Ad
Ad
Ad
Desa Wisata

Berburu Perabotan Pecah Belah di Kampung Grabah Kasongan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Selama ini kerajinan keramik dan gerabah yang beredar di pasaran banyak yang berasal dari China. Barang-barang  berasal dari Negeri Tirai Bambu tersebut diburu banyak orang karena harganya yang lebih miring. Tidak kalah dengan China, di Jogja ternyata juga punya pusat kerajinan keramik dan gerabah yang namanya bahkan sudah dikenal sampai ke seantero dunia yang terletak di Desa Wisata Kasongan. Tidak hanya menjadi tujuan utama para kolektor keramik dan gerabah dari dalam negeri saja, tidak sedikit orang dari mancanegara yang datang langsung ke Kasongan untuk membeli gerabah dan keramik yang punya desain yang cukup khas.

Kampung Gerabah Kasongan, Paket Tour Jogja, Paket Wisata Jogja
via: santapjogja.com

Lokasi dan Sejarah Kampung Gerabah Kasongan

Desa Wisata Kasongan masuk dalam wilayah Padukuhan Kajen, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul yang berjarak sekitar 6 km arah selatan dari pusat Kota Yogyakarta. Tempat yang sekarang menjadi lokasi Desa Wisata Kasongan ini merupakan persawahan milik penduduk. Kemudian keadaan berubah setelah ada seekor kuda milik seorang petinggi  Belanda yang mati ditempat tersebut. Karena ketakutan, penduduk yang mempunyai tanah disekitar lokasi kematian kuda tersebut kemudian melepaskan dan tidak mengakui hak tanahnya. Setelah tanah tersebut ditinggalkan, ternyata banyak penduduk dari desa lain yang datang dan mengakui tanah yang telah ditinggalkan serta memanfaatkan tanah yang ada menjadi barang pecah belah atau perabotan dapur. Kebiasaan tersebut akhirnya turun temurun dilanjutkan oleh warga Kasongan sampai saat ini.

Kampung Gerabah Kasongan, Paket Tour Jogja, Paket Wisata Jogja
www.kompasiana.com

Sentuhan Seniman Besar Yogyakarta 

Hasil kerajinan gerabah warga Kasongan mulai dikenal lebih luas sejak tahun 70an berkat sentuhan dari seniman besar Yogyakarta yaitu Dr. Raden Mas Sapto Hoedojo yang turut sentra dalam pengembangan desa wisata ini. Salah satu cara yang dilakukan oleh Sapto Hoedojo adalah dengan memberikan pembinaan terhadap masyarakat yaitu dengan memberikan berbagai sentuhan seni dan desain yang lebih menarik agar gerabah yang dihasilkan tidak terlihat terlalu monoton dan diminati oleh banyak orang.

Memasuki Desa Wisata Kasongan kita akan disambut dengan showroom atau toko-toko yang memajang berbagai gerabah dan keramik dari berbagai jenis dan ukuran yang berjajar rapi. Barang-barang yang paling banyak ditemukan adalah guci, pot, dan vas bunga dari mulai ukuran yang paling kecil sampai yang tingginya mencapai bahu orang dewasa dengan berbagai motif dan warna. Guci yang paling banyak ditemui di Kasongan adalah guci dengan finishing alami atau hanya menggunakan cat saja pada saat sentuhan terakhir. Guci tersebut merupakan guci khas Kasongan yang terlihat lebih orisinal. Namun demikian, guci-guci dengan sentuhan mewah dan kontemporer juga bisa ditemukan di Kasongan. Semua tergantung dengan selera masing-masing orang.

Kampung Gerabah Kasongan, Paket Tour Jogja, Paket Wisata Jogja
jogja.semberani.com

Selain guci, berbagai kerajinan lain yang biasa digunakan sebagai hiasan didalam rumah juga bisa kita temukan di Desa Wisata Kasongan. Salah satu hiasan rumah yang paling banyak dicari adalah patung sepasang pengantin Jawa yang biasa dikenal dengan nama “Loro Blonyo”. Patung Loro Blonyo  tersebut biasanya dihadiahkan kepada pasangan yang baru saja melangsungkan pernikahan. Patung Punokawan seperti Bagong dan Semar juga banyak diburu oleh para kolektor dan pecinta keramik. Bahkan patung Buddha sekalipun juga bisa ditemukan di Desa Wisata Kasongan ini. Untuk yang ingin melihat langsung atau bahkan mencoba pembuatan guci juga bisa dilakukan dibeberapa showroom yang ada di Kasongan. Menarik bukan?

Jika kebetulan suka dengan geramik atau keramik, Desa Wisata Kasongan adalah tempat yang harus pertama didatangi saat berada di Jogja.

 

__

Author : Nova AristiantoEditorAjeng Darmista

 

[ms_accordion style=”simple” type=”1″ class=”” id=””]

[ms_accordion_item title=’INFORMASI WISATA’ icon=’fa-star’ status=’open’]

Waktu operasional: Setiap hari

HTM: Gratis

Aktivitas: Membeli barang-barang dari gerabah dan keramik, Melihat pembuatan guci, Mencoba membuat guci

[/ms_accordion_item]

[ms_accordion_item title=’LOKASI’ icon=’fa-flag’ status=’close’]

Alamat: Padukuhan Kajen, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Telepon Desa Bangunjiwo

Telepon : (0274) 413340

Website : Review Tripadvisor

Map :

Jarak dari 0 KM Jogja: Jarak Desa Wisata Kasongan dari 0 KM Jogja adalah sekitar 8 km dan dapat dijangkau kurang lebih selama 20-30 menit. Perbedaan hasil pada saat Kondisi di lapangan sangat memungkinkan terjadi akibat faktor-faktor lain seperti Kondisi lalu-lintas dan atau Jenis alat transportasi yang digunakan.

Menuju kesana: Jika menggunakan kendaraan pribadi dari O KM Jogja kita bisa mengambil rute kearah Jalan KH Ahmad Dahlan lalu belok kiri. Setalah belok kiri lurus terus melewati Jalan Suryowijyan, Jalan Sugeng Jeroni, sampai dengan Jalan Bantul. Gapura Desa Wisata Kasongan berada disebelah kanan jalan dengan tulisan yang cukup besar.

Berkendara dengan angkutan umum mempunyai resiko keterlambatan, ketersediaan armada dan yang paling menakutkan adalah tersesat. Mungkin ada baiknya mengurangi resiko tersebut dengan menggunakan penyedia Paket Wisata Jogja yang berpengalaman guna membuat perjalanan wisata di Jogja menjadi menyenangkan.

[/ms_accordion_item]

[ms_accordion_item title=’REKOMENDASI TRIPJOGJA’ icon=’fa-bell’ status=’close’]

Best time to visit: Pagi atau sore hari

What to bring: Topi, Kacamata, Sandal/sepatu yang nyaman untuk jalan kaki

Do: Melihat langsung pembuatan keramik, mencoba membuat keramik sendiri

Don’t: Tidak hati-hati karena bisa memecahkan barang yang dipajang

[/ms_accordion_item]

[/ms_accordion]

Tulis Komentar