Ad
Ad
Ad
Travel Tips

Kuliner ini Tidak Pernah ada Dimanapun Kecuali di Jogja!

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Mencoba kuliner khas di daerah yang kita kunjungi mungkin saja adalah suatu hal yang wajib dilakukan saat traveling. Kadang walaupun kuliner tersebut bisa kita beli didekat tempat tinggal kita, rasanya pasti akan berbeda bila kita bisa menyantapnya di daerah asal makanan tersebut. Walaupun di Jakarta kamu bisa beli gudeg , tapi yang pasti  sensasi makan gudeg langsung di Jogja jelas akan berbeda.

Gudeg adalah kuliner yang wajib dicoba di Jogja. Tapi karena makanan yang dibuat dari nangka muda ini rasanya cukup manis, ada beberapa orang yang tidak menyukainya. Namun tidak perlu khawatir, Jogja masih punya cukup banyak kuliner khas yang wajib buat dicoba. Yang pasti makanan-makanan tersebut cuma bisa ditemukan di Jogja. Penasaran makanan apa aja yang hanya bisa ditemukan di Jogja?

Berikut ini adalah 5 kuliner yang hanya bisa ditemukan di Jogja.

1. Gudeg itu enggak selalu manis, gudeg mercon ini akan siap membuat perutmu “meledak”

via: visitingjogja.com

Kalau selama ini kamu tidak pernah mau mencoba gudeg karena rasanya yang manis, sepertinya gudeg mercon ini wajib kamu coba. Sebenarnya gudeg mercon berbahan sama dengan gudeg pada umumnya yaitu nangka muda, namun yang membedakan adalah adanya tambahan olahan cabe hijau yang ditambahkan pada sambel  krecek yang membuat rasanya menjadi sangat pedas. Untuk yang tidak biasa menyantap makanan yang pedas, sangat tidak disarankan untuk mencoba gudeg mercon ini. Kecuali kalau kamu ingin merasakan lidah bergetar dan perut yang seperti diledakan oleh bom atom. Salah satu gudeg mercon yang paling terkenal  adalah Gudeg  Mercon Bu Ngatinah yang teretak di Jalan Asem Gede dekat   Pasar Kranggan yang buka mulai jam 9 malam.

Untuk menikmati gudeg mercon ini, harga seporsinya terdiri dari nasi, gudeg, dan telur harganya Rp 13.000,-. Jika lauknya ditambah ayam suwir harganya Rp 15 ribu, ditambah daging ayam paha atas harganya Rp 25.000,-, sedangkan paha bawah harganya Rp 30.000,-. Makanan pendamping seperti bakwan harganya Rp 2.000,-, tempe mendoan Rp 1.000,-, dan sate ayam Rp 5 .000,-.

2. Masih kuat menahan “ledakan” di mulut? Masih ada oseng-oseng mercon yang bisa kamu cobain

via: foodyplace.com

Kalau kamu belum merasa belum cukup “meledak” setelah mencoba gudeg mercon, masih ada oseng-oseng mercon yang harus kamu cicipi selanjutnya. Tidak hanya akan membuat mulut kamu meledak, oseng-oseng mercon juga akan membuat kamu berkeringat seperti baru lari marathon sejauh 20 km. Oleh karena itu jangan lupa sediakan sapu tangan atau tisu sebelum mencobanya. Oseng-oseng mercon sendiri terdiri dari kikil, gajih, kulit, dan tulang muda yang dimasak dengan menggunakan irisan-irisan cabe rawit yang akan meledakan mulut dan perut. Warung Bu Narti yang terletak di Jalan KH Ahmad Dahlan gang Purwodiningratan adalah warung pertama yang menjual oseng-oseng mercon. Di warung ini tidak menggunakan meja dan kursi untuk tempat makan melainkan digelar tikar dan buka pada jam 17.00 WIB sampai 23.00 WIB. Utuk harga makanan cukup murah yaitu hanya Rp 15.000 / porsi dengan harga penawar pedas seperti es jeruk atau es teh seharaga Rp 2.000 – Rp 3.000

3. Kopi dari kotoran luwak  mungkin sudah biasa. Di Jogja ada kopi  joss  yang  dibuat  dari bara api

via: myhotelmyresort.com

Kopi luwak mungkin terdengar sudah biasa dan bisa didapatkan dibanyak daerah. Tapi kalau kopi joss hanya bisa kamu temukan di Jogja. Yang paling unik adalah kopi ini dibuat dengan campuran arang yang masih membara. Pada saat meletakan bara arang kedalam gelas tersebut akan muncul  suara joss. Itu lah alasan kenapa kopi tersebut dinamakan dengan kopi joss. Cara menikmati kopi ini adalah dengan cara menunggu bara arangnya meleburnya terlebih dahulu untuk kemudian diaduk. Tambahan arang tersebut menjadikan kopi joss mempunyai rasa yang sangat khas. Walaupun dberi tambahan arang, tenang aja karena kopi ini tetap aman bagi kesehatan. Penjual kopi joss bisa ditemukan disepanjan jalan disebelah utara Stasiun Tugu.

4. Cuma di Jogja jeruji besi dijadikan tusuk sate

via: www.burpple.com

Tusuk sate biasanya dibuat dari bambu. Tapi di Jogja jeruji besi dari roda sepeda pun bisa digunakan sebagai tusuk sate. Sate yang menggunakan tusuk dari jeruji besi ini biasa disebut dengan sate klathak. Daging yang digunakan untuk  membuat sate klatak  adalah daging kambing. Selain tusuknya, yang membedakan sate klathak dengan sate lainnya adalah bumbunya. Bumbu yang digunakan untuk membuat sate klathak hanyalah taburan garam dan sedikit merica. Walaupun bumbunya sangat sederhana, namun rasa sate ini tetap lezat. Sate klathak ini disajikan bersama kuah gulai dan nasi putih. Sate klathak yang paling terkenal adalah Sate Klathak Pak Pong yang terletak di Jalan Stadion Sultan Agung, Kabupaten Bantul. Harga sate per porsi 19 ribu dan Harga gulai per porsi 14 ribu.

5. Bukan cuma enak, sego abang lombok ijo juga bisa melancarkan pencernaan

via: vebriyantidewi.wordpress.com

Jogja dikenal sebagai surganya makanan tradisional atau banyak disebut orang sebagai makanan “ndeso”, salah satunya adalah sego abang lombok ijo yang aslinya berasal dari Kabupaten Gunungkidul. Sesuai dengan namanya makanan ini terdiri dari sego abang (nasi merah) dan sayur lodeh lombok ijo (cabe hijau) sebagai menu utamanya. Sebagai pelengkap ada tambahan gudeg dari daun pepaya dan juga berbagai lauk seperti  ayam goring, botok, dan tempe bacem. Makanan ini tidak hanya enak, tetapi juga bisa menyehatkan karena bisa melancarkan pencernaan dan juga baik untuk penderita diabetes. Sego abang lombok ijo yang paling terkenal adalah Sego Abang Lombok Mbah Widji yang terletak di Jalan Pakem – Turi, Kabupaten Sleman. Seporsi sego abang dengan sayur lombok ijonya dan segelas es teh manis hanya dibanderol dengan harga 19k saja. Jam Buka Sego Abang Lombok Ijo Jogja ini dari Pukul 7 Pagi hingga 7 malam.

 

__

Author : Nova AristiantoEditorAjeng Darmista

 

Tulis Komentar