tepati. Tidak ada salahnya juga bukan? Apalagi ketika barang yang kita beli memang memiliki kualitas yang tinggi.

6. Poker Face

Jurus pamungkas dari tawar menawar di Malioboro dan Pasar Beringharjo adalah : Bersikap seolah kita tidak begitu tertarik pada barang yang ditawarkan. Apabila tidak kunjung juga menemui kesepakatan soal harga kita dapat meninggalkan lapak tersebut dengan harapan bahwa sang penjual akan luluh hatinya dan memanggil kita untuk kembali. Namun apabila sang penjual tidak melakukan hal tersebut, kita tidak perlu sedih dan menangis seolah kehilangan seorang pasangan karena masih banyak penjual barang serupa bertebaran. Kita dapat menguji peruntungan dan tips dari tripjogja di lapak lain yang serupa. Kita juga tidak perlu datang kembali ke lapak yang kita tinggalkan tadi karena sudah barang tentu penjual tadi akan terkekeh sambil merasa bahwa dialah yang memenangkan pertarungan tentang harga.

 

Author : Pradipta AkosoEditorAjeng Darmista

Tulis Komentar