Ad
Ad
Ad
Hangout Spot

Kopi Merapi yang Tak Pernah Ingkar Janji

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Banyak pilihan yang menarik bagi kita penikmat kopi untuk menjelajahi Jogja. Dari mulai kedai-kedai kopi yang menawarkan gengsi hingga kopi tubruk pinggiran jalan dapat kita temui di kota ini. Ketika berkunjung ke Jogja, kita dapat meluangkan waktu kita untuk berkunjung ke Warung Kopi Merapi. Asal mula penamaan Warung Kopi Merapi mungkin karena tempat ini terletak di kaki Gunung Merapi. Tempat ini siap untuk membumbui pahit dan nikmatnya kopi dengan suasana berbeda.

Arahkan Kemudi ke Utara Yogyakarta

via: gudeg[dot]net
Kita harus menempuh perjalanan yang cukup panjang untuk dapat sampai ke tempat ini. Warung Kopi Merapi terletak di Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman. Rute yang harus kita tempuh adalah dengan menyusuri Jl.Kaliurang. Apabila kita sudah sampai di dekat Panti Nugroho ( sekitar Jl.Kaliurang Km 17) kita dapat berbelok ke arah kanan di pertigaan.

Tepat setelah mata kita menemukan pom bensin di kanan jalan, kita dapat berbelok ke arah kiri di pertigaan hingga menemukan penanda ‘Desa Wisata Petung’ yang turut menandai kita untuk kemudian berbelok ke arah kanan. Portal penjagaan dan jalanan yang berbatu dan berpasir merupakan pertanda bahwa kita sudah hampir sampai, karena tidak jauh dari sana di sebelah kanan jalan kita akan temukan Warung Kopi Merapi yang menyuguhkan suasana manis dalam mengecap pahitnya kopi. Tentu bangunan ini akan dengan mudah kita temukan karena Warung Kopi Merapi merupakan satu-satunya bangunan di tanah yang terhampar luas tersebut.

Seduhan Kopi Asli Merapi di Lerengnya

via: news[dot]neocorporations[dot]com
Sesampainya di Warung Kopi Merapi kita dapat memesan sajian berupa olahan Kopi Merapi sebagai menu utama yang disajikan hangat serta jajalan camilan yang menjadi perpaduan kenikmatan yang menentramkan. Soal harga, kopi yang ditawarkan membuat kita tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam karena harganya hanya Rp 5.000 untuk kopi robusta dan Rp 7.000 untuk kopi Arabica tergantung mana yang sesuai dengan selera kita. Soal citarasa kopi, tentu kita tidak perlu meragukan kualitas dari tanaman yang ditanam di tanah vulkanik yang subur dengan dipadukan pupuk organik. Pahitnya kopi tentunya siap menemani perbincangan dan senda gurau bersama sahabat, pasangan, maupun keluarga.

Baca juga : Petualangan Seru Ala Rambo di Kaki Gunung Merapi

Apabila kita takut untuk merasa rindu dengan rasa nikmat yang muncul di lidah ketika mengecap sajian hangat kala berkunjung ke tempat ini, kita juga dapat membeli kopi yang masih berwujud biji maupun bubuk dengan banderol harga yang cukup terjangkau. Kopi Robusta dalam keadaan biji kering dibanderol Rp 60.000 sedangkan dalam kondisi bubuk Rp 100.000 – Rp 160.000 per kilogramnya. Untuk Kopi Arabica, warung ini menawarkan harga sebesar Rp 100.000 dalam keadaan biji kering serta Rp 200.000 untuk produk bubuk kemasan. Sejumlah harga yang cukup terjangkau tentunya apabila ditinjau dari citarasa yang khas dan kenikmatan kopi yang ditawarkan dalam tiap teguknya.

Mengobati Rindu Kepada Sunyi

via: ngopidijogja[dot]blogspot[dot]com
Selain menyuguhkan kenikmatan dan ketentraman dalam secangkir kopi, Warung Kopi Merapi juga menawarkan ketentraman suasana dan keindahan panorama. Menjalani hidup di hiruk pikuk perkotaan kadang membuat pikiran tidak karuan. Ada waktu dimana kita memerlukan tempat yang menawarkan ketenangan untuk sejenak merenungi kehidupan. Menjejakkan kaki ke tempat ini akan mengobati rindu kita kepada sunyi, yang kian hari mulai jarang kita temui. Hadir dengan lokasi yang jauh dari perkotaan dan keramaian, bangunan kedai yang sederhana tentunya akan menentramkan hati kita dalam suasana kesederhanaan. (*)

 

 

Author : Pradipta AkosoEditorAjeng Darmista

 

Tulis Komentar