Ad
Ad
Ad
Travel Tips

7 Tempat Makan di Jogja ini Akan Mengakhiri Rasa Bapermu pada Kampung Halaman

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Merantau dan mendapatkan kebebasan tentu tidak selamanya menyenangkan. Terkadang kita juga dihadapkan pada sebuah rasa yang bernama rindu pada kampung halaman. Setidaknya, apabila waktu luang belum di depan mata, kita dapat menyempatkan diri untuk menikmati masakan khas daerah asal di tempat rantauan. Untuk kita yang sedang berada di Jogja dan sedang mendambakan masakan ibu, tempat-tempat ini tentu sangat dinantikan sebagai penawar rindu. Teruntuk kita yang hendak travelling ke daerah-daerah tersebut namun belum cukup bekal, setidaknya kita dapat mencicipi rasa masakannya dulu sebelum benar-benar menginjakkan kaki ke sana.

1. Coto Makassar ‘La Capila’

Bagi kita yang penasaran dengan rasa dari Coto Makasar, Es Palubutung, serta Es Pisang Ijo, tempat ini merupakan sebuah kedai yang dapat menyembuhkan rasa penasaran kita. Terletak di wilayah Kotabaru, kita dapat merasakan lezat dan gurihnya kuah yang bercampur dengan daging sapi. Seusai menghabiskan sajian makanan, kita dapat langsung meminum Es Palubutung atau Es Pisang Ijo yang tentunya dapat melepaskan dahaga di siang hari.

 

2. Nasi Kuning Banjar ‘Kindai’

Soto banjar tentunya merupakan sebuah sajian yang menarik untuk dikonsumsi sebagai menu sarapan pagi. Tidak perlu jauh-jauh ke Kalimantan, kita dapat mengarahkan kendaraan ke Jl. Jembatan Merah 116D tepatnya di timur Universitas Mercu Buana. Memuaskan rasa lapar di Kindai bukan merupakan hal yang sia-sia karena memang apabila sudah tentang sajian kuliner Banjar di Yogyakarta merekalah ahlinya.

 

3. Mie Aceh ‘Bungong Jeumpa’

Berbicara tentang sajian kuliner dengan citarasa rempah yang khas Aceh tentunya kita tidak dapat melupakan tentang kehadiran Rumah Makan Bungong Jeumpa di Yogyakarta. Tempat ini memiliki beberapa cabang di Yogyakarta antara lain di kawasan Jl.RW Monginsidi, Demangan, Ruko Seturan, dan Ruko Sagan. Datang ke tempat ini mengharuskan kita untuk mencoba berbagai menu yang menggugah selera seperti Mie Aceh, Roti Cane, serta Nasi Gurih.

 

4. Pempek Palembang ‘Nyonya Kamto’

Warung Pempek Ny. Kamto merupakan salah satu restoran yang cukup melegenda di Yogyakarta. Bermula dari sebuah warung di kawasan Jl. Beskalan, Pempek Ny Kamto kini memiliki banyak cabang bahkan hingga di dalam Mall. Berbagai bentuk sajian pempek seperti kapal selam, bulat, serta lenjer dapat kita pilih sesuai dengan selera. Ditambah cuka kombinasi antara pedas dan asam yang dapat kita takar sesuai keinginan, sajian pempek idaman siap untuk disantap.

 

5. Warung Makan Khas Bali Putra 

Merindukan nuansa kuliner di Pulau Dewata, kita dapat berkunjung ke Warung Makan Khas Bali Putra yang terletak di Jl.Namburan Kidul No.10 (timur Alun-Alun Kidul). Di tempat ini kita dapat memesan nasi jinggo yang tentunya sangat sedap di lidah kita apalagi dipadukan dengan sate lilit yang begitu lezat. Tentu citarasa Bali belum terasa apabila melewatkan kehadiran ayam betutu, menu yang satu ini harus kita pesan juga sebagai pelengkap rindu.

 

6. Soto Lamongan Terminal Lama Umbulharjo  ‘Cak Ngun dan Cak Shodiq’ 

Beranjak ke Jl. Veteran tepatnya di depan terminal Umbulharjo, kita dapat berburu soto lamongan yang begitu memuaskan rasa lapar. Karena sudah cukup terkenal, warung ini selalu ramai dengan pembeli di jam-jam makan siang. Soto Sapi ini sudah dipastikan tidak akan membuat lidah dan perut kita kecewa karena memang soal rasa mereka adalah jagonya. Bagi kita yang memang berasal dari Jawa Timur, bersantap ria di tempat ini akan terasa seperti pulang ke kampung halaman.

 

7. Ayam Taliwang Khas Lombok ‘Mandalika’

Tidak kalah lezatnya di daerah Condong Catur tepatnya di Jl. Sambirejo No. 11 kita dapat mencicipi Ayam Taliwang khas Lombok “Mandalika” yang akan menyajikan pengalaman berkuliner yang memuaskan rasa lapar kita. Selain ayam taliwang, kita juga dapat mencicipi sajian lain seperti nasi balap, beberuk, dan plecing kangkung. Penyajian di warung makan ini memang dirancang sehingga sedemikian mungkin sesuai dengan rasa masakan di daerah asal. (*)

 

Author : Pradipta AkosoEditorAjeng Darmista

 

Tulis Komentar