Ad
Ad
Ad

Tak perlu ke Singapura, Yogyakarta memiliki kawasan yang serupa Orchad Road dengan muatan lokal yang memunculkan rindu dan nostalgia. Ya, kita mengenal kawasan tersebut dengan nama Jalan Malioboro.

Berkunjung ke Yogyakarta tak akan lengkap tanpa menunjungi Malioboro Jogja. Sebuah kawasan yang menjadi lahan bagi para pedagang kecil untuk menjajakan berbagai macam barang. Terletak di posisi yang strategis, kawasan Malioboro dapat dijangkau dengan mudah karena terletak di pusat kota. Berbatasan langsung dengan kawasan Benteng Vredeburg dan Nol Kilometer, tentunya tak akan sulit untuk menemukan kawasan ini. Kawasan Malioboro terletak di selatan Stasiun Tugu, sebuah kawasan jalan satu arah yang  merupakan perpaduan antara kawasan belanja tradisional dan modern.

malioboro jogja, paket tour jogja, paket wisata jogja
Malioboro, dari jaman dulu hingga saat ini selalu identik dengan lampu jalan yang khas. Kini semakin menyenangkan dengan perlebaran area pedestrian. Sehingga para pejalan kaki bisa lebih nyaman untuk menikmati suasana di jalan Malioboro

Pusat Cinderamata dan Pernak-Pernik Murah Yang Jogja Banget

Sesampainya di Malioboro, mata kita akan menangkap banyak hal mulai dari kehadiran berbagai department store yang menjulang maupun pedagang-pedagang pinggir jalan yang menjual aneka rupa cinderamata karya pengerajin lokal. Berbagai buah tangan untuk sanak saudara mudah didapatkan di kawasan ini dari mulai batik, kaos, blangkon, wayang, gantungan kunci, serta berbagai penak pernik lain yang berciri khas Yogyakarta. Tentunya sanak saudara di rumah mengharapkan sedikit cinderamata dari kita yang usai berkunjung ke Yogyakarta bukan?

malioboro jogja, paket wisata jogja, paket tour jogja
Batik dalam berbagai kemasan produk, seperti baju, ceana, sandal, tas dll, menjadi produk seouvenir yang paling banyak dicari para pelancong dari luar kota. Selain murah, ke-otentikan batik dari Jogja menjadi hal yang disenangi.

Jalan-jalan murah tanpa biaya retribusi. Tapi tetap waspadai oknum parkir di saat musim liburan.

Tidak perlu memikirkan soal biaya retribusi, berkunjung ke Malioboro tidak dipungut biaya sama sekali. Semua yang kita saksikan di Malioboro gratis tanpa retribusi, Untuk dapat berkunjung ke tempat ini kita hanya perlu mempersiapkan sekian ribu rupiah untuk keperluan parkir. Namun berhati-hati, dalam momen liburan panjang terkadang ada beberapa oknum parkir nakal yang menaikkan harga parkir secara dadakan. Ketika berkunjung ke Malioboro, kita dituntut untuk pandai-pandai menawar harga sehingga mendapatkan harga yang paling murah. Tentunya kita harus menghemat pengeluaran sehingga budget oleh-oleh tidak membengkak. Karena sungguh menyenangkan apa bila kita berhasil memenangakan harga tawar dengan sang penjual, sungguh kepuasan tersendiri yang patut Anda rasakan.

Dalam momen liburan panjang terkadang ada beberapa oknum parkir nakal yang menaikkan harga parkir secara dadakan. Ketika berkunjung ke Malioboro, kita dituntut untuk pandai-pandai menawar harga sehingga mendapatkan harga yang paling murah.

Malioboro Yogyakarta
Per 2016, Malioboro sudah bebas parkir kendaraan bermotor. Semua kendaraa bermotor hanya bisa parkir di jalan kiri atau kanan jalan utama Malioboro, seperti Jl. Pajeksan, Dagen, Perwakilan, Abu Bakar Ali, atau di Jl. Senopati. Di musim liburan, waspadai oknum parkir yang sesuka hati menaikkan biaya parkir.

Sajian Pinggiran dan Alunan Suara Musisi Jalanan

Ini nih yang bikin Malioboro selalu ngangenin. Ketika matahari perlahan tenggelam dan hari berganti malam, para pedagang asongan pun “berganti shift” dengan para penjaja makanan. Pinggiran Jalan Malioboro akan disulap menjadi sebuah pasar jajanan camilan dan kuliner pada malam hari. Tentu saja malam hari bukan waktu yang terlalu tepat untuk berburu cinderamata karena mayoritas penjaja cinderamata beraksi di siang hari. Namun pada malam hari kita akan melewatkan waktu dengan hiburan nada dan irama yang dilantunkan oleh para musisi jalanan. Sambil duduk dan menikmati sajian kuliner, tentunya nyanyian para musisi jalanan dapat memunculkan suasana yang romantis sekaligus haru.

malioboro destinasi wajib wisata jogja
Salah satu sudut jalan Malioboro, tepat di depan Gedung Agung. Setiap malam area ini digunakan sebagai tempat ngumpul dari banyak komunitas anak muda dan seniman.

Malioboro, Titik Nol-nya Jogja. Ke Obyek Wisata Manapun Tak Terlalu Jauh.

Berkunjung ke kawasan Malioboro merupakan sebuah solusi tepat untuk kunjungan yang terbatasi oleh waktu. Hal ini dikarenakan lokasi Malioboro sangat strategis dan mudah dikombinasikan dengan berbagai pilihan objek wisata lain. Berbagai paket wisata jogja yang bertebaran di Internet dan hampir semua menawarkan Malioboro sebagai “gong” Anda saat jalan-jalan ke Jogja. Nah, kalo mau berbelanja berbagai macam jenis sandang maupun batik-batik yang murah namun berkualitas, Pasar Beringharjo jadi jawabnya. Penasaran dengan benteng peninggalan Belanda yang penuh nilai estetika? Kunjungi aja Benteng Vredeburg terletak di penghujung Jalan Malioboro. Sekedar ingin selfie yang ‘Jogja Banget’? Nol Kilometer dapat menjadi pilihan tepat. Berbagai penginapan dengan varian kelas yang berbeda pun tersedia di kawasan ini menyesuaikan budget yang anda miliki.

Berbelanja & menikmati romantisme Jogja adalah 2 tujuan utama para pelancong ke Malioboro.

Untuk kalian yang pernah meluangkan hidup di kota ini, Malioboro tentunya membawa haru tersendiri. Sedangkan untuk kalian yang pernah berkunjung ke tempat ini, Malioboro seperti magnet yang menarik kalian untuk datang kembali. Untuk kalian yang belum pernah ke tempat ini, tunggu apa lagi? Temukan pilihan paket tour jogja kekinian dari Tripjogja (*)

__

Author : Pradipta AkosoEditorAjeng Darmista


Tripjogja™ – Info Tempat Wisata di Jogja
Malioboro Jogja

Waktu Operasional : Mulai pagi hari hingga malam hari, malioboro selalu terbuka untuk semuanya.

HTM : Gratis tanpa ada loket retribusi

Fasilitas: Malioboro dilengkapi dengan banyak tempat duduk sehingga saat Anda lelah berjalan, Anda bisa beristirahat sejenak sembari mencicipi aneka makanan yang dijajakan sepanjang Jalan Malioboro. Saat ini Malioboro sudah melengkapi fasilitas pejalan kaki dengan Lampu Penyebrangan, sehingga pejalan kaki dapat menyebrang dengan aman di Jalan Malioboro yang selalu padat.

Aktifitas:

  • Jalan-jalan santai, menyusuri Jalan Malioboro dan menjadi saksi kearifan lokal yang muncul di kawasan tersebut.
  • Menikmati sudut bangunan-bangunan tua yang menjadi hasil warisan budaya.
  • Belanja cinderamata
  • Berkunjung di siang hari dan temukan berbagai opsi cinderamata untuk sanak dan saudara di rumah dengan pilihan barang serta harga yang variatif. Wisatawan dibebaskan untuk memilih harga terbaik dengan melakukan penawaran.

 

Alamat : Jl. Malioboro

Telepon : –

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 Km Jogja:

Berbatasan langsung di sebelah Utara Nol Kilometer.

Menuju Kesana : 

Dapat dikunjungi dengan menggunakan Trans Jogja Rute 1A dan 2A

 

Best Time to Visit : Sore hari menuju ke malam hari untuk menghindari terik matahari.

What to bring :  Membawa topi untuk meredam panas matahari yang kadang menyengat di siang hari.

Do :

  • Jika datang pada siang hari, lebih baik menggunakan kaos yang tidak berbahan tebal.
  • Menjaga tas tetap pada dekapan Anda, dan pastikan tidak ada tangan jahil yang mengincar isi tas Anda.
  • Lakukan penawaran kepada para penjualan cinderamata di Maioboro, agar Anda bisa mendapatkan harga yang murah sesuai dengan yang diinginkan.

Don’t : 

  • Menggunakan perhiasan yang berlebih untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.

Tulis Komentar